
Nessa keluar dari ruangan Bu Dira dengan lesu. Semangatnya seakan-akan hilang entah kemana. Nessa bingung apa yang harus dia lakukan. Saat berada di ruangannya Nessa memandangi kartu nama yang diberikan Nara.
"Apa aku terima aja tawarannya, toh cuma makan malam aja kan" pikir Nessa
Waktu yang diberikan Nara untuk Nessa berpikir tinggal beberapa menit lagi.
Akhirnya Nessa memutuskan untuk menghubungi Nara.
"Hallo," terdengar suara Nara dari seberang sana
Nessa hanya terdiam, tidak menjawab.
"Hallo," kembali terdengar suara Nara
Nessa masih tetap terdiam
"Nessa?" Nara menebak nebak
"Iya, ini Nessa" akhirnya Nessa menjawab
"Akhirnya.. Gimana? Sudah siap untuk malam ini?" Nara bertanya dengan senyum kepuasan
"Hanya makan malam aja kan?" Nessa memberanikan diri untuk bertanya
"Ya tergantung.." jawab Nara sekenanya
"Maksudnya?" tanya Nessa bingung
"Bersiap siaplah, jam 7 malam nanti kamu akan dijemput" ucap Nara tanpa menjawab pertanyaan Nessa
Tanpa menunggu jawaban dari Nessa, Nara langsung mematikan sambungan telpon tersebut.
"Sial! Apa sih maunya" umpat Nessa
"Sabar Nessa, sabar. Hanya satu kali makan malam aja. Setelah itu kamu tidak akan bertemu dengannya lagi" ucap Nessa menyemangati dirinya sendiri.
Waktu terasa berjalan begitu cepat. Nessa sedang membereskan ruangannya sebelum kembali ke rumah.
"Nessa, gimana keputusan kamu?" tiba tiba Bu Dira datang dan bertanya
Nessa yanga tidak menyadari kedatangan Bu Dira pun kaget bukan kepalang
"Ew ibu, ngagetin Nessa aja Bu." kata Nessa
"Nessa udah mutusin untuk terima syarat itu Bu. Toh cuma makan malam aja kan Bu" lanjut Nessa dengan senyum yang sedikit dipaksakan
"Makasih ya Nessa. Maafin ibu karena tidak bisa berbuat apa apa" sesal Bu Dira
"Ibu gak usah minta maaf. Ini juga kan demi Klinik ini. Kalau Kliniknya tutup, Nessa mau nyari uang kemana lagi Bu" jawab Nessa
"Makasih ya Nessa. Semoga makan malamnya nanti lancar ya" doa Bu Dira
Bu Dira pun segera meninggalkan ruangan Nessa.
Nessa kembali hanyut dalam lamunannya.
"Apa keputusanku ini benar? Semoga aja tidak terjadi apa apa ya malam nanti. Semoga makan malamnya lancar dan segera berlalu." harap Nessa
Bip..bip..
Bunyi pesan masuk di handphone Nessa, mengagetkan dia dari lamunannya.
"Bersiap siaplah, karena ini akan menjadi penentuan untuk kelanjutan Klinik itu 😉"_Nara
"Kalau kamu punya masalah denganku, kita selesaiin berdua aja. Gak usah pake ngancam ngancam Klinik segala"_Nessa
"Ingat jam 7"_Nara
"Bodoh amat"_Nessa
"Semua keputusan di tangan kamu, Nona Nessa 😊. Ingat jam 7" _Nara
"Aaahhh..." Nessa berteriak frustasi
"Rasanya ingin kuacak acak muka tu orang"geram Nessa.
Nessa akhirnya meninggalkan tempat kerjanya setelah jam kerja usai.
Di rumah,
Nessa membongkar semua isi lemari untuk memilih baju yang cocok untuk dipakai.
Sudah beberapa baju yang dicoba tapi tidak ada yang sesuai menurut Nessa.
Sampai akhirnya Nessa memutuskan untuk memakai dress jeans casual andalannya. Dipadukan dengan sneaker putih dan tentunya tas imutnya.
Nessa berdandan senatural mungkin, karen memang pada dasarnya Nessa tidak suka berdandan.
Setelah melihat kembali penampilannya dan merasa puas, Nessa pun menyemprotkan sedikit parfum beraroma manis punyanya.
Tepat jam 7, sebuah mobil sudah menunggu Nessa di depan rumahnya.
Sebelum berangkat, Nessa menyempatkan diri sebentar untuk berdoa mohon untuk selalu dilindungi. Setelah itu Nessa langsung bergegas menuju ke mobil tersebut.
Saat pintu mobil dibuka terlihat Nara sudah menunggunya di dalam mobil.
"Selamat malam Pak" salam Nessa ke Nara yang hanya dibalas dengan anggukan.
Sepanjang perjalanan, Nessa hanya diam sambil menatap jalanan yang terlihat ramai.