
" Iya iya gue keluar " ujar Vita sambil bersungut-sungut karena diusir Sakura.
************
Sinar matahari pagi menyapa, Sakura pun terkesiap karena cahaya matahari masuk melalui celah-celah gorden kamarnya. Ia mengeliat dan melihat jam yang berada dinakas. Jam menunjukkan pukul tujuh lebih lima belas menit.
" Ahh... " erangnya.
Sakura segera bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. Ia pun berjalan terseok-seok karena masih setengah sadar. Ia ingat bahwa hari ini ia akan pergi ke kampung bibi yang berada didesa. Ah... Sakura sangat menantikannya.
Ia ingin segera berangkat dan sampai disana untuk meringankan pikirannya sejenak dari tugas-tugas kantor yang sangat menguras tenaga dan pikirannya. Sakura sudah selesai mandi dan ia sudah rapih dengan pakaian yang ia pilih. Ia pun segera keluar dari kamarnya dan berpamitan dengan orang tuanya.
" Mah, pah Sakura berangkat ya " pamit Sakura.
" Nggak sarapan dulu " tanya sang mama.
" Nggak deh ma, Sakura bawa bekal aja entar dimakan dimobil " jawab Sakura.
" Oh... Terus kamu kesananya naik apa? " tanya mama Sakura.
" Itu, Sakura dianterin mang Asep aja. Soalnya ada berkas yang mau Sakura cek dimobil " jawab Sakura.
" Ya udah hati-hati ya sayang " kata mama Sakura.
" Iya, pah Sakura pamit ya " ujar Sakura sambil mencium tangan orang tuanya.
" Iya, hati-hati. Jangan lupa sama janji kamu " kata papa Sakura.
" Aihh... Mulai deh. Kesel gue " batin Sakura.
" Iya pah " jawab Sakura sambil tersenyum. Daripada panjang-panjang entar malah jadi batal berangkat lagi. Jadi cari aman aja deh daripada cari mati.
" Papa pegang omongan kamu " kata papa Sakura.
" Iya " jawab Sakura singkat.
" Ya udah, Sakura pergi dulu yah bye... Assalamualaikum " ucap Sakura.
" Eh, lo mau kemana? " tanya kakak Sakura.
" Pergi lah " jawab Sakura.
" Assalamualaikum "
Setelah mengucapkan salam Sakura pun segera menuju mobilnya untuk segera berangkat kekampung halaman bibinya. Entah apa yang ada dipikiran Sakura. Sehingga ia memutuskan untuk sekolah dikampung halaman bibinya.
Selama perjalanan Sakura terus berkutat dengan beberapa berkas yang harus ia tanda tangani. Sesekali memeriksa email dari sekretaris pribadinya. Jikalau mereka membutuhkan tanda tangannya maka Vita, sepupu Sakura yang ia tunjuk untuk menggantikan tugasnya menandatanginya berkas perusahaan dengan persetujuannya.
" Non, mau mampir ketoilet dulu nggak non? " tanya mang Asep.
" Mampir aja mang sekalian aku mau beli cemilan dulu, kalo bisa mang Asep cari SPBU yang ada minimarketnya " pinta Sakura.
" Baik non " kata mang Asep.
Mobil yang ditumpangi Sakura berbelok ke arah rest area didaerah tol Cikampek. Dan sana ada minimarket dan musholla untuk sholat.
" Lho mang, kenapa nggak ke SPBU aja? " tanya Sakura.
" Nanti aja neng bensinnya masih banyak. Soalnya tadi sebelum berangkat udah mamang isi sampek penuh" jawab mang Asep.
" Oh, ya udah kita langsung ke musholla ya mang " ajak Sakura.
" Iya, neng " jawab mang Asep.
Setelah selesai sholat Sakura pun pergi ke minimarket untuk membeli beberapa cemilan. Ia juga membeli air mineral dan beberapa minuman kemasan. Sakura sebenarnya kurang suka minum air mineral saat berada diperjalanan. Ia membeli air mineral hanya untuk sang supir dan satu botol untuk dirinya sendiri.
Setelah selesai membeli camilan dan minuman, Sakura kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanannya yang tertunda. Namun, saat belum sampai dimobil hp Sakura berbunyi. Menandakan ada telepon masuk. Sakura pun segera mengangkatnya sambil berjalan menuju mobilnya.
" Halo, Assalamualaikum. Ada apa bik? " tanya Sakura.
" Iya, ini aku baru aja di Cikampek. Bentar bik " kata Sakura.
" Ayo mang jalan " perintah Sakura.
" Baik neng " jawab mang Asep.
" Mmm.... Terserah bibik aja deh. Udah dulu ya bik, ini aku lagi banyak tugas " kata Sakura.
" ...... "
" Assalamualaikum " tutup Sakura.
Sakura pun kembali mengecek berkas-berkas yang ia bawa sesekali mengecek email yang masuk. Sakura juga menghubungi Vita bahwa kemungkinan nanti ada kolega bisnis yang akan berkunjung ke kantornya. Dan ia juga meminta Vita untuk memantaunya. Jika kalian bertanya kenapa tidak Vincent saja, jawabannya adalah Sakura tidak yakin jika ia meminta bantuannya karena sang kakak juga sama sibuknya.
Maka dari itu ia lebih memilih Vita, karena Vita memiliki banyak waktu segang. Jika sedang urgent, maka Sakura akan meminta sang kakak untuk mengambil alih dan Vita menggantikan tugas kakak Sakura. Istilahnya itu tukar peran gitu. Jam sudah menunjukkan pukul satu siang, waktunya makan siang. Sakura meminta mang Asep untuk mencari tempat makan siang.
" Mang, kita makan siang dulu ya. Kalo bisa rumah makan pinggir jalan atau cari warteg aja ya mang " kata Sakura.
" Iya, neng " jawab mang Asep.
" Eh, itu mang ada warung makan " tunjuk Sakura. Mang Asep pun segera menepikan mobilnya.
" Ini neng " tanya mang Asep.
" Iya mang, ayo mang turun " ajak Sakura.
" Iya neng " jawab mang Asep.
Sakura pun segera memasuki tempat makan tersebut. Tempat makan ditepi jalan raya dan juga pinggiran sawah. Sakura memilih duduk di tempat lesehan yang menghadap ke sawah secara langsung. Ia pun segera memanggil pelayan untuk memesan menu makanan.
" Mang Asep mau pesen apa? " tanya Sakura.
" Terserah eneng aja " jawab mang Asep.
" Lho kok Sakura, kan mang Asep yang makan. Entar nggak sesuai selera lagi " ujar Sakura.
" Ayam goreng sama lalapan aja neng " kata mang Asep.
" Nah, gitu dong mang " ujar Sakura.
" Ini mbak ayam goreng sama lalapannya satu, teri gorengnya dua, sama gurame gorengnya satu " kata Sakura pada pelayan.
" Baik, mbak. Guramenya sedang atau yang jumbo " tanya pelayannya.
" Yang sedang aja mbak " jawab Sakura.
" Baik, terus minumnya apa mbak " tanya pelayan itu lagi.
" Mang asep mau minum apa? " tanya Sakura.
" Teh anget aja neng " jawab mang Asep.
" Minumnya teh anget satu sama jus jeruk satu ya mbak " kata Sakura.
" Baik mbak, ditunggu ya " kata pelayan tersebut.
Sembari menunggu pesanannya, Sakura memainkan hpnya sesekali berbalas pesan dengan Bagas sekretaris pribadinya. Berapa lama kemudian pesanan Sakura sudah siap dan mereka pun makan dalam diam.Setelah selesai makan Sakura pun segera menuju kasir untuk membayar makanan tadi. Dan langsung menuju ke mobil untuk melanjutkan perjalanannya yang tertunda.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sembilan jam lamanya. Sakura pun sudah sampai dikediaman sang bibi yang berada dipinggiran kota Solo. Kediaman pembantu Sakura sangatlah asri karena berada dipinggiran sawah. Setelah sampai Sakura pun segera turun dan menemui sang bibi yang sudah menunggunya diteras rumah.
" Assalamualaikum bi " salam Sakura, dan Sakura pun menundukkan kepalanya untuk bersalaman dengan sang bibi.
" Wa'alaikumussalam " jawab bibi sambil membalas salaman Sakura.
" Eh... Udah datang. Ayo masuk dulu " ajak bibi.
NEXT...