
" Ehh.... Udah pada datang. Ayo masuk dulu " ajak bibi.
*************
Hp Sakura berbunyi menandakan adanya telepon masuk. Sakura pun segera menggeser tombol ke warna hijau.
" Hallo, Assalamualaikum " jawab Sakura sambil meloudspeker hpnya.
" Ra- san.... kenapa lo nggak bilang kalo ada rapat sama Putra group " seru Vita.
" Gue kira lo udah tau " jawab Sakura singkat.
" Kampret lo, nyaris aja gue gagal rapat ama Putra group " ujar Vita.
" Kok bisa? " tanya Sakura
" Iyalah, orang berkas-berkasnya belum gue siapin! Untung aja lo udah nyuruh Bagas buat nyiapin itu semua. Jadi yah... Kita... " kata Vita menggantung.
" Kenapa? " tanya Sakura santai.
" Kita berhasil, akhirnya Putra group mau bekerja sama dengan perusahaan kita " seru Vita.
" Oh... " jawab Sakura.
" Kok oh doang sih " protes Vita.
" Terus gue harus bilang apa? " tanya Sakura lagi.
" Ngomong apa kek terserah elu asal jangan oh doang " ujar Vita.
" Lo tanya kenapa gue cuman ngomong oh doang, karena elu terlalu lebay kalo udah bahas tentang Putra group. Sekarang gue tanya, kalo Putra group mau bekerja sama perusahaan kita itu karena perusahaan itu yang duluan ngajuin buat kerja sama! " jelas Sakura panjang lebar.
" Masak sih? " tanya Vita lagi.
" Lo, kalo udah bego. Begonya kebangetan, lo itu kalo naksir ama CEO sana nggak usah lebay " seru Sakura.
" Maksud lo? " tanya Vita pura-pura tidak tau.
" Lo naksir kan sama CEO muda Putra group kan? " tanya Sakura.
" Ngaco lo " elak Vita.
" Udah ah, ngapain ngomong sama orang yang gengsinya selangit. Entar kalo udah diembat orang juga cemburunya setengah mati! Udah ah gue sibuk. Assalamualaikum " tutup Sakura secara sepihak.
Tiba-tiba, Bibi Sakura memanggil untuk mengajak Sakura untuk makan malam bersama. Nama asisten rumah tangga Sakura itu sebenarnya bi Inem atau yang biasa dipanggil Sakura Bibi. Bi Inem sebenarnya sudah lama bekerja menjadi ART dirumah Sakura. Namun, karena Sakura ingin merasakan sekolah didesa. Jadi, bi Inem ditugaskan untuk menemani Sakura sekolah yang kebetulan berada dikampung halamannya.
" Non, ayo makan " ajak bi inem dengan logat jawanya.
" Iya bi " jawab Sakura.
Sakura pun segera berjalan keruang tengah rumah bi Inem. Di sana sudah ada mang asep dan keluarga bi Inem yang sudah menunggunya. Sakura pun segera bergabung dengan mereka. Mereka pun segera makan dan sesekali bercanda, sebenarnya hubungan Sakura dengan keluarga bi Inem itu sudah sangat dekat. Walaupun mereka makan dengan duduk lesehan yang beralaskan tikar tidak membuat kehangatan antara anak majikan dan ARTnya itu terasa luntur.
Jika biasanya Sakura makan dengan menu yang mewah. Maka kali ini ia makan dengan makanan kampung yang sudah menjadi makanan favoritnya.Tapi menurut Sakura ia lebih suka makan makanan kampung yang menurutnya itu setiap rumah sudah berbeda resep dan cara memasaknya. Itulah yang membuatnya sedikit kepo.
Jika makan makanan Jepang itu sudah biasa baginya tapi, jika makanan Indonesia itu baginya sudah tidak ada duanya. Setelah selesai makan Sakura pun segera membantu bibi untuk membawa piring kotor kebelakang. Sebenarnya sih, Sakura sudah dilarang tetapi ia tetap bersikukuh ingin membantu. Sehingga bibi tidak kuasa untuk menolak. Setelah selesai membantu bibi Sakura pun segera kembali ke ruang tengah untuk berkumpul bersama.
" Mang Asep baliknya besok siang aja ya mang. Sama besok pagi mang Asep anterin Sakura ke sekolah " kata Sakura.
" Ya udah, kalo gitu Sakura ke kamar dulu " pamit Sakura.
Sakura pun segera berjalan menuju kamar yang sudah dipersiapkan untuknya. Sebenarnya Sakura tidak setuju dengan pendapat bi Inem bahwa ia tidur dikamar yang sudah dipersiapkan untuknya. Namun, apa boleh buat. Bibi tetap memaksanya memakai kamar yang sudah dipersiapkan untuknya.
Yang katanya agar nona tersayangnya bisa tidur dengan nyenyak dan tidak digigit nyamuk. Aneh emang, tapi karena sudah tidak ingin berdebat Sakura pun menerimanya dengan berat hati. Setelah Sakura sampai dikamar ia segera mempersiapkan perlengkapan sekolahnya termasuk pr yang sudah ia kerjakan selama perjalanan menuju kampung halaman ARTnya. Setelah semuanya siap Sakura pun segera tidur.
*****
Saat suara adzan berkumandang, Sakura terbangun untuk mengambil air wudhu dan menunaikan sholat subuh berjamaah dimasjid. Rumah bibi sangat dekat dengan masjid yang bernama masjid Al-Kautsar.
Setelah dari masjid Sakura segera mempersiapkan peralatan sekolah dan membersihkan kamarnya. Kemudian Sakura pergi ke dapur untuk membantu bibi menyiapkan sarapan.
" Bi, ada yang bisa aku bantu nggak? " tanya Sakura.
" Udah selesai semua non " jawab bibi.
" Oh... " jawab Sakura singkat.
" Ya udah, wes ayo sarapan dulu " ujar bibi.
" Iya, bi. Oh iya yang lain pada kemana " tanya Sakura.
" Oh, mereka lagi pada di depan. Ya udah bibi ke depan dulu manggil mereka " kata bibi.
" Iya bi " jawab Sakura. Tidak berapa lama, mereka semua telah berkumpul dan sarapan pagi bersama.
Setelah selesai sarapan, Sakura segera bersiap untuk berangkat ke sekolah dengan anak bi Inem. Mereka berangkat dengan mobil pribadi Sakura dan mereka di antar mang Asep. Tak berselang lama, mereka sudah sampai disekolah Sakura. Sakura dan anak bi Inem yang bernama Sari memang satu sekolah. Mereka bersekolah di SMA Chandra Buana Solo Raya.
Sakura dan Sari pun segera turun dari mobil dan segera menuju kelasnya masing-masing. Sakura dan Sari beda kelas Sari kelas 11 IPS dan Sakura kelas 12 IPA. Dan ternyata kelas Sakura sudah ramai. Namun, hanya beberapa anak yang belum datang. Sakura pun segera duduk dibangkunya paling pojok belakang.
" Va, lo kemarin kemana aja? " tanya teman sebangku Sakura.
" Oh, kemarin lagi ada cara keluarga aja kok " jawab Sakura.
" Tapi lama banget lho kamu nggak masuk " kata teman Sakura.
" Oh ya? Perasaan gue cuma izin empat hari deh " imbuh Sakura.
" Yee, itu mah lama. Gue jadi nggak punya teman ngobrol sebangku. Orang murid kelas ini aja genap jumlahnya " jelas Vina teman sebangku Sakura yang merupakan sahabat Sakura selama di sekolahnya.
Seberapa dekat mereka, Sakura tidak pernah menceritakan siapa ia sebenarnya. Bahkan, ketika Vita menanyakan keluarganya. Sakura hanya menjawab bahwa keluarganya merantau di Jakarta. Yah, memang pada dasarnya orang tua Sakura tinggal di Jakarta bukan berarti orang tuanya selalu stay disana.
Yah... Kalian tahu lah kalo orang tua Sakura itu sibuk banget dan sering sekali melakukan perjalanan bisnis. Dan teman-teman Sakura hanya mengetahui nama lahirnya. Tetapi, mereka tidak mengetahui namanya beken atau nama lain yang sering didengar orang atau para kolega bisnisnya.
" Udah dulu deh, gue mau ngulas pelajaran dulu. Bentar lagi ulangan matematika " ujar Sakura.
" Kamu nggak asik deh " ujar Vina.
" Kan bisa dilanjut nanti. Lo mau nilai lo jatuh " Kata Sakura.
" Ya gak mau lah " tegas Vina.
NEXT...