Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
26. Bertemu Nessa


Nessa belum juga bisa tidur hingga larut malam.


Pikiran saat ini seperti tidak karuan. Banyak pertanyaan dan hal lainnya terus berputar putar di kepalanya. Hingga akhirnya Nessa baru bisa tertidur menjelang subuh.


Belum lama Nessa tertidur, alarm ponselnya sudah berbunyi untuk membangunkannya karena harus berangkat kerja seperti biasanya. Dengan badan yang masih lemas karena belum cukup tidur, Nessa berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap siap kerja. Nessa sudah kembali segar setelah mandi. Dia pun bersiap siap menuju tenpat kerjanya seperti biasa.


Di rumah Nara


"Selamat pagi Ma.. Pa.." sapa Nara pada kedua orang tuanya yang sudah menunggunya untuk sarapan


"Pagi" jawab Papa Nara


"Selamat pagi sayang" sahut mama Nara


" Ayo sarapan dulu" ajak mama Nara


Ketiga orang itu pun sarapan bersama.


"Nara, jangan lupa ya malam ini ajak pacar kamu makan malam disini" mama memulai pembicaraan


"Iya Ma" jawab Nara singkat


"Ingat jam 7 malam nanti" tegas sang mama


"Siap bos" jawab Nara


Setelah sarapan, Nara pamit pada orang tuanya untuk berangakt ke kantor.


Selama perjalanan menuju kantor Nara sudah berencana akan menemui Nessa langsung untuk memberitahi acara makan malam nanti.


Saat jam makan siang Nara langsung menuju ke tempet Nessa bekerja.


"Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu" sambut seorang customer service di tempat Nessa bekerja


"Saya mau bertemu Nessa" jawab Nara


"Kalau begitu bapak menunggu sebentar saya akan panggilkan Bu Nessa" ucap si customer service dengan ramah


"Saya gak mau menunggu disini, saya mau langsung ke ruangannya Nessa" jawab Nara


"Baik bapak, saya infokan dulu ke Bu Nessa ya" kata si CS


Nara mulai gak sabaran karena disuruh menunggu.


"Ew ada Pak Nara, selamat siang Pak" sapa Bu Dira


"Selamat siang Bu" balas Nara


"Ada yang bisa dibantu Pak" tanya Bu Dira


"Saya mau bertemu Nessa tapi disuruh menunggu disini" jawab Nara


"Mohon maaf Pak, mari saya antar ke ruangannya Nessa" ajak Bu Dira


Bu Dira dan Nara segera menuju ruangan kerja Nessa.


"Selamat siang Nessa" sapa Bu Dira


"Siang Bu" balas Nessa


" Ada yang mau bertemu kamu" kata Bu Dira


"Siapa Bu?" tanya Nessa penasaran


"Saya tinggal ya Pak" pamit Bu Dira


"Makasih Bu" ucap Nara


"Ada apa kamu kesini? Kan bisa WA atau telpon" kata Nessa


"Kalau calon suami datang itu ya diucapin salam dulu atau dicium dulu, jangan langsung dimarahin gitu" goda Nara


Nessa langsung cepat cepat menutup pintu ruangannya takut ada yang mendengar ucapan Nara


"Ngapain kamu kesini, kalau ada perlu atau ada yang mau dibicarakan biar aku aja yang temuin kamu" protes Nessa


"Suka suka akulah mau gimana. Perjanjiannya kan kamu harus ikutin semua kemauan aku bukan?" tanya Nara


"Iya.. Tapi ya jangan disini" bantah Nessa


"Kenapa? Kamu takut teman teman kamu tau kamu mau menikah sama aku?" tanya Nara


Nessa mengangguk pelan


"Dengarin aku baik baik. Aku gak peduli sama omongan teman teman kamu. Yang aku tau kamu harus nurut sama semua kemauan aku" tegas Nara


Nessa hanya terdiam tak berkata apa apa


"Kamu paham kan" tanya Nara


Nessa mengangguk pelan.


"Aku kesini cuma mau ngasih tau kamu, jam 7 malam nanti kita diajak mama ku makan malam di rumah" kata Nara


Nessa terkejut mendengar ucapan Nara


"Tapi aku.." belum juga Nessa selesai bicara sudah dipotong Nara


"Kamu gak bisa menolaknya" bisik Nara pelan di telinga Nessa


"Iya" jawab Nessa pelan tambah sedikit pun bergerak karena tubuhnya saat ini sangat berdekatan dengan Nara sampai sampai aroma parfum Nara tercium dengan jelas oleh Nessa


Nara semakin mendekatkan tubuhnya ke Nessa.


Jantung Nessa berdegup tak karuan. Sekujur tubuhnya terasa panas saat Nara semakin mendekat dengannya.


"Ingat jam 7 malam nanti. Aku akan jemput kamu 1 jam sebelumnya" Nara mengingatkan Nessa


"Iyaa..iya" jawab Nessa gugup


"Sampai jumpa nanti malam" ucap Nara sambil memegang dagu Nessa


Nessa hanya memandang Nara tanpa menjawab


Tiba tiba sebuah ciuman sudah mendarat sempurna di bibir mungil Nessa. Jantung Nessa berdetak makin kencang saat Nara melepaskan ciumannya, saat itu pula Nessa bergerak menjauh dari Nara


"Ingat! Jam 6 sudah ku jemput" kata Nara dan langsung meninggalkan ruangan Nessa.


Nessa langsung terduduk karena lututnya tiba tiba menjadi lemas sambil memegang dadanya


"Oh Tuhan,, kenapa dengan jantungku?" tanya Nessa


"Detakannya kok kencang sekali" lanjutnya


Untuk menenangkan dirinya Nessa langsung meneguk segelas air yang berada di mejanya.