Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
31. Balas Dendam


Nessa yang baru saja selesai tidak melihat sosok Nara dalam kamar tersebut.


Setelah memakai baju, mengeringkan rambutnya dan memakai lipbalm, Nessa segera keluar kamar mencari Nara.


Saat turun dari tangga, Nessa mendengar suara ramai di halaman belakang rumah. Nessa segera menuju kesana. Ternyata Nara sedang bersenang senang dengan teman temannya, mereka sedang berpesta sendiri di halaman belakang tersebut.


Melihat hal tersebut, Nessa berjalan kembali menuju kamarnya. Baru saja berjalan selangkah, Nessa mendengat suara seorang perempuan yang tidak asing baginya. Nessa kembali membalikan badannya untuk memastikan suara tersebut. Dan benar saja Bella berada di sana dan duduk tepat di samping Nara.


Bella baru mengetahui bahwa Nara sudah menikah dengan Nessa. Bella benar benar murka saat tau hal tetsebut. Namun bukan namanya Bella kalau cepat putus asa. Dia tidak akan membiarkan Nara begitu saja. Bella yang sudah dalam kondisi mabuk mulai menggoda Nara. Bella mulai memeluk Nara dan mencium cium wajah Nara. Nara membiarkan Bella melakukannya. Begitu juga teman teman Nara yang berada disitu. Mereka sudah tahu kalau Bella sangat tergila gila dengan Nara. Dan mereka juga tau Bella akan melakukan apapun untuk mendapatkan Nara.


Nessa yang melihat kejadian itu tiba tiba merasakan sakit yang luar biasa. Bukan sakit badan tetapi.lebih ke perasaan. Perasaan Nessa terluka melihat hal tersebut. Nessa pun berlari kembali ke kamar. Disana dia menangis sejadi jadinya. Rasanya sangat menyakitkan melihat Nara bersama perempuan lain.


Sementara Nara masih bersenang dengan teman temannya.


Waktu sudah menunjukan pkl. 20.00, teman teman Nara baru saja pulang begitu juga dengan Bella.


Nara segera menuju ke kamarnya dalam kondisi mabuk karena banyak minum bersama teman temannya. Saat memasuki kamar, Nara heran karena kamar tersebut sangat gelap. Lampu kamar tidak dinyalakan. Nara pun segera mencari tombol lampu dan menyalakannya, namum Nessa tidak berada di dalam situ. Nara mencari ke sekeliling ruangan tapi Nessa tetap tidak ada. Hingga akhirnya mata terhenti saat melihat seseorang sedang duduk di balkon. Nara segera menuju balkon untuk memastikan kalau itu Nessa. Dan telat seperti perkiraan Nara, Nessa sedang duduk sambil menangis.


"Kamu kenapa?" tanya Nara


"Maksud kamu apa tadi? Dekat dekat sama Bella. Kamu sekarang sudah punya istri" jawab Nessa sambil terisak


Nara hanya tertawa mendengar pertanyaan Nessa.


"Apa yang kamu harapkan dari pernikahan ini?" lanjut Nara sambil memegang dagu Nessa dan menatapnya


Belum sempat Nessa menjawab Nara sudah melanjutkan ucapannya


"Asal kamu tau aja, aku menikahi kamu cuma karena mau membalaskan dendamku karena sudah kamu permalukan waktu itu di mall. Dan sekarang sudah terlaksana" lanjut Nara sambil tertawa


Nessa kaget mendengar pengakuan Nara. Sakit di hatinya semakin terasa semakin dalam.


"Maksud kamu pernikahan ini hanyalah sebuah balas dendam?" tanya Nessa tidak percaya


Nara hanya tertawa mendengar pertanyaan Nessa


"Aku rela terima semua balas dendam kamu, tapi bukan dengan cara seperti ini." ucap Nessa sambil menangis


"Pernikahan itu suci dan hanya sekali seumur hidup. Kamu rela menghancurkannya hanya karena sebuah dendam?" lanjut Nessa


"Apa yang ada di pikiran kamu? Semua permintaanmu aku ikuti. Tak ada satupin yang aku lewatkan. Tapi kenapa jadinya seperti ini?" tanya Nessa.


Nara tidak menghiraukan perkataan Nessa, dia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Nessa hanya bisa menangis.