
Tok..tok..tok..
Terdengar ketukan dari pintu ruangan Bu Dira.
"Iya silahkan masuk" sahut Bu Dira
"Permisi Bu, apakah Ibu memanggil saya?" tanya Nessa
Nessa belum menyadari ada orang lain di ruangan Bu Dira. Sedangkan sang Direktur sudah memperhatikan Nessa dengan tatapan penuh arti.
"Iya Nessa, ada yang mau saya bicarakan" kata Bu Dira
"Mari ikuti saya" lanjut Bu Dira
Nessa mengikuti langkah Bu Dira.
"Nessa, kenalkan ini Pak Narasimba Rawindra Gautama, pemilik perusahaan tambang emas yang akan memberikan kita proyek" ucap Bu Dira
Nessa begitu terkejut saat melihat orang yang ada di depannya. Saking terkejutnya sampai Nessa tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Ehemmm" Bu Dira berdehem sehingga membuat Nessa tersadar
"Selamat siang Pak, saya Nessa, salah satu karyawan disini" ucap Nessa
" Nessa, Ibu tidak akan berlama lama ya, langsung ke intinya saja ya" ucap Bu Dira
"Pak Nara ini akan menandatangani kerjasama kita apabila syarat-syarat yang diberikannya bisa kita penuhi," lanjut Bu Dira
Nessa belum merespon apapun atas ucapan Bu Dira.
"Syarat yang diberikan Pak Nara tidak terlalu sulit, cuma ada 1 permintaannya yang ibu sendiri bingung untuk mengambil keputusan" kata Bu Dira
"Syarat apa itu Bu" tanya Nessa akhirnya
"Pak Nara mau kamu menemaninya makan malam, hari ini" ucap Bu Dira dengan ragu-ragu
"Apa Bu?" ucap Nessa kaget.
"Syarat macam apa itu?" lanjut Nessa
"Maaf Nessa, ibu tidak bisa berbuat apa-apa, itu permintaan dari Pak Nara. Tapi kalau Nessa keberatan ibu tidak akan meneruskan kerjasama ini" lanjut Bu Dira
Nessa masih terdiam belum memberikan jawaban apapun.
"Bu Dira, bisa berikan waktu sebentar untuk saya berbicara dengan Nona Nessa?" tanya Nara
"Ow bisa Pak. Silahkan, saya tinggal sebentar" jawab Bi Dira
"Nona Vanessa Sheehan" ucap Nara membuka pembicaraan
"Sebenarnya apa yang Bapak inginkan? Syarat yang anda ajukan sangatlah tidak masuk akal." akhirnya Nessa pun mulai berbicara
"Apanya yang tidak masuk akal?" Nara kembali bertanya
" Kalau hanya mau makan malam kenapa harus masuk ke dalam syarat proyek ini? Tidak ada hubungannya antara proyek ini dan makan malam" jawab Nessa
" Proyek ini akan segera berjalan jika kamu menyetujui syarat itu" sambung Nara
"Atau kamu ingin Klinik ini segera tutup?" lanjut Nara dengan senyum kemenangan sambil berjalan menuju Nessa.
Saat tepat berada di samping Nessa, Nara sedikit berbisik,
"Pikirkan baik-baik atau kamu akan menyesal, saya tunggu jawaban kamu 1 jam dari sekarang"
"Saya tidak akan mau makan malam berdua dengan anda" tegas Nessa
" Ini kartu nama saya, hubungi saya jika kamu berubah pikiran" lanjut Nara sambil menyodorkan kartu namanya pada Nessa
Sepeninggalan Nara, Nessa langsung terduduk lemas. Hatinya bingung. Apa yang harus ia lakukan.
Disaat sedang bingung seperti ini, Bu Dira masuk dan menemuinya.
"Nessa, ibu tidak mau memaksa kamu untuk melakukan ini. Kalau kamu keberatan kita bisa membatalkan kerja sama ini. Kita bisa cari lagi di tempat lain" hibur Bu Dira
"Bu, apa maksudnya kalau saya menolak makan Klinik ini akan tutup?" tanya Nessa
"Maaf Nessa, 75% saham Klinik kita sudah dibeli Pak Nara pagi tadi. Apabila kita menolak permintaannya maka beliau akan menutup Klinik ini Ness" jelas Bu Dira
"Berapa banyak karyawan tambangnya yang akan di periksa Bu?" Nessa kembali bertanya
"Jumlahnya banyak sekali, bisa untuk memenuhi kebutuhan kita sampai akhir tabun ,Ness" jawab Bu Dira