
Tiba-tiba....
*******
" Dddooorr "
" Aaaaa.... " Teriak Sakura dan Vita karena terkejut. Sedangkan pelakunya cengengesan.
" Hahaha..... "
" Gila lo ya " hardik Sakura.
" Jantung gue mau copot tau " hardik Vita.
" Hahaha... Sorry " ujar sang pelaku dengan jarinya membentuk tanda peace.
" Vincent Gilaaa... " teriak Sakura dan Vita.
Ya... Ternyata sang pelaku tersebut bernama Vincent. Vincent adalah klien rapat Sakura hari ini. Vincent Putra Rawnie, adalah kakak kandung kedua Sakura.
Ia juga memegang cabang perusahaan milik keluarganya di Amerika. Vincent memiliki saudara kembar yang juga pemegang cabang perusahaan yang berbasis di Jerman.
" Lo mau apa sih? "
" Jadi rapat atau enggak? " sembur Sakura.
" Tau nih orang " sambung Vita.
" Kalo enggak mau rapat! Gue balik " ujar Sakura dengan nada kesalnya.
" Ya jadi dong tuan putri " kata Vincent.
" lo buang-buang waktu gue aja, ya udah kita rapat sekarang " seru Sakura.
" Sok sibuk banget sih " ledek Vincent.
" Lo ngeledek gue? " tanya Sakura dengan nada tinggi.
" Gue nggak ngeledek kok " kata Vincent.
" Terus tadi apa? " seru Sakura dengan nada tinggi.
" Udah deh, jadi rapat kagak nih " lerai Vita.
" Jadi " kata Vincent.
" Enggak, gue mau balik bye " seru Sakura dengan melangkah meninggalkan ruang rapat.
" Kok ngambek sih? " tanya Vincent.
" Ya salah elo lah " sembur Vita.
" Kok jadi gue sih! " seru Vincent.
" Lo tadi ngapain pakek acara ngeledek segala? Hah " hardik Vita.
" Kan elo sendiri dari tadi enggak ngelerai " ujar Vincent menyalahkan Vita.
" Kok lo malah nyalahin gue sih " seru Vita tidak terima.
" Pokoknya elo yang salah " kata Vincent.
" Elo lah " seru Vita.
" Pokoknya elo! "
" Elo "
" Elo "
" Lo lah kan, elo yang ngeledek Sakura tadi " seru Vita tidak mau kalah.
" Salah elo pokoknya " seru Vincent.
" Aarrghh elo " gerutu Vita.
" Elo lah "
" Elo "
Sedangkan Bagas, sekretaris Sakura pun berusaha melerai mereka. Padahal Sakura sendiri sedang berada diruangan kerjanya, yang tidak jauh dari ruang rapat pun merasa terganggu dengan perkelahian mereka.
" Berisik banget sih mereka " Ujar Sakura
Sakura pun keluar dari ruangannya, ia berjalan menuju ruang rapat perusahaan. Disana ada beberapa karyawan melihat perdebatan antara Vita dan Vincent.
Dan disana juga terlihat Bagas sedang berusaha melerai perdebatan mereka. Diantara mereka ternyata tidak ada yang mau mengalah, Sakura pun merasa harus turun tangan melerai mereka.
Namun, ternyata usaha Sakura sia-sia mereka tidak menghiraukannya. Hingga ada ide yang terlintas dibenak Sakura, ia pun segera keluar ruangan dan mengambil sesuatu yang menurut Sakura bisa menghentikan perdebatan mereka.
Tiba-tiba....
Bbbyyuuurrr...
Sakura menyiram Vincent dan Vita dengan air satu ember. Bagas pun tidak luput juga, ia terkena siraman Sakura saat berusaha melerai mereka. Para karyawan pun terkejut melihat aksi Sakura menyiram mereka.
" Astaga... " ucap Bagas.
" Oh my god baju gueee... " ucap Vita histeris.
Sedangkan Vincent pun langsung terdiam. Baju yang dikenakan oleh Bagas, Vita, dan Vincent basah karena ulah Sakura. Mereka masih tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan.
" Ra-chan lo gila " sembur Vita.
" Bagas, kamu keluar dan ganti baju kamu! Biar saya yang mengurus mereka " perintah Sakura tegas.
" Baik mbak " jawab Bagas patuh.
" Ra! Gue nggak bawa baju ganti tau nggak " sembur Vita.
" Lo pada ngapain sih, hah! " bentak Sakura.
" Lo pada dari tadi ribut buat hal yang nggak penting tau nggak "
" Kalo rapat ya rapat, ini kantor bukan rumah! "
" Kalian kalo dari awal enggak ada komitmen silahkan keluar, saya tidak menerima penolakan dari kalian " ujar Sakura tegas.
" Ada apa ini? " tanya papa Sakura yang datang tiba-tiba.
" Kenapa kalian baju kalian basah? " tanya papa Sakura lagi.
" Aku siram mereka pake air " jawab Sakura.
" Hah, kenapa kamu siram mereka Adeeva? " tanya papa Sakura terkejut.
" Dan tadi Sakura juga bilang! Kalo enggak ada komitmen mending keluar daripada ribut " imbuh Sakura.
" Vincent, kenapa kamu diam saja? " tanya papa.
" Udah sana kalian ganti baju " perintah Papa Sakura.
" Om, Vita enggak bawa baju ganti " ujar Vita.
" Vincent juga enggak bawa baju ganti pah " ujar Vincent.
" Udah sana kalian ganti baju! Kalo nggak bawa keringin aja pake hair drayer " kata papa.
" Masa pake hair drayer sih pah! " kata Vincent.
" Ini gara-gara lo tau nggak " imbuh Vincent sambil menunjuk Sakura.
" Udah sana " perintah papa.
" Iya om "
" Iya pah "
Vita dan Vincent keluar dari ruang rapat untuk mengganti baju mereka yang basah karena disiram air oleh Sakura. Papa Sakura pun segera memanggil office boy untuk membersihkan lantai yang basah.
" Pah, aku keluar dulu " kata Sakura.
" Ya udah " jawab papa Sakura.
Sakura pun keluar dari ruang rapat, Ia pun memasuki ruang kerjanya. Hari ini banyak sekali berkas-berkas yang harus ia tandatangani.
Sakura sekarang sudah tahu jika perusahaan keluarganya yang berada di Amerika mengalami masalah. Karena itu, Vincent terbang ke Indonesia.
Sakura merasa dirinya harus turun tangan untuk menangani masalah tersebut. Sakura pun menghubungi Bagas untuk ke ruangannya.
" Bagas, tolong ke ruangan saya sekarang juga! " perintah Sakura.
Berapa lama kemudian, Bagas pun datang menuju ruangan Sakura. Bagas pun sudah terlihat berganti pakaian.
" Iya, mbak ada apa? " tanya Bagas.
" Oh iya, Bagas kamu sudah tahu kan maksud kedatangan Vincent? " tanya Sakura.
" Sudah mbak " jawab Sakura.
" Ok, Saya minta kamu jelaskan apa yang sudah kamu ketahui! Saya malas bertemu dengan Vincent hari ini. Jadi tolong kamu jelaskan " perintah Sakura.
" Baik mbak. Jadi, permasalahannya terlihat sepele, namun kelihatannya Bapak Vincent tidak bisa menanganinya! "
" Awalnya ada klien yang komplain dengan pelayanan kita, karena pelayanan kita kurang maksimal "
" Padahal, penyebabnya ada di klien kita sendiri, karena dia sering mengubah-ubah keinginannya " ujar Bagas panjang lebar.
" Dan klien tersebut menuntut ganti rugi " ujar Bagas.
" Astaga.... Gini aja kagak bisa ngurus tuh orang! " ujar Sakura kesal.
" Ya udah, sekarang kamu panggil Vincent " perintah Sakura.
" Baik mbak " jawab Bagas. Ia pun segera menghubungi Vincent.
" Sebentar lagi sampai mbak " kata Bagas.
" Ok, makasih " kata Sakura.
Tidak berapa lama kemudian Vincent datang, dan sudah berganti baju. Vincent pun memasuki ruangan Sakura dengan perasaan dongkol, karena ulah Sakura tadi.
" Ada apa? " tanya Vincent ketus. Tetapi yang diketusi tidak peduli.
" Apa yang diomongin Bagas bener nggak? " tanya Sakura tanpa basa-basi.
" Yang mana? " tanya Vincent kebingunan. Sakura pun menepuk jidatnya karena konsletnya otak Vincent.
" Perusahaan kita yang di Amrik, bener nggak kalau ada klien yang komplain? " tanya Sakura.
" Iya bener " jawab Vincent.
" Kenapa nggak bisa nanganin? " tanya Sakura.
" Gimana gue bisa nanganin sementara gue mau ngejelasin penyebabnya dia nyerobot mulu " jelas Vincent.
" Ya udah lo ceritain penyebabnya! " perintah Sakura.
" Ok gue ceritain " kata Vincent.
Saat Vincent cerita ternyata klien tersebut merupakan penyewa hotel mereka. Ia komplain karena pelayanannya tidak maksimal.
" Jadi gitu " ujar Vincent setelah bercerita panjang lebar.
" Ya, mana bisa nyiapin itu semua sementara persiapannya udah matang malah dirubah " ujar Sakura.
" Ya udah lo ada nomor telepon klien itu nggak? " tanya Sakura.
" Ada, nih " jawab Vincent sambil menjulurkan sebuah kertas.
" Ya udah gue coba telpon dulu " kata Sakura.
Sakura pun menelpon klien tersebut, ia juga meminta maaf atas pelayanan yang tidak maksimal. Dan ia juga menjelaskan penyebabnya. Namun, akhirnya klien tersebut menyadari bahwa penyebabnya adalah karena dirinya merubah kesepakatan disaat waktu sudah matang.
Dan Sakura juga menjelaskan bahwa ia tidak bisa menjanjikan uang kompensasinya tersedia. Karena uang tersebut sudah dipakai untuk biaya persiapan sebelumnya.
Dan uang tambahan yang diminta untuk biaya perubahan kesepakatan juga tidak bisa diminta kembali.Dan akhirnya klien tersebut bisa menerima penjelasan Sakura.
Sakura pun segera menutup sambungan teleponnya. Karena, ia merasa sudah cukup. Yah... Walaupun tadi klien tersebut cukup emosional saat uang kompensasinya tidak bisa diberikan.
" Aduh... Capek gue ngomongnya! Ngotot mulu " gerutu Sakura.
" Bener kan ucapan gue kalo dia itu ngeselin banget " Ujar Vincent.
" Ya udah, gue mau makan siang dulu! Capek banget " ujar Sakura.
" Gue ikut " Ujar Vincent.
" Ayo " ajak Sakura. Sambil berjalan keluar ruangannya.
" Bagas, Ayo ikut gue " ajak Sakura.
" Kemana mbak? " tanya Bagas.
" Udah ikut aja " seru Sakura.
" Baik mbak " Kata Bagas.
NEXT...