
" Aduh... Kalo lihat kalian berdua mami jadi pengen pernikahan kalian dipercepat " kata mami Emre.
****
" Uhhuk uhhuk " Sakura terbatuk setelah mendengar pernyataan mami Emre.
Emre yang melihat Sakura pun terbatuk segera mengangsurkan air minum untuk Sakura.
" Ini, minum dulu " kata Emre. Sakura pun segera meminumnya.
" Aduh... Kalian so sweet banget sih " kata mami Emre. Sedangkan para bapak-bapak hanya tersenyum simpul.
" Tante... Maaf kalau saya lancang " ucapan Sakura dipotong oleh mami Emre.
" Jangan panggil tante, panggil mami aja biar sama kayak Emre " kata mami Emre.
" Iya tan... Eh, iya mi " Jawab Sakura kaku.
" Adeeva tidak mau menikah sebelum lulus sekolah " kata Sakura dengan penuh penekanan. Orang tua Sakura dan Emre pun saling pandang.
" Ehm... " suara deheman papa Sakura.
" Ada apa Adeeva? Kenapa kamu menundanya? " tanya Papi Emre.
" Adeeva masih mau sekolah " jawab Sakura diplomatis.
" Kalau untuk itu kami masih bisa merahasiakannnya dari pihak sekolah dan tentu saja temanmu tidak akan mengetahuinya " jelas papa Sakura.
" Tidak! Adeeva masih mau menikmati masa muda Adeeva " kata Sakura dengan lantang.
" Adeeva, jaga ucapanmu " kata papa Sakura dengan tegas.
" Baik " jawab Sakura singkat. Sedangkan Emre hanya terdiam sambil melihat perdebatan antara Sakura dengan orang tuanya.
" Emre kamu bagaimana? " tanya papa Sakura.
" Emre setuju dengan pendapat Sakura "
" Lagian kita saja baru ketemu, jadi Emre pun juga butuh waktu untuk mengenal Sakura lebih jauh " kata Emre. Para orang tua pun hanya bisa menghela napas.
" Ya sudah jika itu memang yang kalian inginkan, papa hargai " kata papa Sakura.
" Makasih pah " kata Sakura.
" Sama-sama " jawab papa Sakura.
****
Keluarga Iskander pun segera pamit dari kediaman bibi Sakura. Dan perdebatan yang ada diruang makan tadi akan dilanjutkan minggu depan. Mengingat jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Jadi, mereka semua akan membicarakannya minggu depan di Jakarta.
" Sayang... Mami pulang dulu ya " pamit mami Emre.
" Iya Mi hati-hati " kata Sakura.
" Iya, Sayang " jawab mami Emre. Sambil mencium pipi kanan dan kiri Sakura
" Papi pamit pulang ya nak " pamit papi Emre.
" Iya pi " jawab Sakura dengan sedikit senyumannya. Tak lupa ia pun salim dengan papi Emre.
" Aku pulang dulu ya " kata Emre.
" Iya " jawab Sakura singkat. Emre pun memeluk Sakura dan berbisik ditelinga Sakura.
" Aku tidak mau kamu berdekatan dengan laki-laki lain selain aku " ucap Emre posesif.
" Iya " jawab Sakura dengan malas. Padahal demi apapun Sakura malas berurusan dengan cowok, apalagi cowok posesif. Mending Sakura minggat aja.
" Posesif banget, emang dia siapa sih. Sok ngatur-ngatur lagi " batin Sakura.
" Good girl " kata Emre sambil mengelus kepala Sakura.
" Ya sudah kalo begitu, kita pamit dulu ya. Assalamualaikum " pamit Papi Emre.
" Baik, hati-hati " pesan papa Sakura.
Emre dan orang tuanya pun segera memasuki mobilnya.
Tin...
Suara klakson tanda keluarga Iskander pamit dari kediaman bibi Sakura. Sakura dan keluarganya pun segera memasuki rumah bibi setelah mengantar kedepan keluarga Iskander.
" Sakura " panggil papa Sakura.
" Iya pa " jawab Sakura singkat.
" Papa sama mama hari ini langsung ke jakarta ya " pamit papa Sakura.
" Nggak nginep dulu? " tanya Sakura.
" Enggak, besok papa ada meeting " kata papa Sakura.
" Oh... Gitu " jawab Sakura.
" Nggak papa kan sayang? " tanya papa Sakura.
" Iya pah nggak papa kok " jawab Sakura.
" Mama juga ke Jakarta ? " tanya Sakura.
" Oh... Ok " jawab Sakura singkat.
" Maaf ya sayang " kata mama Sakura sambil memeluk Sakura.
" Its O.K mom " kata Sakura sambil memeluk mamanya.
" Ya sudah kita pamit dulu ya nak " kata papa Sakura.
" Iya pah " jawab Sakura.
" Jaga diri baik-baik, ok " pesan mama Sakura.
" Sure " jawab Sakura.
" Ya sudah. Bi, kami pamit dulu ya " kata mama Sakura.
" Iya, Nyonya. Hati-hati di jalan " pesan Bibi.
" Ya sudah kami pergi dulu, Assalamualaikum " sama papa Sakura.
" Wa'alaikumussalam " jawab mereka serempak.
" Bye mah, bye pah " kata Sakura sambil melambaikan tangan kepada mereka.
" Bye sayang " jawab mama Sakura sambil memasuki mobil. Mobil yang dikendarai oleh orang tua Sakura pun meninggalkan halaman rumah bi Inem.
" Bi, aku langsung kekamar ya " kata Sakura setelah melihat mobil orang tuanya sudah menjauh.
" Iya non " jawab bibi.
Sakura pun segera berjalan menuju kamarnya. Saat sampai dikamar, Sakura pun berbaring ditempat tidur, ia merasa bila semua kejadian yang terjadi pada hari ini hanyalah mimpi belaka.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang? " batin Sakura.
Hingga tak terasa Sakura sudah terlelap dan pergi ke alam mimpinya.
****
Tring Triing
Hp Sakura bunyi menandakan ada telepon masuk. Dengan mata masih setengah ngantuk, ia pun segera mengangkat telepon tersebut.
" Iya, Halo " sapa Sakura.
".... "
" Ini siapa? " tanya Sakura sambil meloudspeker teleponnya.
" Ini aku Emre " jawabnya.
" Oh... Ada apa? " tanya Sakura.
" Nggak papa cuma mau nyapa calon istri di pagi hari aja " kata Emre.
" Oh... " jawab Sakura singkat.
" Kamu lagi ngapain? " tanya Emre.
" Mau Sholat " jawab Sakura.
" Oh... Lagi mau sholat. Ya udah kamu sholat dulu gih. Nanti aku telpon lagi " kata Emre.
" Iya..." jawab Sakura singkat sambil mematikan telpon sepihak.
" Pagi-pagi bikin badmood aja " gerutu Sakura.
Sakura pun mematikan hpnya. Ia berharap agar Emre tak menelponnya terus menerus. Setelah itu, Sakura pun segera melaksanakan aktivitasnya di pagi hari mulai dari mandi, sholat, menata buku sekolah dan lain-lain. Setelah semuanya sudah selesai Sakura pun segera menghampiri Bi Inem dan Asri yang sudah berkumpul di meja makan.
" Ayo non, ndang di makan selak dingin lauknya " kata bibi.
" Iya bi... " jawab Sakura sambil duduk di meja makan.
Setelah duduk Sakura pun segera mengambil nasi dan lauknya. Sarapan pagi ini terasa sangat nikmat. Karena, hari ini bibi memasak menu kesukaan Sakura yaitu ayam kremes dan sambal bawang favoritnya. Setelah selesai sarapan, Sakura pun segera berangkat ke sekolah bersama Sari, putri tunggal bi Inem. Hari ini mereka pergi ke sekolah dengan menaiki bis umum.
****
Setelah menempuh perjalanan yang panjang kurang lebih selama 20 menit, Sakura dan Sari sudah sampai di depan pintu gerbang sekolahnya. Sekolah Sakura sangat dekat dengan halte bus yang terletak di depan sekolah dan di seberang jalan. Untung rumah bibi sangat dekat dengan jalan raya sehingga memudahkannya untuk mencari kendaraan umum.
Sakura dan Sari pun segera memasuki sekolah mereka. Hari ini Sakura berangkat sedikit kesiangan karena hpnya tadi tertinggal di nakas kamarnya. Saat berjalan di lorong kelas, ada beberapa adik kelas yang membicarakan kejadian kemarin lusa. Yaitu, perkelahian antara Bagas dan Angga. Namun, Sakura enggan menanggapi apa yang mereka bicarakan.
" Ra, kenapa nggak masuk lagi? " tanya Vina saat Sakura baru saja duduk di kursinya.
" Oh... Kemarin ada acara keluarga " jawab Sakura.
" Acara apa? " tanya Vita lagi.
" Ada deh... " jawab Sakura.
" Ih.... Kowe marai kepo ae " jawab Vina dengan logatnya yang khas. Sedangkan Sakura hanya nyengir doang.
" Eh Vin, kejadian kemarin gimana? " tanya Sakura.
" Oh... Kejadian kemarin. Yah... Kayak gitu, biasa pada lagi banyak yang ngomongin " kata Vina.
" Kemarin juga ada yang nanyain tapi aku nggak mau jawab. Aku malah nyuruh mereka nanya sama kamu sendiri " jawab Vina. Saat Sakura ingin bertanya lagi. Tiba-tiba...
NEXT...