Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
22. Ultah Bella


Nessa mulai melakukan rutinitasnya seperti biasa. Ke klinik, jalan jalan bersama Emira dan rutinitas lainnya seperti sedia kala. Nessa sudah melupakan semua kejadian antara dirinya dan Nara. Baginya setelah semua kegiatannya berakhir makanya penderitaannya untuk mengikuti semua kemauan Nara berakhir. Rasanya sedikit lega walaupun kadang bayang wajah Nara masih terlintas di kepalanya. Tapi Nessa tidak terlalu mempedulikannya.


Namun hal itu tidak terjadi dengan Nara. Dia tetap mempersiapkan semua keperluan untuk pernikahannya dengan Nessa. Baginya persetujuan Nessa tidaklah penting. Dia akan tetap memaksa Nessa menikah dengannya bagaimanpun caranya.


Hari ini seperti biasanya Nessa berangkat ke klinik untuk bekerja. Karena weekend maka klikin akan tutup lebih awal. Semua karyawan sangat menantikan itu. Setelah seminggu penuh bekerja full, akhirnya mereka bisa menikmati weekend.


Sama seperti karyawan lainnya, Nessa pun sangat senang karena akan menghabiskan weekend dengan melakukan hobinya tentunya bersama sahabatnya Emira. Saat sedang memikirkan apa saja kegiatan yang akan dilakukan bersama sahabatnya itu tiba tiba ada pesan masuk ke ponsel Nessa.


"Jam 18.30 malam nanti, aku jemput kamu d rumah"_Nara


"Mau ngapain? Aku sudah ada janji sama temanku"_Nessa


"*I**ngat jam 18.30*"_Nara


"Aku gak mau"_Nessa


Setelah menunggu beberapa menit tak ada balasan dari Nara. Nessa menjadi kesal.


"Ni orang maunya apa ya. Kan aku udah gak ada urusan lagi sama dia. Ngapain juga coba mau jemput jemput segala" Nessa berbicara sendiri


"Ngapain ngomong sendiri? Awas kesurupan loh" canda Nania


"Apaan sih kamu" jawab Nessa


"Kamu lagi ngomong sama siapa?" tanya Nania


"Gak ngomong sama siapa siapa" balas Nessa santai


"Bener kan. Kamu sepertinya kerasukan arwah orang gila makanya ngomong sendiri" kata Nania sambil bergidik


"Ngawur aja. Aku tuh gak kenapa kenapa ya" protes Nessa


"Terus kenapa ngomong sendiri" Nania penasaran


"Lagi pengen aja" jawab Nessa sambil tertaw


"Gila nih orang" kata Nania sambil menggelengkan kepala.


"Ngapain kamu kemari, pasti ada maunya" tanya Nessa penuh selidik


"Sembarangan. Aku cuma mau ngajak kamu pulang" jawab Nania


"Emang kamu mau nganterin aku pulang gitu?" tanya Nessa


"Ya gaklah. Ngajak pulang aja tapi gak di antar pulang. Kamu di antar abang ojol saja ya.. bye"jawab Nania sambil tertawa dan meninggalkan Nessa


Nessa yang baru menuadari kalau sudah waktunya pulang segera membereskan ruangannya dan segera pulang.


Setibanya di rumah Nessa langsung segera membersihkan dirinya dan beristurahat sejenak.


Tiba tiba dirinya teringat akan pesan Nara tadi.


"Ikut gak ya" Nessa mulai berpikir


Saag sedang memikirkannya tiba tiba tetdengar bunyi ponsel Nessa berdering


Setelah dilihat Emira yang menelponnya, Nessa langsung mengangkatnya.


Emira hanya mau memastikan rencana kegiatan mereka besok jadi atau tidak. Setelah memutuskan sambungan telpon, Nessa pun membaringkan badannya untuk beristirahat sejenak hingga akhirnya dia tertidur.


Waktu sudah menunjukkan pkl. 17.30 dan Nessa masih tertidur, hingga bunyi panggilan masuk d ponselnya membangunkannya


"Hallo. Siapa ini?" tanya Nessa dengan suara khas orang bangun tidur


"Ingat jam 18.30" jawab orang di seberang sana yg ternyata adalah Nara


"Hmm.. Apa sih" jawab Nessa


Tiba tiba sambungan telpon terputus. Nessa membuka ponselnya untuk melihat apakah ada pesan atau pemberitahuan di ponselnya. Namun ketika melihat jam yang sudah menunjukkan pkl. 17.45, Nessa langsung terkejut. Setengah jam lagi Nara pasti sudah datang. Nessa bergegas mandi dan bersiap siap. 10 Menit kemudian Nessa sudah selesai mandi dan mulai berdandan seperlunya saja.


Dengan memakai kemeja putih dan jeans hitam serta di padukan dengan outer berwarna senada dengan jeansnya. Nessa siap untuk berangkat. Tak lupa sneaker dipakainya. Setelah melihat tampilannya di cermin dan memastikan sekali lagi. Akhirmya Nessa merasa sudah cukup. Tinggal menunggu di jemput.


Beberapa menit kemudian mobil Nara sudah berada di depan rumah Nessa. Nessa segera keluar dan mengunci pintu kemudian menuju mobil Nara.


"Selamat malam" sapa Nessa dengan sopan


"Hmm" balas Nara


"Hmm lagi hmm lagi. Apa susahnya sih dijawab selamat malam juga Nessa" gumam Nessaa pelan


"Cepat naik, gak usah basa basi" kata Nara


Nessa pun segera naik ke mobil Nara.


Malam ini Nara tidak membawa supirnya. Dia menyetir sendiri.


"Mau kemana kita?" tanya Nessa


Nara hanya diam tidak menjawab


"Bisakan pertanyaanku dijawab?" kata Nessa


"Ikut aja. Gak usah banyak tanya" jawab Nara


Nessa akhirnya memilih diam dan tidak berbicara selama perjalanan


Setelah sekitar 20 menit perjalanan, akhirnya sampai juga. Mereka tiba sebuah rumah yang cukup besar dengab taman yang begitu luas. Di taman itu terlihat beberapa orang sedang berkumpul dan bercanda tawa bersama.


"Turun" kata Nara


Nessa pun turun dari mobil, dan mengikuti Nara dari belakang. Mereka menuju ke taman itu. Semakin dekat ke taman, Nessa baru bisa melihat kalau itu teman teman Nara yang waktu itu sempat bertemu Nessa.


"Hai Ness, apa kabar? Masih ingat kan sama aku?" sapa Raefal


"Ow iya. Kabar baik. Masih ingatlah. Assistennya Nara kan?" jawab Nessa


"Iya betul sekali. Namaku Raefal" sahut Raefal


Nara hanya menatap tajam ke arah Raefal, tapi Raefal tidak mempedulikannya.


Nara langsung menarik tangan Nessa ikuy tetap ikut dengannya.


Nara hanya mengendorkan pegangannya sedikit dan tetap menarik tangan Nessa untuk duduk d kursi yang ada di taman itu.


Hari itu adalah hari ulang tahun Bella. Dia mengajak sahabat sahabatnya untuk merayakannya di taman rumahnya. Saat Bella melihat Nara datang bersama Nessa dia menjadi marah, tapi tetap menutupinya


"Dasar perempuan gak tahu malu. Udah diingatkan buat jauhin Nara masih aja nempel terus" geram Bella


Tiba tiba Bella menyusun rencana untuk mempermalukan Nessa.


"Perhatian semuanya". Bella mulai berbicara


"Terima kasih untuk semuanya yang sudah hadir di hari spesial ini. Semoga kalian semua menikmati acaranya ya" lanjut Bella


"Ow iya.. Waktunya party. Tapi sebelumnya kita tiup.


lilin sama potong kuenya dulu ya" kata Andre


Semuanya langsung menyambutnya dengan tepuk tangan meriah tapi tidak dengan Nara. Dia hanya duduk dan memperhatikan.


"Make a wish dulu lah Bell, napsu amat mau langsung tiup tu lilin" canda Andre


Setelah make a wish dan meniup lilin. Bella langsung memotong kuenya.


" Potong kue pertama ini akan aku kasih ke.. " Bella berbicara sambil berjalan menuju Nara


"Buat kamu" kata Bella sambil menyuapkan kue tersebut. Nara hanya mengikuti saja.


Setelah menyuapkan kue tersebut Bella langsung memeluk danmencium pipi Nara


"Makasih ya sudah mau datang" ucap Bella ke Nara


Nara hanya mengangguk tanpa memberikan jawaban. Tiba tiba Nessa yang melihat kejadian itu langsung merasa risih dan tak suka.


Saat melihat Nara sedang bersama Bella, Andre yang sedari tadi memperhatikan Nessa mulai mendekatinya.


"Hai.. Masih ingat aku kan?" tanya Andre ke Nessa


Nessa mencoba mengingat ingat


"Andre, yang waktu itu ketemu di cafe" Andre mencoba memberi petunjuk


"Ow iya. Maaf ya aku lupa" jawab Nessa


"Gak apa apa" jawab Andre


Andre coba terus merayu dan mengajak Nessa ngobrol tapi Nessa hanya menanggapinya seperlunya. Matanya terus memperhatikan Bella yang terus menempel pada Nara. Sementara Nara sendiri tidak menolak atau menanggapi Bella. Dia hanya membiarkan Bella terus berada dekat dengannya.


"Maaf, toilet ada di bagian mana ya?" tanya Nessa memotong pembicaraan Andre yang tak ada ujungnya itu


" Kamu masuk aja ke dalam sana, terus belok kanan. Disitu ada toilet" jawab Andre


"Atau mau aku temani?" tanya Andre kembali


"Gak usah. Aku bisa sendiri. Makasih" jawab Nessa sambil berlalu


Saat berjalan menuju toilet Nessa berpapasan dengan Raefal.


"Mau kemana Ness? Kok buru buru?" tanya Raefal


"Mau ke toilet Fal" jawab Nessa


"Mau ku antarin?" tanya Raefal lagi


"Gak usah. Makasih ya" jawab Nessa


"Oke. Aku tinggal ya" jawab Raefal sambil berjalan kembali menuju taman


"Kok aku jadi gak suka ya liat Bella dekat dekat sama Nara. Harusnya aku senang dong kalau Nara dekat sama Bella artinya aku gak bakalan di ganggu lagi sama dia. Tapi ini kok rasanya gak rela ya" pikir Nessa


Untuk menghilangkan pikirannya yang tidak karuan itu Nessa pun membasuh wajahnya dengan air.


Setelah itu Nessa berjalan kembali ke taman.


Bella yang melihat Nessa baru saja keluar dari toilet langsung ijin ke sahabat sahabatnya


"Aku ke dalam sebentar ya" pamit Bella


Setelah itu Bella berjalan menuju arah Nessa yang sedang berjalan sambil menunduk karena mencari ponsel dalam tasnya. Kebetulan di dekat situ ada sebuah kolam yang cukup besar. Bella kemudian pura pura menabrak Nessa hingga Nessa jatuh ke dalam kolam.


Setelah itu Bella cepat cepat meninggalkan Nessa yang sedang berusaha minta tolong.


Dari taman terdengar suara seseorang tercebur ke kolam dan meminta tolong. Semua yang berada di taman segera berlari menuju kolam.


Beberapa sahabat dan kenalan Bella yang melihat


Nessa tercebur ke kolam bukannya menolong malah menertawakan Bella. Mereka membiarkan Nessa berteriak teriak minta tolong. Padahal Nessa terlihat tidak bisa berenang.


Nara yang juga ikut berjalan menuju kolam baru menyadari kalau yang di kolam adalah Nessa. Suara Nessa mulai melemah karena meminum banyak air.


Tanpa pikir panjang, Nara langsung melepaskan jaketnya dan melompat ke dalam kolam untuk menolong Nessa. Tepat saat Nara masuk ke dalam kolam, kesadaran Nessa pun hilang.


Nara kemudian segera mengeluarkan Nessa dari dalam kolam.


"Ada apa ini?" Bella pura pura bertanya


"Nessa kecebur dalam kolam" jawab Raefal


"Rasakan itu. Dasar perempuan gak tahu malu" gumam Bella dalam hati


"Ya Tuhan. Terus gimana kondisinya?" Bella pura pura panik


"Fal.. Cepat nyalain mobil"tiba tibaNara berteriak ke Raefal


"Iya iya" jawab Rarfal sambil berlari menuju mobil


"Nara segera menutupi tubuh Nessa dengan jaketnya dan menggendong Nessa ke mobilnya untuk di awa ke Rumah Sakit.


Bella yang melihat kejadian itu semakin marah dan membenci Nessa.