COLD FLOWER (Will Bloom Again)

COLD FLOWER (Will Bloom Again)
PERTEMUAN KEMBALI


Hari sudah sangat malam saat aku dan Raditya keluar dari kantor,aku bersiap memesan ojek online dengan smartphoneku.


"Aku antar ke rumah ya?"


Gaya bahasa yang tak lagi canggung kini hampir akrab di telingaku


"Aku pakai ojek online aja kayanya"


Tolakku lagi,dia mendesah kesal mendengar penolakanku.


"Hana...aku cuma mau nganterin aja,lagian kamu ke arah X kan? aku juga lewat sana pulangnya"


Dia nampak tahu lebih banyak tentang aku.


Aku menatapnya ragu,lalu kuputuskan untuk menurutinya kali ini ku masukan kembali smartphoneku ke tas dan mengikuti langkahnya dari belakang.


Di mobil dia nampak senang....


"Kamu pernah kerja di Seoul ya?"


tanyanya di balik kemudi,matanya masih fokus ke jalan.


"Iya,tapi gak sampai setahun sih ...."


jawabku seraya melempar pandangan ke jalanan ibu kota yang mulai sepi


"Kenapa gak di lanjutin? kan disana gajinya gede banget kalau di rupiahin"


Dia melirikku sekilas


Aku terdiam terhanyut dalam pikiranku,kalau boleh aku ingin kembali ke sana udaranya yang sejuk selalu membuatku nyaman.Tekanan pekerjaan disana memang hebat,tapi sebanding dengan apa yang kudapatkan sampai aku bisa melunasi hutang-hutangku karena ulah Robin,tapi aku tak ingin melihat Min Jun lagi.Apalagi kalau dia ternyata sudah menikah dengan Nona Han,aku takan sanggup menyaksikannya meskipun hanya lewat televisi mengingat Min Jun adalah CEO termuda di Korea dia pasti jadi pusat pemberitaan.


"Hana! kamu kenapa?!"


Aku terbangun dari lamunanku saat Raditya memanggilku


"Oh maaf aku lagi ngelamun ya tadi?"


Ku sembunyikan rasa getir di hatiku dengan senyum kecut


"Apa tadi?"


Tanyaku lagi sengaja mengalihkan pembicaraan


"Kamu belum makan lagi jadi gak fokus tuh"


Raditya seakan tak ingin menanyakannya lagi,aku tersenyum tak menimpali pendapatnya.


"Kita makan dulu yuk!tempat makan yang dekat-dekat sini aja"


usulnya


"Gak usah deh kayanya "


Tolakku lagi


"Kamu kenapa sih? kok kayanya nolak terus tiap di ajakin apapun sama aku? aku cuma ngajak kamu makan lho Hana... Aku cuma gak mau pegawai yang aku suruh lembur pulang dengan perut lapar"


Dia protes karena penolakanku yang berulang,aku tak membantahnya dia sudah menyisir jalanan dengan pandangannya mencari tempat makan.


Tibalah di sebuah restoran Korea yang masih ramai,aku turun dan melihat ke sekelilingku.


Ornamen restoran dan lingkungannya di buat seotentik mungkin dengan temanya.


"Kamu kayanya kangen berat sama Seoul, disini makanannya dan lingkungannya hampir mirip sama di Korea sana,jadi aku ngajak kamu ke sini"


Papar Raditya


Setelah masuk aku masih bengong dengan sekelilingku,begitu mirip dan mengingatkanku akan semua hal tentang Min Jun.


"Kamu pesen apa ?"


tanya Raditya yang memegang menu


"samain aja"


jawabku sekenanya


Raditya memesan makanan,tapi matanya tak lepas menatapku memperhatikan ekspresiku yang mendung


"Hana?kamu kenapa?"


tanya Raditya mendekatkan pandangannya ke arahku yang ada di seberangnya


Aku menggelengkan kepala,tak ingin menjawabnya sementara Raditya terus menatapku penuh tanda tanya.


"Kayanya aku salah bawa kamu kesini"


desahnya kecewa


"Engga kok,terima kasih sudah membawaku kesini"


Aku tersenyum masih dengan tatapan sedih


Hatiku makin terasa sakit saat beberapa warga Korea asli di sebelah meja sedang berbincang menggunakan bahasa Korea


"Min Jun,aku merindukanmu... rasanya ingin mati tiap aku teringat segala tentangmu!"


Tanpa sadar aku menjatuhkan airmata yang segera ku usap berharap Raditya tak melihatnya,namun terlambat karena Raditya sudah memandangku khawatir.


"Maaf,aku lagi kangen sama seseorang"


ucapku dengan suara serak menahan tangis


"Kita bisa pindah restoran kalau kamu mau"


tawar Raditya sudah beranjak dari duduknya,dan memegang tanganku untuk mengikutinya


Aku agak terkejut saat Raditya meraih tanganku,tapi aku masih tenggelam dalam kesedihanku sendiri dan tak ingin mengindar.


"Hana "


Suara yang sangat akrab menyapaku


Aku memberanikan diri menoleh ke belakang,berharap suara itu hanya khayalanku.


Raditya menghentikan langkahnya dan ikut menoleh ke arah yang sama denganku,aku memundurkan langkah hampir tak percaya dengan apa yang ku lihat


"Nampaknya kau baik-baik saja disini"


ujar Min Jun dingin


Raditya mengernyitkan dahi tak mengerti,karena Min Jun berbicara dengan bahasa Korea.


Min jun melirik Raditya tajam,Raditya maju selangkah seakan melindungiku dari tatapan Min Jun .


"Who are you?"


Raditya bertanya pada Min Jun


"Harusnya aku yang bertanya padamu siapa kau?"


Masih menggunakan bahasanya.


Ada aura tak menyenangkan yang tiba - tiba menusuk perasaan setiap orang yang melihat


"Speaking English please Sir"


Aku menarik lengan jas Raditya


"Ayo kita pergi aja "


Aku sudah tak kuat berlama - lama disini,rasanya tatapan Min Jun dapat melumatku hidup - hidup.


Raditya pun berbalik dan merangkul pundakku seakan memberikan perlindungan dari siapapun,aku tak bisa lagi menoleh ke arah Min Jun walaupun aku ingin.


Sesampainya di pintu mobil aku merasa lemas,aku hampir terjatuh jika Raditya tak menopang tubuhku dari belakang.


"Kamu baik - baik aja kan?"


tanya Raditya nampak khawatir.


Tiba - tiba dari arah belakang,seseorang memukul wajah Raditya dengan cepat membuatnya tersungkur ke tanah,aku memekik kaget dan mulai merasakan sesak di dada.


Tapi aku berusaha menghampiri Raditya yang masih tersungkur,namun tanganku sudah di tarik menjauhi Raditya.


"Apa yang kau lakukan ?!"


Teriakku pada Min Jun


Raditya nampak bingung dan mulai bangkit sambil memegangi ujung bibirnya


"Jadi kau marah karena aku memukul pria ini?!"


Emosi sudah menutupi semua logikanya


Min Jun bahkan mencengkram kedua lenganku keras,menatapku penuh amarah.


Raditya menyingkirkan tangan Min Jun dengan kasar


"Jangan dekati wanita ini,atau kau akan tahu akibatnya! "


Ancam Min Jun menuding wajah Raditya yang kebingungan tak mengerti ucapan Min Jun


"Speaking english Sir !!!!"


Raditya kini sudah menggertakan giginya geram.


"Raditya ,maafin aku tapi bisa gak kamu pergi dulu.Ada yang mau aku selesaikan sama orang ini."


Raditya tak bergeming,sementara sekarang giliran Min Jun yang bingung dengan ucapanku yang tak ia mengerti,masih mengeluarkan tatapan membunuhnya pada Raditya


"Raditya,aku mohon... aku kenal dia dulu.Aku bakal tanggung jawab sama semua yang terjadi malam ini.Tapi tolong kasih aku waktu"


Aku memohon agar Raditya tak lagi jadi objek kekesalan Min Jun,Raditya melirikku ragu namun dia pergi sambil sebelumnya mengarahkan telunjuknya seakan mengancam Min Jun,Raditya sadar ini adalah rana privasiku dan aku tak ingin melibatkannya lebih jauh lagi.


Tertinggalah Min Jun dan aku di parkiran restoran itu,Min jun tak melemahkan cengkramannya di lenganku dan masih menatapku penuh kebencian.


Aku menunduk dalam tak ingin menatapnya lagi,air mataku sudah menumpuk di pelupuk siap jatuh membasahi pipi namun aku berusaha tenang dengan menghela nafas berkali - kali.


"Min Jun sebaiknya kita bertemu seperti orang yang tidak saling mengenal"


Ucapku sambil melihat jari manisnya yang dihiasi sebuah cincin


"Dia pasti sudah menikah"


Ujarku lirih di dalam hati


Dengan sekali tarikan Min Jun memaksaku mengikuti langkahnya yang lebar menuju mobil,dan setelah aku masuk dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke sebuah rumah di tengah kota yang entah rumah siapa ini.


Tapi setelah masuk aku tahu ini rumah miliknya melihat semua pegawai yang menyambutnya menunduk hormat tanpa berani memandangnya.


Dia terus menarikku dan kami sampai di sebuah kamar besar,dia menjatuhkan tubuhku ke ranjang lalu dengan cepat mencengkram tanganku yang dia posisikan di atas kepalaku


Aku meronta sekuat tenaga ,namun tubuhnya tak bergeming masih dengan tatapan marah


"Apa yang dia lakukan?! Apa dia gila?! Dia sudah menikahkan?!"


Pekikku dalam hati


"Seharusnya aku menandaimu sejak dulu agar kau tak kabur dariku!!!"


Dia mencium bibirku dengan kasar,tangannya yang lain meraba punggungku menurunkan resleting dressku.


Aku meronta,air mataku mengalir deras.


Aku tak ingin jadi wanita penghancur rumah tangga orang lain,ini salah ...


"Hentikan Min Jun !!!"


Teriakku dengan suara serak


Tapi Min Jun tak menggubrisku,dengan sekali tarikan Min Jun membuat dressku melayang entah kemana.


Aku berusaha menutupi dadaku dengan tangan,Min Jun kembali mencengkram tanganku di atas kepala membuat aku semakin tak berdaya untuk lepas darinya.


"Kumohon...biarkan aku menjelaskannya"


isakku di sela - sela nafas saat Min Jun melepaskan ciumannya dan beralih menciumi leherku dengan ganas meninggalkan beberapa bekas.


Dia berhenti,lalu menatapku masih mencengkram lenganku kuat - kuat seakan ingin mendengarkan penjelasanku


"Aku tak ingin meninggalkanmu,tapi aku juga tak ingin menjadi penghambat kehidupanmu"


ujarku masih terisak


"Apa kau meninggalkanku supaya aku menikah dengan Nona Han!?"


Masih dengan tatapan marahnya,aku tak menjawab membenarkan tebakannya.


"Apa kau tak mempercayaiku?!Kau pikir aku akan menjual diriku untuk wanita licik sepertinya hanya untuk menyelamatkan perusahaan?!"


Aku tak menjawab,hanya air mata yang keluar dari mataku.


Min Jun melepaskan tanganku,tapi dia tetap berada di atasku aku menggunakan tanganku sedikit mendorong dada Min Jun yang masih terbalut kemeja warna putih yang sudah setengah terbuka memperlihatkan dada bidangnya yang putih bersih.


Dari ucapannya dia ternyata tak menikahi Nona Han seperti perkiraanku,tapi kenapa dia menggunakan cincin?


"Maafkan aku,hanya itu alasanku pergi... Aku tak pernah tahu apa kesulitanmu,karena kau selalu memasang wajah ceriamu.Dan aku merasa aku tak pantas untukmu"


Ucapku sambil menangis


"Yang berhak menilai kepantasanmu hanya Aku!"


Dia masih terbakar emosi


"Alasan bodohmu itu tak bisa ku terima!!!"


Dia memukul kasur di samping kepalaku,aku bergetar ketakutan nafasku terasa pendek dan kepalaku terasa pusing.


Aku menatapnya penuh penyesalan,seharusnya aku memang tak pergi meninggalkannya.


"Maafkan aku..."


itu lah yang keluar dari mulutku sebelum pandanganku kabur dan menggelap.


****


Halo readers,


saya Nuti Park menulis novel ini , ini karya pertama saya jadi semoga kalian suka,saya sangat menghargai dengan segala masukan kalian, dan mencoba memberikan yang terbaik. Vote dan like kalian adalah dukungan besar untuk saya menulis novel.


terimakasih ... 💕