
Matahari mulai mengintip dari cela tirai kamar Nessa dan Nara. Keduanya masih tertidur pulas hingga terdengar ketukan dari pintu kamar tersebut. Nara yang mendengar suara ketukan tersebut segera membuka matanya.
Saat hendak bangun membuka pintu, Nara merasakan ada sesuatu yang menahannya. Saat mengangkat selimut, terlihat tangan Nessa sedang memeluknya. Nessa masih terlihat sangan pulas. Nara kemudian mengangkat pelan tangan Nessa agar tidak membangunkannya. Setelah posisinya dirasa aman, Nara langsung bangun dan berjalan menuju pintu
"Selamat pagi tuan.. sarapannya sudah siap" ucap Bik Iyem
"Pagi bik, Makasih ya bik" ucap Nara
Setelah Bik Iyem pergi, Nara menuju ke kasur.
Nara membaringkan badannya di samping Nessa. Nessa yang masih terlelap tanpa sadar kembali memeluk Nara, hingga akhirnya Nara pun ikut tertidur kembali.
Nessa mulai membuka matanya. Badannya terasa masih sedikit pegal karena kejadian semalam.
Setelah Nessa benar benar sadar dari tidurnya, dia merasa ada yang aneh. Saat mengangkat selimut, Nessa baru menyadari kalau dirinya tidak memakai pakaian sama sekali. Dan disampingnya Nara sedang tertidur. Nessa sangat terkejut hingga menutup mulutnya untuk menahan suaranya agar tidak berteriak. Nessa mencoba mengingat ing>at apa yang sudah terjadi. Hingga akhirnya dia mengingat dengan sangat jelas kejadian semalam bahkan setiap detailnya bisa Nessa ingat dengan baik. Mengingat hal tersebut Nessa menjadi malu sendiri tapi dia pun bersyukur akhirnya dia bisa menjaga dirinya selama ini dan hanya menyerahkan semuanya pada suaminya.
Nessa yang hendak bangun tiba tiba merasakan nyeri di sekitar daerah kewanitaannya. Hal itu membuat Nessa spontan merintih kesakitan. Nara yang mendengar suara rintihan Nessa pun akhirnya terbangun.
"Kamu kenapa"tanya Nara
"Aku gak apa apa" jawab Nessa sambil menahan rasa sakit tersebut. Nessa masih malu mengatakannya pada Nara
"Gak apa apa gimana. Muka kamu aja kayak orang lagi nahan sakit gitu" ujar Nara
Nessa akhirnya mengatakan kalau dirinya mau ke kamar mandi namun tidak bisa karena area intimnya terasa nyeri. Spontan Nara pun bangun dan menggendong Nessa menuju kamar mandi.
Nessa yang masih malu dengan Nara mencoba menutupi tubuhnya yang tidak berpakaian dengan kedua tangannya.
"Ngapain kamu tutupin? Setiap inci dari badan kamu itu sudah aku liat dan aku rasakan" kata Nara saat melihat tingkah Nessa
Muka Nessa menjadi merah karena malu mendengar ucapan Nara.
"Bahkan aku meninggalkan banyak sekali tanda kepemilikan di badan kamu" lanjut Nara
Nara kemudian menutunkan Nessa saat sudah berada dalam kamar mandi. Nessa segeta mengisi bath tub dengan air hangat. Setelah penuh terisi, Nessa segera masuk ke dalam bath tub tersebut sambil menahan rasa nyeri. Setelah masuk ke dalamnya, Nessa segera membaringkan badannya agar bisa berendam dalam air hangat tersebut.
Rasa nyeri tetsebut berangsur angsur menghilang setelah Nessa berendam air hangat.
Saat Nessa sedang menikmati berendam dalam air hangat, Nara tiba tiba masuk tanpa busana ke dalam kamar mandi tersebut. Nessa terkejut dengan kelakuan Nara tapi tidak bisa berkata apa apa. Dia hanya memalingkan wajahnya agar tidak menatap Nara.
"Gak apa apa" jawab Nessa gugup
"Kalau mau lihat, lihat aja gak apa apa. Toh ini juga udah kamu rasakan semalam" ucap Nara seenaknya
Nessa tetap tidak mau melihat Nara. Sementara Nara tidak mempedulikan Nessa yang sedang berada disitu. Dia segera menyalakan shower dan mandi. Beberapa saat kemudian, keduanya sudah sama sama selesai mandi. Nessa yang hendak mengeringkan badannya tiba tiba berteriak melihat begitu banyak tanda merah di seluruh badannya.
Nara hanya tersenyum melihatnya.
Nessa kemudian cepat cepat keluar dari kamar mandi tersebut. Dia langsung menuju lemari pakaian untuk menyiapkan pakaian untuk Nara.
"Hari ini kamu ke kantor?" tanya Nessa
"Gak" jawab Nara singkat
"Kalau gitu, ini pakaian kamu" ucap Nessa sambil menyerahkan sebuah kaos dan celana pendek untuk Nara
Setelah keduanya berpakaian, mereka langung menuju ke meja makan untuk sarapan.
"Selamat pagi. Tuan dan nyonya" sapa Bik Iyem
"Pagi Bik" sahut Nessa dengan ramah
"Silahkan tuan, nyonya. Sarapannya sudah siap" lanjut Bik Iyem
"Makasih Bik" jawab Nessa
"Kalau gitu Bibik tinggal dulu ya Nyonya. Kalau ada yang dibutuhkan panggil saya saja" pamit Bik Iyem
"Iya Bik. Makasih ya" jawab Nessa dengan ramah
Setelah Bik Iyem pergi, Nessa kemudian mengambilkan sarapan untuk Nara.
"Mau sarapan apa?" tanya Nessa
"Roti pakai nutella aja" jawab Nara sambil sibuk dengan ponselnya
Saat sarapan keduanya tidak banyak bicara. Nara sihuk dengan segala urusan di ponselnya. Sedangkan Nessa sibuk dengan pikirannya sendiri.