Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
29. Restu


Nara memperhatikan setiap detail yang ada di kamar Nessa. Tiba tiba matanya terhenti pada sebuah album foto yang berada di atas meja di kamar itu.


Nara mulai membuka dan memperhatikan lembar demi lembar foto yang ada di dalam album tersebut.


Sekilas terlihat senyum di bibir Nara.


Mata terus tertuju pada sosok anak perempuan yang terlihat begitu lucu dalam foto itu.


Nara sudah bisa menebak kalau anak perempuan itu adalah Nessa.


Setelah puas melihat lihat album foto, Nara merebahkan tubuhnya. Memang kasur yang digunakan di rumah Nessa tidak semahal yang dipakai Nara di rumahnya, tapi kasur tersebut cukup nyaman sehingga bisa mengantar Nara ke alam mimpi.


Tok..tok..tok..


Nessa mengetuk pintu kamar yang ditempati Nara, tapi tak ada jawaban. Nessa mencoba mengetuk kembali, tapi tetap tak ada jawaban.


Nessa mencoba memberanikan diri masuk ke dalam kamar itu. Nessa mendapati Nara sedang tertidur.


Nessa sebenarnya tidak tega untuk membangunkan Nara. Nessa berpikir Nara pasti kecapean karena perjalanan yang cukup lama tadi. Namun Nessa harus tetap membangunkannya karena sudah waktunya makan siang, Nessa tidak mau membiarkan Nara melewatkan waktu makan siangnya.


Dengan perlahan Nessa memegang bahu Nara dan memanggil namanya agar bangun


"Nara" suara Nessa dibuat sepelan mungkin agar tidak mengagetkan Nara


Tak ada respon sedikitpun dari Nara. Nessa mencoba sedikit mengguncang bahu Nara agar bisa segera bangun.


"Nara, bangun. Sudah waktunya makan siang" kata Nessa pelan


Karena Nara tetap tidak meresponnya, Nessa pun hendak keluar dari kamar tersebut.


Saat membalikkan badannya dan hendak pergi, tiba tiba tangan Nessa ditarik Nara


Karena kaget dan tumpuan Nessa tidak kuat, akhirnya Nessa jatuh tepat di pelukan Nara.


"Auww" teriak Nessa pelan karena terkejut


"Ngapain bangunin aku" tanya Nara masih dengan mata terpejam


"Mau ajak makan sianglah. Masa mau ngajak kamu nyangkul kebun"jawab Nessa


"Hmmm... Apa menu makan siang hari ini" tanya Nara


"Liat aja sendiri" jawab Nessa masih dengan posisi yang sama


"Sepertinya kamu nyaman ya tidur di badanku" tanya Nara


Nessa segera sadar dengan posisinya dan hendak bangun tapi Nara tidak mau melepasnya.


"Nara, lepasin" protes Nessa


"Apa kata orang nanti kalau melihat kita kayak gini" lanjut Nessa


"Aku gak peduli sama kata orang" kata Nara sambil melepaskan Nessa


Nessa cepat cepat menjauhkan dirinya dari Nara.


"Ayo cepat, sudah ditinggu mama" ajak Nessa dan segera berjalan keluar yang langsung diikuti Nara


"Nak Nara, kita makan siang dulu ya" ajak mama Nessa


"Iya tante" jawab Nara


Setelah ketiganya sudah duduk mengelilingi meja makan, mama Nessa mengucapkan syukur dengan berdoa terlebih dahulu. Setelah berdoa mama mempersilahkan Nara untuk mengambil makan terlebih dahulu.


Nara hanya melirik ke arah Nessa dan Nessa segera paham apa yang harus dilakukannya.


Nessa kemudian mengambilkan makanan untuk Nara. Mama Nessa yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum.


"Mau lauk yang mana?" tanya Nessa


"Yang paling enak" jawab Nara


"Semua masakan mamaku itu enak. Gak ada yang gak enak. Jadi kamu mau yang mana"kata Nessa


"Kalau gitu aku mau ikan yang itu saja" jawab nara sambil menunjuk ke piring ikan goreng yang dikasih sambal. Nessa kemudian mengambilkannya untuk Nara.


Setelah selesai mengambilkan makan untuk Nara. Nessa segera mengambilkan makan untuk mamanya.


"Mama juga harus makan, biar tetap sehat. Biar bisa temanin aku terus sampai kapanpun" Ucap Nessa sambil memberikan makanan yang sudah disiapkannya.


Nara hanya memperhatikan Nessa yang begitu menyayangi mamanya.


"Masakan tante emang luar biasa" puji Nara


"Enak banget" lanjutnya


"Nanti aku bileh minta dimasakin lagi sop ikan kayak tadi boleh tante?" tanya Nara


"Ya bolehlah. Masa cuma masakin sop ikan aja tante gak mau" jawab mama Nessa dengan lembut


"Kalau tante pintar masak, harusnya anak tante ini juga hebat dong kalau di dapur" ucap Nara


"Kalau cuma masak doang mah aku bisalah" hawab Nessa


"Yakin? Jangan jangan cuma bisa masak mie kamu" Nara meragukan Nessa


"Liat aja nanti, aku bisa kok masak kayak mama" Nessa tidak mau kalah


Mama Nessa hanya tertawa melihat tingkah Nara dan Nessa.


Setelah selesai membereskan meja makan, Nessa menuju ke pekarangan rumahnya. Dibawah pohon yang rindang ada sebuah bangku yang biasa dipakai Nessa ataupun mamanya untuk bersantai.


Nesa duduk disana sambil memperhatikan suasana disekitarnya. Nessa mengingat ingat kembali kenangannya selama berada disini. Kenangan saat sang papa masih bersamanya. Kenangan saat mereka sekeluarga berkumpul bersama. Tiba tiba air mata Nessa menetes di pipinya.


"Kamu kenapa?" tanya Nara yang sudah berada disamping Nessa


"Gak apa apa" jawab Nessa


"Kalau gak mau cerita ya udah" balas Nara


Nessa hanya terdiam.


"Itu makam Papa kamu?" tanya Nara sambil menunjuk ke arah sebuah makam di depan rumah Nessa


"Iya" jawab Nessa singkat


"Aku boleh kesana? tanya Nara lagi


"Boleh" jawab Nessa


"Temani aku kesana yuk"ajak Nara sambil menarik tangan Nessa


Nessa pun segera berdiri dan berjalan mengikuti Nara


Setelah tepat berada di samping makan Papa Nessa, Nara duduk dan memandangi makam tersebut. Nessa pun ikut duduk.


"Om, aku Nara. Aku mau melamar anak om jadi istri aku. Restui ya" Nara berbicara dengan makam Papa Nessa


Nessa tidak menyangka Nara akan berbicara seperti itu. Hal itu membuat Nessa cukup kaget.


Tapi Nessa berusaha terlihat biasa saja.


Setelah Nara meminta restu ke Papa Nessa, keduanya pun kembali ke dalam rumah karena hari sudah sore.


Mama Nessa sudah menyiapkan air hangat khusus untuk Nara. Karena udara di desa ini cukup dingin, jadi mama Nessa sengaja menyiapkan air hangat tersebut agar Nara bisa mandi.


"Nak Nara mandi dulu ya. Tante sudah siapkan air hangat" kata mama Nessa


" Makasih tante" sahut Nara


Nara pun segera mandi. Begitupun Nessa.


Sehabis mandi, mama Nessa sudah menyiapkan wedang jahe agar tubuh Nara semakin hangat.


Nara merasa sangat bahagia disambut dengan baik oleh mama Nessa.


Sambil menikmati wedang jahe, mama Nessa pun mengajak Nara untuk ngobrol.


"Nak Nara sudah lama kenal sama Nessa" tanya mama Nessa


"Saya kenal Nessa belum lama tante" jawab Nara jujur


"Nak Nara teman kerjanya Nessa?" mama Nessa kembali bertanya


Nessa baru saja mau menjawab bukan tapi sudah di dahului Nara


"Iya tante. Saya teman kerjanya Nessa" jawab Nara cepat


Obrolan mereka terus berlanjut hingga selesai makan malam, hingga akhirnya semua mulai merasa ngantuk dan beristirahat.


Setelah hampir seminggu Nara berada di rumah Nessa, Nara dan Nessa akhirnya mengajak mama Nessa bersama mereka untuk ke kota karena waktu pernikahan mereka tinggal seminggu lagi.