
Malam pun akhirnya datang, setelah Nessa dan kawan kawan menyelesaikan pekerjaan mereka dari sore tadi. Nessa yang sudah cukup lelah segera menuju ke kamarnya untuk mandi dan mau beristirahat segera.
Saat berjalan menuju kamarnya, Nessa berpapasan dengan Nara. Nessa yang masih merasa kesal dengan kelakuan Nara siang tadi, tak menghiraukan keberadaan Nara. Hal ini membuat Nara sedikit terbakar emosi.
"Ok. Kamu lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan" ujar Nara dalam hati
Nessa sudah selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya terkejut karena tiba tiba lampu di kamarnya padam. Spontan Nessa berteriak minta tolong karena Nessa takut gelap.
Nara yang mendengar suara teriakan Nessa pun tertawa girang karena berhasil ngerjain Nessa. Setelah merasa puas, Nara kembali menghidupkan aliran listrik ke kamar Nessa dan kembali ke kamarnya.
"Siapa suruh berani melawan Nara. Sekarang rasain akibatya" gumam Nara sambil tersenyum
Baru beberapa menit Nara kembali ke kamarnya, tiba tiba semua aliran listrik di area tersebut mati. Nessa yang baru saja sedikit tenang akhirnya kembali berteriak minta tolong sambil menangis.
Mendengar suara tangisan Nessa, Nara spontan langsung berjalan menuju kamar Nessa.
"Nessa kamu gak apa apa?" tanya Nara
"Hiks..hiks.. Aku takut gelap Nara" kata Nessa sambil menangis
"Iya.. Kamu dimana?" tanya Nara sambil berusaha mencari Nessa dengan menggunakan cahaya dari ponselnya.
"Aku disini" kata Nessa masih dengan menangis
"Disini itu dimana Nessa?" Nara kembali bertanya
Namun Nessa tidak menjawab, hanya terdengar isakan tangisnya saja.
Tak lama kemudian Nara sudah menemukan Nessa meringkuk di pojokan tempat tidur sambil menangis.
Nara yang sudah melihat Nessa langsung berjalan menuju Nessa. Saat Nara sudah berada di samping Nessa, secara refleks Nessa langsung memeluk erat Nara karena takut. Nara yang mendapati Nessa memeluknya, cukup terkejut akan tapi berusaha disembunyikannya.
Nara kemudian mengutak atik ponselnya untuk menelpon seseorang
"Ada apa ini? Kok listriknya bisa padam?" tanya Nara
"Butuh waktu berapa lama untuk memperbaikinya?" lanjut Nara
"Mungkin sekitar beberapa jam Pak" jawab orang itu lagi
"Saya minta secepatnya dibenarin" perintah Nara dan langsung memutuskan telpon.
"Kamu istirahat gih" kata Nara ke Nessa
Nessa tidak menjawab, dia hanya menggeleng geleng tanda tak mau.
"Udah istirahat gih. Kamu pasti capek. Aku jagain disini" lanjut Nara
"Gak mau. Aku takut" balas Nessa sambil nangis. Pelukannya ke Nara makin dikencangin.
"Aku bisa mati sesak napas loh kalo kamu meluknya kencang kayak gitu" goda Nara
"Bodoh amat" balas Nessa
" Aku gak berani tidur gelap gelap" lanjut Nessa
"Ya udah, aku temanin ya" kata Nara sambil membaringkan Nessa di tempat tidur.
Nessa tetap memeluk Nara tak mau melepaskannya.
"Nessa, kalau kamu meluknya kayak gitu, jangan salahin aku kalau sampai terjadi apa apa. Aku laki laki normal loh" ujar Nara
Nessa tidak menggubris ucapan Nara, dia tetap memeluk Nara. Tanpa terasa Nessa akhirnya tertidur di pelukan Nara.
Nara kemudian menyelimuti tubuh Nessa agar tidak kedinginan sambil berusaha untuk tetap terjaga. Namun sayangnya, rasa kantuk Nara tifak tertahankan. Nara pun akhirnya tertidur juga dengan Nessa yang berada dalam pelukannya.
Keduanya tertidur pulas dan bergerak menuju alam mimpi.