Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
27. Makan Malam Bersama


Waktu sudah menunjukkan pkl. 17.30. Nessa masih terlihat bingung memilih baju yang akan dipakainya. Setelah hampir setengah jam melihat lihat isi lemarinya, Nessa akhirnya memilih memakai blouse putih dipadukan dengan celana hitam dan flat shoes


Terlihat sederhana tapi sangat menonjolkan sisi feminin Nessa. Bahkan hanya dengan memakai pakaian tersebut ditambah polesan make up yang natural, Nessa terlihat sangat mempesona. Sekali lagi Nessa memperhatikan penampilannya di depan cermin.


"Oke.. Aku rasa sudah cukuplah" ucap Nessa sambil memperhatikan dirinya


"Semoga nanti tidak terjadi apa apa ya di sana" harap Nessa


Nessa terlihat cukup gelisah saat ini. Dirinya merasa takut. Takut tidak diterima dengan baik oleh keluarga Nara karena status sosial mereka yang berbeda. Takut akan mempermalukan dirinya sendiri saat berada disana. Semua perasaan bercampur aduk tak menentu.


Setelah cukup lama menunggu, Nara akhirnya datang juga. Mendengar bunyi mobil Nara, Nessa segera bergegas keluar dari rumah


"Ya Tuhan.. lindungilah aku. Beri aku kekuatan dan ketenangan. Dan semoga malam ini tidak terjadi apa apa. Amin" doa Nessa dalam hati


"Selamat malam" sapa Nessa ke Nara


"Iya. Cepetan naik" jawab Nara


Nessa pun segera masuk dalam mobil. Setelah Nessa masuk, Nara melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Perjalanan menuju rumah Nara tidak terlalu jauh. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit.


Selama dalam perjalanan Nessa terlihat gugup. Dia terus meremas remas tangannya untuk menghilangkan rasa gugup itu.


"Kamu kenapa?" Nara bertanya


"Gak kenapa kenapa kok" Nessa berbohong


"Kalo gak ada apa apa tangan kamu kena0a di remas gitu?" tanya Nara


"ehmm.. aku hanya sedikit gugup" akhirnya Nessa mengatakan perasaannya


"Oww.." Nara hanya menjawab singkat


"Di sana aku harus ngapain?" akhirnya Nessa bertanya ke Nara


"Kamu hany perlu menjadi calon istri dan menantu yang baik. Itu saja" jawab Nara


"Baiklah" sahut Nessa


Tidak terasa, mereka sudah memasuki halaman sebuah rumah yang cukup megah. Nessa etrlihat begitu kagum dengan rumah Nara. Dia terus memperhatikan sekeliling rumah itu. Terlihat sangat indah, dengan lampu lampu yang menghiasi tiap sudut rumah dan halamannya.


"Ow iya, selama kita berada di rumah ini, kamu harus memanggil aku dengan kata Sayang" pinta Nara


"Ingat Sa-Yang" Nara menegaskan kembali


"Iya" jawab Nessa


"Selamat malam tuan muda, nona" sapa Pak Joko assisten rumah tangga di rumah itu


"Malam juga Pak" sahut Nessa dengan senyum ramahnya


"Papa sama mama?" tanya Nara


"Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu di dalam" jawab Pak Joko


"Makasih Pak" ucap Nara


"Sama sama tuan" balas Pak Joko


"Malam Pa.. Ma.." sapa Nara pada orang tuanya yang sudah menunggu di ruang tamu


"Malam sayang, akhirnya kamu datang juga. Mama udah gak sabar mau liat calon mantu mama" sahut mama Nara sambil betjalan mendekati putranya


Nessa makin deg degan mendengar ucapan mamanya Nara.


"Ma.. ini kenalin calon istri aku. Nessa" Nara memeperkenalkan Nessa pada mamanya


"Malam tante. Aku Nessa" sapa Nessa sambil mendekat untuk mencium tangan mama Nara


"Malam calon mantu mama" jawab mama Nara


"Cantik sekali kamu, sopan pula" puji mama Nara


Nessa semakin malu saat dipuji oleh mamanya Nara


"Pa..ini calon mantu kita. Cantik kan?" mama Nara sangat antusias mengenalkan Nessa ke suaminya


"Sini sini sayang. Kenalan sama Papanya Nara dulu" ajak mama Nara


"Selamat malam Om. Kenalin, saya Nessa om" Nessa memperkenalkan diri ke Papanya Nara


Papa Nara berdiri untuk bersalaman dengan Nessa. Nessa kemudian mencium tangan Papa Nara.


"Ayo sayang duduk dulu." ajak mamanya Nara


Perkenalan awal berjalan dengan baik.


"Nessa sekarang kerja atau masih kuliah?" tanya mama Nara


"Nessa sekarang kerja tante" jawab Nessa


"Kerja dimana" sambung Papa Nara


"Wah... bagus itu" puji Papa Nara


"Disini Nessa tinggal sama siapa?" mama Nara bertanya


"Nessa tinggal sendiri tante disini. Mama Nessa gak mau diajak pindah kesini. Katanya lebih suka tinggal di desa" jawab Nessa


"Kamu ngkost disini?" tanya mama Nara


"Puji Tuhan.. Nessa tinggal di rumah sendiri tante. Walaupun rumahnya kecil dan sederhana tapi nyaman kok" jawab Nessa


"Hebatbya sudah bisa beli rumah sendiri" puji mama Nara


"Makasih tante" sahut Nessa


Nessa sangat mengagumi orang tua Nara yang begtiu hangat menerima dirinya. Semua pikiran yang menghantuinya tiba tiba lenyap saat mendapat sambutan hangat itu. Nessa menyesal telah berpikir yang tidak baik terhadap keluarga Nara.


Setelah beberapa saat mereka ngobrol bersama


"Maaf Nyonya, makanannya sudah siap" Bik Ina memberitahu majikannya


"Makasih ya Bik" sahut mama Nara


"Kalau gitu ayok kita makan dulu, perkenalannya nanti dilanjutkan lagi" ajak mama Nara


"Ayo.. Papa juga udah lapar ni" sahut Papa nara sambil berdiri dan berjalan menuju ruang makan


"Ayok sayang kita makan dulu" ajak mana Nara ke Nessa


"Iya tante" sahut Nessa dengan sopan


Semua sudah berkumpul di ruang makan.


"Ayok Pa.. kita berdoa dulu" kata mama Nara


"Mari kita berdoa. Papa yang akan berdoa malam ini" ajak Papa Nara


"Tuhan.. terima kasih untuk berkatMu hari ini. Terima kasih untuk kehadiran orang baru dalam keluarga kami. Saat ini kami mohon berkati makanan ini agar berguna bagi kami. Amin" Papa


"Amin" semua serentak menjawab


Mama Nara kemudian mengambilkan makan buat Papa Nara.


"Sayang, kamu ambilin makan buat aku ya" Nara berkata pada Nessa


Nessa yang mendengar Nara memanggilnya dengan kata sayang yang begitu lembut tiba tiba jadi salah tingkah. Jantungnya terasa mau copot karena detakannya yang begitu kencang


"I..i..iyaaa" jawab Nessa gugup


"Nessa sayang, jangan malu malu gitu depn Papa sama mama" goda mama Nara


Nessa hanya bisa tersenyum, kemudian mengambilkan makan buat Nara.


"Kamu mau lauk yang mana sa..sayang?" Nessa terdengar sangat gugup menyebut kata sayang


"Aku mau yang itu aja" jawab Nara sambil menunjuk ke ayam rica rica


Setelah mengambilkan makan buat Nara, Nesaa pun segera mengambil makan untuk dirinya sendiri.


"Selamat makan semuanya" ucap Nessa


"Selamat makan sayang, makan yang banyak ya" sahut mama Nara


Selama berada di meja makan tidak ada percakapan sama sekali. Hanya terdengar suara denting piring dan sendok.


Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruang tamu untuk berbincang bincang disana. Setelah cukup lama mereka bercerita. Akhirnya Nara pamit untuk mengantar Nessa pulang.


"Pa.. Ma..Nara antar Nessa pulang dulu ya" pamit Nara ke orang tuanya


"Iya.. kamu jaga Nessa baik baik ya" pesan mama Nara


"Ingat! Jangan diapa apain anak orang" pesan Papa


"Siap Pa" jawab Nara


"Om Tante, Nessa pamit dulu ya. Terima kasih buat makan malamnya" pamit Nessa


"Nanti sering sering main kesini ya" kata mama Nara


Nessa hanya tersenyum


Setelah mencium tangan kedua orang tua Nara, Nessa segera diantar pulang oleh Nara.


Sesampainya di rumah Nessa.


"Makasih ya" ucap Nessa


"Selamat malam" lanjut Nessa


"Selamat malam, selamat beristirahat" jawab Nara kemudian meninggalkan Nessa