
" Udah deh, ayo makan " ajak Sakura.
********
Setelah makan siang, mereka pun segera menuju ke kasir untuk membayar makanan mereka. Setelah selesai membayar mereka pun segera menuju parkiran mobil.
" Lo kesini naik apa? " tanya Sakura kepada Vita.
" Gue kesini naik mobil gue " jawab Vita.
" Ya udah, kirain mau nebeng bareng gue "
" Gue masuk dulu bye " ujar Sakura.
" Ok, bye " jawab Vita sambil memasuki mobilnya.
Mobil Sakura dan Vita pun segera meninggalkan tempat parkir. Kali ini Sakura yang membawa mobilnya sendiri.
Sedangkan,Vincent dan Bagas menjadi penumpangnya. Mobil Sakura dan Vita pun berjalan beriringan. Sakura pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang stabil.
Saat berhenti dilampu merah, Vita pun membuka jendela mobil bagian kiri. Dan ia pun mengklakson Sakura untuk menurunkan kaca jendela mobil.
" Apa? " tanya Sakura.
" Balapan kuy " ajak Vita.
" Ok, Siapa takut " jawab Sakura enteng.
" Oy, lu pada udah gila ini bukan tempat balapan woy " ujar Vincent menimpali.
" Bodo amat " jawab Sakura dan Vita serempak. Sakura pun segera menutup kaca mobil.
" Udah pakai sabuk belum? " tanya Sakura.
" Udah " jawab Bagas dan Vincent pasrah.
" Siap " jawab Sakura sambil mengambil ancang-ancang. Dan menutup kaca jendela mobil.
" Mulai " ujar Sakura. Sambil menginjak pedal dalam-dalam.
Sakura pun mulai mengebut dengan kecepatan tinggi. Bahkan, Vita masih tertinggal dibelakang. Sementara didalam mobil Vincent memaki-maki Sakura karena aksi gilanya. Dan Bagas hanya bisa memejamkan matanya sambil memegang erat sabuk pengaman.
" Anjir, Sakura lo mau kita mati hah " racau Vincent.
" Ya Allah, Astagfirullah, Allahuakbar. Mbak pelan-pelan aja mbak, saya belum mau mati mbak " racau Bagas.
" I kill you Sakura " ujar Vincent.
" Ya Allah mbak, saya masih belum nikah mbak. Jangan ajak saya mati dulu mbak " kata Bagas.
Sakura tidak menghiraukan racauan mereka. Ia lebih memilih fokus menyetir dan sampai lebih cepat. Sesekali melihat spion mobil untuk melihat mobil Vita.
Aksi kebut-kebutan antara Sakura dan Vita berlangsung sengit. Karena Vita seakan tidak mau kalah dengan Sakura yang memang jago balapan mobil. Hingga mobil yang dikendarai Sakura melaju kencang dan meninggalkan Vita yang masih berada jauh dibelakang. Dan mobil Sakura mulai memasuki pelataran kantornya.
Cccciiiittttt....
Suara rem mobil Sakura yang begitu keras hingga meninggalkan bekas dihalaman kantor. Sakura sampai lebih dulu dibandingkan Vita. Sakura pun segera turun dari mobilnya, sambil menunggu Vita. Tak berapa lama kemudian mobil Vita memasuki gerbang kantor perusahaannya.
Cccciiiittttt...
Suara rem mobil Vita saat sampai di samping mobil Sakura. Setelah itu Vita pun segera turun dari mobilnya dan menemui Sakura yang sudah sampai lebih dulu.
" Gimana? " tanya Sakura.
" Gila banget lo ya " komen Vita.
" Biasa " ujar Sakura.
" Hooh, queen racing " kata Vita.
" Oh iya, btw Bagas sama Vincent dimana? " tanya Vita. Sambil clingak-clinguk mencari mereka berdua.
" Bentar " ujar Sakura sambil berjalan mengecek mobilnya.
Dimobil Bagas dan Vincent terlihat sangat pucat, seakan-akan nyawanya hampir melayang. Vita pun ikut melihat keadaan Bagas dan Vincent.
" Astaga Ra-chan... " pekik Vita.
" Mereka kenapa jadi begini " imbuh Vita saat melihat keadaan Bagas dan Vincent.
" Woi kak, bangun " ujar Sakura sambil membangunkan Vincent.
" Bagas, bangun " kata Sakura beralih membangunkan Bagas.
" Pingsan kali Ra " ucap Vita.
" Ya elah, gini aja pingsan " ledek Sakura.
" Udah deh, mending gue panggilin satpam biar dibawa ke dalam " kata Vita.
" Ya udah, sono biar gue jagain mereka " kata Sakura.
" Ok " ujar Vita sambil berlalu, untuk memanggil satpam dikantor Sakura.
" Kak, bangun iiihhh " gerutu Sakura.
Tak berapa lama Vita pun datang bersama dengan satpam yang ia panggil untuk membawa Vincent dan Bagas kedalam kantor.
" Pak, tolong bawa mereka ke ruangan saya " pinta Sakura.
" Baik, mbak " jawab mereka serempak.
" Eh, Bayu. Kamu tolong keruangan saya dan tolong bentangkan karpet yang ada disana. Untuk mereka " panggil Sakura kepadanya, sambil menunjuk Bagas dan Vincent.
" Cepat " perintah Sakura.
" Baik mbak " ujar sang office boy sambil berjalan menuju lift para pegawai.
" Ayo pak " ajak Sakura. Sambil berjalan menuju lift para petinggi perusahaan.
" Eh, Ra-Chan kok mereka bisa pada pingsan sih? " tanya Vita.
" Mana gue tau " jawab Sakura.
" Hadeehhh " ujar Vita sambil menepuk jidatnya.
" Sini pak " kata Sakura sambil membuka pintu ruangannya.
" Taruh sini pak " ujar Vita.
" Baik, Mbak " ucap mereka sambil meletakkan Bagas dan Vincent di karpet yang sudah disiapkan oleh office boy tadi.
" Kalo begitu saya keluar ya mbak " kata mereka.
" Baik, terimakasih pak " ucap Sakura.
" Iya, mbak sama-sama " jawab mereka. Mereka pun keluar dari dari ruangan Sakura.
" Gimana nih? " ujar Sakura saat menutup pintu ruangannya.
" Mana gue tahu " jawab Vita.
" Biarin aja deh, nanti juga bangun sendiri " kata Sakura.
" Lo tega amat mana nggak dikasih bantal kek, selimut kek, kasur kek. Eeehhh... Malah di suruh tidur dilantai " ujar Vita.
" Udah biarin, mending sekarang bantuin gue meriksa berkas-berkas itu " kata Sakura, sambil menunjuk berkas-berkas yang menumpuk dimejanya.
" Anjir, nyesel gue masuk ruangan lo " gerutu Vita.
" Udah, jangan bacot! Mending kerjain sekarang "
" Nih, bagian lo. Tinggal tanda tangan doang. Udah gue koreksi tuh berkas " perintah Sakura pada Vita.
" Iya " jawab Vita singkat.
Sakura dan Vita pun mulai memeriksa berkas-berkasnya dan menandatanginya. Tak terasa matahari pun mulai terbenam diufuk barat menunjukkan bahwa senja telah tiba.
" Aduhh... Pegel gue " keluh Vita.
" Jam berapa sekarang? " tanya Sakura.
" Setengah lima " jawab Vita.
" Gak sholat " tanya Sakura.
" Nggak gue halangan " jawab Vita.
" Sama, ya udah kita beresin dulu berkas-berkas ini " ajak Sakura. Sambil menyusun berkas-berkas yang telah ia tandatangani.
" Eh, buset mereka nggak bangun-bangun lagi " ujar Vita, setelah ia sadar bahwa Bagas dan Vincent belum sadar.
" Tidur kali " imbuh Sakura.
" Woy, bangun " teriak Vita.
" Kak, Bangun. Iihh... Kebo banget sih lo " gerutu Sakura. Sambil membangunkan Vincent.
" Gimana nih " keluh Vita.
" Gue punya ide " kata Sakura.
" Apaan? " tanya Vita. Sakura pun hanya diam dan mulai berteriak.
" Ekhem... "
" Kebakaran, kebakaran bangun woy. Kebakaran " teriak Sakura.
" Kebakaran!! " teriak Bagas dan Vincent sambil melompat dari karpet. Dan lari keluar guna mencari bantuan.
" Woy minggir-minggir kebakaran " kata Vincent sambil mengusir karyawan.
Sedangkan para karyawan hanya diam saja. Seakan tidak ada apa-apa. Sakura dan Vita pun tertawa terpingkal-pingkal karena Bagas dan Vincent yang berlarian dengan muka abis bangun tidur. Sakura dan Vita pun segera berlari menyusul Bagas dan Vincent.
" Woy... Kak berhenti " teriak Sakura sambil mengejar Vincent dan Bagas.
" Kak... Berhenti " teriak Sakura. Dan Vincent pun berhenti. Dan Bagas pun ikut berhenti juga.
" Dek, ayo lari dek. Kebakaran " kata Vincent sambil menarik tangan Sakura.
" Hah hah hah... Kak, hah hah... Elu pada dikerjain Sakura " kata Vita sambil ngos-ngossan.
" Maksudnya apa? " tanya Vincent kebingungan.
" Lu pada dikerjain Sakura, nggak ada kebakaran disini " jelas Vita.
" Lo keterlaluan banget sih dek ngerjain gue " semprot Vincent.
NEXT