There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
DUA PULUH LIMA


" Kita tidur berempat sama om Bagas ya mom " kata Arya.


****


" Hah, apa? " tanya Sakura yang gagal fokus.


" Kita tidur bareng om Bagas ya mom " ulang Arya.


" Hah, Arya ngajak tidur bareng sama Bagas! Mati dah gue " batin Sakura.


" Boleh kan mom? " tanya Arya.


" Tapi kan kasurnya nggak muat sayang " kata Sakura pada Arya.


" Muat mom " kata Arya.


" Terus adek bobok dimana nanti? " tanya Sakura.


" Bisa mom " kata Arya meyakinkan Sakura.


" Kan adek boboknya menghadap ke timur kan... Jadi, boboknya menghadap ke selatan gitu mom " kata Arya.


" Kasurnya kurang lebar sayang " kata Sakura.


" Cukup kok mom " kata Arya.


" Iya, kaki Arya cukup. Tapi kakinya mom sama om Bagas kan nggak cukup sayang " kata Sakura gemas.


" Iya Arya, kasurnya nggak muat " kata Bagas pada Arya. Arya pun melihat Sakura dan Bagas secara bergantian.


" Arya pengen bobok berempat mom sama om Bagas " kekeh Arya.


" Ok ok, gini aja om temani Arya bobo ya " kata Bagas pada Arya.


" Gak mau " jawab Arya dengan mata mulai mengembangkan air mata. Mau tidak mau Sakura pun menuruti permintaan Arya.


" Ya udah, kita tidur berempat " kata Sakura.


" Bener mom " kata Arya sambil tersenyum.


" Iya " jawab Sakura tersenyum.


" Ya udah, Arya bobok ya " kata Sakura


" Iya mom " jawab Arya sambil membaringkan tubuhnya.


Sakura tidur ditengah-tengah, ia tidur diantara Arya dengan adiknya. Sakura takut jika Arya tidur disamping adiknya. Karena menurut Sakura anak yang sedang tidur itu tipenya beda-beda. Jadi, Sakura takut jika Arya menampol adiknya. Sedangkan Bagas tidur disamping Arya. Jadi posisi tidur mereka adalah adiknya Arya-Sakura-Arya-Bagas.


" Mom, peluk... " kata Arya pada Sakura.


" Iya mom peluk " jawab Sakura sambil memeluk Bagas.


" Om Bagas juga " kata Arya.


" Iya, om peluk " jawab Bagas sambil memeluk Arya.


Pada akhirnya Sakura dan Bagas pun tidur sambil memeluk Arya, hingga secara tidak sengaja tangan Bagas pun berada di atas tangan Sakura yang sedang memeluk Arya. Suasana canggung pun mulai menerpa mereka.


" Eh... " kata Sakura sambil melepaskan tangannya.Suasana hening pun mulai menyeruak diantara mereka. Hingga akhirnya Bagas pun mulai memecahkan keheningan diantara mereka.


" Mbak, ke Italianya kan kurang tiga hari lagi " kata Bagas.


" Iya " jawab Sakura singkat.


" Mereka gimana? " tanya Bagas.


" Mom mau kemana? " tanya Arya yang ternyata belum tertidur.


" Emm... Mom nggak kemana-mana kok, Arya tidur ya " kata Sakura yang terkejut mendengar pernyatan Arya.


" Iya mom " jawab Arya.


" Berdoa dulu sayang " kata Sakura.


" Iya mom " jawab Arya. Arya pun segera berdoa sebelum tidur. Sakura pun mengelus kepala Arya agar ia cepat tertidur.


" Udah tidur kayaknya " kata Sakura sambil memastikan Arya sudah terlelap.


" Oh.... Iya tadi kamu ngomong apa? " tanya Sakura lagi.


" Bentar lagi mbak kan ke Italia, langkah apa yang akan mbak ambil? " tanya Bagas.


" Untuk ke Italia kita kan udah mempersiapkannya jauh-jauh hari " kata Sakura.


" Iya mbak " jawab Bagas.


" Terus membereskan masalah yang ada disini, termasuk masalah pegawai yang tadi ngejelekin Arya. Aku mau kamu urus itu sampai selesai, dan tidak ada kata maaf dari saya " kata Sakura.


" Iya mbak, untuk masalah itu timnya udah saya persiapkan " kata Bagas.


" Ok, thank you. Dan untuk selanjutnya sebelum kita ke Italia, aku mau bawa mereka ke mama dan papa " kata Sakura.


" Oh... Iya mbak " jawab Bagas. Saat Sakura akan melanjutkan pembicaraannya.


" Oek oek " tangis adiknya Arya.


" Eh... " kata Sakura yang terkejut. Sakura pun segera duduk untuk memangku adiknya Arya.


" Apa sayang... " kata Sakura pada adiknya Arya.


" Oek oek oek " tangis adiknya Arya.


" Iya... Haus ya " tanya Sakura.


" Gas, tolong ambilin dotnya ya " kata Sakura.


" Iya mbak " jawab Bagas sambil beranjak dari tidurnya.


" Ini mbak " kata Bagas sambil memberikan dotnya.


" Makasih " kata Sakura.


" Iya... Ini sayang... " kata Sakura sambil memberikan minumnya.


" Aduh... Sayangnya mom haus ya? " tanya Sakura pada adiknya Arya.


" Kamu jagain Arya dulu, saya mau gendong adiknya Arya keluar kamar " kata Sakura.


" Iya mbak " jawab Bagas.


Sakura pun segera menggendong adiknya Arya keluar kamar. Sakura takut jika nanti Arya terbangun karena mendengar suara tangisan adiknya. Sakura pun sedikit mengayunkan tangannya agar adiknya Arya tenang. Dan tangan Sakura satunya digunakan untuk memegang dot.


" Kok basah ya? " tanya Sakura saat tangannya terasa basah.


" Adduuhhh... Kamu pipis ya " tanya Sakura pada adiknya Arya.


" Kita ganti dulu ya " kata Sakura.


Sakura pun segera membawa adiknya Arya ke kamar untuk mengganti popoknya. Ia pun segera membaringkan adiknya Arya dikasur agar memudahkannya mengganti popok.


" Gas, tolong ca... Yah.. Tidur " kata Sakura saat melihat Bagas sudah tertidur lelap.


" Bentar ya sayang mom, ambil dulu popoknya " kata Sakura sambil mengambil popok ganti dan perlengkapan yang lain.


" Selesai " kata Sakura.


" Iya... Sayang nih minumnya " kata Sakura sambil memberikan susu yang baru. Tak lama kemudian adiknya Arya pun tertidur dan Sakura pun juga tertidur.


****


Pagi-pagi buta kira-kira jam setengah lima, bi Inem pun ke kamar Sakura untuk membangunkannya karena sudah memasuki waktu subuh. Saat membuka pintu kamar Sakura, bi Inem melihat Sakura, Bagas, Arya dan adiknya masih terlelap tidurnya. Bi Inem pun tidak tega membangunkan mereka apalagi Sakura. Akhirnya bi Inem pun menutup pintu kamar Sakura lagi.


" Mbak Sakura nggak sholat " tanya Sari ketika ibunya menutup pintu kamar Sakura.


" Ibuk ra tego nangenine nduk " kata bi Inem.


( Ibu nggak tega banguninnya nduk)


" Oh... Lha terus pak Bagas nggak ibu bangunin? " tanya Sari lagi.


" Ora " jawab bi Inem.


( Enggak )


" Lha ngopo tek ra ditangeni wae buk " kata Sari lagi


( Kenapa nggak dibangunin aja bu )


" Lha wong nden Bagas ijek turu kok, ketoke bar ngewangi non Sakura njogo adine Arya " kata bi Inem.


( Orang nden Bagas masih tidur kok, kayaknya habis bantu non Sakura jaga adiknya Arya )


" Lha ibuk mudeng soko ngendi? " tanya Sari lagi.


( Ibu tau dari mana? )


" Lha wong nden Bagas we turu neng kamare non Sakura " jawab bi Inem.


( Orang nden Bagas tidur di kamarnya non Sakura )


" Oh... Yo wes nek no. . Aku tak sholat sek yo bu " kata Sari.


( Oh... Ya udah kalo gitu... Aku mau sholat dulu ya bu )


" Iyo, ndang sholat kono " kata bi Inem. Sari pun segera menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat.


( Iya, cepat sholat sana )


Jam pun sudah menunjukkan pukul lima kurang seperempat. Akhirnya Sakura pun terbangun karena hpnya berbunyi yang menandakan adanya telepon masuk. Dengan sempoyongan Sakura pun segera mengambil hpnya yang berada di nakas.


" Halo " salam Sakura sambil meloudspeker hpnya.


" Astaga Ra-Chan... Lo baru bangun? " tanya si penelpon.


" He'em, ini siapa? " tanya Sakura yang masih setengah sadar.


" Astaga... Ini gue Vita " jawab Vita.


" Ada apa? " tanya Sakura lagi.


" Mendingan lo cuci muka dulu deh, ini baru jam lima kurang lima menit " kata Vita.


" Jam berapa? " tanya Sakura lagi.


" Jam lima kurang lima menit oncom.. " jawab Vita dengan geregetan.


" APA... Mampus gue belum sholat " kata Sakura sambil mengabaikan telepon Vita. Sakura pun menaruh hpnya kembali di nakas tanpa mematikan sambungan teleponnya.


" Gas, Bagas bangun... " kata Sakura sambil membangunkan Bagas.


" Hemm.. " erang Bagas.


" Bangun Gas


" Ampun.. Kebo banget sih, gue sholat dulu aja " kata Sakura kelimpungan. Sakura pun segera keluar kamar untuk mengambil air wudhu. Setelah selesai wudhu, tak sengaja Sakura berpas-pasan dengan bi Inem.


" Bibi kenapa nggak bangunin aku sih " kata Sakura.


" Bibi nggak tega banguninnya non " jawab bi Inem.


" Ah... Ya udah bi, aku sholat dulu " kata Sakura sambil berjalan meninggalkan bi Inem. Sesampainya di kamar Sakura pun segera menggunakan mukenanya, sebelum menggunakan mukenanya, Sakura pun membangunkan Bagas terlebih dahulu.


" Gas, Bagas bangun... Sholat dulu " kata Sakura sambil membangunkan Bagas, akan tetapi Bagas hanya membalikkan tubuhnya saja.


" Oh My God, susah banget sih dibanguninnya, pakai tissu basah aja kali ya " kata Sakura sambil mengambil tissu basah dan mengelapnya ke wajah Bagas.


" Gas, Bangun... " kata Sakura sambil mengelapkan tissu basah ke wajah Bagas.


" Ehm... Iya " jawab Bagas yang mulai terbangun.


" Cepat keluar kamar, terus wudhu " perintah Sakura pada Bagas.


" Iya " jawab Bagas sambil berjalan sempoyongan. Tanpa Sakura sadari, sambungan teleponnya belum ia matikan. Bahkan sedari tadi Vita pun mendengar semua pembicaraan Sakura dan Bagas.


Sakura pun segera melaksanakan sholat subuh di kamarnya. Setelah selesai sholat Sakura pun berdzikir dan berdoa untuk memohon kepada-Nya agar kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Setelah selesai sholat Sakura pun segera melipat mukenanya dan menaruhnya kembali ke tempat semula. Sakura pun mengingat sesuatu.


" Astaga " kata Sakura sambil menepuk jidatnya. Ia pun segera mengambil hpnya yabg berada di nakas.


" Sakura " panggil Vita di telepon.


" Mampus pasti salah paham ini " batin Sakura.


" Halo Vit " kata Sakura.


" Lo tidur sekamar sama Bagas " tanya Vita to the point.


" Ihh... Mana ada " elak Sakura.


" Terus tadi itu apa? " tanya Vita lagi.


" Tadi apaan sih? " tanya Vita lagi.


" Tadi gue denger lo suruh Bagas keluar kamar, berarti lo tidur sekamar sama Bagas " kata Vita.


" Ihh... Mana ada, orang tadi hpnya aja gue kantongin terus keluar kamar abis itu bangunin Bagas " elak Sakura.


" Penjelasan lo nggak masuk akal deh Ra " tegas Vita. Tiba-tiba Bagas pun masuk ke kamar Sakura.


" Hp aku mana? Semalem kayaknya di sini deh " kata Bagas.


" Ra-Chan " panggil Vita tegas. Sakura pun segera mendorong Bagas keluar kamar.


" Keluar " suruh Sakura dengan suara pelan sambil mendorong Bagas.


" Emmm... Tappii... " kata Bagas.


" Keluar " suruh Sakura tanpa bersuara. Bagas pun segera keluar dari kamar Sakura.


" Halloo... Ra-Chan " panggil Vita lagi.


" Iya Vit " jawab Sakura.


" Momm... " panggil Arya yang terbangun dari tidurnya.


" Itu suara siapa lagi...


NEXT...