COLD FLOWER (Will Bloom Again)

COLD FLOWER (Will Bloom Again)
FIRST SIGHT (Yoon Min Jun)


Mataku sembab saat aku kembali ke pemakaman ayahku,ku tarik dasi hitamku dengan kasar yang seakan telah mencekik leherku.


Aku masih tak percaya ayah menyembunyikan sakit yang dia derita di balik senyumannya selama ini,yang masih aku tak mengerti ayah telah memberikanku calon istri yang dia masih sembunyikan rahasianya bersama sekretaris Kim,dan itu tercatat persis di surat wasiatnya.


Aku hanya tak ingin hidup seperti ayah dan mendiang ibuku,mereka menikah tanpa cinta dan berakhir tanpa cinta pula.


Aku menjatuhkan tubuhku ke sofa,menghembus nafas kasar berharap beban ini pergi.


Aku baru lulus kuliah, dan aku harus memimpin perusahaan.


Beban itu sudah terasa berat bagiku,ditambah ayah menginginkanku untuk menikahi wanita pilihannya yang bahkan tak pernah kukenal.


Aku menyusuri langit - langit kamarku sambil menerawang jauh, siapa kira - kira yang ayah pilih untuk menjadi istriku ? Ayah bahkan tak pernah membawanya ke rumah apalagi mengenalkannya denganku.


Aku menyambar handphone di meja dan menghubungi sekretaris Kim lewat pesan singkat agar dia datang ke kamarku,aku sudah penasaran sekali siapa wanita ini yang bisa merebut hati Ayahku.


Tak lama ketukan pintu kamar terdengar


"Masuk!"


Sekretaris Kim masuk,dan mendekat kehadapanku seakan siap dengan semua pertanyaan ku.


"Siapa dia ? ceritakan semuanya !"


aku masih menatap langit - langit dengan jengahnya


" Namanya Hana, dia salah satu karyawan baru diperusahaan,Tuan memilihnya karena diawal dia bekerja dia sudah membuat laporan keuangan yang berujung pada pemecatan para koruptor yang bermain - main di perusahaan."


suara sekretaris Kim lurus masih tanpa emosi


" Kenapa tak beri dia hadiah uang saja?!"


protesku kesal, namun kuberi aba - aba untuk melanjutkan ceritanya


"Selama dia bekerja,Tuan mengawasi tingkah laku dan kehidupannya.Hana adalah orang Indonesia dia memutuskan hidup di korea karena masa lalu yang ingin dia lupakan.Dia orang yang baik tuan, walaupun jarang tersenyum."


Aku mengangkat badanku untuk menyimak


"Dia pernah menikah,namun berujung pada perceraian..."


sekretaris Kim nampak enggan menceritakan bagian itu, namun aku malah makin tertarik dengan status wanita itu.


" Alasan perceraiannya ?!"


aku memincingkan mataku,sekretaris Kim nampak menghela nafas berat


"Menurut informasi yang di dapat dari penyalur tenaga kerja yang sempat berbincang dengan Nona Hana, dia di selingkuhi pasangannya saat tengah mengandung anaknya, dan karena pertengkaran dengan selingkuhan pasangannya Nona Hana mengalami pendarahan hebat dan kehilangan janinnya tuan ..."


Hatiku bergetar mendengar kisah memilukan wanita itu,bagaimana seorang yang sedang hamil di selingkuhi dan bahkan mengalami keguguran.


"keluarganya?"


aku menelisik lebih dalam lagi,sekretaris Kim menggeleng lemah


"Nona Hana sebatang kara , dia sudah dari kecil tinggal dipanti asuhan."


Apa karena kasihan Ayah memilih dia untuk menjadi menantunya ?


" Tuan muda, saya yakin almarhum tuan menginginkan yang terbaik untuk anda,untuk sementara baiknya tuan mengenali lebih lanjut tentang Nona Hana di tempat kerja."


Aku terdiam mendengar saran dari sekretaris Kim, rasa penasaran mengusik hatiku seperti apa rupa wanita itu dan bagaimana sifatnya hingga Ayah begitu menginginkan dia bersamaku.


****


Ku putuskan hari ini adalah hari pertama aku bekerja menggantikan Ayah di perusahaan, ku pasang dasiku di depan cermin,lalu berlalu keluar kamar.


Di luar kamar ,sekretaris Kim sudah menungguku dengan sigap.


"Beritahu semua orang diperusahaan untuk menyiapkan laporan setiap divisi hari ini"


Aku berjalan cepat menuju meja makan yang kosong,tak ada lagi Ayah yang menungguku sarapan yang ada hanya deretan makanan yang sudah disiapkan oleh Tuan shin kepala pelayan rumah ini.


Rasa kesepian berhembus ke hatiku,ku urungkan niat untuk menyantap sarapanku dan kembali berjalan menuju mobil di depan rumah.


Sekretaris Kim membukakan pintu mobil dan aku masuk ke dalam mobil hitam itu,sekretaris Kim berjalan memutari mobil dan mulai duduk di balik kemudi serta melajukan mobil dengan kecepatan sedang,membelah keramaian kota ini.


****


Aku berjalan memasuki gedung perusahaan dengan langkah penuh percaya diri,semua karyawan menunduk hormat melihat ke datanganku.


Dengan Lift khusus Executive yg terbuat dari lembaran - lembaran kaca aku naik menuju lantai 5 gedung ini sambil memperhatikan kegiatan perusahaan.


Ku langkahkan kakiku keluar lift berjalan setengah berlari menuju ruanganku,dan ...


"Brukk!!!"


Seseorang menabrak tubuhku,meski tak terlihat aku tahu sekretaris Kim terkesiap karena dia tahu persis aku tak suka seseorang menabrak tubuhku.


Wanita dengan balutan blazer warna peach,dan rok dengan warna senada sedang merapihkan file yang berserakan miliknya,dia bangkit berdiri masih belum melihat wajahku.


"Apa matamu kau taruh di rumah?!"


nadaku setengah berteriak kesal padanya


Dia nampak terhenyak dan berdiri sambil merapihkan file miliknya sembarang,aku menyusuri name tagnya


Hana - Administrasi


"Pasti dia wanita yang Ayah pilihkan untukku itukan ?"


Sekretaris Kim menyentuh lenganku,tandanya dia benar wanita yang Ayah pilih itu.


Dia menatapku dengan bola mata coklatnya


Tingginya sekitar 165cm, rambutnya coklat ikal terurai panjang,wajahnya mungil dengan bibir merah merekahnya yang nampak menggoda.


"Maafkan saya , saya terburu - buru Tuan...."


Aku terhenyak dari keterpesonaanku menatap wajahnya,ku akui dia memang cantik tapi dia hanya barang bekas milik orang lain bukan?!


Aku beringsut mundur,menghindari agar aku tak terlihat terpesona olehnya.


"Berikan laporanmu ke ruanganku dua menit lagi!"


Aku melenggang tanpa menunggu jawabannya, diikuti oleh sekretaris Kim.


Aku duduk di kursi biasa Ayah bekerja, kaca ruangan itu sengaja aku set menjadi satu arah, terlihat oleh ku wanita itu sedang setengah berlari dan beberapa kali hampir jatuh,menahan tubuhnya dengan tangan mungilnya ke tembok,tanpa aku sadari aku menikmati melihatnya ketakutan seperti itu,aku tahu laporannya pasti belum selesai.


Sekretaris Kim membukakan pintu untuk calon Nonanya itu tepat sesaat dia akan mengetuk pintu .


Aku duduk di kursi dengan wajah dingin andalanku,aku ingin tahu seberapa besar nyali wanita ini.


Kali ini aku tertawa dalam hati,saat dia menatapku dalam seolah terhipnotis dengan penampilanku


"Benar ... siapa yang akan tahan dengan pesonaku!"


Permainan baru di mulai ....


"Hey... perhatikan matamu!!!!"


Dia nampak kaget mendengar sentakanku


"Maaf Tuan ,ini laporannya..."


Ia menyodorkan file di atas meja marmer putih dihadapanku ,Aku melirik sebentar lalu meraihnya dan membolak baliknya,lalu ku banting dengan kasar mendramatisir keadaan,sejujurnya aku tak memeriksa apapun dalam filenya,niatku hanya ingin membuatnya takut.


"Apa ini yang kau sebut laporan ?!"


Dia beringsut mundur selangkah mendengar nadaku dan membungkukan tubuh dalam - dalam.


"Maaf Tuan laporan belum siap karena ini tanggal 15 biasanya laporan akan di serahkan kepada Presdir tanggal 25 setiap bulannya "


ujarnya tanpa koma,masih dengan badan membungkuk dalam


Aku mendesah kesal,dan berdiri.


Dia mengangkat wajahnya sambil mengigit bibir bawahnya.Aku segera membelakanginya,Berjalan gundah sambil berkacak pinggang.


"Sial ! kenapa dia begitu cantik!"


"Brak!!!"


"Ayah bilang dia punya staff admin terbaik karena dia seorang janda yang tak punya siapa - siapa , tapi nyatanya baru di tinggal tiga hari oleh ayahku kinerjamu memburuk!!!"


Aku melempar map file itu tepat ke arahnya, map tebal itu mengenai kepalanya,aku agak kaget karena benda itu ternyata bisa melukai wajah mungilnya.


Tangan dan kakinya terlihat bergetar hebat menahan takut.


"Demi apapun ! berhenti menggigit bibirmu sendiri!!!!"


Dia meremas jemarinya,wajahnya sudah terlihat pucat tapi hebatnya dia berusaha tetap tenang.


"Ayah dia seimut ini saat menahan takutnya ... mengapa kau tahu persis aku sangat suka type wanita seperti ini?!"


Nafasku memburu,seakan tak puas melihat ekspresinya.


Kusingkirkan kasar semua benda yang ada di atas meja marmer putih itu,berharap dia benar- benar tak memancingku untuk mengigit bibirnya sekarang juga.


Dan sejujurnya aku sekarang bimbang,aku tak pernah percaya cinta pada pandangan pertama,bagiku itu hanya bualan belaka,tapi mengapa aku sekarang seakan terhipnotis,harga diriku seakan hancur di hadapan sekretaris Kim yang menyaksikan sedari tadi dari sampingku,aku yang menolak keras sejak Ayah menjodohkanku,sekarang malah kehilangan akal menyukai tiap ekspresi wanita yang ada di depanku,bahkan ingin menerjang mencium bibirnya!


Dia mematung,seakan mengatur nafasnya pelan - pelan,ada semburat ekspresi terluka yang membuatku menyesali ucapan dan sikapku padanya.


Beberapa detik dia nampak menerawang dalam pikirannya sendiri.


"Maaf tuan ,hal ini tidak akan terjadi lagi,akan saya pastikan"


Suaranya bergetar saat mengatakan hal itu.


Bahkan kini dia seakan menantang untukku lahap,dengan suara seraknya itu.


Dia menggigit bibirnya lagi.


"Mungkin aku bisa menerjangmu sedetik lagi nona !"


Aku menatapnya


kenapa harus dia ?


kenapa harus dia yang Ayah berikan padaku,bukankah dia pernah jadi milik orang lain sebelumnya ?


Rasanya tidak adil aku harus menikahi wanita yang pernah tidur dengan pria lain sementara aku,menyentuh bibir wanitapun tak pernah.


"Aku benci kenapa aku harus mengurus semuanya ! termasuk orang yang tidak kompeten seperti kau!!!!"


Aku menunjuknya seakan muak padanya


ya! kenapa aku harus menjadi suaminya? kenapa dia yang pernah termiliki orang lain ?


Tidak kompeten adalah satu - satunya alasan ku untuk membuatnya pergi dari sini,agar aku tak lagi berhubungan dengannya,semakin aku mengenalnya maka semakin besar pula rasa inginku membuatnya masuk dalam kehidupanku,seperti keinginan Ayah dan itu bertolak belakang dengan logikaku.


Aku yang menjaga setiap mantan pacarku tak tersentuh olehku kini harus bersanding dengan wanita yang bahkan rahimnya pernah di singgahi janin milik pria lain.


Dia kali ini menatapku dengan kemarahan,ya... kesabarannya nampak habis .


"Maaf Tuan , anda bahkan belum melihat kinerja saya, saya merasa kecewa Tuan sudah menilai saya seperti itu"


Mungkin karena marah ,keberaniannya menyeruak menerobos ke arahku.


Dia nampak menatapku dengan perasaan kecewa,perasaanku teriris mengingat bahwa dia pernah termiliki pria lain.


"Keluar kau dari sini,aku tak butuh staff admin sepertimu!"


"Pergi sebelum akal sehatku benar benar hilang!"


Aku memalingkan wajah dari wajahnya yang nampak semakin cantik saatku tatap.


Dia masih menatapku seakan ingin mengutarakan sesuatu namun tak lolos dari mulutnya,tangan mungilnya masih bergetar hebat.


"ayolah pergi dari sini sekarang !!!"


Aku tak menatapnya hanya melihat beberapa serpihan kaca kecil dan darah yang mengalir ditangannya,sungguh aku begitu menyesali sikap kasarku tadi.


"Saya harap anda tidak menyesal nanti Tuan muda "


Nadanya kini menjadi siratan kebencian padaku.


"cih..."


Senyum meremehkanku keluar agar aku tak terlihat khawatir atau lemah di hadapan wanita itu.


Ia melirik sekretaris Kim di sampingku dan mengganggukan kepala pamit kepadanya tapi tidak denganku, dan itu membuatku jengkel.


"Bahkan kau tak menatapku lagi"


Dia berjalan keluar ruanganku,menyusuri jalan dengan langkah gontai.


Aku terus memperhatikannya sampai punggungnya berlalu,aku memejamkan mata menyesali keputusanku barusan.


Baru saja dia menghilang dari hadapanku,aku sudah begitu ingin melihat wajahnya lagi.


"Tuan muda, nampaknya anda berlebihan menghadapi nona Hana"


Sekretaris Kim sudah memegang laporan wanita itu yang jatuh ke lantai tadi,nampak memeriksa sesuatu di dalam map.


Entah dia tahu ekspresi penyeselanku saat wanita itu pergi.


"Dia bekerja dengan baik walaupun laporannya hanya sampai tanggal 7 "


Aku memegangi kepalaku,benar aku sudah melewati batasku saat memarahinya tadi,aku terlalu menjaga hatiku sendiri untuk tidak jatuh kepadanya dan tanpa sadar terus melukai hati dan bahkan tubuhnya.


Teringat kembali lengannya yang terluka dan wajahnya yang ku lempar map tadi,aku menggosok wajahku kasar.


Penyesalan....


Mungkin sekarang dia sudah pergi meninggalkan perusahaan ini dengan hati terluka.


Apa aku harus meminta maaf atas sikapku?


ku akui sikap itu muncul saat aku membayangkan tubuhnya yang mungil menjadi milik orang lain sebelumnya.


Apa ini kecemburuan ?


Baru pertama kali hatiku carut marut dibuat seorang wanita karena parasnya dan sikapnya menghadapiku.


Yang lebih memusingkan lagi statusnya.


sekarang apa yang harus aku lakukan?


Menikahinya ?


Bahkan di alam baka sana Ayah pasti sedang menertawakanku yang menjilat ludahku sendiri.


Sekretaris Kim, walaupun tak berani mengejekku dia pasti terbahak dalam hatinya kalau dia tahu aku sudah terpesona melihat wajah mungilnya itu.


"Cari informasi tentang dia,jadikan dia asisten pribadiku di rumah apapun caranya !"


Aku menutup mataku,tak ingin melihat ekspresi sekretaris Kim yang mendengar perintah konyol dan kekanakanku ini.


Rasa penasaranku terhadap wanita itu semakin meluas di hati dan pikiranku serta meracuni syaraf otakku untuk memberikan perintah ini pada sekretaris Kim.


" Baik tuan..."


Tak ku sangka sekretaris Kim menjawabku dengan menahan tawanya,aku segera membuka mata kesal.


" Bukannya ini yang Ayah dan kau mau sekretaris Kim?!"


Dia menelan tawanya,pancaran matanya penuh kemenangan.


Ya !


Aku kalah ...


Puas sekarang kalian membuatku tergila - gila dengan wanita yang bahkan bukan ada di levelku?!


Aku mengepalkan tanganku kesal,masih menatap sekretaris Kim yang berdiri di hadapanku.


Halo readers,


saya Nuti Park menulis novel ini , ini karya pertama saya jadi semoga kalian suka,saya sangat menghargai dengan segala masukan kalian, dan mencoba memberikan yang terbaik. Vote dan like kalian adalah dukungan besar untuk saya menulis novel.


terimakasih ... 💕