
**Hai...
Buat kalian semua yang bingung kenapa kok kemarin aku nggak update cerita There is not True Love, Really?
Sebelumnya aku mau minta maaf banget ke kalian semua karena aku nggak update cerita ini yang paling jelas, dan yang paling utama adalah...
Apa sih thor lama banget!
Shuuutt... Abaikan aja dulu and lanjut!!
Kalian tahu nggak sih....
Yahh... Malah jadi curhat nih authornya!! 😡👊
Lanjut...
Sebenarnya aku tuh bingung banget mau bikin cerita yang model gimana lagi, aku udah gak tahu mau mulai bikin cerita apa?, isinya apa?, yang jelas... Aku ke habisan ide gaes...
Dan yang selanjutnya adalah..
Aku ke habisan kuota buat update cerita...
Makanya gaes... Aku kemarin itu updatenya pake wifi di perpus sekolahan aku! Udah gitu sinyalnya aduhh... Lemot banget gaes..
Sebenarnya kemarin aku juga mau update. Tapi.... Lagi-lagi...
Aku lupa😁
Karena kemarin... Aku nggak ada planning apapun...
Dan ini juga gara-gara aku nggak punya kouta! Aku jadi nggak tau kalo temen-temen aku satu kelas itu bolos sekolah gaes... Dan pada akhirnya, aku dikelas SENDIRIAN! Oh my God...
Dan gue tau setelah pake wifi yang ada disekolah!
Aduh..
Pokoknya... Ya... Gitu deh...
Dan akhirnya, aku mutusin buat kabur dari sekolahan Oh my God....
Kalian tahu nggak! Itu pertama kalinya aku kabur dari sekolahan! Tiga tahun gue sekolah disana, pertama kalinya aku niat kabur dari sekolah! Gila...
Dan akhirnya aku pergi ke rumah temen aku dan disana aku di ajak pergi ke kampus buat review tempat kuliah! Dan aku juga beli kouta biar bisa update cerita! Lagi-lagi aku lupa update sorry... Banget 🙏🙏
Karena kemarin itu aku di ajakin temen aku ke mall, jadi aku makin lupa 😅
Sorry ya gaes dan jangan lupa kalian like jika kalian suka dan jangan lupa juga kalian komen sebanyak-banyaknya anddd... Happy reading**
****
" Sar, lo dengar sesuatu nggak? " tanya Sakura.
****
" Iya, mbak kedengarannya seperti sedang merintih gitu " jelas Sari.
" Aduuh... Kenapa jadi horor begini sih... " ujar Sakura ketakutan.
" Iya mbak, padahal disini tinggal kita berdua saja " kata Sari.
" Merinding gue jadinya " kata Sakura sambil mengelus tangannya yang mulai merinding.
" Kata orang, kalo musim hujan itu katanya kuntilanak lagi punya anak " kata Sari sambil menjaili Sakura.
" Iiihhh... Jangan nakut-nakutin dong ah " seru Sakura.
Jjjeeeddderr....
" Aaaaaaa..... " teriak Sakura.
" Aduh mbak, kaget saya " kata Sari sambil mengelus dadanya.
" Gue takut Sar " kata Sakura sambil memeluk Sari dengan erat.
" Mbak, nggak bisa napas " kata Sari.
" Gue takut Sar " ujar Sakura yang enggan melepas pelukannya.
" Mbak, kalo mau meluk jangat erat-erat. Rasanya saya kayak kejepit " ujar Sari.
" Emang gue apaan kok kejepit " seru Sakura sambil cemberut dan melepaskan pelukannya dari Sari.
" Hehehe... Nggak mbak bercanda doang... " kata Sari sambil memberikan peace pada Sakura.
" Hmmm.... " hela Sakura.
" Ssshhhh.... "
" Sar, itu suara apa? " tanya Sakura sedikit ketakutan.
" Nggak tahu mbak " jawab Sari.
" Aduuhhhh....gue takut! Eh, Sar lo mau kemana? " tanya Sakura pada Sari yang beranjak dari tempat duduknya.
" Mbak tunggu disitu dulu ya! Aku mau lihat dulu itu suara apa " kata Sari.
" Ih... Jangan dong... Gue takut banget nih " kata Sakura.
" Mbak, tenang! Disini nggak ada apa-apa kok, mbak tunggu dulu ya " kata Sari sambil meninggalkan Sakura sendirian.
" Eh.... Sar, Sari... lo mau kemana? " teriak Sakura yang melihat Sari berjalan menerobos air hujan.
" Aduhh.. tinggal gue sendirian lagi " kata Sakura pada dirinya sendiri.
****
Berapa lama kemudian....
" Aduh... Kenapa Sari lama banget sih, gue kan takut mana sendirian lagi! " ujar Sakura.
" Mana ujannya nggak berhenti-henti lagi " kata Sakura.
Pukk...
" Aaaaa...... " teriak Sakura heboh.
" Mbak kenapa teriak? " tanya Sari yang tiba-tiba muncul.
" Astaga.... " kata Sakura sambil mengelus dadanya.
" Mbak kaget? " tanya Sari dengan wajah polosnya.
" Gimana nggak kaget! Orang disini tinggal gue doang " seru Sakura.
" Terus, lo abis darimana? " tanya Sakura lagi.
" Oh iya " jawab Sari sambil menepuk jidatnya.
" Kenapa? " tanya Sakura.
" Sar, lo denger sesuatu nggak? " tanya Sakura.
" Iya mbak denger! Ih... Ayo mbak bantuin saya " ajak Sari.
" Sar, jangan-jangan itu suara tangisan bayi kunti lagi " kata Sakura ngaco.
" Ih... Udah dong mbak, ayo bantuin saya " kata Sari sambil menarik tangan Sakura.
" Gak mau... Takut! " kata Sakura sambil berusaha melepaskan tarikannya Sari.
" Ayo mbak " kata Sari sambil menarik Sakura.
" Gak deh " jawab Sakura.
" Ayo mbak, kita harus nolongin mbak " kata Sari.
" Nolongin apa? Nolongin bayi kunti! Gak mau.... " seru Sakura sambil berteriak.
" Udah ayo mbak " tarik Sari sambil menerobos guyuran hujan.
" Sar, mau kemana? Gue takut! Jangan aneh-aneh deh! " seru Sakura.
" Nggak mbak! Pokoknya kita harus cepet! " kata Sari.
Sari pun mengajak Sakura ke sebuah ruko bekas yang amat kotor. Ruko tersebut terletak tidak jauh dari halte bus, lebih tepatnya berada dibelakang halte bus. Tanpa babibu Sari pun langsung menarik Sakura kedalam ruko tersebut. Hingga suara tangisan bayi pun terdengar kian jelas didalam ruko tersebut. Akan tetapi Sari terus mengajak Sakura berjalan kedalam ruko tersebut.
" Sar takut, ini gelap banget " kata Sakura.
" Tenang mbak, aku udah bawa pakai senter hp! " kata Sari.
" Oh iya, bentar Sar gue nyalain senter hp gue dulu " kata Sakura sambil mengaktifkan hpnya yang sedari pagi ia matikan dayanya.
" Ah, ini udah bisa! Lo ngapain ngajak gue kesini? " tanya Sakura dengan sedikit ketakutan.
" Udah... Pokoknya mbak ikutin aja deh " kata Sari sambil mencari ruangan di ruko tersebut.
Suara bayi menangis pun kian terdengar jelas. Sari pun segera memasuki ruangan yang sudah ia cek sebelumnya. Hingga pada akhirnya mereka menemukan sesosok bayi mungil ditempat tersebut tidak terlalu jauh dari bayi tersebut terdapat seorang wanita yang telihat habis melahirkan.
" Astaga... " kata Sakura sambil menutup mulutnya.
" jadi ini yang kamu maksud? " tanyanya kepada Sari.
" Iya mbak " jawab Sari.
" Aduh... Gimana nih! Sar mending kamu pesan taksi online sekarang juga. Aku mau ke toko sebelah beli handuk buat bayi itu. Jadi, kamu tunggu disini " kata Sakura.
" Iya mbak, cepat ya " kata Sari.
Tanpa babibu Sakura pun segera berlari keluar ruko tersebut dan pergi ke toko sebelah untuk membeli handuk dan selimut. Setelah selesai membeli perlengkapan yang ia pilih, Sakura pun segera kembali ke ruko tersebut untuk menemui Sari.
" Sar, gimana? " tanya Sakura.
" Bentar lagi taksinya datang mbak " kata Sari.
" Ya sudah kita bersihin bayi itu dulu! Lap saja biar tali pusarnya dipotong dirumah sakit! Kita harus cepat! " kata Sakura. Sedangkan ibu bayi tersebut hanya diam dan terlihat seperti melamun.
" Mbak, ibunya kenapa? " tanya Sakura.
" Gak tahu Sar, mending lo keluar mungkin taksinya udah datang! " pinta Sakura.
" Iya mbak "jawab Sari ia pun segera keluar dari ruko tersebut.
" Bu... " panggil Sakura. Akan tetapi ibu tersebut tidak menoleh. Ia asik dengan dunianya sendiri.
" Oek oek... " tangis bayi tersebut.
" Iya sayang, kamu kedinginan yah... Kakak gendong ya " kata Sakura. Ternyata bayi tersebut diam dan terlihat tenang didekapan Sakura.
" Mbak " panggil Sari.
" Iya Sar " jawab Sakura.
" Ayo mbak, taksinya udah dateng. Biar aku yah... Yang menuntun ibu itu " kata Sari sambil menunjuk ke arah ibu tersebut.
" Iya Sar! Pokoknya kita harus kerumah sakit secepatnya " kata Sakura.
Sakura pun terlihat menggendong bayi tersebut dengan penuh kasih, ia berada disisi kiri ibu bayi dan Sari sedang memapah ibu bayi tersebut. Bayi yang digendong Sakura merupakan bayi laki-laki. Namun, entah siapa ayah dari bayi tersebut. Yang jelas ibu bayi tersebut tidak terlihat baik-baik saja dalam segi psikologisnya.
" Pak, tolong antar kami ke RSUD Dr. Moewardi ya pak " kata Sakura pada sopir tersebut.
Mereka pun segera memasuki mobil tersebut. Setelah hening selama perjalanan akhirnya sopir tersebut pun angkat bicara.
" Adine nggih mbak? " tanya sopir tersebut.
( Adiknya ya mbak? )
" Bukan pak, tadi kami nggak sengaja menemukan ibu ini ketika melahirkan di ruko bekas tersebut " jelas Sakura.
" Oh.... Ngoten nggih mbak, lha terus ibu niki dhateng dalem piyambak? " tanya sopir tersebut.
( Oh... Gitu ya mbak, terus ibu ini didalam sendirian? )
" Iya pak, makanya kami buru-buru kerumah sakit " jawab Sakura.
" Sampun lapor polisi mbak? " tanya sopir itu lagi. Sakura pun menepuk jidatnya.
( Sudah lapor polisi mbak?)
" Oh iya lupa! Gimana nih, eemmm... Mending kerumah sakit dulu pak. Kasihan tali pusarnya dan ari-arinya belum terlepas " kata Sakura.
" Nggih mbak " jawab sopir tersebut.
( Iya mbak )
" Cepat ya pak " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab sopir tersebut.
****
Mobil pun memasuki UGD rumah sakit Dr. Moewardi, sopir tersebut pun juga membantu Sakura dengab memanggilkan perawat. Tidak berapa lama, perawat pun membawa brankar tersebut keluar. Dan ibu tersebut pun segera dievakuasi dan di periksa oleh dokter rumah sakit.
" Makasih ya pak! " kata Sakura.
" Sami-sami mbak " jawab sopir taksi tersebut.
( Sama-sama mbak)
" Oh iya, Sar. Mending kamu lapor polisi dulu ya, dianterin sama bapak ini " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Sari.
" Pak, tolong anterin ya. Nanti jangan lupa bapak kembali lagi kesini buat ambil uang bayaran bapak! Soalnya saya juga belum ambil uang di ATM " pesan Sakura.
" Nggih mbak " jawab sopir tersebut.
NEXT....