Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
12. Perjalanan


Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya tim Nessa pun dipanggil untuk naik pesawat. Setelah mencari nomor kursi miliknya, Nessa terkejut karena yang akan duduk bersamanya adalah Nara. Tapi Nessa tidak menghiraukannya. Setelah memasukan barang-barangnya di bagasi kabin, Nessa langsung memasang earphone dan mendengarkan musik tanpa mempedulikan Nara.


Waktu yang akan ditempuh tim Nessa sekitar 50 menit. Baru beberapa menit lepas landas, Nessa sudah mulai memejamkan mata sambil menikmati alunan lagu yang didengarkannya. Sesaat kemudian Nessa sudah terlelap dan tanpa sadar kepala Nessa sudah bersandar di bahu Nara. Nara membiarkan Nessa tertidur di bahunya. Tiba-tiba muncul ide iseng Nara. Dia mengambil foto selfie dengan Nessa yang tertidur di bahunya. Setelah melihat hasil fotonya, Nara hanya tersenyum.


Setelah 50 menit melayang-layang di udara, tibalah waktu untuk mendarat.


Nara kemudian membangunkan Nessa yang masih tertidur.


"Woii.. bangun woi" panggil Nara sambil mengguncang badan Nessa


Nessa yang mulai merasa risih akhirnya terbangun dan menyadari kalau dirinya sedang tertidur di bahu Nara


"Maaf.. maaf.." kata Nessa


"Kamu pikir bahu saya ini bantal buat kamu gidur hah?" tanya Nara dengan sinis


"Iya maaf.. Kan gak sengaja" jawab Nessa


"Udah dia yang salah, nyolot lagi" sahut Nara sambil berjalan meninggalkan Nessa


Setelah semua tim sudah berkumpul dan mengambil barang bawaannya, kini mereka sedang menunggu jemputan untuk menuju ke tambang emas tersebut.


Tidak lama kemudian, sebuah bis besar datang untuk menjemput mereka beserta beberapa karyawan tambang yang kebetulan juga batu pulang dari cuti kerja.


Nessa membiarkan semua timnya naik terlebih dahulu karena Nessa paling tidak suka berdesak desakan. Setelah semua sudah diatas ke bis, barulah Nessa naik. Setelah berada di atas bis ternyata semua kursi sudah terisi, tidak ada yang kosong. Nessa bingung harus gimana.


Tiba-tiba muncuk Raefal,


"Nona Nessa, bisa ikut saya sebentar?" tanya Raefal


"Iya Pak. Maaf sebelumnya, bapak siapa ya?" tanya Nessa


"Saya Raefal, salah satu karyawan di perusahaan tambang ini" jawab Raefal


"Ow iya Pak, tapi saya mau diajak kemana?" tanya Nessa bingung


Nessa melihat sekelilingnya dan memang semua kursi sudah terisi.


"Nessa, kamu mau kemana" panggil Nania saat melihat Nessa hendak turun dari bis


"Nyari tumpangan lain" jawab Nessa bercanda


"Sini duduknya sama aku aja, biar dempet dempetan gak apa apa" ajak Nania karena khawatir dengan Nessa


"Gak usah. Aman ko. Kamu jangan khawatir. Kita ketemu langsung di lokasi ya" pamit Nessa dan segera turun dan berjalan mengikuti Raefal.


Tiba-tiba Raefal berhenti di sebuah mobil yang cukup mewah dan mempersilahkan Nessa masuk.


"Silahkan Nona" ucap Raefal dengan sopan sambil membukakan pintu mobil


"Kok saya naik mobil ini?" tanya Nessa bingung


"Naik aja. Gak usah banyak tanya" terdengar suara dari dalam mobil


Nessa pun mengintip ke dalam mobil untuk memastikan pemilik suara tersebut. Dan benar saja Nara yang sudah berada dalam mobil itu.


"Kamu lagi kamu lagi. Kenapa sih harus ada kamu di hidup aku?" protes Nessa


"Jangan banyak bicara. Naik atau kamu ditinggal disini" ancam Nara


Nessa yang takut ditinggal sendirian akhirnya terpaksa Naik mobil tersebut.


Sepanjang jalan Nessa cukup terpukau dengan keindahan alamnya. Di sisi kiri terlihat hamparan laut yang luas sedangkan di sisi kanan terpampang tebing yang menjulang dengan corakan yang unik.


Nessa sangat terpukau dengan keindahannya. Sesekali Nessa mengambil gambar pemandanagn indah itu dengan kamera ponselnya.


Nara hanya memperhatikan semua yang dilakuka Nessa tanpa mengatakan apapun.