COLD FLOWER (Will Bloom Again)

COLD FLOWER (Will Bloom Again)
HERO


Beberapa hari ini,aku berdiam diri di rumah rasanya tak ada semangat lagi untuk melamar pekerjaan esok hari.Entah apa kesalahanku setiap perusahaan yang ditunjuk oleh perusahaan penyalur kerja selalu menolakku.


Aku mengerjapkan mata dan bangkit dari tidur panjangku,perutku menjerit minta di isi.


Aku melangkah gontai menuju dapur,tak ada apapun yang bisa ku makan.


Keuanganku sudah sangat menipis,terpaksa aku hanya makan ramyun beberapa hari ini.


Aku mengambil sweaterku,dan melangkah menuju toko kelontongan di bawah jalan sana.


Membeli beberapa bungkus ramyun,karena itu yang terjangkau oleh isi dompetku.


Sepanjang perjalanan pulang aku menaiki tangga dengan langkah yang berat,nafasku terasa pendek dan tenagaku seakan sudah tak tersisa lagi ku pegangi dinding untuk menyangga tubuhku.


Kalau aku masih tak dapat pekerjaan,aku bahkan tak bisa pulang mungkin aku hanya akan di deportasi.


Tapi aku benar - benar tak ingin pulang ...


Aku menoleh ke arah belakangku,hanya terlihat anak tangga yang tersusun ke bawah.


Mungkin hanya perasaanku,ada yang mengikutiku...


Aku masuk ke rumah dengan sekantong plastik berisi ramyun,bersiap memasaknya di dapur.


Aku menghentikan langkahku saat aku menyadari seseorang sedang berada di dapur,aku mundur beberapa langkah ...


"Robin?"


Mataku menangkap sosok yang semakin mendekat ke arahku,aku bersiap untuk lari tapi malah terjatuh.


"Halo honey ... Apa kabar? Aku rindu sekali padamu"


dia sudah berjongkok di depanku sambil membelai pipiku,aku bergidik ... antara marah dan takut.


"Robin ... kita sudah selesai,mau apa kau disini?!"


aku berusaha menghardiknya walaupun nampak tak berhasil,dia terus membelai pipiku.


Ku tepis tangannya kasar,dan dia tersenyum sinis ke arahku seakan tak percaya dengan apa yang aku telah lakukan kepadanya,dalam sekejap mata dia mencengkram daguku kuat


" Aku jauh - jauh kesini untuk membawamu kembali!!!"


Aku berusaha melepaskan cengkramannya tapi tak berhasil malah tarikannya semakin kuat,dia menarik daguku dan berusaha menciumku.


Aku sungguh merasa jijik dengan yang dia lakukan sekarang,setelah apa yang telah dia perbuat,ini sungguh tak pantas !


"Plak!!!!"


aku menamparnya sekuat tenaga yang ku miliki,dia melepaskanku dan nafasnya sudah memburu tanda kemarahannya mulai memuncak.


"Hana ! kenapa kau menolakku?!"


Aku berdiri, agar tak terintimidasi lagi namun dia tak memberiku celah,dia merapatkan tubuhku ke dinding.


"Setelah apa yang telah kau perbuat ,kau dengan semaumu ingin kembali?!sungguh menjijikan!!!"


aku menatapnya penuh rasa muak dan benci.


"Apa kau punya pria lain ? sampai kau tak bisa kembali padaku?!"


dia semakin merapatkan tubuhku ke tembok,tanganku berusaha mendorongnya namun tenagaku kalah jauh dengannya.


"Aku takan kembali padamu meski kau satu satu nya pria di bumi ini !"


Dia mundur dan menjatuhkan setiap barang yang ada di rumahku.


"Hentikan ini Robin!!!!"


Robin mengambil sebilah pisau dari dapur,dan maju ke arahku.


Aku berusaha menghindar,tapi lenganku sudah tergores pisau itu yang langsung mengeluarkan darah.


"Argghhh!!!"


pekikku sambil memegangi lenganku yang mulai banjir oleh darah


Robin maju selangkah lagi,aku berusaha mundur menjauhinya nafasku sudah tak beraturan


"Aku akan melakukan segala cara agar kau kembali kepadaku,tak seorangpun yang bisa memilikimu selain aku!!!!Kalau kau menolakku,lebih baik kau mati!!!"


Dia menunjukku dengan pisau itu,aku mundur lagi tapi kali ini aku tersudut di tembok.


"inikah akhir dari hidupku? mengapa begitu menyedihkan ?tapi lebih baik dari pada aku terus menjadi si bodoh yang menjadi istri psikopat ini!"


Saat Robin akan menghujamkan pisaunya ke arahku,aku memejamkan mataku pasrah.


"Brukkk!!!"


Aku membuka mataku pelan,dan terperangah melihat siapa yang menjadi pahlawanku .


"Tuan muda ?! Sekretaris Kim?!"


Yoon Min jun dengan tangan masih mengepal berada di hadapanku,pandanganku tertutup tubuh tingginya dia seakan menutupi apa yang terjadi di belakangku,hanya terdengar erangan Robin dan sesekali terlihat wajah sekretaris Kim yang nampak marah.


Min jun tak bergeming,dia memperhatikan aktifitas di belakangnya masih dengan tubuh menghadapku.


Suara erangan Robin tak terdengar lagi,Min jun berbalik membelakangiku.


Dia kembali berbalik ke arahku yang masih mematung tak mengerti apa yang terjadi,mengapa seorang tuan muda yang kaya raya ini masuk ke rumah kumuhku dan menyelamatkanku? bukannya beberapa hari yang lalu dia memecatku begitu saja???


Dia menggantikan tangan kiriku yang memegangi luka di tangan kanan.


"Ayo ikut aku!"


Aku masih mematung mengerjapkan mata,luka ini memang sangat menyakitkan namun kebingunganku membuatku melupakannya.


Min jun nampak khawatir ,dia bergantian melihat wajah dan luka di tanganku.


"Berhenti melamun!!!"


Aku masih terperangah tak mengerti,saat akan mengikuti langkahnya pandanganku gelap seketika,aku tak lagi ingat apapun.


****


Aku mengerjapkan mata pelan,merasakan nyamannya tempat tidur yang aku tiduri.


"tunggu... dimana ini?!"


Aku membuka mata dan langsung memposisikan tubuh untuk duduk


"aww..!"


nyeri di lengan serta kepalaku menyerang bersamaan membuatku tak kuasa menahan rintihanku.


Aku memegangi lenganku sambil melihat sekelilingku ,ruangan serba putih dengan desain minimalis dan kaca - kaca jendela besar lengkap dengan tirai putihnya nampak elegan.


Aku kembali mencerna apa yang telah terjadi padaku,ku lihat tanganku yang tersambung selang infusan.


Belum sempat aku mengingat dengan baik seseorang masuk ke dalam kamar itu.


"tuan muda..."


dia duduk di tepi ranjang tempat ku terduduk,lalu tanpa ragu menempelkan lengannya di dahiku seperti sedang memeriksa suhu tubuh.


Dia menatapku dalam dengan mata sayunya


"maafkan aku..."


Aku pasti sedang bermimpi bukan? minta maaf ? seorang chaebol meminta maaf padaku yang bagaikan serangga ini ?


"Tuan , saya berterimakasih tuan telah menyelamatkan saya."


aku mulai mengingat semua kejadian itu


Dia menarik tangannya dari dahiku,lalu menatapku lagi


Dia tak seperti Yoon Min Jun yang pertama kali aku jumpai,tatapannya teduh menenangkan.


"Kalau kau berterimakasih,berterimakasihlah dengan perbuatan yang nyata"


ucapannya menyadarkanku dari keterpanaanku melihat tatapannya,aku menghela nafas pelan.


"Bagaimana seharusnya saya berterimakasih pada tuan?"


Baiklah,hidup ini tentang timbal balik bukan?


"Bekerjalah sebagai asisten pribadiku"


ujarnya masih menatapku


tatapannya yang menghanyutkan itu membuatku salah tingkah dan tak dapat berpikir jernih,ku gigit bibir bawahku tanda aku berusaha mencerna apa yang dia ucapkan.


Tiba - tiba dia beringsut mundur dan duduk tegak


" Jangan gigit bibirmu,kau bisa melukainya !!!"


aku mengatup mulutku rapat


"Apa? dia bahkan mengatur ekspresiku sekarang!"


Aku menghela nafas panjang


"Baiklah,apa saja tugas saya ?"


dia berdiri di hadapanku


"Kalau kau sudah benar - benar membaik ,mari kita bicarakan lagi... "


Dia meninggalkanku dan menutup pintu kamar itu pelan,aku merebahkan tubuhku


"Entah apa yang dia rencanakan , tapi aku benar - benar harus berterimakasih dengan benar,lagi pula aku memang sedang butuh pekerjaan.Toh dia sudah minta maafkan?!kenapa tatapannya seperti itu ?"


Tatapan matanya terngiang di otakku, dan masuk ke dalam mimpiku malam itu.


Hati...


kau harus tahu diri...


Halo readers,


saya Nuti Park menulis novel ini , ini karya pertama saya jadi semoga kalian suka,saya sangat menghargai dengan segala masukan kalian, dan mencoba memberikan yang terbaik. Vote dan like kalian adalah dukungan besar untuk saya menulis novel.


terimakasih ... 💕