
Tanpa terasa, hari ini adalah hari pernikahan Nessa dan Nara.
Pagi ini semua orang terlihat sangat sibuk. Nessa sedang di make over oleh seorang MUA yang cukup terkenal. Tangan lihai sang MUA membuat wajah Nessa yang memang sudah cantik terlihat makin mempesona. Mama Nessa yang saat itu bersama Nessa sangat terharu dan bahagia melihat anak gadisnya yang sebentar lagi akan menjadi seorang istri dan punya keluarga sendiri.
"Mama sangat bahagia Eca" ucap sang mama sambil mengusap tangan anaknya
"Akhirnya kamu menemukan jodohmu" lanjut mama Nessa.
Nessa tersenyum melihat mamanya yang begitu bahagia.
"Nessa juga senang kalau mama ikut bahagia" jawab Nessa
Setelah sekian lama di make over, akhirnya selesai juga. Nessa terlihat sangat memukau dengan balutan wedding dress yang begitu terlihat pas di tubuh Nessa. Sempurna.
"Sudah siap berangkat?" tiba tiba kakak Nessa datang untuk membawa adik perempuan satu satunya menuju gereja tempat mereka akan melangsungkan pernikahan.
"Sudah sayang" jawab mama Nessa pada anak sulungnya itu
"Waoow... Cantik sekali adik abang ini"puji sang kakak
"Iya dong.. Kan aku adeknya abang jadi cantiklah" jawab Nessa sambil berjalan menuju sang kakak
"Makasih ya abang. Sudah sempatin waktunya buat datang dan temani aku" ucap Nessa sambil menggandeng lengan abangnya
"Kamu bicara apa? Aku kan abang kamu jadi wajib datang dong. Sekalian jadi pengganti Papa" jawab kakak Nessa.
Mama Nessa hanya tersenyum melihat anak sulungnya yang begitu menyayangi adiknya
"Ma.. adek mana" tanya Nessa
"Adek sudah menunggu di mobil" jawab Mama Nessa
Nessa sekeluarga pun segera meluncur ke gereja
Sementara itu di rumah Nara.
"Sayang, kamu sudah siap?" tanya mama pada Nara
"Sudah Ma" jawab Nara
"Nara sayang, mama bahagia sekali, akhirnya kamu akan segera menikah" ucap mama Nara sambil menitikan airmata bahagia.
"Mama kok nangis" tanya Nara
"Mama bahagia sayang" jawab mama Nara sambil memeluk putranya.
"Sudah siap semua?" tanya Papa Nara
"Sudah Pa. Kita berangkat sekarang ya, biar gak telat" Jawab Mama Nara pada suaminya.
"Ayo" ajak Papa Nara.
Keluarga Gautama pun segera menuju ke gereja tempat dimana Nara akan mengucapkan janji pernikahan bersama Nessa.
Nara dan keluarganya sudah sampai terlebih dahulu.
Tak lama kemudian Nessa dan keluarganya datang.
Semua langsung bergerak masuk ke dalam gereja.
Upacara berjalan dengan sangan khitmat. Semua yang berada disana hanyut dalam suasana tersebut
Nessa dan Nara akhirnya mengucapkan janji pernikahan mereka di depan altar. Keduanya lalu meminta doa pada seluruh keluarga. Semua terharu menyaksikannya. Nara sudah diijinkan untuk mencium istrinya. Momen itu segera diabadikan oleh seorang fotografer yang sudah disewa khusus oleh Nara. Upacara berjalan dengan lancar dan penuh dengan tangis haru dan kebahagiaan.Semua yang berada disitu mengucapkan selamat untuk kedua pengantin. Tak lupa mereka mengabadikan semua momen indah tersebut dengan berfoto bersama.
Setelah selesai foto bersama, kedua pengantin dan keluarga segera kembali ke rumah keluarga besar Gautama. Disana sudah disiapkan acara sederhana untuk merayakan hari bahagia tersebut.
Saat berada di rumah Nara
"Terima kasih semuanya untuk waktunya. Sudah menyempatkan diri untuk datang ke pernikahan putra kedua saya, Nara Gautama" Pak Gautama membuka acara tersebut
"Saya berharap semoga putra kedua saya ini bisa menjadi suami yang baik bagi istrinya" lanjut Pak Gautama
" Dan yang pasti Papa pengen segera punya cucu" ucap Pak Gautama pada anaknya
"Siap laksanakan bos" jawab Nara sambil tersenyum
"Dan untuk menantu kami yang luar biasa ini, Nessa Papa harap kamu bahagia bersama Nara" kata Pak Gautama pada Nessa
Setelah Pak Gautama memberikan sambutan, selanjutnya diikuti oleh pesan pesan dari mama Nara, mama Nessa dan juga kakaknya Nessa.
Perayaan hari bahagia Nessa dan Nara pun akhirnya selesai juga. Mereka memang sengaja merayakannya hanya dengan makan siang bersama di rumah Pak Gautama. Hingga akhirnya Nara pamit pada keluarga Nara dan juga keluarga Nessa untuk segera membawa Nessa. Keluarga pun segeta melepaskan kedua pengantin baru tersebut untuk pergi.
"Kita mau kemana Nara?" tanya Nessa
"Liat aja nanti" jawab Nara datar
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit akhirnya sampai juga mereka di sebuah rumah. Rumah yang tidak begitu besar tapi mempunyai halaman dan taman yang luas.
"Kita mau ngapain kesini?" tanya Nessa bingung
Namun Nara tak memberikan jawaban.
Setelah berada di depan rumah tersebut, Nara segera memarkirkan mobilnya.
"Ayo turun" ajak Nara
Nessa pun segera turun mengikuti suaminya.
Nessa menyukai suasana di sekitar rumah tersebut. Terasa sangat menyegarkan. Nara terus masuk ke dalam rumah, sedangkan Nessa masih menikmati suasana yang berada di luar rumah. Setelah merasa cukup, Nessa kemudian masuk ke dalam rumah.
Nessa makin kagum dengan desain rumah yang minimalis tapi terlihat sangat elegan.
"Nara ini rumah siapa?" tanya Nessa pada Nara yang sedang duduk di sofa rumah tersebut sambil memainkan ponselnya
"Mulai sekarang kita berdua akan tinggal disini" jawab Nara
"Tapi aku belum membawa pakaianku" jawab Nessa
"Pakaian kamu semua sudah disiapkan" jawab Nara
"Makasih ya" ucap Nessa
Namun Nara tak mempedulikannya.
"Tuan.. nyonya, kamarnya sudah saya siapkan. Tuan dan nyonya silahkan beristirahat" ucap seorang wanita paruh baya
"Makasih ya Bik" jawab Nara
Nara segera berjalan menuju ke kamar utama rumah tersebut dan Nessa hanya bisa mengikutinya
Setelah berada dalam kamar, Nara langsung melepaskan pakaiannya. Nessa kaget melihat Nara mulai melepaskan pakaiannya satu per satu. Secata refleks Nessa langsing menutup mata dan membalikan badannya.
"Kamu mau ngapain?" tanya Nessa
Nara tak.menjawab pertanyaan Nessa, dia langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mandi
Nessa segera membuka mata saat merasa tidak ada suara ataupun gerak dari Nara.
"Oh Tuhan.. apa yang harus aku lakukan?" Nessa mulai bingung
Dia berjalan mondar mandir bagai setrika rusak hingga akhirnya dia menemukan ide.
Nessa kemudian menyiapkan pakaian untuk Nara setelah mandi
Setelah merasa semua sudah siap, Nessa segera membuka lemari mencari baju untuk dirinya.
Setelah menyiapkan semuanya, Nessa pun segera membersihkan make up yang masih menempel di wajahnya. Nara sudah selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sehelai handuk yang dililit pada pinggangnya.
Nessa terpukau melihat tubuh Nara yang begitu sempurna dengan beberapa tato yang menempel disana. Matanya tidak berkedip sedikitpun
"Oh My God... sempurna sekali lelaki di depan ku ini" gumam Nessa dalam hati dengan mata yang terus menatap tubuh Nara tanpa berkedip
Nara membiarkan Nessa tetus memandanginya hingga akhirnya Nessa tersadar sendiri dan menjadi salah tingkah. Nara hanya tersenyum melihat tingkah Nessa.
Nessa segera berlari menuju kamar mandi karena malu.
"Apa yang ada di pikiranku tadi?" ujar Nessa sambil menepuk jidatnya
"Sepertinya aku sudah gila" lanjutnya
Nessa kemudian mandi untuk membersihkan otaknya dari pikiran yang tidak tidak