
Matahari pagi sudah mulai perlahan memancarkan sinarnya. Seperti biasanya Nessa sudah bersiap siap menuju tempatnya bekerja.
Setelah sampai di tempatnya bekerja, seperti hari hari sebelumnya Nessa selalu menyapa Pak Budi yang selalu setia menjaga kantor tersebut.
Rutinitas Nessa masih sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah.
Orang yang semalam mengikuti Nessa ternyata juga mengikutinya hingga pagi ini,akhirnya dia bisa mengetahui dimana Nessa bekerja. Setelah menurutnya sudah cukup mendapatkan informasi tentang Nessa, orang itu pun kembali untuk melaporkan hasil kerjanya.
Di tempat Nessa bekerja, hari ini tiba-tiba diadakan rapat karyawan secara mendadak. Tidak seperti biasanya, kalau akan diadakan rapat pasti diinformasikan 1 minggu sebelumnya. Semua karyawan cukup terkejut menerima informasi tersebut. Karena mereka baru diinformasikan saat istirahat makan siang kalau setelah makan siang langsung diadakan rapat. Semua karyawan menduga-duga penyebab diadakannya rapat secara mendadak.
Setelah semua karyawan berkumpul, rapat pun dimulai. Rapat dadakan ini ternyata mau menginformasikan bahwa Klinik tempat Nessa bekerja akan mendapatkan proyek Medical Cek Up untuk karyawan di salah satu tambang emas. Semua karyawan bergembira, karena mereka pasti akan mendapatkan bonus yang cukup besar jika proyek ini berhasil. Tapi semua masih belum bisa dipastikan karena waktu pelaksanaanya belum bisa ditentukan, sampai ada kesepakatan antara kedua pihak yang akan diadakan besok. Semua karyawan diinformasikan lebih awal untuk menginformasikan anggota tim yang akan mengerjakan proyek tersebut agar bisa mempersiapkan diri. Nessa pun termasuk dalam tim tersebut. Sejak selesai rapat tersebut, semua karyawan sibuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
Hari ini pun berlalu seperti biasanya dengan rutinitas yang ada. Sama halnya dengan yang lain Nessa pun tetap dengan rutinitasnya. Setelah jam kerja selesai, Nessa langsung bergegas untuk pulang.
Keesokan harinya...
Hari ini adalah hari yang penting untuk penentuan proyek tersebut. Semua kepala bagian dan pimpinan Klinik tersebut akan melakukan rapat terakhir untuk keputusan pelaksanaan proyek tersebut. Ibu Dira selaku Pimpinan Klinik akan mempresentasikan proses pelaksanaan proyek tersebut dan tim yang akan mengerjakannya.
Bu Dira dan semua bagian yang terlibat dalam rapat tersebut sudah berada di ruang rapat menunggu kehadiran Direktur dari perusahaan tambang tersebut.
Selang beberapa saat, datangnya Direktur perusahaan tambang tersebut beserta anggotanya.
Setelah menyambut kedatangan sang Direktur, Bu Dira langsung memulai presentasinya.
Ibu Dira memberikan nama anggota tim yang akan melaksanakan proyek tersebut beserta fotonya masing-masing. Sampailah pada satu foto yang tidak asing bagi sang Direktur. Pemilik foto itu adalah Vanessa Sheehan. Melihat foto dan nama pemiliknya sang Directur langsung tersenyum penuh arti. Proses presentasi berjalan dengan lancar dan sampailah pada keputusan terakhir.
Direktur perusahaan tambang tersebut kemudian berdiri dan mulai berbicara.
"Setelah mendengarkan presentasi dari Bu Dira, saya merasa sangat puas dan tertarik untuk bekerja sama. Saya percaya Klinik ini akan memberikan layanan terbaiknya untuk kami, betulkan ibu?" ucap sang Direktur kepada Bu Dira
"Betul Pak, kami akan memberikan layanan terbaik kami untuk perusahaan bapak" jawab Bu Dira
"Saya rasa rapat kita siang ini cukup sampai disini, untuk kesepakatan lebih lanjut, saya akan membicarakannya langsung dengan Bu Dira karena ada beberapa persyaratan yang harus saya ajukan ke Bu Dira terlebih dahulu. Apabila syarat yang saya minta tersebut bisa terpenuhi maka minggu depan kita akan mulai proyek ini" ucap sang Direktur
Bu Dira pun langsung menutup rapat dan mengajak Direktur tersebut menuju ke ruangannya untuk pembahasan lebih lanjut. Sesampainya di ruangan Direktur tersebut memberikan syarat apa saja yang harus dipenuhi ke Ibu Dira.
"Oke baik Pak, saya akan coba usahakan dulu ya" ucap Bu Dira sambil menelpon assistennya.
"La, bisa minta tolong panggilkan Nessa ke ruangan saya ya" ucap Bu Dira ke assistennya.
"Bapak mohon menunggu sebentar ya" ucap Bu Dira ke Direktur tersebut
Sabg Direktur hanya menganggukkan kepala tanda setuju