There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
DELAPAN BELAS


" Termasuk mencari data ibu itu " sambung Sakura.


****


" Sari, bukannya lo tadi kekantor polisi ya? " tanya Sakura.


" Iya mbak, tadi aku udah lapor " jawab Sari.


" Terus polisi itu mana? " tanya Sakura.


" Oh, iya tadi mereka ikut kami mengejar ibu itu! Mungkin mbak Sakura nggak ngeh.. Kali " jawab Sari.


" Oh.... Terus mereka kemana sekarang? " tanya Sakura.


" Mereka sedang menyelidiki kasus tadi kali mbak " jawab Sari.


" Ya udah kita tunggu hasil penyidikannya dulu " kata Sakura.


" Pak Bagas gimana mbak? Jadi kesini nggak " tanya Sari.


" Oh iya, Bagas kok lama banget ya " kata Sakura.


Triiing triinngg...


" Ahh... Mungkin itu yang telpon Bagas " kata Sakura. Namun, saat akan mengangkat ternyata bukan dari Bagas, melainkan dari Emre.


" Aahh... " hela Sakura. Sakura pun me-rejectnya.


" Kenapa nggak diangkat mbak? " tanya Sari.


" Telpon nyasar " kata Sakura.


" Oh... " jawab Sari singkat.


" Bentar ya, gue mau nelpon Bagas dulu " kata Sakura.


" Iya mbak " jawab Sari.


Saat akan menelpon Bagas, Sakura melihat Bagas baru saja masuk ke UGD. Melihat Bagas sudah tiba, Sakura pun segera memanggilnya guna mempercepat administrasi ibu tersebut yang sedari tadi belum ia urus. Sakura segera menghampiri Bagas, ia tidak mungkin berteriak memanggilnya karena sekarang berada di UGD.


" Gas " panggil Sakura saat sudah berada didekat Bagas.


" Iya mbak " jawab Bagas.


" Gas, tolong kamu urus administrasi rumah sakit ya. Saya mau bicara dulu ke polisi mengenai laporan kejadian tadi " kata Sakura.


" Aduh... Maaf mbak. Saya masih belum paham " kata Bagas terus terang.


" Ya sudah, kalo begitu saya bantu sekalian. Dan jangan lupa kamu lacak identitas ibu tersebut ya Gas. Mungkin ini sangat sulit, mengingat ibu itu kita temukan di sebuah ruko dan sedang melahirkan sendirian. Tadi dokter bilang ibu itu mengalami gangguan psikisnya " jelas Sakura panjang lebar.


" Iya mbak, kalau boleh tahu. Bagaimana kondisi ibu tersebut mbak? " tanya Bagas.


" Ibu itu meninggal tertabrak mobil satu setengah jam yang lalu " kata Sakura.


" Innalillahi... Ya sudah mbak kita percepat administrasinya " kata Bagas.


****


Saat mengurus administrasi Sakura dan Bagas mengalami kendala. Yaitu berisi biodata lengkap dari ibu tersebut. Sedangkan Sari, ia sedang diminta Sakura untuk menelpon ibunya dan memberitahu jika nanti ia dan Sakura pulang larut malam. Sari juga memberitahu perihal ia dan Sakura pulang malam.


Sakura dan Bagas segera berkoordinasi dengan polisi untuk mengatasi masalah ini. Sebenarnya Sakura bisa saja menyelesaikannya sendiri. Namun, karena Sakura sudah meminta sari lapor polisi maka mau tidak mau Sakura bekerjasama dengan polisi tersebut. Polisi juga meminta tim dokter untuk mengoutopsi jenazah ibu tersebut.


Sembari menunggu hasil outopsi, Sakura dan Sari juga memberikan keterangan mengenai ibu tersebut. Mulai dari awal ketemu sampai hingga pada akhirnya ibu tersebut meninggal dunia. Dan Bagas pun segera mengurus jenazah ibu tersebut. Polisi memutuskan mencari dari data ibu tersebut melalui sidik jari yang ada di data KTP elektronik.


Akhirnya polisi menemukan nama dan identitas dari ibu tersebut berdasarkan dari data laporan dari warga yang kehilangan anggota keluarganya. Ciri-ciri yang ada pada laporan tersebut sesuai dengan ciri-ciri ibu tersebut. Akhirnya polisi segera menghubungi pihak keluarga. Setelah semua selesai Sakura, Bagas, dan Sari pulang kerumah dan menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian.


****


" Syukurlah semua sudah selesai " kata Sakura.


" Iya mbak " kata Sari.


" Kita pulang naik apa? " tanya Sakura.


" Nggak tahu mbak " kata Sari.


" Di luar rumah sakit ada taksi kok " kata Bagas.


" Ya udah kita naik taksi depan aja, tapi kita cari makan sekalian " kata Sakura.


" Baik mbak " jawab Bagas.


" Jam berapa sekarang " tanya Sakura.


" Jam 10 malem mbak " jawab Sari.


" Lama banget ya kita di rumah sakit " kata Sakura.


" Ya udah pulang yuk " ajak Sakura.


" Eh... tunggu dulu " kata Sakura sambil memberhentikan langkahnya.


" Gas, kamu nyari taksi gih. Terus suruh kesini aja, saya dan Sari nunggu disini saja " kata Sakura.


" Ya sudah mbak, saya nyari taksi dulu " kata Bagas.


" Jangan lama-lama " kata Sakura.


Bagas pun segera keluar dari area rumah sakit untuk mencari taksi. Sementara Sakura dan Sari menunggu di lobby rumah sakit. Raut lelah terpancar dari wajah Sakura dan Sari. Sejak di rumah sakit. Mereka kebingungan dan khawatir melihat keadaan ibu tadi. Bahkan, baik Sakura maupun Sari belum melihat keadaan bayi ibu tersebut. Tak berselang lama sebuah taksi pun berhenti di tepat didepan Sakura. Sakura dan Sari pun segera memasuki taksi tersebut.


" Pak, nanti mampir ke warung makan terdekat ya pak " Kata Sakura ke pada sopir taksinya.


" Mau ke warung mana mbak? " tanya sopir taksi itu lagi.


" Terserah mbak " jawab Sari.


" Kalo saya ngikut aja, soalnya saya nggak terlalu lapar juga " kata Bagas.


" Sate mau? " tanya Sakura.


" Sate juga nggak papa " kata Sari.


" Ke warung sate ya pak " kata Sakura.


" Baik mbak " kata sopir tersebut.


Akhirnya sopir taksi tersebut berhenti di warung sate terdekat. Sakura dan Sari pun segera keluar dari mobil. Sakura juga mengajak sopir taksi tersebut untuk makan bersama mereka. Akan tetapi, sopir taksi tersebut menolaknya dengan halus dan memilih menunggu didalam mobil. Bagas pun segera memesankan sate untuknya dan tak lupa untuk Sakura dan Sari.


" Sudah saya pesankan mbak " kata Bagas.


" Udah kamu pesan " kata Sakura memastikan.


" Sudah mbak, cuma minumnya belum " kata Bagas.


" Ya sudah saya mau minum es jeruk.  Sar, lo mau minum apa? " tanya Sakura pada Sari.


" Teh hangat aja mbak " jawab Sari.


" Gas, es jeruk satu sam teh hangat satu " Kata Sakura.


" Baik mbak, Saya pesankan dulu " Kata Bagas. Sakura dan Sari pun segera memcari tempat duduk.


" Mbak, es jeruknya nggak ada " kata Bagas.


" Yah... Es teh aja deh " kata Sakura lesu.


" Baik mbak " kata Bagas. Bagas pun segera pergi untuk memesankan minuman mereka.


" Seneng banget sama es jeruk " kata Sari.


" Seger lo Sar " kata Sakura.


" Mbak kalo kemana-mana pasti minumnya es jeruk " kata Sari yang sudah sangat mengerti kebiasaan dan apa yang Sakura suka.


" Hehehe " jawab Sakura sambil nyengir.


" Udah dipesenin mbak " kata Bagas.


" Ok " jawab Sakura singkat.


Sakura pun menunggu pesanan mereka dengan bermain hp. Sedari tadi Sakura belum membuka hpnya dan hpnya pun disilent. Saat membuka hpnya terdapat beberapa nontifikasi dihp Sakura ternyata itu semua dari Emre. Ada 59 panggilan tak terjawab dan 68 pesan dari Emre. Sakura amat malas membalas pesan dari Emre. Namun, akhirnya Sakura pun membalas pesan dari Emre dengan jawaban yang singkat. Dan ada nontifikasi masuk di hp Sakura. Saat akan membalas pesan Emre lagi, makanan yang Sakura pesan sudah tersaji di mejanya.


" Makasih pak " kata Sakura.


" Sami-sami mbak " jawab bapak tersebut. Sakura, Sari dan Bagas pun segera menyantap Makanam tersebut.


" Tumben dikit " tanya Sakura pada Bagas disela-sela makannya.


" Tadi udah makan mbak " jawab Bagas.


" Oh... " jawab Sakura singkat. Sembari melanjutkan makannya yang tertunda. Sedangkan Sari, diam sambil menyimak pembicaraan Sakura dan Bagas. Setelah selesai makan, Sakura pun meminta Bagas untuk membayar makanan tadi.


" Nih, kamu bayar gih " suruh Sakura sambil memberikan selembar uang seratus ribuan.


" Iya mbak " jawab Bagas patuh. Setelah selesai membayar, mereka pun segera menuju ke taksi yang sudah menunggu mereka.


****


" Maaf ya pak lama " kata Sakura.


" Nggak papa mbak " jawab sopir taksi tersebut.


" Kalo begitu kita langsung ke alanat tadi ya pak " kata Sakura.


" Iya mbak " jawab sopir taksi tersebut.


Sopir taksi tersebut pun segera melanjutkan perjalanannya yang tertunda. Hingga tak terasa, mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki gapura desa. Sari pun segera memberitahukan arah menuju rumahnya. Dan akhirnya, mereka sampai dirumah Sari. Terlihat bi Inem sudah menunggu mereka di depan rumahnya.


" Terima kasih pak " kata Sakura kepada sopir taksi tersebut. Taksi pun segera meninggalkan halaman rumah Sari.


" Assalamualaikum " salam mereka serempak.


" Wa'alaikumussalam, Ya Allah nduk-nduk kok lama? " tanya Bi Inem.


" Tadi kita makan dulu bi " jawab Sakura.


" Oh... Ya udah " jawab bibi.


" Lho, ini kok ada den Bagas " tanya bibi.


" Iya bi, tadi disuruh mbak Sakura kesini " jawab Bagas.


" Ya udah masuk dulu " kata bibi.


" Iya bi, yuk "


NEXT..


Hai... Buat kalian yang kemarin komen di cerita aku maaf banget aku nggak bisa baca komenan kalian maaf yah....


aku sebenarnya udah ngotak-atik tapi tetap aja yang keluar itu tidak ada komentar entah apa itu aku lupa. Intinya aku nggak bisa baca komenan kalian maaf ya...


Kalau kalian ingin aku baca komenan kalian kalian harus komen sebanyak-banyaknya dan jangan lupa like jika kalian suka, dan vote sebanyak-banyaknya ya..


Bye bye...