Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
16. Prank


Sinar mentari pagi sudah mulai masuk melalui cela cela tirai. Nessa merasakan ada sesuatu yang memeluknya erat. Dalam keadaan masih sedikit ngantuk, Nessa membuka matanya.


"Aahhh..."teriak Nessa


Nara yang mendengar teriakan Nessa langsung terbangun


"Ngapain sih kamu teriak teriak. Ini masih pagi loh" kesal Nara


"Ngapain kamu tidur di kamar ku? Kamu habis ngapain? Ayo ngaku?" tenya Nessa panik


"Abis nidurin kamulah" jawab Nara asal


Nessa yang mendengar jawaban Nara langsung panik dan memukul mukul Nara


"Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Nessa sambil nangis


"Ya kamu pikir aja sendiri, kalau kita tidur bersama seperti ini artinya apa?" Nara menjawab sekenanya dan kembali tidur


"Biarin aja dia mikir yang macam macam, akan semakin seru permainan ini" pikir Nara


Nessa merasa dunianya hancur. Sepanjang hari Nessa lebih banyak melamun. Dia coba mengingat ingat kejadian semalam. Sampai akhirnya dia baru menyadari kalau Nara membohonginya.


"Sial! Awas aja kalau ketemu nanti" gumam Nessa


"Liat aja nanti, apa yang bakal aku lakuin" lanjutnya


Nessa pun kembali mengerjakan pekerjaannya, hingga waktu makan siang pun tiba.


Kali ini Nessa makan bersama timnya.


Selesai makan siang, Nessa dan timnya kembali bekerja hingga semua pekerjaan selesai di sore itu.


Sebelum kembali ke kamar masing masing, Nessa dan teman temannya memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu. Selesai makan malam, semua bergegas kembali ke kamar masing masing.


Saat melewati kamar Nara,


Tok..tok..tok..


Nessa mengetuk pintu kamar Nara.


"Masuk" sahut Nara dari dalam kamar


Nessa kemudian langsung masuk, dan melihat Nara sedang sibuk dengan laptopnya


"Ada perlu apa kamu kesini" tanya Nara tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya


"Aku minta pertanggung jawaban kamu" kata Nessa


"Tanggung jawab apa?" tanya Nara santai


"Kamu mau aku ngapain?" tanya Nara sambil memandang Nessa


"Aku mau kamu nikahin" kata Nessa sambil menahan tawa


"Apa? Nikahin kamu?" tanya Nara kaget


"Gak salah dengar ni aku?" lanjutnya


"Iya, karena kamu sudah berani nyentuh nyentuh aku" balas Nessa masih dengan menahan tawa


Nara sudah menyadari kalau Nessa hanya ingin mengerjainya


"Ok.. Aku ikutin permainan kamu" pikir Nara


"Ok. Aku bakalan nikahin kamu" jawab Nara


Kini giliran Nessa yang kaget bukan main


"Apa? Benaran?" tanya Nessa tidak percaya


"Iya. Assisten aku akan mengurus semuanya" jawab Nara santai


"Ew gak gak.. Aku bercanda aja tadi. Jangan dianggap serius" Nessa mulai panik


"Aku cuma kesel sama kamu karena udah bohongin aku" aku Nessa


"Pliss, jangan dianggap serius ya" mohon Nessa


"Pliss pliss pliss" Nessa terus memohon


Nara tidak menghiraukan permohonan Nessa.


"Akhirnya kamu masuk dalam perangkapku" pikir Nara


"Sekarang kamu keluar gih, aku mau mandi. Atau kamu mau temani aku mandi?" tanya Nara sambil mengedipkan matanya ke Nessa


"Gak mau!" tolak Nessa sambil berlari keluar dari kamar Nara.


"Tinggal beberapa langkah lagi, kamu akan jafi milik aku sepenuhnya" ujar Nara sambil tersenyum


Nessa yang sudah berada dalam kamarnya menyesali keisengannya yang akhirnya membuat terjebak sendiri.


"Nessa, Nessa.. Kamu kok **** banget sih" Nessa berbicara dengan dirinya sendiri sambil memukul mukul kepalanya.


"Gimana kalo dia benaran nikahin aku" Nessa makin panik


"Gak gak gak.. Aku gak mau" Ujar Nessa sambil menggeleng gelengkan kepalanya.