
Nessa sudah berada di ruang perawatan. Kondisinya sudah membaik, hanya badannya masih terasa lemas.
"Aku mau pulang" kata Nessa
"Gak bisa. Kamu malam ini istirahat disini saja" balas Nara
"Aku gak suka Rumah Sakit. Aku mau pulang ke rumah aja" lanjut Nessa
"Gila kamu ya. Udah tau gak bisa berenang, masih aja mau nyemplung ke dalam kolam. Giliran sekaang mau dirawat mintanya segera pulang" omel Nara
"Pokonya aku mau pulang" pinta Nessa sambil berusaha bangun dari tidurnya
Nara yang melihat Nessa berusaha bangun, segera mendekat dan menahan bahu Nessa agar tetap tidur
"Dengarin aku baik baik" kata Nara
"Mulai sekarang, kamu wajib mengikuti semua kata kataku karena sebentar lagi kita akan menikah" lanjut Nara
"Dan aku gak butuh persetujuan kamu untuk itu" lanjut Nara
"Apa? Menikah?" tanya Nessa kaget
"Aku mohon sama kamu, tolong jangan lakukan itu. aku mohon" pinta Nessa
"Kamu masih ingat kan kata kata aku minggu lalu? Atau mau aku ingatkan lagi" tanya Nara
Nessa hanya terdiam tak menjawab
"Ok baiklah. Aku akan mengingatkan kamu lagi.
Alasan kenapa kamu harus menikah dengan aku.
Pertama, kelangsungan klinik tempat kamu bekerja terganting dari kamu. Kalau kamu tetap dengan kemauan kamu untuk tidak menikah dengan aku, maka klinik itu akan aku pastikan segera ditutup dan teman teman kamu tidak akan mempunyai pekerjaan lagi.
Kedua, kamu sendiri yang meminta aku untuk menikahi kamu karena berada bersama dengan kamu dalam satu kamar saat listrik padam waktu itu
Ketiga, aku sempat memberimu pilihan waktu itu, menikah denganku atau hanya menghabiskan waktu semalaman untuk tidur denganku!" kata Nara
"Dan sudah dengan sangat jelas kamu memilih menikah dengan aku" lanjut Nara
Nessa yang bisa terdiam. Kedua matanya sudah meneteskan kristal bening yang mengalir di kedua pipinya.
" Jadi mulai sekarang, persiapkan diri kamu" ucap Nara sambil berlalu pergi.
Saat Nara akan membuka pintu dan keluar tiba tiba Nessa berbicara dengan suara yang masih lemas
"Baiklah, aku akan mengikuti semua kemauan kamu. Tapi aku punya beberapa permintaan kecil" ucap Nessa pasrah
Nara yang hendak meninggalkan ruangan itu kembali mendekat ke Nessa
"Apa permintaanmu?" tanya Nara
"Aku cuma minta kamu untuk datang menemui mamaku dan meminta restu darinya" kata Nessa
"Hanya itu permintaanku" lanjut Nessa sambil meneteskan airmata
"Baiklah. Minggu depan kita akan menemui mama kamu" jawab Nara sambil berlalu.
Setelah Nara pergi, Nessa menelpon Emira untuk datang ke rumah sakit.
"Gila kamu ya. Kenapa sampai masuk rumah sakit? Kamu habis diapain?" tanya Emira panik
biar aku segera kesana" lanjut Emira
"Iya" jawab Nessa
Nessa kemudian mengirimkan alamat rumah sakit ke Emira.
"Ya Tuhan.. kalau memang seperti ini jalan hidup yang Kau berikan untukku. Maka aku menerimanya dengan ikhlas. Aku tau semua yang Kau lakukan dalam hidupku akan indah sesuai dengan rencanaMu" doa Nessa
"Kamu gak apa apa?" Emira masuk dan langsung bertanya
"Iya, aku gak apa apa kok. Sudah enakan" jawab Emira
" Gimana ceritanya sampai kamu bisa masuk kesini?" tanya Emira penasaran
Nessa kemudian menceritakan semua kejadian kepada Emira.
"Wah.. Gila tu perempuan. Awas aja kalau ketemu. Bisa bisa ku botakin rambutnya" Emira terlihat emosi
"Terus siapa yang bawa kamu kesini?" Emira bertanya
"Nara yang membawaku kesini" jawab Nessa
"Pak Nara yang itu? Yang ganteng itu? ymYang pernah berantem sama kamu itu?" Emira penasaran
Nessa hanya mengangguk
"Kok bisa?" tanya Emira penasaran
"Yak bisalah Em. Buktinya aku disini sekarang" jawab Nessa
"Em.. ada yang mau aku bicarakan sama kamu" kata Nessa
"Apa?" tanya Emira dengan tatapan yang tak teralihkan dari ponselnya
" Aku mau nikah" jawab Nessa
"Apa? Nikah? Kamu gak lagi bercanda kan?" tanya Emira
"Benaran Em. Aku serius" jawab Nessa
"Mau nikah sama siapa kamu? Hantu? Emang pu ya pacar kamu sekarang makanya mau nikah?" tanya Emira
"Aku mau nikah sama Nara" jawan Nessa pelan
"Apa? Pak Nara? Kamu lagi ngigo ya?" tanya Emira
"Mana mungkin dia mau sama kamu." lanjut Emira
"Jangan jangan kepala kamu tadi kebentur apa gitu atau dokter salah ngasih obat ya ke kamu makanya kamu berhalusinasi gitu" kata Emira
"Em.. aku serius. Ini benaran" jawab Nessa
"Kamu istirahat dulu ya. Biar gak tambah ngaco tuh otak" kata Emira
"Em. dengerin aku dulu. Ini semua benaran bukan bohongan. Aku serius" Nessa mencoba meyakinkan Emira
"Nessa sayang...kamu istirahat dulu ya. Sekalian aku pamit karena masih ada urisan bentar" Emira pamit ke sahabatnya. Nessa hanya mengangguk.
Setelah Emira pulang Nessa pun akhirnya terlelap.