Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
13. Lokasi


Tanpa Nessa sadari, mereka sudah sampai. Mobil yang ditumpangi Nessa berhenti di sebuah aula yang cukup besar.


"Turun" kata Nara


"Apa? Kenapa aku mesti turun?" tanya Nessa bingung


"Turun" Nara tidak menjawab pertanyaan Nessa


Tiba-tiba pintu mobil dibuka


"Nona Nessa, kita sudah sampai. Nona turun disini ya" kata Raefal sopan


Nessa langsung menatap Nara dengan tatapan marah


"Tinggal ngomong sudah sampai aja, apa susahnya sih" gerutu Nessa sambil turun dari mobil tanpa memperdulikan Nara.


Setelah Nessa turun, mobil Nara langsung bergerak meninggalkan Nessa.


"Nania" teriak Nessa sambil melambaikan tangannya


"Nessa, ayok sini" sahut Nania


Nessa kemudian bergabung dengan Nania dan anggota tim yang lain.


"Gimana rasanya naik mobil berduaan aja sama bos besar perusahaan ini?" goda Nania


"Mending jalan kaki aku tuh, daripada berduaan sama manusia gak jelas begitu" jawab Nessa


"Awas jatuh cinta benaran loh kalo ngomong gitu" sambung Nania


"Amit amit deh" balas Nessa geli


Nania hanya tertawa melihat tingkah Nessa.


Semua tamu yang baru sampai di tempat ini, dikumpulkan di aula untuk diberikan pengarahan tentang aturan aturan yang ada di lokasi ini sekaligus membagikan kunci kamar untuk mereka masing-masing. Setelah selesai pengarahan, mereka diantar oleh karyawan perusahaan itu menuju kamar masing masing. Saat tiba di sebuah penginapan, karyawan tersebut berhenti.


"Mohon perhatiannya, bagi nama nama yang saya sebutkan langsung masuk dan menuju ke kamar masing masing sesuai nomor yang ada di kunci anda masing masing" kata si karyawan itu


Semua nama sudah dipanggil, tinggal Nessa sendiri yang belum mendapatkan kamar.


"Mas, kok nama saya belum dipanggil?" tanya Nessa


"Vanessa" jawab Nessa cepat


"Maaf mba Vanessa. Mari ikuti saya" jawab si karyawan


"Kenapa kamar saya terpisah dari teman teman saya ya?" tanya Nessa penasaran


"Maaf mba Vanessa, kalau itu saya kurang tau. Saya hanya ditugaskan untuk mengantar saja" jawab karyawan tersebut


Nessa pun hanya diam tidak bertanya tanya lagi sambil terus mengikuti si karyawan tadi.


"Mba Vanessa, kamar mba ada di dalam penginapan ini. Silahkan masuk mba" ujar si karyawan


"Makasih mas" ucap Nessa dengan senyum sambil mengangkat barang barangnya masuk ke dalam.


Baru beberapa labgkah berjalan, Nessa di kagetkan oleh sebuah suara


"Kok baru nyampe?"


Seperti suara itu tidak asing di telinga Nessa


"Nara?" kaget Nessa


"Ngapain kamu disini? Atau jangan jangan kamu sengaja ya biar aku dekat terus sama kamu?" tanya Nessa penuh selidik


Nara yang sudah bangun dari duduknya segera berjalan menuju Nessa. Semakin dekat dan semakin dekat. Saat Nara semakin dekat dengannya. Nessa mundur perlahan lahan dan sialnya di belakang Nessa adalah tembok. Sekarang posisi Nessa terkunci diantara kedua lengan Nara. Nessa tak bisa bergerak kemana mana.


Wajah Nara semakin mendekat ke Nessa


"Kamu masih punya utang sama aku. Dan kamu akan membayarnya disini." ucap Nara sambil sedikit berbisik di telinga Nessa.


Nessa mencoba mendorong tubuh Nara, tapi sayang tenaga Nessa tidak cukup kuat.


Nara hanya tertawa melihat Nessa yang ketakutan.


"Aku minta maaf kalau ada salah sama kamu. Maafin ya" pinta Nessa sambil mengatupkan kedua tangannya sebagai tanda permintaan maaf.


"Ow tidak bisa seperti itu. Tunggu aja sampai waktu yang tepat dan kamu harus membayar semuanya" ucap Nara sambil berlalu pergi.


Melihat Nara yang sudah pergi, Nessa buru buru berlari ke kamarnya. Sesampainya di kamar, Nessa mengunci semua pintu dan membersihkan badannya kemudian beristirahat.