Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
19. Kesiangan


Nessa yang sudah berada di kamarnya hanya bisa menangis. Dia memikirkan kenapa nasibnya jadi seperti ini.


"Tuhan, kenapa hidupku seperti ini? Aku tau memang rencanaMu selalu indah pada waktunya, tapi kenapa harus seperti ini?" protes Nessa pada Tuhan


"Kalau memang ini semua sudah menjadi kehendakMu, makanya aku hany bisa memasrahkan semuanya kepadaMu" lanjut Nessa


Air mata Nessa terus membanjiri pipi Nessa hingga akhirnya Nessa tertidur dalam tangisnya.


Sementara itu, Nara yang berada di kamarnya merasa puas dan bahagia. Entahlah puas dan bahagia karena apa. Tapi yang pasti saat ini perasaan itu yang sedang dirasakannya. Sambil membaringkan badannya di kasur, Nara terlihat tersenyum sendiri memandang langit langit kamar itu. Entah apa yang sedang ada dalam pikirannya sehingga membuatnya seperti itu.


Matahari pagi sudah mulai menampakkan sinar cantiknya. Nessa masih tetap berada dalam selimut dengan mata yang terpejam. Saat sinar matahari mulai menyentuh wajahnya, Nessa hanya menggeliat setelah itu tertidur lagi.


Tiba tiba Nessa langsung tersadar dari tidurnya dan mencari ponselnya.


"Apa? Sudah jam 08.15!" Nessa terkejut melihat jam yang tertera di ponselnya


Dengan segera Nessa menghubungi Nania


Tut..tut..tut..


"Halo Ness" terdengar suara Nania


"Nan, kalian semua dimana? Aku kesiangan. Kenapa gak ada yang bangunin aku sih? Kalian kok jahat gitu sama aku" rentetan pertanyaan langsung tertuju pada Nania


"Ness,, tenang dulu" jawab Nania


" Aku sama teman teman sekarang sudah di ruang tunggu bandara" lanjut Nania


"Apa? Kalian sudah di bandara? Terus nasibku gimana ?" Nessa makin panik


"Nessa dengarin dulu" Nania mencoba menenangkan Nessa


"Kamu nanti pulangnya bareng Pak Nara" lanjut Nania


"Apa? Bareng Nara? Gila kali kamu" protes Nessa


"Terus kamu maunya gimana? Mau pake apa kamu kesini? Jalan? atau lari?" tanya Nania


"Lagian waktunya juga gak bakalan cukup untuk nyampe sini tepat waktu" lanjut Nania


"Tapi Nan, aku kan..." Nessa belum selesai bicara sudah dipotong sama Nania


"Ness, udah dulu ya.. Kamu nanti bareng Pak Nara aja. Kita sudah dipanggil untuk naik pesawat nih. Bye Nessa, jaga diri ya" pamit Nania


"Akhhh... Sial" Nessa berteriak sendiri dalam kamar.


Nessa kemudia segera keluar mencari Nara di kamarnya.


Nessa menggedor pintu kamar Nara dengan keras.


"Gak ada sopan santunnya ya kamu" tiba tiba Nara membuka pintu dan marah ke Nessa


"Bisa kan ketok pintunya pelan pelan" lanjut Nara


"Gak bisa!" jawab Nessa


"Kenapa aku harus pulang bareng kamu?" tanya Nessa


"Maksudnya?" Nara pura pura bertanya


"Gak usah pura pura deh. Kenapa tadi Nania nyuruh aku pulang bareng kamu. Kamu habis ngomong apa ke Nania? tanya Nessa penuh selidik


"Jangan jangan kamu sudah bicara yang tidak tidak ke Nania" lanjut Nessa


"Atau kamu memang sengaja mau berduaan sama aku" Nessa menebak nebak


Nara hanya memperhatikan Nessa yang terus berbicara tanpa jeda


"Kamu kok diam aja? Jawab dong pertanyaan aku. Atau sekarang kamu jadi bisu gak bisa ngomong?" Nessa terus bertanya


Nara tiba tiba langsung menarik Nessa ke dalam kamarnya.


Nessa yang ditarik tiba tiba langsung jatugh ke dalam pelukan Nara.


Nessa terkejut dengan tindakan Nara kemudian mencoba mendorong tubuh Nara.


Nara hanya memberikan sedikit jarak antara dirinya dan Nessa.


"Gimana aku mau jawab kalau bibir kamu itu terus berbicara tanpa jeda" jawab Nara sedikit menggoda Nessa


"Kalau diperhatikan ganteng juga kamu. Udah putih, tinggi, hidung yang mancung, harum pula. Orang kaya lagi. Sepertinya sangat sempurna. Pasti banyak perempuan yang mengeja ngejar kamu kan?"_ Nessa berbicara dalam hatinya


"Jangan mandangin aku terus sampai segitunya, awas jatuh cinta loh" Nara mengagetkan Nessa.


Nessa secara refleks langsung memalingkan pandangannya. Nara yang senang dengan tingkah Nessa semakin menggodanya. Nara mengembalikan posisi wajah Nessa untuk tetap berhadapan dengannya


"Kenapa liatnya kesana? Kan yang bicara sama kamu tuh aku. Gak sopan loh gak liat mata orang yang lagi bicara sama kamu" Nara menggoda Nessa


Nessa yang awalnya begitu cerewet sekarang menjadi salah tingkah.


"Kok sekarang jadi kamu yang diam?" tanya Nara sambil menahan senyum


"Dilihat lihat lucu juga dia kalau lagi salah tingkah gini"_gumam Nara dalam hati


" Gimana? Masih mau dengar jawaban dari pertanyaan pertanyaan kamu tadi atau masih betah dekat dekat sama aku? tanya Nara


Spontan Nessa langsung mundur beberapa langkah.


"Aww.." Nessa menyeringai sambil memegang kepalanya yang kepentok pintu kamar Nara


"Makanya kalau mundur itu liat liat dulu. Kepentok kan jadinya" omel Nara


"Bukannya ditolongin malah diomelin" gumam Nessa pelan


"Apa" tanya Nara


"Bukan apa apa" jawab Nessa


"Jadi?" tanya Nessa


"Jadi apanya?" Nara balik bertanya


"Kenapa aku harus pulang sama kamu?" tanya Nessa


Nara kemudian menceritakan kenapa sampai Nessa ditinggal teman temannya.


Sebenarnya Nania sudah berniat membangunkan Nessa, tapi saat akan ke kamar Nessa dia bertemu Nara. Nara yang melihat Nania berjalan menuju kamar Nessa akhirnya memanggil Nania dan bertanya. Setelah Nania menjawab semua pertanyaan Nara, Nania di suruh Nara kembali ke kamarnya, karena Nessa akan pulang bareng Nara.


Setelah mendengar jawaban Nara


"Tuh kan, kamu sengaja biar bisa pulang bareng aku" protes Nessa


"Terus tiketku gimana? Kan punyaku dibeli buat berangkat bareng yang lain. Gak mungkin kan aku pulangnya berenang. Iya kalau nyampe, yang ada jadi penghuni lautan" Nessa bicara sama dirinua sendiri


"Semuanya sudah di urus. Kamu tenang aja" Nara memberi jawaban tanpa diminta Nessa


"Harga tiketnya kan mahal. Sayang banget kalau hangus gitu aja" sesal Nessa tanpa menggubris perkataan Nara


"Ini semua gara gara kamu" Nessa menyalahkan Nara


"Daripada beli tiket lagi kan uangnya bisa dipake buat yang lain" Nessa mulai mengeluarkan jurus ekonominya


"Cuman tiket mah gak apa apa" jawab Nara santai


"Buat kamu mah gak apa apa. Buat aku uang itu bisa aku pake belanja sepuasnya" protes Nessa


Nara tidak mempedulikan ocehan Nessa.


"Mending kamu siap siap sana. 20 menit lagi kita berangkat ke bandara" kata Nara


Nessa yang masih kesal dengan kelakuan Nara pun berniat kembali ke kamarnya.


Baru berjalan beberapa langkah saja, tiba tiba Nessa terjatuh karena kesandung sandal Nara yang dibiarin sembarangan.


"Aww..." teriak Nessa


Nara yang mendengar suara Nessa jatuh tiba tiba berlari menuju Nessa.


"Kamu gak apa apa?" tanya Nara


"Menurut kamu?" jawab Nessa kesal


"Makanya kalau jalan tuh mata dipakai buat liat jgn disimpan aja" omel Nara


"Bodoh amat" Nessa yang kesakitan pun langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Nara sambil terus memegang pantatnya yang sakit.