There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
SEMBILAN


" Ya gak mau lah " tegas Vina.


******


Tidak berapa lama kemudian guru mapel Matematika sudah memasuki kelas menandakan pelajaran akan segera dimulai.


" Assalamualaikum wr wb" salam pak Hamid guru Matematika.


" Wa'alaikumussalam wr wb" jawab murid-murid.


" Selamat pagi... " sapa pak Hamid.


" Pagi... " jawab murid-murid serempak


" Ayo ketua kelas memimpin doa " seru pak Hamid.


" Perhatian, bedo'a menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdo'a mulai " kata ketua kelas.


" Berdo'a selesai " tutupnya.


" Ok, baik anak-anak tutup buku kalian dan kumpulkan ke depan karena kita akan memulai ulangannya " kata pak Hamid.


" Iya pak " jawab mereka serempak. Mereka pun segera mengumpulkan buku ke depan.


****


Pak Hamid pun segera membagikan kertas ulangan kepada murid-murid. Mereka pun segera mengerjakan soalnya. Pak Hamid pun juga mengintari kelas karena saat ulangan mata pelajarannya harus dijawab sebisa mungkin. Hingga tak terasa waktu untuk mengerjakan pun sudah habis


" Ok, waktunya sudah habis kumpulkan sekarang " perintah pak Hamid.


" Iya pak " jawab anak-anak serempak.


" Bentar pak... " jawab beberapa murid diantara mereka.


" Ayo... cepat " kata pak Hamid.


" Bentar.... " jawab mereka.


" Sudah semua kan ini, Assalamualaikum wr wb " Salam pak Hamid.


" Pak... tunggu " kata mereka.


Mereka pun segera mengumpulkan tugas ulangannya kepada pak Hamid. Karena jika pak Hamid sudah keluar kelas dan mereka belum mengumpulkan maka resikonya adalah tugas tidak diterima dan nilai ulangannya menjadi nol.


Siapa sih yang mau mendapatkan nilai ulangannya nol, belum lagi jika kertasnya ternyata ditemuin emak kalian saat kalian lengah kan bisa berabe. Ujung-ujungnya juga uang jajan dipotong atau yang lainnya.


Pelajaran pun terus berlanjut hingga jam istirahat pun tiba. Sakura dan Vina pun segera keluar dari kelas dan pergi kekantin untuk mengisi perut mereka yang sepertinya sudah keroncongan sedari tadi.


" Kantin yo " ajak Vina.


" Ayo " jawab Sakura. Sambil berjalan keluar kelas.


Selama perjalanan ke kantin banyak adik kelas yang menyapa Sakura karena keramahannya. Keramahan Sakura memang jarang ia tunjukkan kepada siapapun kecuali keluarga atau orang terdekatnya saja. Namun, disini berbanding terbalik dengan Sakura Nishimoto si gadis blasteran yang terkenal dingin dan keras saat berada di perusahaan menjadi ramah bukan main saat berada disekolah yang berada di Solo ini.


Sebenarnya Sakura memang termasuk most wanted disekolahnya. Tetapi ia terkenal karena keramahannya. Namun, kecantikannya tertutupi oleh gayanya saat menggunakan seragam sekolah. Make up Sakura pun juga bukan make up yang sering ia pakai. Yaitu make up natural yang memang sangat memancarkan aura kecantikannya.


Jadi, selama ia berada jauh dari Jakarta ia menggunakan make up untuk menyamarkan identitasnya. Ia tidak ingin identitas sebenarnya terbongkar. Jadi ia menyamar dengan dandanan ala gadis kampung dengan beberapa tambahan agar semuanya tetap berada dalam kendalinya. Entah apa yang sedang dipikirkan Sakura hingga ia ingin banting setir menjadi gadis biasa.


Senyum, senyum Sakura yang amat manis pun ia tutupi dengan senyum samar yang sering ia pakai disekolah. Hingga pada akhirnya ia sampai dikantin sekolahnya. Ia pun segera mencari tempat duduk yang kosong.


" Eh, kamu mau pesen apa? " tanya Vina. Setelah ia sampai ditempat duduknya.


" Gue pesen bakso sama es jeruk ya " jawab Sakura.


" Ok, gue pesenin dulu " Pamit Vina. Sakura pun menganggukkan kepalanya.


" Hai kak Adeeva " sapa adik kelasnya.


" Hai dek " jawab Sakura ramah. Hingga tak berapa lama Vina datang dengan membawa nampan berisi pesanan mereka.


" Tumben cepet " ujar Sakura.


" Iya, mumpung stannya lagi sepi. Dadi yo cepet " jawab Vina dengan logat jawanya.


" Oh... Ya udah makan aja dulu " kata Sakura.


" Ok " Jawab Vina.


" Nggak ada Febby jadi sepi ya " imbuh Vina.


" Iya, padahal biasanya dia yang paling rame " jawab Sakura. Febby merupakan teman se gengnya Sakura dan Vina. Kebetulan hari ini Febby tidak masuk karena neneknya sakit.


" Paleng sesok yo wes melbu " jawab Vina.


( Mungkin besok juga udah masuk )


" Iya " jawab Sakura. Sakura sedikit mengerti bahasa Jawa tetapi ia malas menjawabnya.


" Eh, Deev. Aku bingung kenapa sih diantara kita bertiga kamu aja yang jarang cerita tentang anak cowok " tanya Vina.


" Nggak ah, males aja " jawab Sakura.


" Nggak mungkin. Pasti ada " imbuh Vina.


" Udah, deh " sentak Sakura.


" Kamu aneh Deev. Dari sekian banyak cowok yang naksir kamu disini nggak ada satupun yang berhasil deketin kamu " ujar Vina.


" Bodo amat " jawab Sakura sambil menyelesaikan suapan terakhirnya.


" Eh, Deev Angga kesini " beritahu Vina.


" Bodo " jawab Sakura cuek. Angga merupakan salah satu cowok yang naksir Sakura.


" Hai " jawab Sakura dengan malas.


" Kamu kenapa kemarin nggak masuk sekolah " tanya Angga.


" Males " jawab Sakura ogah-ogahan.


" Kamu sakit " Tanya Angga sambil meraba kening Sakura dengan lancang.


" Don't touch me " hardik Sakura.


" Kenapa, aku khawatir sama kamu " tanya Angga.


" Eh, Ga. Mending kamu pergi deh " usir Vina setelah melihat Sakura kurang nyaman dengan keberadaan Angga.


"Aku ora omong karo kowe " jawab Angga.


( Aku nggak nggak ngomong sama lo )


" Vin, mending kita bayar aja deh " ajak Sakura setelah makanannya habis. Namun, sebelum beranjak bahu Sakura di tahan oleh Angga.


" Biar aku aja yang bayarin aja deh " kata Angga.


" Ogah " jawab Sakura sambil menepis tangan Angga dan pergi untuk membayar makanan yang ia pesan dengan Vina.


Setelah membayar Sakura pun segera pergi. Namun, Angga mengejar Sakura. Dan mengikuti Sakura, sebenernya Sakura tahu jika Angga mengikutinya. Apalagi Angga selalu berusaha untuk akrab dengannya. Namun, Sakura tidak pernah menghiraukannya.


Hingga Sakura sampai di kelas, Angga masih mengejar Sakura. Bahkan sekarang Angga duduk dimeja depan Sakura sesekali sambil mengajak Sakura ngobrol. Namun, tidak dihiraukan Sakura. Sakura malah memakai headset dan membaca novel tanpa menganggap keberadaan Angga. Bahkan, Vina sudah berusaha mengusir Angga dari kelasnya. Namun, Angga juga tidak beranjak pergi ke kelasnya.


Angga dan Sakura memang beda kelas Sakura IPA 1 dan Angga IPS 3. bahkan jarak kelasnya dengan Sakura aja jauh. Namun, dering telpon membuat Sakura menghentikan aktivitas membacanya. Sakura pun buru-buru mengangkat setelah nama yang tertera dilayar hpnya adalah nama papanya.


" Diem dulu " kata Sakura pada Angga yang masih saja ngomong dengannya.


" Halo, Assalamualaikum " salam Sakura. Sakura pun segera menjauh dari Vina dan Angga.


"...."


" Kenapa pah? " tanya Sakura.


" ...."


" Aappaaa... Pulang sekarang " ujar Sakura. Sakura terkejut dengan pernyataan papahnya.


" Bukannya empat hari lagi " imbuh Sakura.


"...."


" Pah, kenapa makin dipercepat " tanya Sakura.


" .... "


" Iya Pah " jawab Sakura singkat.


" ..... "


" Wa'alaikumussalam " jawab Sakura. Sakura berjalan lesu menuju tempat duduknya.


" Kenapa Deev " tanya Vina saat melihat Sakura tertunduk lesu.


" Gak papa "  jawab Sakura singkat.


" Kamu kenapa? Cerita deh sama...." ucapan Angga terpotong karena ada telpon masuk dihp Sakura. Sakura pun enggan beranjak karena itu telfon dari Bagas. Vina mengintip hp Sakura yang tertera nama Bagas disana.


" Angkat aja " suruh Vina. Sakura pun segera mengangkat telponnya.


" Halo, Gas " jawab Sakura tanpa menggunakan bahasa formal.


".... "


" Di depan mana? " tanya Sakura.


" What, are you seriously " kata Sakura.


" Ok, waiting three minute " imbuh Sakura sambil menutup telponnya secara sepihak.


Sakura pun segera keluar kelasnya. Angga dan Vina pun ikut menyusul Sakura karena mereka terkejut Sakura berlari meninggalkan kelas setelah menerima telpon. Yah... Walaupun sebenarnya Vina kepo dengan orang yang menelpon Sakura dan Angga yang bertanya-tanya mengapa Sakura keluar kelas.


" Bagas... " panggil Sakura saat ia sudah di depan pintu gerbang.


" Hai mbak Sa... " ucapan Bagas terhenti karena Sakura menutup mulutnya.


" Jangan panggil gue Sakura " peringat Sakura sambil berbisik. Bagas pun menganggukan kepalanya. Dan Sakura pun melepaskan tangannya.


" Playing the drama ok, you call me baby or a nother please. And you call me Adeeva just in here " imbuh Sakura Bagas pun menganggukan kepalanya lagi.


" Adeeva itu siapa? " tanya Vina yang baru saja datang.


" Oh... Ini kenalin, namanya Bagas. Dia pacar gue " jawab Sakura.


NEXT...


Hai... readers, mungkin kalian agak bingung dengan nama Sakura aka Adeeva....


Sekarang aku mau jelasin jika Sakura Nishimoto adalah nama beken atau panggung, ia memiliki nama asli Adeeva Afsheen Rawnie. Nah, jadi.... Adeeva aka Sakura itu satu tokoh.


Terima Kasih...


Jangan lupa follow instagram aku @meisya_nur_puspita


Bye bye see you next time