There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
EMPAT


" Baik mbak " kata Bagas


***********


Mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran. Tak lupa Sakura menitipkan pesan kepada resepsionis bahwa ia keluar untuk makan siang.


Setelah menitipkan pesan kepada resepsionis, Sakura pun berjalan menuju mobil yang sudah ada Vincent dan Bagas yang menjadi supir mobil.


" Kita mau kemana? " tanya Vincent saat Sakura memasuki mobil.


" Ya makanlah " jawab Sakura.


" Iya tapi makan dimana? " tanya Vincent lagi.


" Ehm... Gue lagi pengen makan MiSo ( mie ayam, bakso ) " ujar Sakura.


" Boleh juga tuh, gue udah lama nggak makan MiSo " kata Vincent.


" Mau makan dimana mbak? " tanya Bagas.


" Ke tempat yang lo beliin kemarin deh Gas " Seru Sakura.


" Enggak ke tempat biasa? " tanya Vincent.


" Enggak, MiSo yang kemarin dibeliin sama Bagas enak banget! " seru Sakura


" Oh... " jawab Vincent singkat.


Keheningan pun mulai menerpa mereka. Dimobil Sakura mengecek email perusahan,  Vincent sedang menelpon seseorang dan Bagas sedang fokus menyetir mobil.


Namun, keheningan itu tidak berlangsung lama. Karena, mereka sudah sampai ditempat yang mereka tuju. Yaitu warung Bakso dan Mie ayam.


Bakso dan mie ayam adalah makanan kesukaan Sakura. Bagi Sakura tidak ada makanan yang lezat selain bakso dan mie ayam. Walaupun standar hidupnya sangat berkelas, akan tetapi Sakura merasa jika lidahnya lebih cocok dengan makanan kaki lima.


" Ok juga sih tempatnya " ujar Vincent. Setibanya di warung bakso dan mie ayam.


" Ayo mas, mbak. Nanti keburu rame lagi, soalnya sekarang jam makan siang " ajak Bagas.


" Ya udah " jawab Sakura sembari memasuki warung bakso dan mie ayamnya.


" Duduk disana aja mas, mbak " ajak Bagas. Mereka pun duduk dilesehan karena tempat duduk yang lain sudah mulai penuh.


" Mas " panggil Bagas kepada pelayan laki-laki.


" Iya mas, mau pesan apa? " tanya sang pelayan tersebut.


" Kak, lo mau pesen apa? " tanya Sakura.


" Gue samain sama lo " jawab Vincent.


" Ok, Bagas mau pesen apa? " tanya Sakura.


" Saya, disamain aja mbak " jawab Bagas.


" Ya udah "


" Mas, MiSonya 3, minumnya? "  tanya Sakura pada Vincent dan Bagas.


" Samain aja " jawab Vincent dan Bagas barengan.


" Ok, minumnya es jeruk 3 ya mas " kata Sakura.


" Iya mbak, tunggu sebentar " pinta sang pelayan.


" Iya " jawab Sakura singkat. Sang Pelayan pun segera pergi untuk menyiapkan pesanan Sakura.


" Ra-Chan, Tumben lo nggak ngajak si Vita " tanya Vincent.


" Daritadi gue nggak ngeliat batang idungnya, jadi yah gak gue ajak " kata Sakura.


" Gas, lo kok bisa tahan sih jadi sekretarisnya dia? " tanya Vincent sambil menunjuk Sakura.


" Ya... Gimana ya mas, kalo pun saya mau keluar. Nyari kerjaan baru juga susah " kata Bagas.


" Bener tuh, nyari kerjaan sekarang tuh susah " imbuh Sakura.


" Menurut lo, Sakura itu gimana sih orangnya? " tanya Vincent lagi.


" Aduh... Apa ya mas, mbak Sakura itu baik, rajin, dan dia itu pekerja keras " jawab Bagas.


" Cantik, nggak? " tanya Vincent lagi.


" Cantik " jawab Bagas.


" Lo jawab gitu biar gue nggak ngomel gitu? " tanya Sakura pada Bagas.


" Biasa aja kali " imbuh Sakura saat Bagas mulai salah tingkah.Saat akan berbicara lagi, ponsel Sakura berbunyi.


" Halo " jawab Sakura sambil berjalan menjauh dari Bagas dan Vincent.


Saat Sakura mulai menjauh, Vincent pun semakin gencar menanyai Bagas tentang Sakura. Karena Vincent sebenarnya tau jika Bagas naksir adiknya.


Vincent mengetahui itu semua saat ia tak sengaja mendengar Bagas curhat dengan rekan kerjanya, jika ia naksir Sakura. Bukan sekali atau dua kali Vincent memergoki Bagas sedang memandangi wallpaper hpnya yang sampulnya berisi foto Sakura saat sedang tersenyum.


Dan foto tersebut diambil dari media sosial milik Sakura. Vincent sebenarnya tidak heran jika banyak sekali pria yang naksir adiknya. Karena secara Sakura itu cantik, dia juga memiliki kelebihan yang tak banyak orang mengetahuinya.


" Lo suka sama Sakura? "


"  Uhuhuhukkk... " Bagas terbatuk hebat, ia kaget dengan ucapan Vincent.


" Ini mas, minumnya " kata pelayan sambil menyajikan minuman pesanan mereka.


" Lo suka sama Sakura? " tanya Vincent sekali lagi.


" Eehmmmm, maksud mas apa ya?  " tanya Vincent balik.


" Lo naksir sama adik gue kan? Jujur aja " pinta Vincent.


" Eee... Enggak mas " jawab Bagas kelagapan.


" Masa? Yakin "


" Iya, mas " kata Bagas meyakinkan Vincent.


Bagas pun meminum minumannya, entah mengapa ia merasa sangat kehausan. Namun, ucapan Vincent selanjutnya sangat mengagetkannya.


" Oh... Gitu, Kalo nggak suka. Ngapain foto adek gue jadi wallpaper hp lo? "


" Uhuhuhukkkk " Bagas terbatuk hebat untuk kesekian kalinya.


" Kenapa, mas Vincent bisa tahu ya? Selama ini dia kan ada di Amerika. Kenapa bisa ketahuan sih " batin Bagas.


Bagas tekejut mengapa Vincent bisa mengetahui itu semua. Padahal hpnya jarang sekali ia buka dikantor. Tapi kenapa Vincent bisa tahu. Tidak berapa lama Sakura pun mulai duduk ditempat semula.


" Pada ngomongin apa sih kok serius banget " tanya Sakura.


" Itu tadi gue...."


" Nggak ada apa-apa mbak? " potong Bagas.


" Serius " tanya Sakura lagi.


" Iya mbak " Jawab Bagas.


" Oh, ya udah kita makan aja dulu mienya udah dianterin tuh " tunjuk Sakura pada pelayan yang datang menuju mejanya.


" Makan yuk " ajak Sakura.


" Tapi kita berdo'a dulu " ujar Vincent.


" Berdo'a mulai "


" Berdo'a selesai " tutup Vincent.


Mereka pun mulai menikmati makanan yang mereka makan. Sesekali bercanda, seakan-akan tidak terlihat antara atasan dan bawahan. Bagi Sakura dan Vincent, semua orang itu sama. Kecuali dihadapan Tuhan.


Bbbbbrrrraaaakkkk....


" Lu pada keterlaluan ya " omel pelakunya.


" Eh, oncom lo bisa santai nggak sih " seru Vincent kerena terkejut.


" Nggak " jawabnya.


" Lo mau kita mati keselek hah? " tanya Vincent kesal.


" Bodo amat " jawabnya.


" Lo mau apa? Mau makan? " tanya Sakura.


" Kalo mau makan pesen aja Sono " Ujar Sakura.


" Ya udah, gue pesen dulu " ucapnya. Sambil berlalu dari tempat Sakura.


" Ada-ada aja tuh orang " kata Sakura.


" Itu tangan nggak sakit apa? Dipake mukul meja " tanya Vincent.


" Lo pada tega banget sih nggak ngajak gue " omelnya, saat sudah sampai di tempat Sakura.


" Salah lo sendiri, lo ada dimana nggak nongol-nongol " ujar Vincent.


" Vit, kok lo bisa tau kita disini? " tanya Sakura. Ya... Orang yang memukul meja tempat Sakura makan adalah Vita.


" Gue pake gps hpnya Bagas " jawab Vita sambil nyengir kuda.


" Makasih mas " ucap Vita saat pelayan mengantar pesanannya.


" Oh... " Jawab Sakura. Sambil melanjutkan makannya.


" Eh, Ra-chan. Lo besok mau balik? " tanya Vita.


" Iya, besok gue mau balik ke kampung bibi " jawab Sakura.


" Lo masih tinggal dikampung bibi? " tanya Vincent.


" Iya, masih " jawab Sakura.


" Nggak ada rencana pindah sekolah gitu? " tanya Vita.


" Enggak "


" Berarti sampai lulus ya mbak? " tanya Bagas.


" Iya "


" Udah deh, ayo makan " ajak Sakura.


NEXT...