COLD FLOWER (Will Bloom Again)

COLD FLOWER (Will Bloom Again)
HARUS TERSENYUM


Aku terduduk di sebuah taman besar nan indah,namun tak ada siapapun di sana.


Aku berdiri dan memandangi dengan perasaan takjub betapa indah bunga - bunga di taman itu yang beberapa sedang di hinggapi kumbang dan kupu - kupu.


Seorang anak perempuan kecil nampak berlarian mengejar kupu - kupu dengan riang


Aku memperhatikan gerak gerik anak itu,kira - kira usianya dua tahun lebih dengan rambut hitam dan mata coklatnya.


Bibirnya yang merah merekah tersenyum bagaikan mawar di tengah salju,pandangan kami bertemu dan dia berlari ke arahku.


"Ibu !!!!"


Dia berteriak ke arahku dan berhambur memeluk kakiku


Aku mensejajari pandanganku ke matanya,matanya yang tak asing dan pipinya yang merah seperti apel nampak merona.


"Ibu?"


Tanyaku agak bingung dengan panggilannya padaku,dia menganggukan kepalanya


Perasaan rindu dan sedih merebak di hatiku,aku membelai rambut hitamnya dan memeluknya erat.


"Benarkah?"


Tanyaku masih tak percaya


Dia melepaskan pelukanku dan kembali menganggukan kepalanya.


"Ibu minta maaf karena tak bisa menjagamu nak..."


Ucapku lirih,air mataku tumpah tak lagi terbendung.


Dia menatapku sambil tersenyum kemudian menghapus air mata dari pipiku dengan tangan halus mungilnya.


Aku meraih tangannya dan menempelkannya di pipiku,merasakan jemarinya dikulitku.


"Maafkan ibu yang tak dapat menunjukan cahaya dunia padamu"


Aku memejamkan mata merasakan kesedihanku.


"Ibu,harus tersenyum..."


Ucapnya terbata khas anak yang baru bisa berbicara.


Aku menganggukan kepalaku dan membelai rambutnya lagi penuh kerinduan,seakan ingin ku rekam semua memory ini hingga tak satu detikpun yang terlewat.


"Ibu ... dia datang "


Ujarnya sambil menunjuk ke arah belakangku


Aku menoleh ke belakang nampak seseorang mendekatiku,wajahnya masih tertutupi sinar matahari yang menyilaukan mata.


Aku kembali menoleh ke arah anak itu,namun dia sudah tidak ada dan seketika taman itu memutih tertutup salju tebal.


Kini hanya tertinggal perasaan sedih yang menusuk hatiku,aku menangis pilu dan mataku berlarian mencari sosok anak itu,namun tak lagi ku temui.


Seseorang mendekapku dari belakang penuh kehangatan,aku berbalik ke arahnya.


Melihat Min Jun,aku memeluknya erat dan kembali menangis pilu di dalam dekapan hangatnya ...


****


"Hana! bangun !!!"


Suara Min Jun membangunkanku dari mimpi yang menyesakan dada itu.


Kini Min jun menatapku khawatir sambil mengusap usap punggungku,aku yang terbangun dengan isakan membuatnya khawatir.


"Kau bermimpi ?"


Tanyanya sambil mengusap air mataku


Aku mengangguk pelan,dia menggeser posisi tidurnya dan mendekapku erat.


Kepalaku kini bersandar didadanya,aku bahkan bisa mendengar detak jantungnya yang entah mengapa terdengar tak beraturan,kupegangi lengan Min Jun yang sedang mengusap punggungku lembut seakan sedang mencari tumpuan.


"Aku bertemu dengan anakku dalam mimpi,dia begitu manis dan cantik"


ceritaku mulai menangis lagi


"Seperti tebakanku,dia pasti cantik sepertimu"


Min jun menimpaliku dengan nada riangnya


"Dia bilang aku harus tersenyum"


Kini aku memeluk tubuh Min Jun dan memejamkan mataku.


"Dia ingin kau bahagia,Hana"


Kesimpulan itu membuat aku menangis sedih.


Ternyata anak itu memang malaikat kecil yang ingin aku bahagia meski tanpa kehadirannya.


Aku kembali mengatur nafasku dalam pelukan Min Jun


"Maafkan aku,tapi aku akan berusaha merelakannya sekarang meskipun perlahan aku yakin di suatu tempat dia bahagia dan dia juga ingin aku bahagia"


Min Jun tak menjawab hanya membelai lembut rambutku


"Aku minta maaf,tapi aku sungguh mencintaimu...maafkan aku yang tanpa sadar melukaimu karena masalaluku"


Ucapku lirih


"Hentikan permohonan maafmu itu... aku sudah memaafkanmu,maafkan aku pula yang serakah ini... memintamu membalas semua cinta yang ku berikan padamu tanpa tahu sedalam apa luka mu"


Min Jun menghela nafas berat,ada getaran penyesalan yang terasa di sana


"Kau tahu? terkadang cinta itu membuat kita lebih serakah... terkadang cinta juga bisa tanpa syarat,aku akan memilih cinta tanpa syarat untukmu agar kau tak lagi terluka"


Min Jun melepaskan pelukannya dan menatap mataku dalam,lalu dia mengecup keningku lembut diteruskan dengan menciumi kepalaku.


Aku tersenyum mendengar ucapannya itu


"Terimakasih sudah mencintaiku"


Ujarku penuh haru


"Ssttt...kau ini cengeng sekali ya!"


Min Jun mencubit ringan hidungku dengan ekspresi gemasnya.


"Dokter menyuruhmu untuk istirahat dan jangan stress ... pencernaanmu terganggu karena stress"


Ujarnya seraya bangkit dari tempat tidurku


"Ini masih tengah malam ... tidurlah aku akan disini menjagamu"


Ucapnya seraya berbaring di sofa yang berada di sebrang tempat tidur.


"Kenapa kau disana?"


Tanyaku heran melihatnya menjauh


"Apa kau ingin aku menerkammu malam ini?"


Seringai licik keluar dari mulutnya membuatku terkekeh.


"Kau seperti harimau yang lapar sekarang"


Ujarku seraya menarik kembali selimut sampai ke leher.


Dia tak menjawabku dan mulai memejamkan matanya di sofa nampak lelah,aku mencoba memejamkan kembali mataku sambil menghirup aroma mint yang menempel di selimut.


Pikiranku berlarian saat memejamkan mata,berusaha mengingat sosok anak itu namun tak berhasil.


Anak itu nampak samar dalam benakku sekarang,yang ku ingat hanya suara langkahnya juga rambut hitamnya.


Lalu apa artinya Min Jun dalam mimpiku?


Aku masih ingat perasaan hangat dalam mimpi itu ketika dia mendekapku walau dia tak berkata apapun.


Mungkinkah pertanda dia orang yang akan menjagaku dari dinginnya dunia ini?


Aku tak bisa memungkiri anak itu mengingatkanku pada Ayahnya,Robin ...


Sejak pertemuan terakhir dengannya dia tak pernah muncul lagi ke hadapanku.


Apa dia sedang meratapi masalalunya di suatu tempat?


Sama seperti diriku dulu yang menghukum diri sendiri dengan menyalahkan diri setiap hari


Mungkin Min Jun tahu apa yang terjadi pada Robin setelah kejadian itu,kali ini aku harus benar - benar merelakan segalanya juga memaafkan semuanya,termasuk Robin.


Apa Min Jun akan marah bila aku menanyakan Robin padanya?


Kalau ku coba bertanya,apa dia akan menjawabnya?


Aku ingin bertemu Robin dan mengatakan aku sudah memaafkannya.Bukan karena aku ingin kembali padanya,namun demi diriku sendiri.


Aku ingin tersenyum seperti pinta anak itu,dan dengan memaafkan segalanya mungkin beban hatiku akan berkurang dan aku bisa tersenyum lepas.


Saat ini aku hanya ingin merelakan dan melepaskan semua masa laluku hingga aku bisa fokus mencintai orang - orang yang ada untukku tanpa melukainya,terutama Min Jun...


Seluruh pikiran yang berkecamuk itu akhirnya lenyap dan aku kembali terlelap dalam tidurku ...


****


Halo readers,


terimakasih kalian masih membaca karyaku!silahkan like,komen,vote juga jadikan novel ini favorite ya !!! dengan aktifitas bulan ramadhan aku akan berusaha menyajikan kelanjutan novel ini,walaupun aku mengaku beberapa hari puasa saya hanya tidur 2-3 jam untuk menulis.Maka dari itu dukungan dari kalian sangat berarti untukku ! Maaf bila ada kata-kata atau penulisan yang salah,semoga kalian memaklumi dan memberi masukan dengan kata-kata sopan,sekali lagi terimakasih sudah setia membaca COLD FLOWER ...


I Love you ...