COLD FLOWER (Will Bloom Again)

COLD FLOWER (Will Bloom Again)
TIDAK SEMUA KEBENARAN


Entah dari mana aku akan menjelaskan pada Raditya...


Setelah perdebatan panjang pagi hari,akhirnya sekretaris Kim yang mengantarku ke kantor hari ini.


Dia seperti terakhir bertemu,masih nampak tenang dan tak banyak bicara.


Aku mengalihkan pandanganku ke pemandangan di luar jendela,ini masih pagi tapi kota ini sudah hiruk pikuk.


Sama seperti pikiranku...


Ku putuskan untuk menceritakannya bila Raditya meminta,dari pada menerka - nerka dan membuat skenario yang entah berapa adegan di otakku sendiri.


"Jangan bukakan pintu untukku sekretaris Kim!"


ucapku dengan nada mengancam sesampainya di depan loby kantor,dia tak menjawab hanya menganggukan kepala di balik kemudinya.


Aku keluar sambil merapikan dress warna baby pink pemberian Min Jun sesaat setelah aku selesai mandi.


Aku tak punya pilihan lain selain memakainya setelah dress ku kemarin malam berserakan tak berbentuk lagi.


Seperti biasa aku menyapa orang - orang di kantor,dengan langkah cepat aku ingin segera sampai ke hadapan Raditya dan menyelesaikan semuanya.


"Baru sehari di ruangan si Boss,hari ini baju lu branded semua ...."


Mbak Fanny menghadangku di depan kubikalnya yang kulewati


"Hahhhh... pasti deh mbak Fanny merhatiin banget masalah baju ! "


Ujarku kesal


"Hei... dari jauh aja udah keliatan kali Hana... baju yang lu pake itu limited edition majalah bulan ini,harganya kalau di rupiahin bisa 30 jutaan!"


papar Mbak Fanny yang langsung di ikuti decak kagum Raya dan Randy.


Sebenarnya aku juga kaget baju yang kupakai bernilai 30 juta!Tapi aku memang tak punya pilihan lain!!!!


Ku tepis kan tangan Mbak Fanny dan Raya yang menyentuh kain - kain lembut dress yang menempel di tubuhku


"Jangan mikir macem - macem nanti jadi fitnah! yang jelas ini bukan dari Pak Raditya! Udah ah,ada urusan dulu sama si Boss...buru - buru nihhh!"


Ucapku seraya melambaikan tangan tanpa menoleh lagi ke arah mereka.


"Dasar tukang pamer !!!!"


geramku dalam hati,sudah membulatkan tekad untuk meminta Min Jun berhenti membelikan barang - barang mahal untuk ku kenakan saat bertemu dengannya lagi.


Sebelum mengetuk pintu Raditya aku mengatur nafas di depan pintunya mengusir rasa takut yang menghantuiku.


"Masuk"


perintahnya sesaat setelah mendengar ketukan pintuku


"Selamat pagi Pak"


Ujarku sambil mengangguk sopan


Dia tak menjawab hanya mengernyitkan dahinya lalu mengisyaratkan aku untuk duduk dengan telunjuknya.


Aku duduk sambil menatapnya,mencari tahu reaksi apa itu?Ujung bibirnya terlihat agak memar bekas pukulan Min Jun semalam.


"Saya minta maaf Pak"


Aku menundukan kepala penuh penyesalan.


Dia menggebrak meja membuatku terlonjak kaget,dia pasti marah besar sekarang.


"Kan kemarin sudah sepakat kalau gak ada panggilan Pak lagi! Lupa ya kamu!"


Ternyata itu yang membuat dia terlihat gusar sedari tadi,aku agak menghela nafas lega.


"Ceritakan dari awal"


Ucapnya sambil memangku dagunya dengan tangan,menyondongkan tubuhnya ke arahku.


Aku menatapnya ragu,entah dari mana aku harus memulai cerita ini tapi yang jelas Raditya tidak boleh tahu dulu bahwa Min Jun adalah pemimpin Y Company yang meminta presentasi dalam bahasa korea itu.Kalau Raditya tahu sekarang,akan memperburuk hubungan aku dengannya di tempat kerja juga kerjasama itu bisa batal karena Raditya menganggap Min Jun tidak profesional karena telah mencampur adukan urusan perusahaan dan urusan pribadi.


"Sebenarnya aku sih gak mau mencampuri urusan pribadi kamu,tapi karena kemarin aku sudah terseret ke sana... sepertinya aku berhak tahu"


Ujarnya sambil menjulurkan lidah ke ujung bibirnya yang lebam seakan - akan menunjuknya.


"Pria yang kemarin itu Calon suamiku dulu"


Aku mulai membuka suara dengan hati - hati


Mendengar ucapanku Raditya mengusap - usap bibirnya gusar


Aku melanjutkan ceritaku,dia nampak menatapku tanpa bergeming seakan menjadi pendengar yang baik.


"Aku tidak tahu bahwa dia mencari informasi tentangku disini,aku pikir semua sudah berakhir ... tapi ternyata dia mendatangiku kesini"


Ada rasa haru dimataku membayangkan usaha Min Jun yang mencari keberadaanku.


"Lalu setelah aku pergi apa yang terjadi?"


Dia penasaran dengan adegan setelah kepergiannya


"Dia marah karena aku memutuskan meninggalkannya dulu,tapi dia juga merindukanku sama seperti aku merindukannya"


Aku segera menutup mulutku,entah mengapa suara lembut Raditya seperti buaian yang bisa membuatku mengeluarkan isi hatiku dengan mudahnya.


Dia nampak tertunduk dan tersenyum getir mendengarnya


"Maaf,dia cemburu saat kamu berusaha melindungiku kemarin malam.Dia menyangka kamu adalah...."


"Pacar kamu"


Dia memotong ucapanku membuatku mengatup bibirku,pasti yang di dalam pikirannya berani sekali pria itu berpikir bahwa dia pacar dari perempuan yang cuma pegawai di perusahaannya plus plus statusnya janda.


Aku mengigit bibirku kelu


"Maaf"


ucapku pelan,dan dia terkekeh


"Benarkan perkiraanku? pasti dia sedang merasa di rendahkan karena di sangka berpacaran denganku!"


"Instingnya bagus juga"


Aku menatapnya penuh pertanyaan saat dia melontarkan kalimat itu,tapi tak punya keberanian menanyakan maksudnya.


"Jadi kamu kembali padanya ?"


Rasa penasaran Raditya kini sudah menjalar kemana - mana,seakan dia orang yang paling lama kenal denganku dibanding Mbak Fanny,Raya dan Randy yang bahkan tidak tahu apapun.


Aku tak ingin menjawab tapi cepat atau lambat si Tuan Muda tukang pamer itu pasti akan memberi tahunya bagaimanapun caranya.


Aku menganggukan kepala,lalu kembali menunduk


"Aku akan mencoba kembali hubungan ini,karena dia tak ingin aku melihat status kami yang berbeda lagi."


Ucapku sambil memilin jemariku di bawah meja.


"Permintaan maaf di terima."


Ucap Raditya seakan mengakhiri kekhawatiranku.


"Tadinya ku pikir dia akan datang kesini,tapi nampaknya dia masih bersembunyi di balik kamu.Dan ku pikir kejadian semalam...kamu dan dia sama - sama gak bersalah.Kalau aku jadi dia aku bakal melakukan hal yang sama,dan kalau aku di posisi kamu akupun akan bingung sama situasinya"


Dia seakan menimbang perkataannya


"Yang salah itu aku kok,aku yang gak tahu apa - apa secara refleks ingin melindungi kamu"


Aku agak terkejut dengan ucapan terakhirnya,dia berdehem seakan ada sesuatu di tenggorokannya


"Ya pria manapun bakal refleks begitukan kalau teman perempuannya di posisi kemarin?"


Aku menganggukan kepala memahami maksud ucapannya.


"Apapun itu alasannya,kita benar - benar minta maaf sudah membuat kamu terseret ke masalah pribadi kita "


Ucapku tulus,Raditya hanya memejamkan mata sambil menganggukan kepala.


"Kalau saatnya tepat,dia akan minta maaf juga atas semuanya.Saat ini dia sedang sibuk,mohon memakluminya"


hanya itu alasan yang bisa ku buat sementara ini.


Raditya menghela nafas panjang dan menyangga dagunya lagi


"Kita mulai kerja lagi ya !"


Aku menganggukan kepala dan mulai membenahi berkas di meja dekat sofa itu.


Aku bersyukur,Raditya ternyata orang yang bijaksana dan tak gampang tersulut emosi.


Untuk sementara semuanya terkendali,walaupun Min Jun pasti akan menerima kerjasama ini tapi aku akan serius mengenai presentasi ini.


Aku akan membuktikan aku juga bisa menjadi wanita kompeten yang pasti bersamanya.


****