There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
DUA PULUH DUA


" Itu.... Adik siapa? " tanya Arya.


****


" Itu adik Arya " kata Sakura.


" Itu adik Arya " tanya Arya tak percaya.


" Iya sayang.... " kata Sakura.


" Tapi ibu kan udah meninggal, kok Arya bisa punya adik " tanya Arya lagi. Sakura pun terenyuh mendengar pernyatan Arya.


" Arya... Adik Arya lahir sebelum ibu meninggal sayang " kata Sakura.


" Jadi, ibu meninggal karena melahirkan adik " tanya Arya. Tetapi, Sakura tidak menjawabnya. Biarlah Arya berfikir jika ibunya meninggal setelah melahirkan. Sakura belum berani mengatakan yang sebenarnya. Tapi Sakura akan menceritakannya suatu saat nanti.


" Arya seneng nggak punya adik " tanya Sakura.


" Seneng banget " jawab Arya kegirangan.


" Arya udah nggak sedih lagi? " tanya Sakura.


" Nggak, Arya seneng punya adek. Apalagi, adik udah Arya tunggu dari lama banget " kata Arya.


" Mbak, kalo ibu meninggal karena melahirkan itu masuk surga ya? " tanya Arya lagi.


" Arya tahu darimana? " tanya Sakura.


" Dari pak guru. Karena, ibunya teman Arya meninggal karena melahirkan " cerita Arya, sekarang Sakura melihat wajah Arya yang terlihat sudah ikhlas dengan kepergian sang ibu.


" Iya apa yang di ucapkan pak guru itu benar " jawab Sakura.


" Sekarang Arya nggak sedih lagi, Arya mau jaga adek sampai besar " kata Arya.


" Wah... Hebat banget " puji Sakura pada Arya.


" Iya dong... Tapi Arya sedih " kata Arya dengan suara kecil.


" Sedih kenapa? " tanya Sakura.


" Nanti, kalo adek dibawa pulang budhe nggak bisa rawat adek, Arya juga nggak tahu gimana caranya merawat adek. Kalo ibu ada pasti ibu yang jaga adek " kata Arya dengan air mata yang sudah mulai menetes lagi. Sakura pun segera memeluk Arya.


" Arya jangan sedih " kata Sakura.


" Arya udah nggak punya ibu sama bapak hiks hiks hiks " isak Arya.


" Arya nggak boleh nangis nanti ibu sama bapak nangis lho " kata Sakura sambil menghapus air mata Arya.


" Arya udah nggak punya ibu sama bapak hiks hiks hiks " isak Arya lagi.


" Sutt... Udah ya jangan nangis lagi " kata Sakura.


" Arya pengen sama ibu sama bapak hiks hiks " isak Arya.


" Arya, jangan gitu. Kan sekarang Arya punya adik. Jadi, Arya nggak sendirian dan jangan lupa Arya juga punya budhe sama pakdhe Arya kan " kata Sakura sambil memeluk Arya.


" Apakah ini waktunya ya? " batin Sakura.


" Jadi, Arya jangan sedih lagi ya " kata Sakura sambil mengelus kepala Arya dengan lembut.


" Hiks iya mbak hiks " jawab Arya dengan sesenggukan.


" Arya boleh kok panggil mbak ibu atau mama " kata Sakura.


" Beneran? " tanya Arya lagi dengan mata yang mulai berbinar lagi.


" Iya " jawab Sakura dengan menganggukkan kepalanya.


" Berarti Arya punya ibu lagi dong " kata Arya dengan polosnya.


" Iya sayang " kata Sakura dengan suara lembut. Bahkan suster yang sedari tadi menemani Sakura dan Arya juga ikut terharu mendengar pernyatan Arya.


" Mbak Sakura " panggil Bagas.


" Iya Gas " jawab Sakura.


" Kita diminta menemui dokter yang berjaga diruang perawatan bayi, karena dokter sudah menitipkan pesan disana " kata Bagas.


" Oh... Gitu, ya udah kita kesana sekarang " kata Sakura.


" Sus makasih ya sudah menemani kami " kata Sakura.


" Sama-sama mbak " jawab suster tersebut. Suster tersebut pun segera pergi meninggalkan tempat perawatan bayi.


" Kamu duluan aja Gas " kata Sakura.


" Iya mbak " jawab Bagas.


" Om Bagas mau kemana bu? " tanya Arya dan mulai memanggil Sakura dengan panggilan ibu.


" Om Bagas mau menemui dokter sayang " jawab Sakura.


" Oh.... " jawab Arya singkat.


" Arya jangan panggil ibu ya, itu kan panggilan untuk ibu Arya. Jadi, Arya panggil mbak Moms ya " Kata Sakura.


" Iya Moms " jawab Arya dengan tersenyum lebar.


" Arya mau nggak pengen ketemu adek? " tanya Sakura.


" Pengen banget " jawab Arya.


" Ok sekarang kita susul om Bagas dulu yuk " ajak Sakura sambil menggandeng tangan Arya.


" Iya " jawab Arya. Mereka pun segera menyusul Bagas. Disana Bagas pun terlihat sedang berbicara dengan seorang dokter wanita.


" Bagaimana? " tanya Sakura.


" Tadi kata dokternya bayinya sudah diperbolehkan pulang " kata Bagas.


" Oh ya.... " tanya Sakura.


" Iya mbak " jawab Bagas.


" Adek udah boleh pulang om " tanya Arya.


" Udah kok " jawab Bagas tersenyum.


" Kalo gitu kamu urus suratnya gih " suruh Sakura.


" Iya mbak " jawab Bagas. Ia pun segera ke resepsionis untuk mengurus surat-surat kepulangan adiknya Arya.


" Arya udah boleh ketemu adik? " tanya Arya lagi.


" Bentar ya sayang moms tanya sama dokternya dulu ya " kata Sakura lembut.


" Iya moms " jawab Arya.


Sakura pun segera meminta dokter tersebut untuk membawa keluar adiknya Arya. Dan dokter pun menyanggupinya. Akhirnya adiknya Arya pun dibawa keluar oleh suster yang bertugas menjaga bayi. Sakura pun segera mengambil alih gendongannya.


" Arya sayang nggak sama adik? " tanya Sakura pada Arya.


" Sayang moms " jawab Arya.


" Adiknya lucu nggak " tanya Sakura lagi.


" Lucu banget moms " kata Arya.


" Mom mom turunin dong, Arya mau nyium adek " kata Arya.


" Iya " kata Sakura sembari menundukkan badannya agar Arya bisa mencium sang adik.


" Habis ini kemana? " tanya Sakura lagi.


" Katanya mom mau ajak Arya ke may kiiid ney bean " kata Arya dengan mengeja nama tempatnya.


" Jadi kesananya? " tanya Arya lagi.


" Jadi.. mom " kata Arya.


" Ok " jawab Sakura.


****


Akhirnya adik Arya sudah diperbolehkan pulang dan sekarang mereka pun segera menunju ke paragon mall untuk memenuhi janji Sakura pada Arya. Sakura juga meminta Bagas untuk menemani Arya main. Sedari tadi Arya sibuk mengobrol dengan adiknya yang berada di pangkuan Sakura. Bahkan ketika sampai mall pun Arya masih mengobrol dengan adiknya.


" Arya ayo turun " ajak Sakura.


" Iya " jawab Arya singkat.


" Iya moms " jawab Arya.


" Gas, nanti kamu temenin Arya main ya di my kidney bean" kata Sakura saat melihat Bagas udah selesai membayar ongkos taksi.


" Iya mbak " jawab Bagas.


Mereka pun segera memasuki mall tersebut. Mereka pun segera memasuki arena permainan di my kidney bean. Sakura pun meminta Bagas untuk menemani Arya bermain. Sakura pun duduk sambil menggendong adiknya Arya. Sakura belum memikirkan nama untuk adiknya Arya karena ia ingin berunding dulu dengan keluarga Arya. Dan tak lupa ia memberi tahu keluarga Arya bahwa adiknya Arya sudah diperbolehkan pulang, dan Sakura juga memberitahu jika mereka sedang jalan-jalan sebentar.


" Arya, udah belum mainnya? " tanya Sakura.


" Belum mom " jawab Arya. Bagas yang mendengar Arya memanggil Sakura mom pun terkejut.


" Since when he call like that? " tanya Bagas.


( Sejak kapan dia memanggil seperti itu? )


" Since in the hospital " jawab Sakura.


( Sejak di rumah sakit )


" Hah, seriously? " tanya Bagas lagi.


" Yes, because i'm asking him " jawab Sakura.


( Iya, karena aku yang memintanya )


" Oh.... Cepet banget " kata Bagas.


" Iya, mungkin waktunya udah tepat tadi " kata Sakura.


" Mom udah " kata Arya.


" Udah mainnya? " tanya Sakura memastikan.


" Udah Mom " jawab Arya.


" Arya bisa bawain tas mom nggak? " tanya Sakura pada Arya.


" Bisa mom, mana tasnya " tanya Arya.


" Ini " tunjuk Sakura pada tas sling bagnya.


" Bawain dulu ya sayang " kata Sakura.


" Iya mom " jawab Arya.


" Ok, kalo gitu kita beli baju dulu yuk buat adek " kata Sakura.


" Ayo mom " kata Arya bersemangat.


" Yuk " ajak Sakura. Mereka pun segera keluar dari my kidney bean.


****


Akhirnya Sakura, Arya dan Bagas sampai juga di salah satu toko pakaian bayi yang ada di mall tersebut. Sakura pun segera memilih baju yang cocok untuk adiknya Arya. Sakura pun meminta bantuan Bagas untuk mengambilkan salah satu baju yang sudah diincar oleh Sakura.


" Gas, tolong ambilin baju yang itu dong " kata Sakura.


" Yang mana mbak? " tanya Bagas.


" Yang itu warna coklat gambar beruang " kata Sakura.


" Yang ini " tanya Bagas sambil mengambil salah satu baju yang dimaksud oleh Sakura.


" Iya, ambil gih. Masukin ke tas belanja " suruh Sakura.


" Iya mbak " jawab Bagas.


" Beli yang mana lagi ya? " tanya Sakura pada dirinya sendiri.


" Mom yang ini boleh? " tanya Arya.


" Apa sayang " tanya Sakura.


" Baju yang ini " kata Arya sambil mengambil baju yang ia maksud.


" Aduhh.... Bajunya kegedan buat adek sayang. Kalo kamu mau pilih baju buat adek, minta tolong sama om Bagas ya " kata Sakura.


" Iya mom " jawab Arya.


" Om Bagas bantuin Arya buat beli baju adek dong " pinta Arya pada Bagas.


" Ok, sini Om bantuin " jawab Bagas dengan senang hati.


" Ya udah mbak saya anter Arya cari baju dulu " kata Bagas.


" Iya " jawab Sakura singkat. Arya dan Bagas pun segera mencari baju untuk adiknya Arya.


" Mbak, bisa bantu saya? " tanya Sakura pada pegawai toko tersebut.


" Iya mbak bisa " jawab pegawai tersebut.


" Ada gendongan untuk bayi nggak " tanya Sakura.


" Ada mbak " jawab pegawai tersebut.


" Mau model apa? " tanya Sakura.


" Yang instan aja deh mbak " kata Sakura.


" Yang ini mbak? " tanya pegawai tersebut sambil menunjukkan gendongan instan berwarna pink.


" Boleh, tapi jangan warna pink mbak. Anak saya cowok " kata Sakura.


" Oh... Iya mbak " jawab pegawai tersebut.


" Yang dongker aja mbak, motifnya lucu " kata Sakura.


" Oh... Iya mbak " jawab pegawai tersebut sambil mengambil barang yang diinginkan oleh Sakura.


" Langsung bayar dulu deh mbak soalnya ini belum ada gendongannya dari tadi " kata Sakura.


" Iya mbak " jawab pegawai tersebut. Pegawai itu pun langsung membawanya ke kasir.


" Totalnya lima ratus ribu rupiah, mau di bayar tunai atau pakai kartu bu? " tanya petugas kasir tersebut.


" Bentar deh mbak, kayaknya dompet saya bawa sama anak saya yang satunya deh " kata Sakura. Ia pun segera mencari Arya yang sedang bersama Bagas.


" Arya... " panggil Sakura.


" Iya mom " jawab Arya.


" Tas moms mana? " tanya Sakura.


" Itu di bawa om Bagas " kata Arya.


" Oh... Gitu " jawab Sakura.


" Kenapa mbak " tanya Bagas.


" Bayarin gendongnya adik Arya dikasir pakai uang aku " suruh Sakura.


" Oh... Iya mbak " jawab Bagas. Ia pun segera ke kasir untuk membayar barangnya Sakura tadi.


" Udah belum belanjanya? " tanya Sakura pada Arya.


" Belum moms " jawab Arya.


" Kok belum? " tanya Sakura lagi.


" Iya, soalnya tadi waktu milih baju adek semua ukurannya besar mom " kata Arya.


" Kenapa kok milihnya bisa besar semua? " tanya Arya lagi.


" Karena salah tempat mom " jawab Arya dengan polos.


" Oh... Gitu, Mom bantuin ya. Nanti Arya tinggal ambil aja baju yang mom tunjuk " kata Sakura.


" Siap Mom " kata Arya. Mereka pun segera mencari baju untuk adiknya Arya. Setelah dirasa sudah cukup, Sakura pun segera membawanya ke kasir.


" Berat nggak sayang " tanya Sakura pada Arya.


" Berat mom " kata Arya.


NEXT...