
Siang itu aku sudah berada di perusahaan membawakan makanan untuk Min Jun di temani Ha neul yang bersikeras membuntutiku.
Beberapa pegawai yang mengetahuiku seperti merasa aneh dengan pemandangan yang mereka lihat.
Aku yang di dampingi seorang bodyguard pribadi masuk ke perusahaan dengan membawa kotak bekal ditanganku.
Mereka pasti bertanya-tanya siapa yang ku antarkan makanan sampai aku harus dikawal dengan bodyguard.
Penampilan cantik dan rapih Ha Neul sudah jelas memperlihatkan bahwa dia seorang bodyguard.
Karena aku memang jarang menyapa pegawai lainnya,aku hanya berpura - pura sibuk dengan smartphoneku.
Sesampainya di depan ruangan Min Jun sekretaris Kim menghalangiku untuk tidak masuk kedalam.
"Tuan Muda sedang ada tamu.Mohon menunggu Nona"
Dia nampak tak bergeming di depan pintu kaca itu.
Aku merasa heran dengan sikap sekretaris Kim yang nampak gusar dengan kedatanganku.Aku melirik kaca ruangan Min Jun penasaran walaupun aku tak dapat meihat apapun ke dalam,hanya ada suara candaan seorang wanita dari dalam.
"Siapa yang datang?"
Aku penasaran sekali dengan siapa yang ada di dalam.
"Nona Han dari Perusahaan X,sedang berbincang dengan Tuan"
Ucapnya masih gusar,namun tetap berusaha tenang di hadapanku.
Aku terdiam di hadapan sekretaris Kim ,menunggu pintu itu terbuka.
Seorang gadis anggun dengan pakaian serba mewah keluar dengan senyum mengembang di wajahnya.
Aku menatapnya dan kemudian memberi hormat dengan sedikit menganggukan kepala,di berhenti di hadapanku menatapku tajam.
Senyum indahnya itu segera hilang saat bertatap wajah denganku.
"Nona Hana ?"
dia mengenalku?
Aku mengangguk membenarkan,dan mendekat selangkah lagi kearah ku.
Tangan Ha neul sudah menghalanginya untuk melangkah lebih dekat ke arahku seakan merasakan bahaya yang mengancam,demikian pula dengan sekretaris Kim yang sudah pasang badan menghalangiku.
"Aku hanya ingin berkenalan dengan calon istri Min jun ...kalian ini benar - benar berlebihan!"
Ujarnya kesal
Aku menyentuh tangan Ha neul mengisyaratkan agar dia tidak lagi bersikap defensif,Ha neul menurunkan tangannya.
"Bagaimana kalau secangkir kopi di cafetaria ? apa kau keberatan Nona Hana ?"
Dia mengajakku untuk berbincang
"Baik Nona Han ayo kita berbincang sebentar"
Mengiyakan keinginannya,sekretaris Kim nampak mendesah kesal dengan keputusanku.
Aku berjalan mendahului,tak lupa mengisyaratkan Ha neul untuk menunggu di sana tanpa mengikutiku.
Sesampainya di Cafetaria perusahaan kami saling duduk berhadapan.Ada perasaan kecil hati saat menatap Nona Han yang bagaikan model ini.
Rambut hitamnya terurai panjang,dengan derss merah yang membuatnya seakan bersinar lebih terang.
Matanya yang indah dan hidung juga bibir yang sempurna mampu membuat semua orang melihatnya berdecak kagum.
Dia menyilangkan tangan di dadanya sambil menatapku teliti seakan mengamatiku.
"Nona Hana... Aku tak menyangka Min Jun punya selera yang kurang bagus mengenai wanita"
Kata-katanya seakan menghujam ulu hatiku.
Aku tersenyum kecut mendengarnya ,dan ikut menyilangkan tangan di dada tanda tak nyaman dengan keadaan ini.
"Nona Han,ucapanmu sungguh tak sopan mengingat kita baru pertama kali bertemu"
Aku melawan balik ucapannya.
Dia menyangga wajahnya dengan tangan sambil terus menatapku dengan senyuman merendahkan.
Aku tahu,dari sudut manapun aku tak sebanding dengannya.Tapi,bukannya sangat tidak sopan mengatakan hal itu pada orang yang baru dikenal?
"Apa Min Jun memberi tahu bahwa dia sedang dalam kesulitan?"
pertanyaannya membuatku mengerutkan dahi tak mengerti.
"Nampaknya tak semua hal Min Jun ceritakan padamu"
Dia tersenyum penuh kemenangan.
"Sejak Presdir meninggal dunia,beberapa sektor perusahaan ini sedang goyah,banyak pegawai yang akan di rumahkan dan jalan satu - satunya Min Jun harus mendapatkan investor"
Dia menjelaskan sambil mengaduk ice americano miliknya.
Aku tak menjawab,hanya otakku yang terus berlarian kesana kemari berusaha menelan informasi yang dia sampaikan.
"Aku sebagai perwakilan perusahaan X milik Ayahku bersedia membantu,dengan satu syarat"
Dia menatapku lagi
"Aku harus menikah dengan Min Jun"
Aku kaget mendengar syarat itu
Aku meremas jemariku di bawah meja,dia memang lebih serasi dengan Min Jun di banding aku yang tak punya apa - apa.
"Tapi sayangnya Min Jun bilang dia sudah punya calon istri...Aku membayangkan istrinya adalah seorang pewaris yang lebih kompeten dibanding aku,tapi nampaknya sama sekali tak sehebat itu"
Menusukku dengan perkataan dan pandangannya.
Aku yang menyadari fakta itu bahkan tak bisa membantah satu kata pun.
"Apa kau benar - benar mencintai Min Jun?"
telisiknya lagi
Ada keraguan saat akan menjawabnya,aku bahkan belum bisa memastikan hatiku sendiri apakah ini benar - benar cinta atau hanya delusi asmara sesaat?
"Bagus lah kalau kau nampak ragu dengan perasaanmu sendiri"
Dia seakan membaca seakan membaca setiap isi hatiku.
"Tapi Nona Hana ... bila kau tahu diri,sebaiknya kau tak menerima lamarannya.Atau itu akan menyusahkannya seumur hidupnya"
aku mengepalkan tanganku yang masih dibawah meja.
Aku sadar betul biasanya para konglomerat mengikat satu sama lain dengan pernikahan agar mereka mendapat keuntungan,dengan menikahiku Min Jun mungkin akan mengalami kesulitan yang bahkan tak bisa ku bantu.
"Tinggalkan Min Jun ,agar perusahaan ini dan dia selamat"
Dia memberi perintah seraya berdiri dari kursinya dan berlalu tanpa pamit.
Aku terdiam memandangi gelas kopi di depanku dengan hati terluka.Ada perasaan kalah yang menyakitkan di hatiku....
Aku membuka smartphoneku dan mengirim pesan pada Ha neul untuk menitipkan bekalnya pada Sekretaris Kim karena aku merasa tidak enak badan dan memintanya cepat mengantarku pulang,tak lupa untuk mengatakan padanya dan sekretaris Kim untuk tidak melaporkan bahwa aku sudah berbincang dengan Nona Han...
Saat ini aku hanya ingin pulang dulu,ingin menenangkan hatiku yang berantakan karena kata - kata Nona Han.
Min Jun mungkin tak memberi tahuku kesulitannya karena baginya aku takan bisa membantunya.
Aku tidak kompeten....
Hatiku yang masih ragu ini semakin ragu untuk melangkah lebih jauh ke arah Min Jun,karena keadaan ini.
Aku Sungguh tak ingin membuat Min Jun dalam kesulitan,dia sudah beberapa kali menyelamatkanku seharusnya akupun bisa menyelamatkannya.
Meski harus terluka sekalipun....
Sepanjang perjalanan aku hanya melamun memikirkan untuk pergi meninggalkan Min Jun,demi kebaikannya.
Nada notifikasi berbunyi dari smartphoneku,aku meraihnya dengan perasaan enggan.
"Apa kau baik-baik saja ? Sekretaris Kim bilang kau tidak enak badan?"
Min Jun mengirimiku pesan sarat akan rasa khawatir
Ada perasaan sedih yang meremas hatiku.Dia masih memperhatikanku walaupun aku ini bagaikan debu dalam kehidupannya yang hebat itu.
"Aku hanya ingin istirahat"
Aku membalasnya singkat dan segera mematikan smartphoneku,tak ingin lagi merasa sedih saat dia terus memperhatikanku.
Aku harus pergi,walau aku tak ingin...
Aku tak ingin jadi benalu dalam kehidupannya,aku tak boleh serakah saat ini berkencan beberapa hari dengannya pun sudah suatu keajaiban dalam duniaku yang dingin.
Aku dan dia harus berada di tempat semestinya,agar semua berjalan baik...
Aku menghapus air mata yang mulai mengalir dipipiku tak ingin Ha Neul melihatnya....
Halo readers,
saya Nuti Park menulis novel ini , ini karya pertama saya jadi semoga kalian suka,saya sangat menghargai dengan segala masukan kalian, dan mencoba memberikan yang terbaik. Vote dan like kalian adalah dukungan besar untuk saya menulis novel.
terimakasih ... 💕