
Dreett...dreett...dreett...
Bunyi handphone Nessa membagunkannya dari tidur.
"Hallo," jawab Nessa
"Caaaaa, kamu dimana? Kamu gak lupa kan sama janji kamu?" Emira memberikan rentetan pertanyaan
"Em, bisa gak sih gak pake teriak teriak. Bisa ancur ni gendang telinga ku" protes Nessa
"Iya. aku gak lupa kok. Sebentar lagi aku kesitu" lanjut Nessa
"Gak usah ke rumahku, kita ketemuan langsung aja disana" balas Emira
"Ya udah kalo gitu, bye" ucap Nessa langsung mematikan telponnya
Nessa dan Emira sudah janjian akan bertemu di salah satu pusat perbelanjaan.
Setelah selesai bersiap siap, Nessa langsung menuju ke tempat janjian, saat di perjalanan Nessa sudah mengirim pesan ke Emira.
Nessa sudah sampai dahulu di tempat tersebut, tapi belum ada tanda tanda kemunculan Emira, jadi Nessa memutuskan untuk berkeliling terlebih dahulu. Dan pada akhirnya dia berhenti di area food court untuk membeli minum dan beristirahat sambil menunggu Emira yang entah kemana sampai sampai belum muncul juga.
Setelah mendapatkan minumnya, Nessa langsung duduk di salah satu kursi kosong yang ada disekitar situ, tiba tiba terdengar keributan dari area di dekat tempat Nessa duduk. Karena penasaran Nessa pun langsung berjalan menuju ke tempat tersebut.
"Kamu pikir hanya dengan meminta maaf semuanya akan selesai begitu saja hah?" bentak seorang laki-laki pada pelayan di food court tersebut.
"Maaf Pak, saya tidak bermaksud untuk meracuni bapak, mungkin sedikit ada kesalahan dari kami tadi Pak, sekali lagi maaf Pak" jawab si pelayan tersebut dengan suara yang menahan tangis
"Kamu pikir saya ini siapa hah??" suara si pria itu semakin marah
"Maaf Pak sebelumnya. Kalau bisa lebih baik dibicarakannya pelan pelan aja jangan dibentak bentak seperti itu. Kan gak enak jadi bahan tontonan orang" tiba tiba Nessa langsung datang dan mencoba menenangkan pria tersebut.
"Kamu siapa berani beraninya ikut campur?" tanya pria tersebut
"Saya bukan siapa siapa Pak, saya hanya tidak suka melihat orang lain diperlakukan seperti ini. Kalau cuma masalah makanannya yang salah atau rasanya yang aneh kan gak perlu teriak teriak juga" jawab Nessa
" Tinggal minta dibuatkan yang baru atau ganti menu aja kan bisa. Lagian mbaknya juga kan sudah minta maaf, apa salahnya sih dimaafkan aja" lanjut Nessa
"Ini bukan urusan kamu, saya mau minta pertanggung jawabannya" jawab pria itu sambil menunjuk ke arah si pelayan
"Ya sudah kalau begitu, makanan ini gak usah bapak bayar. Biar saya yang bayar jadi bapak tidak perlu memakannya lagi" jawab Nessa
"Gak susah kan kalo gitu. Biar sama sama enak" lanjut Nessa
"Mbak, mbak masuk aja ya sekarang, nanti makanannya saya yang bayar. Mbak gak usah takut" Nessa meminta si pelayan untuk kembali bekerja
"Dan kamu, saya tidak harus tau siapa kamu" jawab Nessa santai
Pria tersebut semakin marah, dan kali ini marahnya bukan karena pelayan tadi tetapi karena jawaban Nessa.
Disaat pria tersebut dan Nessa sedang berdebat, tiba tiba datanglah Emira dan langsung menarik Nessa.
"Lepasin dulu, aku belum selesai bicara sama orang itu" protes Nessa pada Emira
"Ca, aku saranin lebih baik kamu minta maaf deh sama orang itu" pinta Emira
"Gila aja, dia yang gak jelas gitu kok aku yang harus minta maaf" tolak Nessa
"Ya udah, aku yang wakilin aja deh" jawab Emira
"Eeee gak gak. Kamu gak perlu wakilin aku buat minta maaf ke dia karena aku gak salah" jawab Nessa.
"Lebih baik kita pergi aja dari sini" ajak Nessa dan langsung menari Emira untuk meninggalkan pria tersebut
Pria tersebut hanya bisa melihat Nessa dengan tatapan penuh amarah
Setelah berjalan cukup jauh dri kerumunan orang-orang tadi, Emira langsung menahan Nessa
"Berhenti Ca! Kamu tau gak siapa orang tadi?" tanya Emira
" Mana ku tau Emm, ketemu aja baru tadi" jawab Nessa
"Ya Tuhann Vanessa Sheehan, kamu tu hidup dimana sih sebenarnya?? Hah?" tanya Emira sambil menggeleng gelengkan kepala
"Menurut kamu??" Nessa kembali bertanya
" Ca.. itu anak orang yang paling berpengaruh di kota ini, ngerti gak sih kamu?" Emi kembali bertanya
"Bodoh amat, mau anak siapa juga kalo kelakuan kayak gitu ya salah dong, jangan dibenarkan. Yang ada nanti besar kepala" jawab Nessa
"Udah ah, yuk jalan. Katanya mau belanja" ajak Nessa
Emira pun akhirnya hanya mengikuti saja kemauan Nessa.