There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
ENAM


" Lo keterlaluan banget sih dek ngerjain gue " semprot Vincent.


*******


Sakura sampai dirumah, ia sudah mengucapkan salam tetapi tidak ada yang menjawab. Ternyata diruang tamu sudah ada kedua orang tuanya yang sedang menonton televisi.


" Ampun dah... Gue jadi obat nyamuk " batin Sakura.


" Mah, pah " panggil Sakura.


" Eh,  sayang. Udah pulang " ujar Mama Sakura.


" Udah ma, baru aja nyampek " jawab Sakura.


" Oh iya, mah pah. Besok aku balik ya kekampung bibi " kata Sakura.


" Nggak bisa " ujar papa Sakura.


" Pah, bentar doang. Sakura mau masuk sekolah dulu " pinta Sakura.


" Kamu lupa kalo kamu mau tunangan " ujar papa.


" Sial, bokap ngomongin tunangan lagi. Gue harus ngomong apa ini " batin Sakura.


" Pah, tunangannya kan masih lama " kata Sakura.


" Tinggal 5 hari lagi Sakura " kata papa Sakura.


" Kok jadi tinggal 5 hari sih pah " ujar Sakura.


" Pertunanganmu papa percepat " kata papa Sakura. Sakura terkejut dengan ucapan sang papa


" Li li lima hari lagi " ujar Sakura.


" Iya, lima hari lagi " tegas sang papa.


" Ok, ok gini deh pah, acaranya kan masih lima hari lagi kan " ujar Sakura terjeda. Dan papanya menganggukkan kepalanya.


" Jadi, izinin Sakura sekolah. Ya pah ya... " sambung Sakura.


" Enggak bisa " ucap sang papa.


" Aduuuhhh.... Gimana nih, coba lagi deh " batin Sakura.


" Gini, aja deh pah. Acaranya kan masih lima hari lagi H-1 Sakura kesini deh " nego Sakura.


" Enggak " jawab sang papa.


" Kasih aja pah " bujuk sang mama.


" Enggak bisa " tegas sang papa.


" Pah, izinin dong. Sakura janji deh bakalan balik kesini sebelum acara " ucap Sakura. Sakura berharap sang papa luluh.


" Kasih aja pah, Sakura juga udah janji " ujar mama Sakura.


" Papa, enggak percaya sama Sakura " ujar Sakura sedih.


" Kasih pah " bujuk mama Sakura.


" Ya udah papa kasih, tetapi H-2 harus ada disini " ujar papa Sakura.


" H-2 " ulang Sakura dengan wajah yang pias.


" Iya, atau tidak sama sekali " imbuh papa Sakura.


" Iya deh " jawab Sakura pasrah.


" Ya udah kalo gitu, Sakura mau kekamar dulu " ujar Sakura sambil berjalan menuju kamarnya. Sebelum Sakura beranjak.


" HELLO.... VINCENT YANG GANTENG NGALAHIN JUSTIN BIEBER PULANG DENGAN SEHAT SEN... "


" Aduh " erang Vincent. Saat Sakura melempar sepatu kearahnya.


" Mampus lo " ujar Sakura.


" Gila lo. Sakit njir  " kata Vincent.


" Emang gue pikirin " ujar Sakura sambil berlalu meninggalkan Vincent yang masih ngedumel diruang keluarga.


Ia pun merebahkan tubuhnya dikasur kesayangannya.


" Gila.... Gue belum packing baju " kata Sakura pada diri sendiri. Ia pun segera mengemas baju yang akan ia bawa kesana.


" Hp gue mana ya? " tanya Sakura pada dirinya sendiri. Ia pun mencari hpnya dilaci kamarnya.


" Mana sih " guman Sakura lagi.


Tok tok tok


" Ra-chan buka pintunya " kata Vita.


" Masuk aja nggak dikunci " jawab Sakura. Sambil mencari-cari hpnya.


" Lo nyari apa? " tanya Vita saat memasuki kamar Sakura.


" Hp " jawab Sakura.


" Ini bukannya hp lo? " tanya Vita sambil menunjukkan hp berlogo buah tergigit tersebut kepada Sakura.


" Bukan itu " jawab Sakura.


" Terus hp mana lagi Ra? " tanya Vita.


" Itu hp **** " jawab Sakura. Vita terkejut dengan pernyataan yang baru saja keluar dari mulut gadis blasteran tersebut. Hingga ia menggebrak meja rias Sakura hingga menimbulkan dentingan yang keras dikamar Sakura.


Bbbraakkk


" Kenapa lo nyari hp itu hah? " geram Vita.


" Ya gak papa " jawab Sakura santai.


" Terus, kenapa lo beli saham **** sebesar 60%. Sedangkan elo malah pakai brand lain are you crazy Sakura " ujar Vita sambil mengurut kepalanya.


Vita tak habis pikir dengan apa yang saudara sepupunya itu lakukan. Untuk apa ia membeli besar-besaran saham brand tersebut. Sementara ia malah menggunakan salah satu hp keluaran dari perusahaan yang berbasis dinegeri panda tersebut.


" Lo mau bantuin gue apa enggak? Kalo lo nggak mau bantu mending elo diem nggak usah beo-beo" kata Sakura dengan mulut pedasnya.


" Nih gue temuin di rak kosmetik lo " ujar Vita sambil menyerahkan hp Sakura yang ia temukan diantara rak kosmetik.


" Thanks " ucap Sakura. Ia pun segera mengaktifkan hp tersebut.


Saat mengaktifkan hpnya. Sakura segera mengecek beberapa pesan yang mampir dihpnya sambil mencharge hp tersebut karena lowbat. Ternyata banyak sekali nontifikasi yang masuk digrup WA miliknya.


Ternyata teman-temannya sedang ribut tentang ulangan matematika yang akan diadakan besok. Ah... Sakura bingung, ternyata dia tidak memiliki catatan materi yang akan digunakan untuk ulangan nanti. Tanpa pikir panjang ia pun segera menghubungi teman sebangkunya untuk mengirim foto catatannya.


" Lo kenapa? " tanya Vita saat Sakura sibuk membalas chat temannya. Setahunya Sakura jarang sekali chatingan atau berbalas pesan kepada seseorang. Itupun sangat jarang terjadi selama ini.


" Ini, gue lagi minta foto catatan materi buat ulangan besok " jawab Sakura.


" Hah, nggak salah denger gue? " tanya Vita. Bahkan menurut Vita Sakura itu amat sangat jenius. Bahkan tanpa materi pun ia pasti bisa menjawabnya walaupun hanya sekali baca.


" Maksudnya? " tanya Sakura balik.


" Kok lo malah balik bertanya sih! Tanpa lo pelajari juga elo pasti bisa jawab secara elo kan super duper jenius " jawab Vita.


" Kata siapa gue jenius. Gue enggak jenius gue tuh manusia normal yang masih butuh informasi untuk dipelajari. Bukan kayak elo yang kalo baca buku itu cuma dibolak-balik doang halamannya " jawab Sakura panjang lebar.


" Idiiihhh... Kok malah jadi gue sih " ujar Vita.


" Terus, kalo bukan elo siapa lagi? " tanya Sakura.


" Kok lo malah makin cerewet aja sih wak " ledek Vita.


" Terus maunya elo gimana? " tanya Sakura balik.


Sakura memang berbeda saat bersama keluarga atau orang-orang terdekatnya. Saat bersama mereka Sakura adalah seorang gadis yang amat sangat cerewet, manja dan bermulut toa abis. Namun, saat ia sedang berada ditempat kerja dan berada diluar rumah. Ia akan berubah menjadi seorang gadis yang dingin, cuek dan irit ngomong.


Untung saja Sakura masih bisa dimaafkan atas sikapnya tersebut. Karena, ia memiliki wajah yang amat cantik, dan bertubuh ideal yang amat sangat diidamkan oleh para wanita yang ada didunia ini. Udah cantik, pintar, kaya raya aaahhh... Pokoknya banyak deh kelebihan Sakura. Padahal kenyataannya amat berbanding terbalik saat ia berada dirumahnya. Seperti seseorang yang berkepribadian ganda.


" Ya... Kayak biasanya aja, kayak waktu dikantor " jawab Vita.


" Udah ah, ngapain ngomong nggak penting. Gue capek dan gue mau istirahat, jadi elo mendingan keluar gih. Elo tau kan pintu keluarnya " kata Sakura namun berisi perintah untuk meninggalkan kamarnya.


" Iya iya gue keluar " ujar Vita sambil bersungut-sungut karena diusir Sakura.


Next.....