
" Oh... Ini kenalin, namanya Bagas. Dia pacar gue " jawab Sakura.
*******
" Hah, pacar " ujar Angga dan Vina. Mereka terkejut dengan pernyataan Sakura.
" Enggak mungkin " sanggah Angga.
" Heh, harusnya lo mikir kenapa gue nggak pernah ngerespon siapapun yang ngedeketin gue karena apa? Karena gue udah punya pacar " kata Sakura dengan suara lantang. Bagas yang belum pernah melihat jawaban atau penjelasan Sakura yang panjang tersebut hanya bisa melongo. Namun, ia dengan cepat merubah ekspresinya.
" Mereka siapa Sweetheart? " tanya Bagas mulai berakting.
" Ah... mereka temanku Honey. Oh iya, kenalin ini Vina dan ini Angga " kata Sakura dengan suara lembut.
" Hai Bagas " Salam bagas sambil menjabat tangan Vina dan Angga. Sedangkan Angga hanya bersalaman ogah-ogahan. Dan Vina terlihat sangat bersemangat untuk kenalan dengan Bagas.
" Oh iya baby, kenapa kamu kesini. Bukankah kita kemarin baru saja kencan " kata Sakura sambil memeluk lengan Bagas dengan manja.Ia sengaja melakukannya untuk memanas-manasi Angga. Angga yang melihat itu pun terbakar api cemburu.
" Eh, Bagas dengerin ya. Selama janur kuning belum melengkung, masih bisa ditikung " tegas Angga sambil pergi meninggalkan mereka.
" Ih... gak jelas banget " kata Vina saat melihat kepergian Angga.
" Aku tak bali ke kelas ya " pamit Vina.
" Iya, bye " kata Sakura sambil melambaikan tangan. Sepeninggal Angga dan Vina. Sakura pun segera mengakhiri dramanya.
" Apakah ada yang mau dibicarkan? " tanya Sakura dalam bahasa formalnya.
" Ah, iya ada mbak. Saya diminta Bapak untuk menjemput anda " jelas Bagas.
" Baiklah, nanti sepulang sekolah saja kita ke langsung keJakarta " jelas Sakura.
" Baik mbak " jawab Bagas patuh.
" Ya sudah, sekarang kamu ke rumah bibi " perintah Sakura.
" Baik mbak, kalo begitu saya pamit " ucap Bagas seraya mengundurkan diri. Namun, sebelum Bagas beranjak. Sakura pun menghentikannya.
" Eh... Bentar, nanti kamu jangan lupa jemput saya " pesan Sakura.
" Baik mbak " jawab Bagas. Bagas pun segera naik ke mobil dan pergi meninggalkan sekolah Sakura.
Sakura pun segera kembali ke kelasnya tepat bel masuk kelas berbunyi. Saat didepan pintu kelas Vina sudah menunggu Sakura seraya meminta penjelasan lebih jauh tentang Bagas. Tepat saat Sakura duduk di kursinya Vina datang menghampiri Sakura dan meminta penjelasan.
" Eh, Deev itu beneran pacar kamu? " tanya Vina.
" Iya kenapa? " tanya Sakura balik.
" Pantes ae neng kene ora enek seng kecantol, wong pacarmu ae gantenge koyo ngono" jelas Vina. Sakura hanya menganggukkan kepalanya.
( Pantas saja disini nggak ada yang nyangkut ( disukai ), wong pacar kamu aja gantengnya kaya gitu )
" Eh, dewe e kok iso dadi ganteng koyo ngono yo? " tanya Vina.
( Eh, dia kok bisa jadi ganteng seperti itu ya?)
" Perawatan " jawab Sakura.
" Mosok? " ujar Vina.
( Masa? )
" Iya " jawab Sakura, ucapan Sakura itu memang benar adanya bahwa Bagas itu perawatan untuk menambah kegantengannya.
" Pantas aja, eh dia lebih ganteng daripada Angga " kata Vina membandingkan.
" Udah ah, malah jadi gosip nanti " kata Sakura sambil mengalihkan pembicaraan.
" Kowe ki " hardik Vina dalam bahasa Jawa.
Sakura pun menjawab dengan mengangkat bahunya.
( Kamu ini )
****
Tidak terasa jam pelajaran telah berakhir, Sakura pun segera membereskan bukunya dan segera pulang. Dia sudah berjanji akan pulang bersama dengan Sari. Ia pun segera keluar kelas karena kemungkinan Sari sudah menunggunya di depan kelas.
" Eh, Sar. Pulang yuk " ajak Sakura.
" Ayo mbak " jawab Sari. Mereka pun segera berjalan. Namun, Angga datang menghampiri Sakura.
" Uadah lama nunggunya? " tanya Sakura.
" Belum mbak " jawab Sari.
" Eh, Adeeva pulang bareng yuk. Aku anterin " tawar Angga yang datang tiba-tiba.
" Enggak Ga, makasih. Gue pulang aja bareng Sari " Sakura pun segera beranjak pergi namun tangannya dicekal Angga.
" Angga " hardik Sakura, ia pun segera menyentak tangannya.
" Kenapa " tanya Angga.
" Aku nggak akan pernah ngelepasin kamu Adeeva " tegas Angga sambil memegang tangan Sakura lagi.
" Tapi, gue nggak suka sama lo " jelas Sakura. Sari yang melihat perdebatan itu pun hanya bisa mengelus bahu Sakura. Hingga suara mengintruksi mereka.
" Gaya lo kampungan, dude " hardik Bagas.
" Arep ngopo kowe " jawab Angga dengan suara lantang hingga mengundang perhatian murid-murid.
( Mau apa lo )
" Lepasin Adeeva " tegas Bagas.
" Aku ra bakal ngecolne Adeeva " terang Angga. Bagas yang melihat itu pun tak tinggal diam.
( Gue nggak akan ngelepas Adeeva )
Bugh....
" Itu balasan lo " tegas Bagas, setelah melihat Bagas meninju Angga. Sakura pun segera melerai mereka. Karena situasinya berada dilapangan sekolah dan dilihat oleh murid-murid disekolahnya.
" Baby, udah ayo kita pulang. Aku nggak papa kok " drama Sakura.
" Makanya jangan sok, gini aja udah tepar " kata Bagas.
Bughh...
Angga pun membalas pukulan Bagas. akan tetapi Bagas berhasil mengelak. Tak tinggal diam Bagas pun menonjok Angga hingga jatuh tersungkur. Sakura pun segera menghentikan aksi pukul-pukulan antara Bagas dan Angga.
" Bagaass.... " teriak Sakura.
" Sayang... udah ya kita pulang, aku nggak mau kamu semakin mengotori tangan kamu dengan memukul dia " kata Sakura dengan sedikit mendrama. Setelah mendengar ucapan Sakura, Bagas pun segera berhenti memukul Angga.
" Gue peringatin lagi! jangan pernah deketin Adeeva " kata Bagas dengan penuh penekanan.
" Yuk kita pulang " ajak Bagas sambil menggandeng tangan Sakura dengan lembut. Sari pun segera menyusul Sakura.
Vina meringis melihat penderitaan Angga yang terkapar karena tonjokan Bagas bahkan bisa dibilang ia sudah babak belur karena tonjokan Bagas, sedangkan Bagas ia tidak luka sama sekali. Tanpa babibu Vina pun segera menghampiri Angga dan memberitahu bahwa ia harus menjahui Sakura. Namun, Angga bersikeras bahwa ia tidak mau. Sakura, Sari dan Bagas sudah sampai di mobil.
" Terima kasih sudah menolong saya " ucap Sakura.
" Sama-sama " jawab Bagas.
" Ayo kita pulang, lalu ke Jakarta " ajak Sakura.
" Baik mbak " jawab Bagas patuh.
Mobil yang dikendarai Bagas segera meninggalkan sekolah Sakura. Mereka bertiga hanya diam saja dimobil. Sakura dan Sari diam karena mereka capek sedangkan Bagas ia diam karena fokus menyetir mobil. Tak terasa mereka sudah sampai di rumah bibi. Sakura segera ganti baju dan bersiap-siap ke Jakarta. Setelah semuanya siap Sakura segera berpamitan pada orang rumah untuk pergi ke Jakarta.
" Halah non non, baru aja datang udah balik lagi " kata bibi. Sakura hanya memberikan senyum simpulnya saja.
" Iya bi, kan papa kalo papa udah bilang harus ya harus nggak boleh enggak " kata Sakura.
" Ya udah Sakura sama Bagas berangkat dulu ya bi. Assalamu'alaikum " pamit Sakura. Sakura dan Bagas pun segera naik mobil untuk pergi ke Jakarta.
Selama perjalanan baik Sakura maupun Bagas hanya terdiam. Bagas sedang fokus menyetir dan Sakura sedang menikmati pemandangan alam dari setiap kota yang mereka lewati. Hingga pada akhirnya Sakura mulai mengajaknya ngobrol Bagas. Sakura bingung kenapa Bagas bisa datang ke sekolahnya.
" Bagas, kenapa tadi kamu mendatangi sekolah saya ke sekolah? " tanya Sakura. Bagas gelagapan untuk menjawab.
" Emm, itu mbak. Waktu saya di Jakarta saya ditelpon bapak dan disuruh untuk menjemput mbak Sakura karena mang Asep sedang mengantar pak Vincent ke Bogor. Jadi, waktu saya sampai di Solo kan mbak belum tahu. Jadi, saya datang saja ke sekolah mbak" kata Bagas dengan panjang lebar. Namun, ditanggapi berbeda oleh Sakura.
" Ck, Bagas lo nggak pandai banget buat ngeles. Sebenarnya gue udah pengen depak lo. Gue pengen perasaan lo ke gue itu cuma sebatas atasan dan bawahan " batin Sakura.
Ya, Sakura sebenarnya sudah tahu jika Bagas memiliki perasaan lebih terhadapnya. Tetapi, Sakura masih membutuhkannya karena kinerjanya bagus. Dan ada satu alasan yang masih bisa terima, walaupun Bagas memiliki perasaan padanya ia tetap bisa mengontrol perasaannya.
" Gas, lo bisa mampir ke resto nggak? Kita makan malam dulu " pinta Sakura.
" Baik, mbak " jawab Bagas.
Bagas pun membelokkan mobilnya le resto terdekat. Sekelah Mobil terparkir sempurna Bagas segera keluar untuk membukakkan pintu untuk Sakura yang berada di jok belakang.
" Makasih " ucap Sakura.
" Sama-sama mbak " jawab Bagas. Mereka pun segera memasuki resto tersebut.
" Mbak " panggil Sakura pada pelayan tersebut.
" Iya, mbak mau pesan apa? " tanya pelayan tersebut dengan ramah.
" Saya pesan Ayam woku sama, eh Gas lo mau pesen apa? " tanya Sakura.
" Terserah mbak aja " jawab Bagas.
" Bener nih terserah gue? " tanya Sakura. Bagaspun menganggukkan kepalanya.
" Ayam woku satu, ayam bakar pedasnya satu sama minumnya jus jeruk dua. Dan nasinya satu ya mbak. Oh iya, desertnya brownies tiramissu dan cheesecake " pesan Sakura.
" Iya mbak " pelayan tersebut segera pergi untuk menyampaikan pesanan Sakura. Tak berapa lama. Makanan pesanan Sakura sudah sampai.
" Desertnya menyusul ya mbak " kata pelayannya.
" Baik " jawab Sakura. Sakura dan Bagas segera menyantap makanan mereka.