
Nessa mulai membuka matanya dan betapa kaget dirinya sedang tidur sambil memeluk Nara. Rasa kantuk Nessa langaung hilang entah kemana. Nessa cepat cepat melepaskan tangannya dari perut Nessa dan kembali duduk normal.
"Nessa, **** banget sih kamu. Kenapa bisa tertidur sih. Pake acara peluk peluk segala. Kalau dia gau gimana? **** **** ****" Nesa bebricara dengan dirinya sendiri
"Aku harus gimana nih" Nessa kembali bertanya ke dirinya sendiri.
"Pura pura gak terjadi apa apa aja. Kan dia juga tidur. Pasti gak bakalan tau. Tapi gimana kalau dia tau?" Nessa bingung sendiri
Nara hanya menahan senyum mendengar Nessa berbicara sendiri.
"Kalau mau peluk lagi gak apa apa kok" kata Nara masih dengan mata tertutup
"Oh Tuhan.. benarkan dia tau" Nessa menutup wajah dengan tangannya karena malu.
" Bibir kamu aja sudah kamu relain ke aku kan, jadi kalau cuman kamu peluk aja mah gak masalah" bisik Nara dengan nakal
Wajah Nessa makin merah karena malu.
Dia masih mengingat dengan jelas ciuman Nara semalam. Itu ciuman pertamanya. Selama ini belum ada seorang pun uang berani mencium Nessa. Jangankan mencium, menyentuh tangan Nessa saja tidak ada yang berani.
"Atau kamu mau yang lebih dari pelukan?" tanya Nara dengan mengedipkan sebelah mata ke Nessa
Nessa semakin salah tingkah, dan Nara semakin bahagia melihat Nessa malu malu seperti itu.
Setelah kurang lebih 50 menit di atas udara, akhirnya mereka pun sampai.
Semua barang barang Nara dan Nessa sudah diurus Raefal.
"Gimana Pak perjalanannya?" tanya Raefal ke Nara
"Menurut kamu" jawab Nara cuek
Raefal hanya tertawa melihat kelakuan bos dan juga sahabatnya itu.
"Langsung ke rumah atau mau kemana dulu nih" tanya Raefal ke Nara
"Langsung pulang aja, lagi capek aku." jawab Nara
"Tapi sebelumnya antar Nessa pulang dulu" lanjut Nara
"Siap pak Bos" jawab Raefal
"Ness, gimana disana?" tanya Raefal
" Yah begitulah. Selalu ada orang iseng di dekatku" jawab Nessa malas
"Tapi aku suka kok disana, viewnya bagus banget. Apa lagi suasananya tenang dekat laut gitu"cwrita Nessa dengan semangat
"Kamu suka lau?" tanya Raefal
"Bukan suka lagi, bisa dibilang aku hampir terobsesi sama laut" jawab Nessa sambil tertawa
"Setiap kali butuh ide, butuh relaks atau stress pasti aku akan cari laut. Disana pasti bakal buat aku tenang banget. Gitulah pokoknya" lanjut Nessa
"Waow.. sampai segitunya ya" tanya Raefal heran
Nara hanya menyimak pembicaan tidak bermutu dari kedua orang itu.
"Aku selalu menyukai sesuatu yang berbau alam. Laut, gunung, pedesaan. Mereka punya cerita sendiri dalam hidup aku" cerita Nessa
"Kapan kapan cerita ke aku ya" pinta Raefal
"Oke. Kamu punya nomor ponselku kan? Hubungi aku aja nanti?" jawab Nessa dengan santai
"Barangnya udah semua?" tanya Raefal
"Sudah. Makasih ya" ucap Nessa
"Iya. Nanti kapan kapan kita ketemuan ya" ajak Raefal
"Ehmm ehmm" Nara sengaja berdehem
"Ya udah kamu masuk dan istirahat ya" ucap Raefal
"Iya.. Makasih ya" balas Nessa
"Nara.. Makasih ya" ucap Nessa
"Hmm" balas Nara malas.
" Ya udah,.kita pamit ya Ness" ujar Raefal
"Iya. hati hati ya" jawab Nessa
Setelah mobil Nara pergi, Nessa akhirnya menuju ke rumah. Saat hendak membuka pagar pintu, Nessa dikagetkan oleh seseorang
"Caaaa..." suara Emira yang cempreng melengking langsung dikenali Nessa
"Em.. Kenapa sih kamu suka banget teriak teriak" tanya Nessa
"Kangen" ucap Emira sambil memeluk Nessa
"Em.. aku gimana mau buka pagarnya kalau kamu kayak gitu" protes Nessa
"Iya iya maaf" kata Emira sambil melepaskan pelukannya.
Setelah keduanya masuk dalam rumah Emira langsung memaksa Nessa untuk bercerita apa saja yang dialamu Nessa selama di tempat kegiatan itu.
Sementara itu Nara sedang dalam perjalanan menuju rumahnya.
"Ngapain kamu dekatin Nessa" tanya Nara ke Raefal
"Maksud kamu gimana?" tanya Raefal balik
"Kenapa kamu jadi sok akrab sama Nessa"tanya Nara
"Bukan sok akrab. Aku cuma ngajak ngobrol aja" jawab Raefal santai
"Terus ngapain kamu ngajakin dia ketemu"Nara mulai menyelidiki
" Gak kenapa kenapa juga. Cuma ketemu aja" jawab Raefal
"Kamu sengaja ya mau dekatin Nessa" Nara mulai emosi
"Gila kamu. Ngapain aku dekatin dia. Bukan tipe aku kali" bantah Raefal
"Tapi kenapa kamu tiba tiba jadi marah kalau aku dekatin dia?" sekarang giliran Raefal yang bertanya
"Jangan jangan kamu udah jatuh cinta sama Nessa" selidik Raefal
"Mana mungkinlah aku jatuh cinta. Kan kamu tau sendiri alasan aku dekatin dia" elak Nara
"Yakin? " canda Raefal
Nara tidak menggubris ucapan Raefal