COLD FLOWER (Will Bloom Again)

COLD FLOWER (Will Bloom Again)
MUSIM DINGIN YANG KEMBALI DATANG


Akhirnya hari presentasi itu datang,aku menyiapkan hal terbaik dari segi presentasi dan penampilanku.


Aku hanya ingin membuktikan aku adalah wanita yang pantas untuk Min Jun dan tak ingin mengecewakan Raditya yang telah membimbingku selama satu minggu.


Saat memasuki ruang meeting aku dikejutkan dengan kehadiran Min Jun,Raditya yang berada tepat di belakangku pun ikut tersentak namun segera menutupinya dan duduk dikursinya.


Sepanjang presentasi,Raditya dan Min Jun saling melempar pandang tak suka.


Aku sedikit tak bisa berkonsentrasi memikirkan apa yang harus ku katakan pada Raditya.


Meski suasananya tegang,kerjasama itu berakhir dengan kata sepakat membuatku sedikit tersenyum lega.


Minjun bahkan mencium keningku saat dia beranjak dari ruang presentasi,membuat wajah Raditya semakin jengah.


****


Raditya masih mematung di tempatnya tanpa memandangku,dia menghela nafas berkali - kali menahan kekesalannya.


Aku melangkah mendekatinya sambil menundukan kepalaku


"Maafkan aku,aku tidak berniat membohongi kamu"


Ucapku sambil memilin jemariku tak berani menatapnya.


"Dia CEO Y Group? pantas dia sepercaya diri itu"


Raditya mendengus kesal tak menggubris kata-kataku,aku semakin merasa bersalah mendengarnya namun tak bisa berkata lagi.


"Pulanglah lebih awal"


Raditya nampak sangat kesal dan kecewa hingga menyuruhku pulang lebih dulu,aku tak bisa berbuat banyak aku pikir dengan aku berkata lebih banyak akan menambah kekesalannya.


Aku membungkukan tubuh sedikit mengisyaratkan aku segera pergi dari hadapannya.


Dia tak bergeming sedikitpun saat aku pergi meninggalkannya sendiri,sibuk dengan perasaan kesalnya.


****


Karena masih siang,aku berniat menemui Min Jun dan menanyakan maksudnya mengapa dia tiba-tiba hadir di presentasi itu.


Karena hal itu,situasi di kantor saat bertemu dengan Raditya menjadi canggung dan tidak nyaman.


Dengan ojek online yang kupesan aku menyusuri jalanan ibu kota yang ramai dan terik itu menuju rumahnya.


Sesampainya disana,aku langsung di sambut oleh beberapa pelayan yang memberi hormat.Namun wajah mereka terlihat cemas ketika aku hadir.


Aku tak menggubris hal itu,dan masuk menuju kamarnya.


Pintu kamar Min Jun sedikit terbuka,aku membukanya pelan dan melihat pemandangan yang membuatku merasa dejavu.


Tubuh Min Jun sedang berada di bawah seorang wanita yang tak ku kenal sama sekali,lutut ku terasa lemas.


Meski Min Jun dan wanita itu masih memakai baju lengkap,aku tak dapat menerima keadaannya ini.


Aku berlari keluar dari rumah itu hingga Min jun menahan tanganku,aku menepisnya namun Min Jun kembali menarikku dan membuatku terpaksa bersitatap dengannya.


Setengah berteriak karena panik,aku melepaskan genggaman tangannya.


"Aku tidak bodoh,sekretaris macam apa yang ada di atas tubuh tuannya!Hentikan semua ini!Aku tahu aku tak pantas untukmu dalam segi apapun,tapi tolong jangan permainkan aku!!!"


Aku berbalik dan melangkah meninggalkan Min Jun


"Jangan tinggalkan aku,yang tadi benar - benar kesalah pahaman,Hana"


Ucapnya agak lantang membuatku menghentikan langkahku.


Entah mengapa perasaan tidak aman dalam hubungan ini meracuni otakku,Min Jun yang merasa takut di tinggalkan dan aku yang ketakutan dia berselingkuh di belakangku.


Hubungan ini terasa seperti racun sekarang,yang perlahan membunuh perasaan kami berdua.


Aku tak berbalik dan menghapus air mataku


"Jangan pernah muncul di hadapanku,atau aku akan pergi dari sini ke tempat yang tak bisa kau cari"


Ucapku getir.


"Kau tak mempercayaiku?"


Min Jun berucap penuh rasa frustasi.


"Pernikahan,perjodohan entah apalah itu.Berakhir"


Aku melangkah meninggalkannya dengan perasaan hancur,untuk kesekian kalinya orang yang aku cintai berkhianat.


***


Aku berjalan gontai ke dalam kamar dan membereskan semuanya ke dalam koper,setidaknya Min Jun tidak harus tahu dimana aku tinggal.


Melihatnya akan membuat hatiku semakin hancur...


Aku pergi ke bagian lain sisi kota itu untuk menjauhi Min Jun,aku berharap dia akan segera pergi dan tak lagi menemuiku ...


Musim dingin itu datang kembali,membekukan hati dan waktuku.


****


Wajah Min Jun tak pernah ku lihat lagi semenjak kejadian itu,selama sebulan terakhir aku sengaja menyibukan diri dengan bekerja lembur.


Malam adalah hal yang paling ku benci,saat aku merebahkan diri yang kurasakan hanya perasaan sakit di dalam hatiku yang ingin membuatku mati.


Raditya nampak menyadari perubahanku demikian pula teman - teman satu tim ku,namun tak seorangpun berani menanyakannya padaku karena aku selalu mengalihkan topik saat mereka mulai ingin bertanya.


Bagiku saat ini,semua lelaki sama mereka selalu tergoda dengan kehadiran wanita lainnya terutama di tempat tidur.Membuat aku merasa hina menjadi seorang wanita yang hanya menjadi objek hasrat mereka.


Aku tak berniat menikah kembali atau membuat kisah cinta baru dengan pria manapun.


Aku tak ingin merasakan neraka ini lagi,aku sudah seperti mayat hidup demi melupakan semua perasaan sakit ini.