
Beberapa hari yang lalu,Presdir tempatku bekerja wafat,suasananya masih duka.
Kebanyakan dari karyawan lama disana masih terus membicarakan tentang kebaikan beliau.
Beliau di kenal dermawan,sangat dermawan.Beberapa karyawan di kuliahkan lagi untuk menambah ilmu baru, adapula yang di berikan kompensasi kala terhimpit masalah keuangan.
Aku sendiri yang baru bekerja beberapa bulan, merasakan sendiri betapa dermawannya beliau.
Flash back on
Saat itu...
Aku hanya tenaga kerja yg berstatus janda, aku sudah sangat penat menghadapi cibiran karena statusku saat melamar pekerjaan,walaupun perusahaan -perusahaan itu memang sudah di tunjuk oleh penyalur tenaga kerja,tapi mereka masih berhak memilah calon tenaga kerja.
Mereka tak mau menerimaku dengan alasan statusku akan mengganggu kinerjaku, atau bahkan ada yg blak - blakan mengira aku berniat menggoda boss ku nanti.
Bagaikan air di tengah gurun,aku menemukan tempat ini. Beliau yang saat itu melihatku dengan tatapan dingin ,ternyata mempunyai hati yang hangat.
Dia percaya, dengan statusku aku malah akan lebih fokus bekerja karena tidak ada yang harus aku khawatirkan.
Beliau bahkan mendoakanku untuk mendapat jodoh di perusahaannya.
Yang tentunya aku tanggapi sinis...
flash back off
Hari ini semua sibuk berbenah laporan,aku meringkuk di depan layar komputer dalam kubikalku,ternyata ini adalah hari dimana Presdir pengganti akan datang mengecek semuanya.
Tidak lain dan tidak bukan,dia adalah anak tunggal Presdir Yoon, Yoon Min Jun ...
Terdengarlah bisik bisik di antara karyawan, bahwa dia adalah orang yang seenaknya sendiri dalam memperlakukan karyawan,bahkan tak segan menampar karyawannya bila melakukan kesalahan.
Aku bergidik mendengar kata - kata menampar, aku trauma dengan segala kekerasan yang aku lihat dan akan merasakan serangan panik saat melihat seseorang di perlakukan kasar.
"Semoga hari ini berjalan lancar"
Aku memejamkan mata sambil membaca matra itu dalam hatiku.
"Hana ... bisa bantu fotocopy file ini ke ruangan sebelah?"
Sunbaeku,Park Jin ho memerintahku ...
Dia memang seperti itu tak peduli aku sibuk, dia akan menyuruhku membantunya, tapi aku tak pernah menolaknya karena bagiku dia juga teman kantorku yg lumayan baik.
Park Jin Ho adalah pria lajang berumur 29 tahun dengan tinggi 175 cm dan berperawakan sedang,parasnya lumayan tampan dengan lesung pipi saat dia tersenyum.
Aku menyambar file yang dia sodorkan agak sedikit gusar, bagaimana aku tak gusar? laporanku saja belum rampung ditambah sebentar lagi sudah memasuki jam datangnya presdir baru,tapi aku masih tak membantah dengan setengah berlari aku segera berbelok ke arah ruangan yang lainnya menuju mesin foto copy.
"Brukkkk!!!!"
Kertas file milik Jin Ho berserakan,aku segera mengambilnya tanpa melihat siapa yang aku tabrak.
"Apa matamu kau taruh di rumah?!"
nadanya setengah berteriak kesal
Aku terhenyak dan berdiri sambil merapihkan file milik Jin Ho sembarang,aku menyusuri name tag pemilik suara itu tanpa langsung melihat wajahnya
Yoon Min Jun - CEO
Seketika lututku lemas ,namun ku tahan agar tak terjatuh.
"Habis kau Hana "
umpatku dalam hati
Aku memberanikan diri menatapnya untuk meminta maaf.
Tingginya sekitar 185cm,aku hanya setinggi dadanya yang bidang dengan balutan kemeja dan jas warna abu - abu,rambutnya coklat gelap dengan semburat warna grey tertata rapi ke samping.
"Maafkan saya , saya terburu - buru Tuan...."
nyaliku menciut melihat wajah penuh kebenciannya
Dia beringsut mundur seakan ada di dekat barang menjijikan yang harus di hindari,lalu menatapku dingin.
"Berikan laporanmu ke ruanganku dua menit lagi"
Dia melenggang tanpa menunggu jawabanku, diikuti oleh sekretaris kim.
Sekretaris Kim adalah orang kepercayaan keluarga Yoon,saat presdir Yoon masih ada dia lah yang mengurus segalanya,dan kini dia lah yang mengurus ahli waris keluarga Yoon.
Aku bersandar ke tembok di belakangku agar tak jatuh,pandanganku nanar memikirkan laporan yang belum rampung,tanpa pikir panjang lagi aku setengah berlari ke arah kubikalku dan memberikan file milik Jin ho yang tak jadi aku foto copy.
Jin Ho heran karena filenya belum di fotocopy menatapku dengan tatapan penuh konfrontasi.
"Jin ho sunbae,maafkan aku kali ini aku tak dapat membantumu ...."
Sebelum Jin ho membuka mulut aku sudah pergi dari kubikalku menuju ruang CEO dengan tangan gemetar membawa laporan seadaanya.
Aku menyusuri lantai kantor dengan langkah sembarang ingin segera sampai di tujuan, beberapa kali aku hampir terpeleset karena aku memakai higheels,bahkan tanganku lebam karena menahan tubuhku sendiri ke tembok.
Ruangan CEO berada di ujung lantai lima dengan pintu kaca satu arah,aku tak dapat melihat apa CEO sedang melihatku lari terbirit - birit.
Saat akan memasuki ruangannya aku hendak mengetuk pintu namun urung karena sekretaris kim sudah membukakan pintunya,aku sedikit menundukan kepala tanda terimakasih kepada sekretaris Kim yang tak di gubris dengan wajah dinginnya.
Nampaklah CEO tampan itu dengan kursi kebesarannya, tak kusangka dia setampan ini bila di lihat lagi, alisnya tebal dan matanya sayu ,hidungnya mancung dan bibirnya nampak berisi dan berbentuk lengkap dengan kulit putih mulusnya tanpa cela.
Tanpa aku sadari aku menatap kagum orang di depanku itu tanpa bergeming.
"Hey... perhatikan matamu!!!!"
Lamunanku buyar mendengar sentakannya.
Ya dialah si raja kejam itu...
"Maaf Tuan ,ini laporannya..."
"Apa ini yang kau sebut laporan ?!"
Aku beringsut mundur selangkah mendengar nadanya yang semakin tajam menusuk hati,aku segera menyadarkan diri dan membungkukan tubuh dalam - dalam.
"Maaf Tuan laporan belum siap karena ini tanggal 15 biasanya laporan akan di serahkan kepada Presdir tanggal 25 setiap bulannya "
ujarku tanpa koma,masih dengan badan membungkuk dalam
Terdengar dia mendesah kesal,dan berdiri.
Aku mengangkat wajahku ke posisi normal,dia membelakangiku,Berjalan gundah sambil berkacak pinggang.
"Brak!!!"
Dia menggebrak meja dengan keras,aku makin mundur karena takut dengan aura kemarahannya itu.
"Ayah bilang dia punya staff admin terbaik karena dia seorang janda yang tak punya siapa - siapa , tapi nyatanya baru di tinggal tiga hari oleh ayahku kinerjamu memburuk!!!"
Dia melempar map file itu tepat ke arahku, map tebal itu mengenai kepalaku tepat di ujung map yang lancip.
Tangan dan kakiku bergetar,ku remas jemariku agar getaran itu berkurang,keringat dingin sudah mengalir di dahiku.
Di dahiku aku merasa nyeri yang lumayan sakit ,tapi aku tahan agar tak meringis dan tetap tenang.
Dia masih terlihat marah dengan nafasnya yang kasar,dan seketika barang - barang di atas mejanya berhamburan saat dia menyingkirkannya dengan kasar,tak terasa beberapa pecahan figura kecil menggores lenganku.
"Hana kau harus bisa berfikir jernih, jangan panik..."
Nafasku terasa pendek
Aku segera menjernihkan pikiranku dengan bernafas dalam,hatiku sakit saat statusku itu dia sebut.
Presdir orang yang ramah, dia selalu memuji laporanku yang menurutnya rapih dan sesuai keinginannya tapi tidak dengan putranya di hadapanku ini.
"Maaf tuan ,hal ini tidak akan terjadi lagi,akan saya pastikan"
Suaraku bergetar saat mengatakan hal itu
Dia melirikku pelan, pandangannya melunak tapi tetap dengan posisi berdiri.
"Aku benci kenapa aku harus mengurus semuanya ! termasuk orang yang tidak kompeten seperti kau!!!!"
Dia menunjukku muak
Hatiku seakan robek di sebut sebagai karyawan tidak kompeten, selama ini aku bekerja lembur hampir setiap hari dan ini kah penilaian orang yang baru beberapa menit hadir disini?!
"Maaf Tuan , anda bahkan belum melihat kinerjaku , saya merasa kecewa Tuan sudah menilai saya seperti itu"
Mungkin karena marah ,keberanianku menyeruak
Dia menatapku muak, aku yang terbakar emosi menatapnya penuh benci walaupun ada semburat takut di hatiku.
"keluar kau dari sini,aku tak butuh staff admin sepertimu!"
Dia memalingkan wajahnya muak
"Ya... ya ... memang seperti itulah harusnya kau yang ada di atasku ,gunakan kekuasaanmu Tuan!"
geramku dalam hati,sambil mengepalkan tanganku yang masih bergetar hebat.
"Saya harap anda tidak menyesal nanti Tuan muda "
Nadaku kini berubah dari hormat ke nada kebencian.
"cih..."
Dia tersenyum kecil meremehkan
Ku lirik sekretaris Kim di sampingnya dan mengganggukan kepala pamit ,dia tak bergeming sedikitpun.
Aku keluar dengan perasaan sedih,marah dan kecewa.
Kususuri jalan menuju kubikalku sambil menunduk lesu dengan langkah gontai.
"Presdir Yoon ,mengapa kau pergi tanpa pamit dan meninggalkanku dengan anakmu yang semena - mena itu, aku yakin kau takan berbuat seperti ini sekalipun aku berbuat kesalahan"
Air mataku jatuh tak tertahan,rasanya aku rindu bossku yang dulu, aku menghapus air mataku.
Aku melihat darah dan serpihan beberapa potong kaca dikulitku ,aku mencabutnya kasar tak peduli itu terasa perih,karena di bandingkan sakit hatiku rasa perih ini tak seberapa sakit.
Aku membenahi barang - barangku ke dalam kotak besar dengan tergesa ,Jin Ho mendekatiku penasaran
"Kau dari ruangan CEO?Apa yang terjadi ? kenapa berkemas?"
Dia memberondong pertanyaan kepadaku, aku meliriknya sekilas dan melanjutkan aktifitasku
" aku resign "
Aku takan tahan lagi kalau harus berbicara panjang lebar dengannya,air mataku pasti akan membanjiri kantor ini.
"kenapa tiba - tiba?! Apa kau kena marah CEO?! lalu tangan dan dahimu kenapa ?!"
Entah itu perhatian atau penasaran, tapi baru kali ini aku lihat Jin Ho begitu ingin tahu. Aku tak menatapnya dan berlalu tanpa menjawabnya,teman teman yang lain pun ikut berdesas desus melihat kepergianku.
"Aku sangat membencimu CEO Min Joon, kalau nanti kita bertemu lagi jangan harap aku akan menyapamu !!!"
Umpatku dalam hati sambil meninggalkan gedung itu dengan langkah tertatih karena lecet di kakiku.
Halo readers,
saya Nuti Park menulis novel ini , ini karya pertama saya jadi semoga kalian suka,saya sangat menghargai dengan segala masukan kalian, dan mencoba memberikan yang terbaik. Vote dan like kalian adalah dukungan besar untuk saya menulis novel.
terimakasih ... 💕