
Aku mengerjapkan mata saat udara dingin menusuk tubuhku yang masih tertutup selimut.
Aku segera duduk saat aku menyadari apa yang terjadi kemarin malam,lalu ku lirik sedikit tubuhku didalam selimut yang hanya terbalut underwareku.
Seseorang keluar dari kamar mandi di seberang tempat tidur,mengibaskan rambutnya yang basah.
"Aku bukan tipe lelaki brengsek yang melakukannya saat kau pingsan"
Min jun duduk di tepi ranjang,aku beringsut mundur
"Ma..maaf kan aku"
ujarku pelan
"Kau mengulang kalimat itu ratusan kali bahkan saat kau tidur "
ucap Min Jun menghela nafas tanpa melihatku
"Aku akan memaafkanmu tapi semua tergantung sikapmu"
aku mengernyitkan dahi tak mengerti dengan syaratnya
Dia berbalik ke arahku dan berbaring di sampingku,masih menggunakan kimono handuknya lalu dia memiringkan tubuhnya menatapku.
"Katakan padaku siapa pria yang bersamamu kemarin?!"
selidiknya
"Dia CEO tempat ku bekerja"
jujurku tak berani menatapnya,masih merasakan debaran di jantungku.
"Lalu mengapa kau makan malam dengannya?"
Masih dengan nada tak sukanya
"Kami lembur untuk mempersiapkan presentasi ke pihak asing,jadi sebelum aku pulang dia ingin aku makan dulu"
dia manggut - manggut seakan memahami dengan apa yang ku ucapkan.
"Presentasi bersama Y Company?"
Aku terkejut dengan tebakannya,hampir berdiri kalau aku tak ingat tubuhku hanya di lapisi selimut itu .
"Kenapa kau tahu?!"
ujarku sambil membalikan badanku ke arahnya masih meremas erat selimut di dadaku.
Dia tersenyum puas,membuatku semakin memandangnya bingung
"Y Company itu milikku,aku CEO yang akan bekerja sama dengan CEO mu itu"
jawabannya tak membuat rasa penasaranku tuntas
Aku menatapnya penuh pertanyaan
"Apa kau tak ingin mendengar ceritaku? Apa kau pikir semua hanya kebetulan sampai kita ada disini?"
ujar nya sambil menggulung rambutku
"Katakan semuanya.Aku sudah mengatakan semuanya padamu!"
tuntutku
"Setelah kau pergi,aku tahu kau kembali ke sini tapi karena keadaan perusahaan saat itu, aku tak mungkin ke sini dan mencarimu yang entah ada di mana"
matanya menerawang jauh di sertai perasaan sedih di mata sendunya
"Maafkan aku..."
Sekarang aku benar - benar menyesal telah pergi darinya
"Hentikan permintaan maafmu itu,aku bosan"
melihat wajahku jengah,aku langsung mengatup mulutku rapat.
"Aku memutuskan untuk membereskan semua hal di Seoul termasuk Nona Han dan Ayahnya.Ternyata dia biang keladi dari masalah di perusahaan... Aku bekerja seperti orang gila agar aku cepat menyelesaikan semuanya,dan bisa mengalihkan kerinduanku padamu..."
Dia menatapku penuh kerinduan,amarahnya semalam sudah lenyap entah kemana berganti dengan tatapan rindunya.Saat ini aku hanya menahan tubuhku untuk tidak memeluknya erat - erat.
"Setelah semua selesai aku mencari link di sini,dan mulai menggali informasi tentangmu dan sampai lah pada perusahaan tempatmu bekerja"
dia menghela nafas seakan ada kelegaan dalam setiap perkataannya tadi.
"Jadi,presentasi yang di minta memakai bahasa korea itu???"
tanyaku masih mencari kesimpulan,berusaha mengurai benang kusut di otakku.
"Aku yang memintanya agar bertemu denganmu."
Aku memukul dadanya kesal,dia terkekeh geli melihat aku yang baru menyadari semuanya.
"Kenapa kau tak langsung bertemu denganku tanpa melibatkan perusahaan Raditya!"
aku menyilangkan tangan kesal.
"Aku memang berniat bekerja sama dengannya,sekaligus memberimu hukuman!"
Min Jun mencubit hidungku keras hingga aku mengaduh kesakitan,dia tertawa melihatnya membuat aku semakin cemberut.
"Kau tahu? aku benar - benar tegang karena presentasi itu! Sungguh tak profesional!"
masih dengan wajah marahku
"Hey !!! Kau marah ?! kau harusnya tidak berani marah saat ini !"
Aku langsung berusaha mengontrol ekspresiku,walau masih merasa kesal.
Dia adalah pria paling berbelit - belit yang pernah aku temui,jarang menggunakan hal - hal praktis dan menyusahkan orang lain.
"Tapi saat kemarin di restoran aku benar - benar marah melihat ke akrabanmu dengan pria itu.Dan aku juga tak tahu bahwa dia CEO mu itu..."
ada sedikit sesal di raut wajahnya ,mungkin karena sudah meninju wajah Raditya kemarin.
"Kau cemburu?"
Telisikku
"Aku cemburu melihat kau bersama pria lain.Tapi kau nampak tak cemburu kalau aku akan menikah dengan Nona Han waktu itu!Kau malah pergi membiarkanku"
nampaknya aku memang salah tanya.
"Aku selalu menunjukan perasaanku padamu,karena inilah yang sebenarnya tapi tidak denganmu.Dan itu membuatku marah!"
Dia menatapku lagi dengan pandangan kesalnya
"Aku mencintaimu ..."
aku ingin segera mengakhiri kemarahannya
"Kau ingin aku percaya setelah kau pergi begitu saja?"
nampaknya Min Jun masih tak mempercayaiku
"Apa kau tahu,setiap hal yang berkaitan denganmu selalu membuatku merindukanmu setengah mati.Rasanya terasa sesak saat aku merindukanmu"
ucapku tulus
Dia membelai wajahku lembut,dan kemudian mengusap kepalaku beberapa kali.
"Jangan pergi lagi,jangan lakukan hal bodoh lagi yang membuatku serakah untuk memilikimu seutuhnya sesegera mungkin"
Aku beringsut mundur mendengar ucapannya,ku gigit bibirku menahan perasaan takut itu.
"Jangan menggigit bibirmu!"
Aku lupa,itu aturan utamanya kalau berhadapan dengannya.
Dia mengecup ringan bibirku yang membuatku spontan mengatup bibirku rapat.
"Namun aku tidak akan berlama - lama kali ini,kau harus segera menjadi istriku!Aku tak ingin kau pergi lagi... setelah itu aku akan membuat kau mengandung anakku agar kau terikat kuat denganku"
wajahku terasa panas mendengar ucapannya
"Tapi... ku mohon biarkan aku membereskan dahulu hal ini dengan Raditya,aku sungguh sangat merasa bersalah padanya"
ingatan saat Raditya tersungkur karena bogem mentah Min Jun membuatku bergidik ngeri,mungkin saat ini Raditya sedang menunggu penjelasanku.
"Kau memikirkannya ?"
Mulai lagi dengan nada tak sukanya
"Bagaimana aku tak memikirkan Boss ku yang kau pukul hingga jatuh ke tanah karena masalah pribadi kita ?!"
Aku bukan seorang psikopat yang tak punya empati,Raditya sudah bersikap baik padaku walau kami baru pertama kali bekerja bersama.Tapi aku malah membuatnya menerima tinju dari Min Jun.
"Baiklah... Aku tak ingin mempersulitmu di tempat kerjamu,aku akan mengutus sekretaris Kim untuk presentasi beberapa hari ke depan.Aku yang salah karena bertindak tanpa berpikir,kerjasama ini harus terjadi agar aku dan dia mendapat keuntungan.Jadi aku memutuskan untuk bersembunyi sementara,setelah semua berjalan dengan baik aku akan menemui secara pribadi dan meminta maaf "
Dia berdiri di tepi ranjang sambil memandangku
"Apa kau bisa menghadapi CEO mu itu?"
tanyanya penuh rasa khawatir
"Aku rasa dia orang baik,Kau tak perlu khawatir"
Ujarku menenangkannya tapi aku sendiri masih memutar otak bagaimana memulai cerita ini pada Raditya .
"Mandilah! nanti kau terlambat"
Aku segera beranjak ke kamar mandi saat melihat jam dinding.
****
Halo readers,
saya Nuti Park menulis novel ini , ini karya pertama saya jadi semoga kalian suka,saya sangat menghargai dengan segala masukan kalian, dan mencoba memberikan yang terbaik. Vote dan like kalian adalah dukungan besar untuk saya menulis novel.
terimakasih ... 💕