There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
TIGA PULUH


" Gila banget! Habis ujian sekolah gue babat habis perusahaan kita " kata Sakura.


****


" Gue setuju dengan keputusan lo! Karena apa? Banyak banget karyawan kita yang tidak bersalah didepak dari perusahaan karena di fitnah karyawan lain demi jabatan " kata Vino.


" Tunggu tanggal mainnya " kata Sakura sambil mengeluarkan smirknya yang mengerikan.


Akhirnya mereka pun sampai di rumah. Sakura pun segera keluar dari mobil dan menidurkan Arya di kasurnya tepat di samping Arga. Tapi, Sakura memberikan pembatas agar Arya tidak sampai menendang Arga. Dan kasur Sakura muat untuk 4 orang. Jadi, ia tidak terlalu khawatir jika kedua putranya jatuh karena selain diberi pembatas di kanan dan kirinya kasurnya pun juga masih lebar. Setelah menidurkan Arya, Sakura pun segera ke luar kamar untuk menemui kedua orang tuanya.


" Mah, pah " panggil Sakura saat ia sampai di ruang tengah.


" Anak-anak udah pada tidur? " tanya mama Sakura.


" Udah kok mah " jawab Sakura.


" Mah, mama ada acara nggak seminggu ke depan? " tanya Sakura.


" Seminggu ke depan? " kata mama Sakura sambil berpikir.


" Nggak ada kayaknya " imbuhnya.


" Memangnya ada apa? " tanya mama Sakura.


" Itu mah, kan Sakura besok harus ke Italy. Jadi Sakura titip anak-anak sama mama " kata Sakura.


" Oh... Gitu... Nggak papa, mama juga seminggu ke depan nggak ada kegiatan apa-apa " kata mama Sakura.


" Syukur deh kalo mama lagi nggak sibuk " kata Sakura.


" Kamu nih, kayak sama siapa aja " kata mama Sakura.


" Hehehe... Iya mah, oh iya! Papa kemana mah? " tanya Sakura.


" Oh... Papa lagi nelpon sih "  jawab mama Sakura.


" Ra, itu makanan lo mau disimpan dimana? " tanya Vino yang datang tiba-tiba.


" Oh iya, lupa " jawab Sakura sambil menepuk jidatnya.


" Lo taruh mana bang? " tanya Sakura.


" Masih di mobil " jawab Vino enteng.


" Kenapa nggak di keluarin sih " gerutu Sakura.


" Lo sendiri nggak bilang " jawab Vino.


" Isshhh... Mbak bantuin saya ya " kata Sakura pada salah satu ARTnya.


" Baik non " jawab ART tersebut. Sakura pun segera berjalan menuju garasi untuk mengambil belanjaannya yang ada di mobil Vino.


" Mbak ini langsung di bawa ke kamar semua ya, sisanya biar saya saja " kata Sakura.


" Baik non " jawab ART tersebut.


" Eh... Jangan deh, biar saya bawa sendiri aja ke kamar. Mbak tolong masakin mie ini ya " kata Sakura sambil memberikan mie samyang kepada ARTnya dan memintanya untuk memasak mie tersebut.


" Iya non, tapi buat siapa saja non? " tanya ART tersebut.


" Buat aja semuanya mbak " jawab Sakura.


Setelah menerima belanjaan Sakura yang berisi mie instan, ART Sakura pun segera memasak mie tersebut sesuai dengan permintaan Sakura. Sakura pun juga segera menuju ke kamar untuk menyimpan belanjannya tadi. Tapi saat Sakura akan beranjak dari tempatnya. Vincent pun datang dengan mata berbinar.


" Weeehhh... Makanan " kata Vincent dengan mata berbinar.


" Lo mau? " tanya Sakura.


" Mau dong.... " jawab Vincent.


" Apalagi gratis " imbuhnya.


" Ikut gue " ajak Sakura.


" Kemana? " tanya Vincent.


" Udah, ngikut aja " ajak Sakura.


" Lo mau ini kan? " tanya Sakura sambil menunjukkan makanan yang ia beli.


" Iya " jawab Vincent sambil menganggukkan kepalanya.


" Gue, minta. Lo bantuin gue bawa barang ini ke kamar " kata Sakura sambil memberikan barang belanjaannya.


" Ini kan snack, kenapa di bawa ke kamar sih " tanya Vincent.


" **** di pelihara, itu susunya Arga ogeb " jawab Sakura sambil menghardik Vincent.


" Oh... Ya udah biar gue aja " kata Vincent sambil meninggalkan Sakura.


" Jangan lupa di tata di meja yang udah di siapin " teriak Sakura dari bawah.


" Oke " jawab Vincent sambil berlalu menuju kamar Sakura.


Sakura pun segera mengeluarkan makanan-makanan yang tadi ia beli. Karena ada beberapa makanan yang sudah mulai dingin, Sakura pun memutuskan untuk menghangatkan makanan tersebut.


" Mbak ini mienya udah siap " kata salah satu ARTnya.


" Oh... Iya mbak makasih. Oh iya, mbak bisa bantu saya menyiapkan makanan ini? " tanya Sakura.


" Bisa mbak " jawab ART tersebut.


" Oh iya, yang lain bisa menyiapkan minumannya ya " kata Sakura kepada artnya yang lain.


" Baik " jawab mereka serempak.


" Ra lo masak apa? " tanya Vino.


" Masak mie " jawab Sakura.


" Oh iya bang... Lo bisa makan pedes nggak? " tanya Sakura.


" Bisa " jawab Vino yakin.


" Ok,  nih punya lo " kata Sakura sambil memberikan mienya kepada Vino.


" Ok, thanks " jawab Vino.


" Mbak, tolong masakin telur setengah matang ya, taruh disini " kata Vino sambil memberikan piringnya.


" Baik tuan " jawab ART tersebut.


" Mbak, saya juga " kata Sakura sambil memberikan piringnya.


" Iya mbak " jawab ART tersebut.


" Oh iya, teh hangatnya ada dimana? " tanya Sakura.


" Bentar non, baru di bikinin tehnya " jawab bibi.


" Tehnya taruh mana non? " tanya bibi.


" Meja makan bi " jawab Sakura.


" Telurnya udah jadi belum " tanya Sakura sambil menghampiri ART yang sedang memasak telur.


" Bentar mbak, ini telurnya baru di masak " jawabnya.


" Mbak, nanti taruh di meja ya " pinta Sakura.


" Ra... Makanan gue mana..? " tanya Vincent saat sampai di ruang makan.


" Nih " jawab Sakura sambil memberikan mienya. Vincent pun menatap horor makanan yang diberikan kepadanya.


" Kenapa? " tanya Sakura.


" Ra, gue kan nggak bisa makan pedes " kata Vincent.


" Cemen banget " kata Vino.


" Makasih mbak " kata Vino kepada ART tersebut.


" Sama-sama tuan " jawabnya.


" Non, ini mie sama minumnya " kata bibi.


" Iya, makasih ya bi " kata Sakura.


" Sama-sama non " jawab bibi.


"  Sorry ya bro. Gue nggak cemen ya " kata Vincent.


" Cemen lah masak pedes doang nggak bisa? " ledek Sakura.


" Gue bisa ya " kata Vincent meyakinkan.


" Buktiin dong " kata Vino sambil tersenyum menantang.


" Nih ya gue buktiin " jawab Vincent sambil menyendokkan mienya dan memakannya langsung.


Beberapa detik kemudian...


" Huaaa... Ssssttt hoh pedes banget woy " kata Vincent sambil mengibaskan tangannya ke bibirnya. Sementara Vino dan Sakura tertawa melihat penderitaan Vincent. Vincent pun segera mengambil susu yang ada di kulkas untuk menetralkan rasa pedasnya.


" Njirr... Makanan setan " umpat Vincent.


" Cemen banget " ledek Sakura.


" Bodo amat " jawab Vincent.


" Lo beli mie beginian dimana? " tanya Vincent.


" Minimarket tadi " jawab Sakura.


" Ssttt huah... Pedes banget " kata Vincent sambil mengibaskan bajunya.


" Lo kapan berangkat ke Italy? " tanya Vincent saat ia merasa pedasnya sudah reda.


" Kayaknya sih, masih dua hari lagi " kata Sakura.


" Bang, lo kapan ke Jerman? " tanya Sakura.


" Tiga hari lagi " jawab Vincent.


****


Sementara di suatu tempat, Emre sedang termenung melihat chat dari sang kekasih dan ia mengatakan jika ia sudah berada di Indonesia. Emre pun tidak berniat membalas chat tersebut karena ia masih mengingat jelas cerita masa lalunya saat ia berpacaran dengan sang kekasih.


Flashback


" Sha, gue suka sama lo " kata Emre.


" Hah, lo suka sama gue " tanya Natasha.


" Iya, gue suka sama lo. Tapi, gue nggak mungkin nikung lo. Secara lo pacaran sama sahabat gue sendiri " kata Emre. Natasha pun terdiam.


" Dia suka sama gue, gue nggak mau nyia-nyiain kesempatan ini. Kapan lagi gue bisa shopping. Gue harus yakinin dia kalo gue suka sama dia " batin Natasha sambil tersenyum licik.


" Emre, sebenarnya gue juga suka sama lo. Dan selama ini gue juga mendam perasaan gue sama lo " kata Natasha setelah terdiam cukup lama.


" Emre, Aku mau kita pacaran " lanjut Natasha.


" Tapi gue nggak bisa " kata Emre.


" Emre, aku mau kita pacaran. Sebenarnya, aku udah lama pengen putus sama Vino. Tapi, lo tau kan kalo Vino itu cinta mati sama gue " kata Natasha.


" Gue nggak bisa Sha " kata Emre sambil meninggalkan Natasha.


Setelah Emre menyatakan perasaannya kepada Natasha. Natasha pun semakin gencar mendekati Emre. Tak memungkiri jika Emre semakin jatuh hati ke Natasha. Bahkan, mereka pun diam-diam sudah berpacaran. Bahkan sahabatnya tidak mengetahui jika ia dan pacarnya sudah backstreet. Semua sandiwara yang dijalani oleh Emre dan pacarnya pun berjalan mulus hingga pada akhirnya hubungan mereka pun terbongkar.


" Aku gak suka tau liat kamu mesra banget sama Vino " kata Emre saat mereka sudah sampai di apartemen miliknya.


" Ya ampun sayang... Kamu cemburu ya " kata Natasha sambil menoel pipi Emre.


" Iya, aku cemburu " kata Emre.


" Iiihhh... Lucu banget sih kamu kalo cemburu gini " kata Natasha sambil memeluk lengan Emre.


" Katanya kamu sayang sama aku, tapi kok kamu belum mutusin Vino " kata Emre.


" Aku nggak suka tau, setiap aku tanya kapan kamu mutusin Vino. Kamu tuh jawabnya nanti-nanti mulu, kayak nggak mau putus sama Vino " imbuhnya.


" Sayang... Aku tuh harus menunggu momen yang pas kalo mutusin dia " kata Natasha.


" Tapi, apa buktinya " kata Emre sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Udahlah aku mau ke kamar " kata Emre sambil berjalan menuju kamarnya. Natasha pun tak tinggal diam, ia pun segera menyusul Emre ke kamarnya. Dilihatnya Emre sedang berganti pakaian. Natasha pun juga juga melepas jaketnya sehingga ia hanya memakai tanktop dan rok mininya.


" Gue nggak bisa ngelepasin mereka berdua, yang ada gue nggak bisa shopping, nyalon dan lainnya. Pokoknya gue harus bikin dia yakin kalo gue sayang sama dia " batin Natasha.


" Ok, aku buktiin kalo aku cuman sayang sama kamu " kata Natasha dan ia pun berjinjit dan menyium bibir Emre sekilas. Dan di saat yang bersamaan.


Ceklekk...


" Kalian... " ucapnya tak percaya.


" Vino " kata mereka bersamaan.


" Jadi, selama ini... Kalian selingkuh dibelakang gue " kata Vino dengan wajah memerah menahan amarah.


" Jelasin apa hah? " tanya Vino dengan amarah yang telah memuncak.


" Vin, kenapa? " tanya Vincent yang datang menyusul ke kamar Emre setelah mendengar keributan.


" Kalian... " kata Vincent sambil menunjuk Emre dan Natasha.


" Sekarang kita putus " kata Vino didepan muka Natasha.


" Dan lo, bukan teman gue lagi " kata Vino sambil meninggalkan mereka. Natasha pun segera mengejarnya. Dan sekarang tinggal Emre dan Vincent saja.


" Gue nggak nyangka lo khianatin temen lo sendiri dan parahnya kalian hampir tanpa busana " kata Vincent.


" Sorry, gue dipihak dia " kata Vincent sambil meninggalkan Emre sendiri dikamarnya.


Flasback off


* Aku mau kita ketemuan * isi pesan tersebut.


****


Setelah selesai makan mie pedas. Sakura, Vino dan Vincent pun bergabung dengan kedua orangtua mereka yang sedang menonton tv di ruang tengah.


" Ma, ada berita apa hari ini? " tanya Sakura.


" Katanya ada wabah virus di China " jawab mama Sakura.


" Oh ya? " tanya Sakura lagi.


" Iya, tuh kamu liat. Yang terinfeksi udah banyak banget " kata mama Sakura.


" Buset... Itu yang terinfeksi banyak banget " kata Vincent.


" Apakah kalian akan tetap menemui klien kalian? " tanya papa Sakura.


" Kita liat aja dulu pah " kata Vino.


" Saran papa, batalkan saja rencananya " kata papa Sakura.


" Apakah mereka mau membatalkannya? Sementara persiapan meeting dan lainnya sudah sangat matang " kata Sakura.


" Batalkan saja, mereka pasti mengerti " kata papa Sakura lagi.


" Lagian meeting kalian kan bisa lewat online. Tapi, saran mama sebaiknya bahas dasarnya dulu takutnya nanti ada yang menyadap rencana kalian " saran mama Sakura.


" O.K, aku setuju dengan rencana itu " kata Vincent.


" Mah, apakah virus itu sudah menyebar ke Indonesia? " tanya Sakura.


" Belum, kenapa? " tanya mama Sakura.


" Tidak, aku rasa. Aku perlu menyiapkan sesuatu " kata Sakura.


" Sesuatu apa? " tanya Vincent.


" Nanti kalian juga tau " kata Sakura.


" Oh iya! Ra, sekolah kamu gimana? " tanya mama Sakura.


" Nggak tahu ma, yang jelas aku ikut ujian susulan aja " jawab Sakura.


" Gue heran sama lo Ra, dari kelas akselerasi dari SD, SMP, SMA udah kuliah juga 2 tahun di Inggris. Eh... Malah balik SMA lagi " kata Vincent.


" Pengen aja ngerasain jadi anak SMA pada umumnya " jawab Sakura.


" Terus, kalo lo daftar sekolah. Guru-guru nggak heran apa sama ijazah SMP lo? " tanya Vincent lagi.


" Aman lah " kata Sakura.


" Lo nyogok? " tanya Vino.


" Ya kali, gue nyogok! Gue cuman bilang mau sekolah aja " kata Sakura.


" Idiiihhh... Mana bisa sekolah nerima alasan aneh kayak gitu! " kata Vincent.


" Ya ada, buktinya. Gue bisa sekolah lagi " jawab Sakura.


" Ya udah, gue ke kamar dulu. Bye " kata Sakura sambil beranjak meninggalkan ruang tengah. Sakura pun segera memasuki kamarnya. Yang ia lihat saat ini adalah kedua putranya yang sedang tidur dengan nyenyak.


" Mom janji akan jaga kalian dengan baik " batin Sakura sambil memandang kedua putranya.


Sakura pun duduk di tepi ranjangnya. Ia terus berpikir, apa langkah selanjutnya yang akan ia ambil untuk kedua putranya. Sudah dua hari yang lalu ia memutuskan untuk menjadi orang tua asuh bagi kedua putranya. Sesulit apapun ia memperjuangkan hak asuh tersebut. Ia tetap harus mendapatkannya. Selain itu, ia juga harus menyikapi perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya dengan baik walaupun ia tidak bisa menerima perjodohan tersebut. Disaat keheningan yang telah tercipta tersebut. Terdengar nada dering telepon, Sakura pun segera mengangkatnya.


" Ya, hallo " kata Sakura.


" Mbak, saya ingin memberitahukan bahwa investor yang berada di Prancis dan Italia membatalkan meetingnya " kata Bagas.


" Terima kasih atas pemberitahuannya. Dan tolong berikan saya informasi terbaru dari investor tersebut. Terima kasih " kata Sakura sambil menutup sambungan teleponnya.


Tok tok tok


" Sayang... " panggil mama Sakura dari luar.


" Iya ma sebentar " jawab Sakura dengan suara pelan.


" Ada apa ma? " tanya Sakura setelah membuka pintu.


" Sayang, kenapa tadi Vita nggak bisa hubungin kamu? " tanya mama Sakura.


" Oh... Itu tadi Sakura lagi ada telpon dari kantor " jawab Sakura.


" Oh.. Gitu, ya udah " kata mama Sakura.


" Ra, kamu udah bilang kalo mau batalin meeting? " tanya mama Sakura.


" Oh... Itu, tadi Sakura udah ditelpon. Katanya, meetingnya dibatalin " jawab Sakura.


" Syukurlah, kalaupun kamu pergi. Mama nggak ngizinin " kata mama Sakura.


" Kenapa mah? " tanya Sakura.


" Kamu gimana sih, kamu kan udah punya anak masak mau pergi! Entar kamu berangkat sehat pulang-pulang bawa virus. Terus kalo anak kamu tertular gimana? Apalagi kamu punya anak bayi! Haruanya kamu ngerti dong " kata mama Sakura panjang lebar.


" Iya mah " jawab Sakura.


" Iya ma, iya mah, jangan iya-iya tapi didengerin juga " kata mama Sakura.


" Iya ma, Sakura nggak bakal pergi kok " kata Sakura lagi.


" Beneran? " tanya mama Sakura.


" Iya, kan investornya juga udah batalin. Masak mau pergi " kata Sakura.


" Ya udah, pinter kamu " kata mama Sakura sambil mengelus kepala Sakura.


" Oh iya, katanya Vita tadi nelpon? " tanya Sakura.


" Iya, tadi nelpon mama. Katanya kamu disuruh nelpon dia " kata mama Sakura.


" Oh... Gitu " kata Sakura.


" Ya udah, mama istirahat dulu ya " pamit mama Sakura.


" Iya mah " jawab Sakura. Setelah mamanya pergi, Sakura pun segera menelpon Vita.


" Emmm... Ya hallo " jawab Vita.


" Hallo Vit, ini gue " kata Sakura.


" Ada apa? " tanya Sakura.


" Oh..... Ini, gue cuman mau ngabarin aja kalo proposal produk skincare kita udah disepakatin. Dan katanya dua bulan lagi udah bisa diproduksi " kata Vita.


" Oh... Ya bagus dong. Terus apa masalahnya? " tanya Sakura lagi.


" Masalahnya, bahan bakunya terhambat " kata Vita.


" Oh... Masalah itu, terhambat karena isu virus itu kan? " tanya Sakura.


" Kita liat saja, kalo virus itu menyebar. Produksinya bisa dibatalkan " kata Sakura.


" Maksudnya? " tanya Vita.


" Oh iya, apakah bahan dasar yang mereka gunakan itu impor dari China? " tanya Sakura.


" Iya, mereka bilang. Beberapa bahan dasar itu impor dari sana " jawab Vita.


" Dan tadi maksudnya apa? " tanya Vita.


" Oh, iya. Maksudnya gue, produksinya ditunda aja dulu sampai isu virus itu mereda " kata Sakura.


" Oh... Gitu, ok deh kalo gitu. Nanti gue sampaiin kalo udah meeting " kata Vita.


" Biaya produksinya kita kirim kalo udah mulai proyek produksinya! " kata Sakura.


" Ouhh... Ok ok " jawab Vita.


" Lo, pulang kapan? " tanya Sakura.


" Kayaknya sih lusa " jawab Vita.


" Oh... Gitu " kata Sakura singkat.


" Lo mau titip skincare nggak? " tanya Vita.


" Boleh, 2 paket kayak biasanya ya! Maskernya juga jangan lupa " kata Sakura.


" Ok, ada lagi? " tanya Vita.


" Emmm... Apa ya! Baju, tas, coklat " kata Sakura.


" Vit, disana ada masker jerawat yang ampuh nggak? " tanya Sakura.


" Besok gue cariin deh! Bajunya mau model apa? " tanya Sakura.


" Lo kan udah tau! Oh iya, beliin baju anak cowok dong. Yang bayi sama anak umur 7 tahun " kata Sakura.


" Baju anak cowok buat apa? " tanya Sakura.


" Udah, beliin aja dulu. Nanti lo juga tau " kata Sakura.


" Oh... Ok ok, udah ya. Gue mau tidur! Bye bye, see you " tutup Vita.


" See you too " jawab Sakura. Setelah selesai menelpon Vita, Sakura pun membuka laptopnya untuk mengetahui perkembangan saham dunia, Sakura ingin membeli beberapa saham perusahaan ternama yang telah ia incar. Saat sedang mengamati perkembangan harga saham dengan teliti, tiba-tiba Vino masuk ke kamar Sakura.


" Lo ngapain kesini? " tanya Sakura saat melihat Vino berbaring didekat Arya.


" Gue tidur disini ya! " kata Vino.


" Kenapa nggak dikamar lo aja? " tanya Sakura yang sedang bingung melihat tingkah Vino.


" Ga papa " jawab Vino singkat.


" Hhhmm... " deham Sakura. Sakura pun segera melanjutkan mencari harga saham yang ia incar.


" Bang, gue mau nanya " kata Sakura namun tidak mendapatkan respon dari Vino.


" Bang.. " panggil Sakura. Namun, Vino tetap tidak menjawab.


" Apa udah tidur ya " kata Sakura. Sakura pun segera melihat Vino yang sedang berbaring disamping Arya.


" Udah tidur ternyata " kata Sakura. Saat akan membereskan laptopnya, ternyata Arga menangis. Sakura pun segera menghampirinya.


" Kenapa sayang " kata Sakura sambil menggendong Arga. Sakura pun mengambil dotnya Arga. Namun, Arga tidak mau. Sakura pun segera membaringkan Arga dan mengganti popoknya. Setelah selesai mengganti popok, Arga pun mulai tenang. Sakura pun segera menimang Arga agar ita terlelap. Namun, saat ia sedang menimang Arga. Ternyata, Vino terbangun dari tidurnya.


" Arga kenapa? " tanya Vino sambil mengucek-ucek kedua matanya.


" Eh, Sorry kalo ke ganggu " kata Sakura.


" Arga kenapa? " ulang Vino.


" Oh... Ini tadi kebangun karena popoknya penuh " kata Sakura.


" Lo masih mau tidur disini? " tanya Sakura.


" Mending tidur dikamar lo aja bang, biar nggak ke ganggu " imbuhnya.


" Nggak, gue tidur disini aja " kata Vino.


" Mending lo istirahat aja dulu, biar Arga sama gue " kata Vino sambil mengambil alih gendongannya.


" Udah, nggak papa gue bisa sendiri kok " kata Sakura sambil mendorong tangan Vino.


" Mending lo tidur aja " imbuhnya.


" Udah biar gue aja " kata Vino sambil mengambil alih gendonganna secara paksa.


" Pelan-pelan " kata Sakura.


" Nggak papa nih? " tanya Sakura.


" Iya, lo tidur aja. Aman... "


**MAAF KALAU UPDATENYA LAMA 🙏🙏


And see you at next chapter


*Next***...