Unexpected Wedding

Unexpected Wedding
20. Jatuh Cinta


Nessa sudah selesai bersiap siap untuk pulang.


Dengan mengenakan kaos putih polos dan celana jeans serta sneaker kesayangannya, Nessa sudah menunggu Nara di loby.


Tak berapa lama Nara pun muncul.


"Ayo" ajak Nara


Nessa pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Nara dengan membawa kopernya.


"Maaf Bu, biar saya yang bawakan kopernya" supir Nara meminta ijin Nessa untuk membawakan kopernya


"Gak apa apa Pak, saya bisa ko"jawab Nessa dengan sopan


"Udah Bu, gak apa apa biar saya yang bawakan" ucap pak supir sambil mengambil koper dari tangan Nessa


"Makasih Pak, maaf merepotkan bapak" ucap Nessa


"Ini sudah jadi tugas saya Bu" jawab Pak supir sambil tersenyum ramah


Nessa kemudian langsung masuk ke dalam mobil.


Nara sudah berada di dalam mobil sebelum Nessa naik.


"Mau naik mobil aja lama banget" kata Nara sambil tetap memandang layar ponselnya


"Iya. Maaf Pak Bos" balas Nessa


Nara hanya diam mendengar jawaban Nessa.


Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam. Nara sibuk dengan ponselnya sedangkan Nessa hanya duduk diam memandang keluar dengan telinga yang terpasang earphone sedang dimanjakan musik dari ponselnya.


Nara yang sudah selesai dengan segala urusan di ponselnya kemudia memperhatikan Nessa.


Penasaran dengan lagu yang di dengarkan Nessa, tanpa meminta persetujuan dari Nessa, Nara langsung mengambil sebelah earphone dan memasangnya di telinga. Nessa yang sedang asyik dengan lagu lagunya dibuat kaget dengan tindakan Nara yang kadang suka seenaknya saja.


"Apa sih yang kamu dengarin, serius amat" tanya Nara penasaran


The Script - The Man Who Can't be Moved


Going back to the corner where I first saw you


Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move


Got some words on cardboard, got your picture in my hand


Saying, "If you see this girl can you tell her where I am?"


Some try to hand me money, they don't understand


I'm not broke I'm just a broken hearted man


I know it makes no sense but what else can I do


How can I move on when I'm still in love with you


'Cause if one day you wake up and find that you're missing me


And your heart starts to wonder where on this earth I could be


Thinkin' maybe you'll come back here to the place that we'd meet


So I'm not moving, I'm not moving


Nessa tidak menjawab pertanyaan Nara. Dadanya tiba tiba berdetak tak karuan saat pipi Nara tanpa sengaja menyentuh pipinya.


Nessa bingung apa yang terjadi dengan jantungnya.


Nessa berusaha sekuat tenagan agar Nara tidak memdengarkan detak jantungnya yang semakin tak karuan.


"Ya Tuhan, ada apa dengan jantungku. Apa jantungku mau berhwnti berdetak makanya seperti ini. Oh tidak... Tuhan, aku belum mau mati" doa Nessa dalam hati


Sementara Nara sudah keasyikkan dengan lahu lagu yang didengerkan Nessa tadi.


Tanpa terasa, mereka sudah sampai di bandara. Supir dan orang kepercayaan Nara sudah mengurus semua barang dan tiket keberangkatan bos mereka.


Mereka tidak melalui gerbang keberangkatan biasa, keduanya sudah dipersiapkan tempat di Longue bandara. Sambil menunggu jam keberangkatan, Nessa yang masih tetap dengan earphone terpasang di telinga, kini sedang membaca majalah yang disediakaan di ruangan tersebut.


Kruukk...kruukk.kruukk...


Tiba tiba terdengar bunyi perut Nessa yang keroncongan. Memang dari pagi Nessa belum makan apapun.


"Lapar kamu?" tanya Nara


Nessa hanya memangguk dengan tangan yang memegang perut.


Nara pun langsung menelpon seseorang.


Beberapa menit kemudia seorang pria datang dengan membawa beberapa bungkus roti beserta minuman.


"Ini Pak, pesanannya" ujar pria tersebut


"Makasih. Kamu boleh pergi" jawab Nara


Mata Nessa langsung berbinar binar saat melihat roti.


Nessa sangat menyukai roti. Apalagi ada isian coklat di dalamnya.


"Ini makan dulu" kata Nara sambil memberikan roti ke Nessa


"Makasih Nara" ucap Nessa dengan wajah bahagia


Setelah memakan roti tersebut Nessa pun merasa sedikit kenyang.


"Makasih ya buat rotinya" ucap Nessa ke Nara


"Hmmm" jawab Nara cuek sambil terus mengutak atik isi ponselnya


Selang beberapa menit mereka kemudian dipersilahkan untuk naik ke pesawat karena sebentar lagi pesawat akan berangkat.


Keduanya duduk di kelas bisnis dari pesawat tersebut.


Karena waktu perjalanannya lumayan lama akhirnya Nessa tertidur.


Tanpa sadar kepalanya sudah bersandar di bahu Nara. Nara hanya diam tidak merespon apapun. Dia membiarkan Nessa tertidur di bahunya. Tiba tiba tangan Nessa sudah memeluk perut Nara.


Nara kaget, tapi tetap membiarkan tangan Nessa di perutnya. Nara yang bingung mau melakukan apa, akhirnya mengambil ponsel dan memotret momen kebersamaan mereka itu.


Cukup lama Nara memperhatikan foto tersebut hingga akhirnya dia memutuskan untuk menjadikannya wallpaper di ponselnya.