
Nessa yang masih berteriak tiba tiba terdiam saat menyadari dirinya sudah berada dalam kamar Nara.
" Kamu mau ngapain?" tanya Nessa sambil mencoba bergerak menjauhi Nara
Belum juga melangkah untuk menjauh, Nara sudah menariknya kembali.
"Menurut kamu?" tanya Nara berbisik di telinga Nessa sambil menarik Nessa semakin mendekat.
"Kamu gak akan melakukan apa apa kan?" tanya Nessa mulai was was tapi suaranya tetap dibuat setenang mungkin
"Kita lihat aja, apa yang bakalan terjadi" ucap Nara
" Nara, plis biarin aku kembali ke kamar ku" Nessa mulai memohon ke Nara dan mulai bergerak mundur
"Kamu kira akan semudah itu buat kembali ke kamarmu hah?" kata Nara dengan senyuman yang tak bisa diartikan
"Aku mohon Nara, plis lepasin aku" pinta Nessa
Tanpa terasa badan Nessa sudah tertahan tembok dibelakangnya. Nara yang sedari tadi terus bergerak maju ke arahnya kini sudah berada tepat di depan Nessa. Nessa sudah tidak bisa bergerak lagi
"Aku mohon Nara" pinta Nessa sambil mengatupkan kedua tangannya
Tubuh Nara semakin menekan Nessa ke tembok tanpa mempedulikan Nessa yang masih memohon mohon kepadanya. Nessa yang merasa semakin terjepit mencoba mendorong tubuh Nara, tapi tak sedikit pun badan Nara bergeser.
Nessa yang masih terus memohon tiba tiba terdiam tak bisa berkata kata karena bibirnya sudah menyatu dengan bibir Nara.
Nessa yang masih terkejut dengan ciuman Nara yang tiba tiba tidak bisa berbuat apa apa. Saking terkejutnya, Nessa mematung tak begerak sama sekali. Nara yang merasakan Nessa tidak marah ataupun meresponnya tiba tiba mengigit bibir Nessa. Nessa langsung tersadar dari keterkejutannya. Belum sempat melepaskan bibirnya, Nara sudah semakin menggila menikmati bibir Nessa.
"Gak ada yang boleh menyentuh kamu selain aku." bisik Nara di telinga Nessa
Butiran kristal bening Nessa pun langsung mengalir dalam diam di pipi Nessa
"Kalo sampai ada yang berani menyentuh kamu seujung jaripun maka kamu akan mendapat hukuman yang lebih dari ini" ancam Nara sambil bergerak mundur memberikan ruang bagi Nessa
Plaakk...
Sebuah tamparan langsung mendarat dengan sempurna di pipi Nara
"Kamu hanya akan jadi milik aku karena sekarang kamu sudah menjadi calon Nyonya Nara" ucap Nara
"Itu gak bakal terjadi. Sama sekali gak akan pernah terjadi" bantah Nessa
"Kamu sendiri kan yang minta untuk dinikahin" lanjut Nara
"Ya. tapi waktu itu aku hanya bercanda" protes Nessa
" Maaf sayang, tapi semua persiapan sudah dilakukan" ujar Nara sambil membelai pipi Nessa
Nessa menepis tangan Nara.
"Nara, plis bilang kalau kamu hanya bercanda" mohon Nessa
"Dalam hidup aku gak pernah ada yang namanya bercanda" jawab Nara
"Bersiaplah menjadi istri yang baik" lanjut Nara
"Aku bakalan lakuin apa saja asal kamu mau batalin rencana pernikahan ini" pinta Nessa
"Kamu yakin dengan ucapanmu?" tanya Nara
"Iya" jawab Nessa cepat
" Apapun itu permintaanku?" Nara kembali bertanya
"I..iyyaa.." jawab Nessa mulai ragu
Nara membisikan sesuatu di telinga Nessa
"Ya gak mungkinlah aku melakukan itu. Aku hanya mau melakukannya setelah aku menikah" protes Nessa
"Kalau gitu kamu gak ounya pilihan lain selain menikah dengan aku" lanjut Nara
Nessa hanya diam tidak berkata apa apa kemudian berlalu meninggalkan Nara