Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
09. Makan Malam


Tanpa terasa sampailah mereka di tempat yang dituju. Nara langsung mengajak Nessa menuju tempat yang sudah dipesan terlebih dahulu.


Disana sudah menunggu beberapa teman Nara beserta pasangan mereka masing-masing.


"Hai bro, baru lagi nih?" tanya salah seorang teman Nara


Nara hanya diam tidak menjawab pertanyaan temannya itu. Nessa hanya bisa tersenyum ramah ke semua teman Nara.


"Hai, kenalin gue Andre" sapa salah seorang teman Nara


"Nessa" jawab Nessa sambil menyambut tangan Andre


"Pacarnya Nara?" tanya Andre kembali


Nessa hanya tersenyum tidak menjawab. Saat itu juga tangan Nessa sudah ditarik Nara untuk duduk di samping Nara.


Di sisi lain terlihat seorang perempuan yang menatap Nessa dengan tatapan tidak suka.


Setelah duduk beberapa saat


"Aku ke toilet dulu ya" pamit Nessa ke Nara


Nara hanya mengangguk saja


"Bro, itu pacar baru lo?" tanya Andre


"Ngapain lo nanya-nanya?" jawab Nara


"Cuma mastiin aja, kalo bukan pacar lo kan bisa gue deketin. Iya gak" jawab Andre sambil tertawa


Nara tidak menggubris jawaban dari Andre. Bagi Nara, Nessa harus mendapatkan balasan darinya dulu sebelum melepaskan Nessa.


Nessa yang sedang berada di toilet tiba tiba didatangi oleh perempuan yang daritadi sedang memperhatikannya.


"Sejak kapan lo dekat-dekat Nara?" tanya perempuan itu ketus


"Maaf, Nona siapa ya?" tanya Nessa bingung


"Kenalkan, gue Bella. Pacarnya Nara" kata perempuan itu sambil mengulurkan tangannya ke Nessa


"Saya Nessa" jawab Nessa


"Ada hubungan apa lo sama Nara?" tanya Bella penih selidik


"Saya tidak ada hubungan apa apa sama Nara" jawan Nessa jujur


"Bohong" bentak Bella


"Mana ada perempuan seperti lo gak ada hubungan apa apa sama Nara. Lo pasti sengaja dekatin Nara biar bisa lo porotin kan?" tuduh Bella


Plakk..


Sebuah tamparan langsung mendarat di pipi Bella


"Nona Bella yang terhormat, saya bisa sampai ada disini bersama Nara karena dia yang memaksa saya. Tanyakan langsung saja ke pacar kamu" ucap Nessa seraya meninggalkan Bella yang masih terlihat kaget karena di tampar Nessa


"Dasar perempuan sialan! Tunggu balasan dariku" geram Bella


Nessa kembali dan duduk di samping Nara.


"Mau pesan apa?" tanya Nara ke Nessa


"Apa aja terserah, yang penting bisa dimakan" jawab Nessa ketus


Nara kaget dengan perubahan sikap Nessa


"Kamu kenapa?" tanya Nara


" Gak usah banyak tanya. Pesan aja makanannya" jawab Nessa


Nara akhirnya memesan makanan yang sama untuk dirinya dan Nessa


Bella yang sudah kembali pun semakin geram melihat Nara yang perhatian ke Nessa


Tak lama kemudian pesanan makanan mereka sudah datang. Nessa pun langsung melahap makanan tersebut setelah terlebih dahulu berdoa.


Dia mulai batuk dan merasa pusing.


"Nara, makanan ini ada ladanya?" tanya Nessa


"Iya, kenapa memangnya?" jawab Nara santai


"Aku alergi lada Nara" jawab Nessa terbata bata karena batuk


"Apa? Alergi Lada?" tanya Nara bingung


Nessa yang mulai merasa mual langsung bangun dari tempatnya duduk dan berlari menuju toilet.


Sampainya di toilet Nessa langsung memuntahkan semua makanan yang sudah dimakannya.


Nessa merasa pusing dan tiba tiba semua terasa gelap. Nessa pingsan.


Tiba tiba terjadi keributan di toilet wanita. Beberapa orang terlihat sedang mengangkat tubuh seorang wanita. Dari jauh Nara sepertinya mengenali wanita itu. Nara segera berjalan menuju kerumunan orang orang tersebut untuk memastikan. Dan benar saja, tubuh yang diangkat itu adalah Nessa. Tanpa pikir panjang Nara langsung mengambil Nessa dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Bella yang melihat perlakuan Nara ke Nessa semakin membenci Nessa.


Sesampainya di rumah sakit, Nessa langsung diperiksa oleh dokter yang saat itu sedang jaga di UGD. Setelah beberapa saat, dokter tersebut keluar dan mencari keluarga Nessa.


"Keluarga ibu Nessa" panggil sang dokter


"Saya, Dok" dahut Nara


"Gimana keadaan Nessa?" lanjut Nara


"Bapak tidak perlu khawatir, kondisi ibu Nessa baik-baik saja. Sepertinya hanya reaksi dari alergi saja" jawab sang dokter dengan tenang


"Hanya butuh istirahat sebentar dan akan kembali normal. Makanan istrinya harus diperhatikan dong,Pak. Biar gak kejadian seperti ini lagi" lanjut sang dokter sambil tersenyum dan berlalu.


Nara tidak mempedulikan omongan dokter, dia langsung masuk menuju ruangan tempat Nessa dirawat. Nessa yang baru saja membuka matanya langsung dimarahi Nara


"Kenapa dari awal kamu gak ngasih tau kalau kamu punya alergi? Kalau sampai kamu kenapa napa gimana? Kan repotin banyak orang?" kata Nara


"Iya. aku minta maaf kalau sudah buat kamu repot" jawab Nessa masih dengan suara yang lemas sambil bangun dari tempat tidurnya


"Kamu mau ngapain?" tanya Nara


"Pulang" jawab Nessa singkat


"Gak gak. Istirahat aja dulu disini sampai benar benar sehat" kata Nara sambil menahan Nessa yang hendak pergi


"Aku sudah gak apa apa kok. Mau pulang aja" paksa Nessa sambil mendorong tangan Nara dan berjalan keluar menuju ke bagian administrasi.


"Maaf suster, berapa biaya administrasinya?" tanya Nessa di bagian administrasi


"Mohon maaf, atas nama siapa pasiennya?" tanya suster itu


"Vanessa Sheeha" jawab Nessa


"Biaya untuk Ibu Vanessa sudah dibayar lunas Bu" jawab si suster


"Siapa yang membayarnya sus?" tanya Nessa penasaran


"Aku" jawab Nara


"Berapa semuanya? Biar aku ganti" ucap Nessa


"Ayok aku antar kamu pulang" ajak Nara tanpa menjawab pertanyaan Nessa


Nessa hanya bisa ngikutin Nara dari belakang.


Sepanjang perjalanan pulang, keduanya hanya terdiam ditemani suara musik yang diputar Nara.


"Makasih ya buat semuanya" ucap Nessa


"Masuk gih, istirahat" jawab Nara


"Iya, sekali lagi makasih ya" ucap Nessa


Nara tidak menjawab, dia langsung melajukan mobilnya meninggalkan Nessa.