
" Itu suara siapa lagi? " tanya Vita.
****
" Emm.... Sorry ya Vit gue tutup bye... " kata Sakura sambil menutup telponnya secara sepihak.
" Iya... Arya udah bangun? " tanya Sakura.
" Iya mom " jawab Arya.
" Ayo duduk dulu, nanti kalo masih kayak gitu malah tidur lagi " kata Sakura sambil mendudukkan Arya. Tapi Arya malah membaringkan tubuhnya lagi.
" Bentar mom " kata Arya.
" Heemmm... Jangan sayang " kata Sakura lagi.
" Lima menit lagi mom " kata Arya.
" Enggak ada lima menit lagi " kata Sakura tegas.
" Ayo duduk dulu " kata Sakura sambil mendudukkan Arya lagi.
" Mom keluar dulu ya " kata Sakura sambil keluar kamar.
" Iya... " jawab Arya sambil mengucek-ucek matanya.
Sakura pun segera keluar kamar untuk mencari Bagas. Ia ingin menanyakan semua rencana yang sudah ia susun. Mulai dari permohonan hak asuh, sampai rencana mempertemukan Arya dengan kedua orang tuanya.
" Gas, semuanya udah siap kan? " tanya Sakura.
" Sudah mbak " jawab Bagas.
" Oh... Ya sudah terima kasih " kata Sakura.
" Sama-sama mbak " jawab Bagas.
" Saya ke dalam dulu " kata Sakura.
" Iya mbak silahkan " kata Bagas. Sakura pun segera pergi meninggalkan Bagas yang berada di ruang tamu.
" Arya... Ayo mandi " kata Sakura saat membuka pintu kamarnya.
" Ya ampun... Malah tidur lagi " kata Sakura saat melihat Arya tertidur lagi.
" Bi... " panggi Sakura saat melihat bi Inem melintas dari kamarnya.
" Iya non " jawab bi Inem.
" Bi... Tolong mandiin adeknya Arya ya bi " kata Sakura.
" Iya non " jawab bi Inem.
" Tapi bibi naruh belanjaan dulu ya no " kata bi Inem.
" Iya bi " jawab Sakura. Setelah izin pada Sakura bi Inem pun segera pergi ke belakang untuk menyimpan belanjannya dan tak lupa ia pun juga cuci tangan setelah selesai ia pun segera ke kamar Sakura.
" Non... " panggil bi Inem.
" Iya bi " jawab Sakura.
" Bayi nya biar saya jemur dulu ya non " kata bi Inem.
" Nggak di mandiin aja bi? " tanya Sakura.
" Nggak non, ini bayinya di jemur dulu biar merah-merahnya ini hilang " kata bi Inem sambil menunjukkan warna merah yang ada di kulit bayi.
" Oh... Gitu, ya udah terserah bibi aja deh " kata Sakura.
" Haduh... Masih belum tau ngurus bayi malah mau ngadopsi " sindir bi Inem.
" Biarin... Biar bisa jadi hot mom bi " jawab Sakura.
" Hot mom apaan non? " tanya bi Inem lagi.
" Mama kece lah bi, keren cakep kan? " kata Sakura lagi.
" Halah non.... Ada-ada aja " kata bi Inem.
" Bibi jadi jemur adiknya Arya nggak? " tanya Sakura.
" Jadi non " jawab bi Inem sambil menggendong adiknya Arya, bi Inem pun segera pergi ke luar untuk menjemur adiknya Arya. Setelah bi Inem keluar Sakura pun segera membangunkan Arya yang masih tertidur.
" Arya... Ayo bangun " panggil Sakura lembut.
" Ehhm... " erang Arya sambil mengeliat.
" Ayo bangun kita kan hari ini mau ke rumah budhe " kata Sakura.
" Bentar.... " jawab Arya sambil mengeliat.
" Ayo... Nanti kita mau ke Jakarta juga lho " kata Sakura.
" Jakarta? " tanya Arya dengan mata terbuka lebar.
" Iya.... Kita mau ke Jakarta, ke rumah mom " kata Sakura.
" Ini bukan rumah mom? " tanya Arya dengan polosnya.
" Bukan, ini rumah bi Inem. Udah ayo mandi " kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya sambil beranjak dari tempat tidur.
" Hei... Handuknya belum dibawa " kata Sakura.
" Lupa mom " jawab Arya sambil cengengesan.
" Heemmm... " hela Sakura sambil mengerlingkan matanya.
Arya pun segera berjalan ke kamar mandi. Sembari menunggu Arya selesai mandi, Sakura pun keluar kamar untuk melihat adiknya Arya yang sedang di jemur.
" Lho, bibi mana? " tanya Sakura pada Bagas.
" Itu mbak lagi pergi ke rumah tetangga sebelah " jawab Bagas.
" Oh... " jawab Sakura sambil ber oh ria.
" Masih lama nggak jemurnya? " tanya Sakura lagi.
" Kata bibi tadi sih bentar lagi mbak " jawab Bagas.
" Ya udah kalo gitu saya ke dalam dulu " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Bagas.
Sakura pun segera memasuki kamarnya untuk menyiapkan pakaian gantinya Arya. Tepat saat Sakura selesai menyiapkan pakaiannya Arya sudah selesai mandi.
" Arya, ini bajunya ya mom mau mandi dulu " Kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya.
Sakura pun segera mandi karena waktu mereka sudah tidak banyak lagi, apalagi malam sore ataupun malam ini juga Sakura memutuskan untuk ke Jakarta guna membicarakan tentang keputusannya untuk mengadopsi Arya dan adiknya di usianya yang masih terbilang cukup muda. Setelah selesai mandi dan ganti baju. Sakura pun memutuskan untuk keluar rumah untuk melihat adiknya Arya.
" Eh... Bibi, tadi darimana bi? " tanya Sakura.
" Itu non, habis dari rumah tetangga " jawab bibi.
" Ngapain? " tanya Sakura.
" Mau bantuin masak-masak, soalnya anaknya mau mau sunat non " jawab bibi.
" Oh.... Gitu " jawab Sakura singkat.
" Iya non, non jaga bayinya dulu ya non. Saya mau nyiapin air panas dulu " kata bibi.
" Iya bi " jawab Sakura. Bi Inem pun segera ke dalam untuk menyiapkan air panas.
" Mbak, pak Bagas. Saya sekolah dulu ya " pamit Sari.
" Iya Sar, hati-hati " jawab Sakura dan Bagas bersamaan.
" Ah... Iya mbak, pak " jawab Sari dengan raut setengah kaget karena Sakura dan Bagas menjawabnya secara bersamaan.
" Ya udah mbak saya berangkat ya, Assalamualaikum " salam Sari.
" Wa'alaikumussalam " jawab Sakura dan Bagas bersamaan lagi. Sari pun segera pergi ke sekolahnya.
" Gas, semuanya udah siap? " tanya Sakura.
" Sudah mbak " jawab Bagas.
" Gas, liat Arya nggak? " tanya Sakura lagi.
" Itu mbak, mas Aryanya lagi nonton tv " tunjuk Bagas ke arah Arya yang sedang nonton tv.
" Oh... Kirain pergi " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Bagas. Ia pun segera ke dalam untuk mandi sesuai dengan perintah Sakura.
" Ayo non, airnya udah bibi siapin " kata bi Inem.
" Oh iya bi " jawab Sakura.
Bi Inem pun segera menggendong adiknya Arya untuk dimandikan. Sedangkan Sakura ia pun segera menyiapkan baju ganti untuk adiknya Arya nanti. Tak berselang lama, bi Inem pun sudah selesai memandikan adiknya Arya dan membawanya ke kamar Sakura.
" Di bedong ya non " kata bi Inem.
" Terserah bibi aja deh, Sakura mah belum paham " jawab Sakura.
" Aduh... Non masak belum tau " tanya bi Inem.
" Tau sih... Cuman Sakura masih belum paham aja kalo makaiin baju bayi! Kalo udah umur dua bulan baru Sakura tau fashionnya " kata Sakura panjang lebar.
" Iya non " jawab bi Inem.
****
" Udah selesai non " kata bi Inem.
" Iya bi " jawab Sakura.
" Bibi gendong dulu ya, aku mau beres-beres dulu " kata Sakura.
" Iya non, kalo begitu. Bibi keluar dulu ya non " kata bi Inem.
" Iya bi " jawab Sakura.
Setelah bi Inem keluar, Sakura pun segera membereskan kamarnya. Tak lupa ia juga mempersiapkan barang-barang yang akan ia bawa ke rumah budhenya Arya. Pagi tadi Sakura juga sudah packing bajunya untuk di bawa ke Jakarta. Sekarang tinggal bajunya Arya dan adiknya. Saat semuanya sudah selesai Bagas pun datang menghampiri Sakura.
" Mbak, taksinya sudah datang " kata Bagas.
" Iya Gas " jawab Sakura.
" Nih, bawa ke mobil " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Bagas patuh.
" Arya... " panggil Sakura.
" Iya mom " jawab Arya.
" Sini mom rapihin dulu baju kamu " kata Sakura sambil merapikan bajunya Arya.
" Nih pakai sepatunya ya " kata Sakura sambil memberikan sepatunya kepada Arya.
" Mau dipakaiin atau pakai sendiri? " tanya Sakura lagi.
" Pakai sendiri mom " jawab Arya.
" Pinter " kata Sakura sambil mengelus puncak kepala Arya.
" Ya udah mom gendong adik dulu ya " kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya.
" Eh... Bibi udah disini aja " kata Sakura terkejut.
" Iya non, sini bibi bantuin gendongnya " kata Sakura.
" Iya bi " jawabnya.
" Udah non " kata bibi.
" Makasih bi " kata Sakura.
" Sama-sama non " jawab bi Inem.
" Barangnya udah siap semua? " tanya bibi.
" Udah bi, oh iya bibi packingin bajunya Arya sama adiknya ya " kata Sakura.
" Mau kemana non? " tanya bi Inem.
" Habis ini kita mau ke Jakarta bi " kata Sakura.
" Oh... Gitu " jawab bi Inem.
" Bibi bantuin ya, bajunya udah aku siapin tinggal dimasukin aja. Abis itu bibi siapin bajunya bibi sekalian " kata Sakura.
" Bibi ke Jakarta juga non? " tanya bi Inem.
" Iya bi " jawab Sakura.
" Ya udah kita berangkat dulu ya bi " pamit Sakura.
" Iya non hati-hati " jawab bi Inem.
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumussalam "
" Iya bi, dah... " jawab Sakura sambil melambaikan tangan. Ia pun segera masuk kedalam taksi. Mobil pun segera melaju meninggalkan halaman rumah bi Inem.
" Gas, yang di sana udah siap semua? " tanya Sakura.
" Sudah mbak, termasuk tim pengacara kita " jawab Bagas.
" Baik " jawab Sakura singkat.
Selama diperjalanan, baik Sakura, Bagas, dan Arya pun saling bersenda gurau. Bahkan, adiknya Arya pun tenang dalam gendongan Sakura yang sudah di longgarkan. Tidak terasa mereka sudah sampai di kediamaan pakdhe dan budhenya Arya. Mereka pun disambut dengan hangat oleh keluarga tersebut. Bahkan sanak saudara dari keluarga ayah dan ibu Arya juga datang ke acara tersebut.
Tak berselang lama, mereka pun segera melaksanakan acaranya. Acara pun terus berlangsung hingga pada akhirnya Sakura pun dipersilahkan untuk menyampaikan pesannya.
" Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan dari bapak dan ibu sekalian. Saya mohon do'anya semoga saya bisa mendidik Arya dan adiknya dengan baik, dan juga semoga mereka juga menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya termasuk kedua orangtua sendiri dan juga kepada saya sebagai ibu sambungnya " kata Sakura.
" Saya juga ingin mengumumkan nama untuk putra kedua saya disini. Dengan bacaan basmalah saya memberikan nama untuk putra kedua saya dengab nama Arga Putra Daniswara.... "
Tak terasa acara pun telah selesai, dari acara tersebut juga diumumkan nama dari adiknya arya dan juga harta warisan dari kedua orang tua Arya yang jatuh ke tangan Arya dan Arga dengan pembagian sama rata Arya 50% dan Arga 50%. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul dua siang. Sakura pun menyampaikan kepada keluarga besar Arya bahwa ia tidak bisa berlama-lama disini karena mereka akan segera pergi ke Jakarta.
" Pak, bu, kami pamit terlebih dahulu karena kami juga harus segera ke Jakarta untuk menemui kedua orangtua saya " pamit Sakura.
" Ee..ladalah kok cepet banget " kata budhenya Arya.
" Iya bu, nanti malah ke maleman yampeknya " kata Sakura.
" Oalah, lha rono ne numpak opo mbak? " tanya yang lain.
( Oalah, terus ke sananya naik apa mbak? )
" Pesawat bu, kalo naik mobil nanti kecapekan " kata Sakura.
" Oalah, geh npun. Seng ngati-ati yo mbak " kata budhenya Arya.
( Oalah, ya sudah. Hati-hati ya mbak)
" Iya bu, kalo gitu kami pamit dulu, Arya salim dulu sama semuanya " kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya patuh. Ia pun segera bersalaman dengan semua orang yang ada disana. Bahkan budhe dan pakdhenya Arya pun sampai menitikkan air mata melihat itu semua. Mereka pun segera memgantarkan Arya dan Arga ke dalam mobil, mereka pun melihat jika Arya dan Arga sekarang telah di asuh oleh orang tua angkatnya yaitu Sakura.
" Seng pinter yo le " kata budhenya Arya.
( Yang pintar ya nak )
" Nggih budhe " jawab Arya patuh.
( Iya budhe)
Budhenya Arya pun segera mencium kedua pipi dan keningnya Arya, ia pun tak lupa mencium Arga adiknya Arya. Budhenya pun segera menutup pintu mobil yang dikendarai mereka. Sakura pun segera menurunkan kaca jendela mobil tersebut.
" Kita pamit dulu Assalamu'alaikum " salam Sakura.
" Wa'alaikumussalam " jawab mereka serempak.
" Dadadah... " kata Arya sambil melambaikan tangan kepada mereka semua.
Mobil pun segera melaju meninggalkan kediaman keluarga Arya. Dan sekarang Sakura pun segera menghubungi pilot pribadinya dan pilot tersebut pun menjawab jika pesawat sudah landing dari 30 menit yang lalu. Sakura pun segera memberitahu bahwa mereka akan take off jam kurang lebih 5 sore. Setelah selesai Sakura pun segera menutup sambungan teleponnya.
" Arya, nanti kalo sudah sampai dari rumah bibi. Arya langsung mandi ya " pesan Sakura.
" Iya mom " jawab Arya patuh.
" Nanti nggak boleh nonton tv dulu, karena kita mau pergi ke Jakarta " kata Sakura.
" Naik apa mom? " tanya Arya.
" Naik pesawat sayang " jawab Sakura.
NEXT...