
" Kemarin juga ada yang nanyain tapi aku nggak mau jawab. Aku malah nyuruh mereka nanya sama kamu sendiri " jawab Vina. Saat Sakura ingin bertanya lagi. Tiba-tiba...
****
Greepp....
Feby teman Sakura tiba-tiba memeluknya dengan erat. Hingga Sakura sedikit terjerembab ke belakang karena pelukan Feby yang tiba-tiba.
" Aaa... Akhirnya koncoku udah ada yang taken " teriak Feby.
( Koncoku \= temanku )
" Woi woi woi... Santai to cah " hardik Vina.
" Feb, nggak bisa napas " kata Sakura.
" Ups... Sorry saking senengnya " kata Feby.
" Kowe ki yo, teko-teko langsung ngerakut Adeeva " hardik Vina.
( Kamu tuh ya, datang-datang langsung meluk Adeeva )
" Iya bikin kaget aja " kata Sakura.
" Hehehe... " kata Feby sambil nyengir-nyengir kuda.
" Tau dari siapa? " tanya Sakura to the point.
" Siapa lagi kalo bukan dia " kata Feby sambil menunjuk Vina.
" Dari Vina " tanya Sakura lagi.
" Iya, termasuk Angga yang kemarin di tonjok sama pacar kamu " imbuh Feby.
" Lo cerita apa aja ke dia? " tanya Sakura pada Vina.
" Ya... Yang dia omongin itu " jawab Vina dengan cengirannya.
" Lo tuh... " ucapan Sakura terhenti karena ada temannya yang ingin bertanya kepadanya.
" Eh, Deev aku arep tekok. Cah lanang wingi kuwi pacarmu? " tanya teman Sakura.
( Eh, Deev aku mau nanya. Cowok yang kemarin itu pacar kamu?)
" Emangnya kenapa? " tanya Sakura lagi.
" Heran ae, soale kan wingi bar jotos Angga " kata teman Sakura.
( Heran aja, soalnya kemarin dia kan habis nonjok Angga )
" Aku ae sing jawab " kata Vina.
( Aku aja yang jawab)
" Kuwi pancen pacare Adeeva. Emange kenopo? " tanya Vina lagi.
( Itu memang pacarnya Adeeva. Memangnya kenapa?)
" Ora popo sih, terus kenopo tek wingi jotos Angga? " tanya teman Sakura lagi.
( Nggak papa sih, terus kenapa kemarin nonjok Angga? )
" Jadi, kemarin Angga maksa ngajak pulang bareng. Tapi gue nggak mau " jawab Sakura.
" Oh... Terus konangan pacarmu. Bar kuwi di jotos ngono to? " ujar teman Sakura.
( Oh... Terus ketahuan pacar kamu. Abis itu di tonjok gitu kan? )
" Iya, tapi sebenarnya Angga udah tahu kalo dia cowok gue " imbuh Sakura.
" Sorry Gas " batin Sakura.
" Intinya, Angga mau nikung Adeeva terang-terangan terus ketahuan pacarnya Adeeva yang berakhir Angga ditonjok sama pacar Adeeva " jelas Feby.
" Bener kan Deev " tanya Feby pada Sakura dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Sakura.
" Oh... Ok ok. Eh Deev btw pacarmu ganteng banget! " imbuh teman Sakura.
" Ganteng lah, lha wong Angga ae kalah kok " imbuh Vina.
( Ganteng lah, orang Angga aja kalah kok)
" Yo wes nek no, tak bali neng mejoku yo " tutup teman Sakura.
( Ya udah kalo gitu, aku kembali ke mejaku dulu ya)
" Iya " jawab Sakura singkat.
Hingga tak terasa jam pelajaran pun akan segera di mulai, Sakura dan teman-teman yang lain pun fokus mengikuti pelajaran tersebut. Hingga bel istirahat pun berbunyi.
Teeet... Teeet...
" Kantin yo " ajak Vina.
( Kantin yuk )
" Yuk " jawab Sakura dan Feby.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kantin sekolah. Selama perjalanan menuju kantin ada beberapa murid-murid di sekolah yang membicarakan peristiwa yang paling fenomenal apalagi kalau bukan Bagas nonjok Angga di halaman sekolah. Akan tetapi Sakura hanya menulikan telingannya dan enggan menanggapinya lebih jauh.
Bahkan, banyak sekali para kaum pria yang pada dasarnya adalah fans Sakura mengalami patah hati massal karena kabar Sakura yang sudah memiliki tambatan hati. Bahkan, mereka juga mendengar jika Sakura memanggil pria tersebut dengan panggilan baby. Hal itu lah yang memperkuat jika Sakura sudah memiliki tambatan hati. Padahal, dibalik itu semua adalah hanya sebuah drama yang dibuat oleh Sakura. Sakura dan teman-temannya pun duduk di bangku yang sudah biasa mereka tempati.
" Mau pesan apa? " tanya Feby.
" Gue soto sama minumnya es madu lemon " kata Sakura.
" Tumben es madu lemon " tanya Feby.
" Lagi pengen aja " jawab Sakura.
" Oh... " jawab Feby singkat.
" Kowe arep pesen opo Vin? " tanya Feby pada Vina.
( Kamu mau pesan apa Vin? )
" Aku bakso sam es teh " kata Vina.
" Ok " jawab Feby, setelah itu Feby pun segera memesankan makanan mereka.
" Hai Adeeva " sapa Angga.
" Deev... Ini buat kamu " kata Angga sambil memberikan bunga untuk Sakura. Sedangkan Sakura hanya meliriknya saja.
" Terima ya Deev " pinta Angga.
" Kowe ki arep opo? tek ngewehi kembang ning Adeeva sih! " hardik Vina.
( Kamu itu mau apa? Kok ngasih bunga ke Adeeva sih )
" Ngopo to, ganggu ae " kata Angga.
( Kenapa sih, ganggu aja )
" Heh, bukane kowe wes mudeng yen Adeeva uwes nduwe pacar! " kata Vina dengan suara yang sedikit keras. Hingga membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka.
( Heh, bukannya kamu udah tahu kalo Adeeva udah punya pacar!)
" Sak karepku to, Adeeva duwe pacar opo ora aku ora urus. Kan wingi aku wes ngomong selama janur kuning belum melengkung, masih bisa ditikung! Kan kuwi lagi dadi pacar to duduk bojo " kata Angga panjang lebar.
( Terserah aku, Adeeva punya pacar atau nggak aku nggak peduli. Kan kemarin aku udah bilang selama janur kuning belum melengkung, masih bisa ditikung! Kan itu lagi jadi pacar kan bukan suami )
" Udah ah " lerai Sakura. Mereka pun akhirnya terdiam.
" Ngga minggir, itu bangku ku " kata Feby yang baru saja datang sambil membawa pesanan mereka.
" Gah... Golek o bangku liyo wae " kata Angga.
( Gak... Cari bangku lain aja)
" Mending lo pergi deh " usir Sakura.
" Wah... udah sana pergi, udah di usir Adeeva juga " kata Feby setelah mendapat pembelaan dari Sakura.
" Iya... Aku pindah! Tapi, bunganya di terima ya " kata Angga.
" Lo ambil lagi atau gue buang " ujar Sakura.
" Ya jangan di buang dong, bercandanya biasa aja. Udah aku tak pindah! Bunganya jangan di buang " kata Angga.
" Ampun deh sama anak satu itu " kata Feby.
" Iya " jawab Vina.
" Udah, ayo makan " kata Sakura.
" Iya " jawab mereka serempak.
Mereka pun segera menyantap makanan masing-masing. Mereka segera menyantapnya karena waktu istirahat sudah menipis karena ada perdebatan dengan Angga. Setelah selesai, mereka pun segera membayar pesanan masing-masing.
" Nih uang gue " kata Sakura.
" Nih uangnya " kata Vina.
" Ok, bentar ya " kata Feby sambil beranjak menuju bu kantin untuk membayar makanan mereka.
" Udah yuk " ajak Sakura setelah Feby selesai membayar makanan mereka.
" Bunganya " tanya Feby.
" Tinggal aja " kata Sakura sambil menarik lengan mereka berdua.
Sakura dan temannya pun segera keluar dari kantin karena jam istirahat sudah habis. Dan saat sampai dikelas ternyata sedang jam kosong karena guru B. Inggris sedang berhalangan hadir. Jadi, guru tersebut menitipkan tugas dan harus dikumpulkan hari itu juga. Dan kebetulan Sakura sudah selesai mengerjakan tugas yang diberikan guru tersebut dirumah.
" Nggak ngerjain? " tanya Feby.
" Udah selesai " jawab Sakura.
" Kapan ngerjainnya? " tanya Vina.
" Semalem " jawab Sakura singkat.
" Nyontek dong " pinta Feby.
" Nih " kata Sakura sambil memberikan tugasnya.
" Adeeva, ini bunganya ketinggalan " kata teman sekelas Sakura.
" Kok, lo kasih ke gue? " tanya Sakura lagi.
" Bukannya ini punya kamu? " tanyanya lagi.
" Itu memang bunga untuk Adeeva tapi dia nggak mau nerima bunga itu " kata Feby.
" Buat lo aja deh " kata Sakura.
" Hah, buat aku? " tanya teman Sakura lagi.
" Iya, daripada dibuang mending buat lo aja " kata Sakura.
" Gak papa nih? " tanya teman Sakura lagi.
" Iya, gak papa " jawab Sakura.
" Makasih " jawab teman Sakura.
" Hadeh.... Ada-ada aja " kata Feby.
" Woi Vin, tumben diem aja " seru Feby.
" Suttt... Lagi garap tugas " jawab Vina.
( Suutt... Lagi ngerjain tugas )
Tak terasa ternyata jam berikutnya yang merupakan jam terakhir juga jam kosong. Dan di jam tersebut gurunya tidak memberikan tugas. Jadi, benar-benar free class. Dan selama itu juga Sakura dan teman-temannya pun mengahabiskan waktunya dengan mengobrol, bercanda dan lain-lain. Hingga jam pelajaran pun berakhir dan mereka pun segera mengemas perlengkapan sekolah dan pulang.
Karena jam pelajaran Sakura, sudah berakhir duluan. Akhirnya, Sakura menuju ke kelas Sari untuk pulang bersama. Dan ternyata jam pelajaran Sari belum selasai karena ada tugas guru yang belum selesai. Jadi, Sakura menunggu Sari di depan kelas Sari. Setelah Sari selesai, mereka pun segera keluar kelas dan ke halte sembari menunggu bus.
Saat sedang menunggu bus, cuacanya berubah menjadi mendung. Terlihat beberapa kilatan cahaya dilangit yang menandakan akan adanya petir. Dan kemudian cuaca berubah menjadi gelap dengan ditandai gerimis dan angin kencang. Sakura dan Sari masih menunghu bus di halte dengan beberapa murid lainnya.
" Masih lama nggak yah... " tanya Sakura.
" Kayaknya masih lama deh mbak " jawab Sari. Sementara halte bus sudah mulai sepi. Sementara itu Sari dan Sakura masih menunggu bus yang menuju rumah mereka.
" Sepi banget, tinggal kita berdua doang " kata Sakura.
" Iya, mbak " jawab Sari. Saat akan mau ngobrol dengan Sari, Sakura seperti mendengar sesuatu.
" Sar, lo dengar sesuatu nggak? "
NEXT....