There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
SEBELAS


" Baik " jawab Sakura. Sakura dan Bagas segera menyantap makanan mereka


******


Setelah selesai menyantap makanan mereka Sakura pergi ke kasir untuk membayar makanan yang mereka pesan. Setelah selesai membayar Sakura dan Bagas segera ke mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda.


Capek, itulah kata Sakura setelah menempuh perjalanan panjang. Kalo ditanya kenapa nggak naik pesawat aja. Jawabannya yaitu Sakura ingin mengulur waktunya saja. Sakura sampai pukul 00:30. Karena orang rumah udah pada tidur Sakura pun juga segera bersih-bersih dan tidur.


********


" Ra, bangun woy " panggil Vincent. Sakura pun hanya mengeliat saja.


" Buset... Kebo bener nih orang " guman Vincent.


" Gue apain nih biar dia bangun? " Pikir Vincent.


" Gue tau " kata Vincent. Vincent pun pergi kekamar mandi Sakura untuk mengambil sesuatu.


Byuuur...


" Anjir... " teriak Sakura karena merasa tersiram air saat sedang tertidur. Ia pun segera menoleh yang dimana pelakunya hanya nyengir kuda.


" LO MAU MATI HAH " teriak Sakura tepat didepan Vincent.


" Abis lo dibangunin nggak bangun-bangun. Yah, gue siram aja " elak Vincent dengan wajah tanpa dosa. Wajah Sakura pun langsung berubah menjadi merah padam.


" KELUAR " usir Sakura tak terbantahkan.


" Yeee.... Dibangunin malah nggak berterima kasih " cibir Vincent yang belum beranjak dari kamar Sakura.


Bugh...


Sakura melempar bantalnya ke Vincent. Dan tepat mengenai kepala Vincent, Vincent hampir oleng saat Sakura melemparnya dengan bantal.


" Mending lo keluar sebelum lo gue abisin " kata Sakura penuh penekanan. Vincent pun segera keluar sebelum Sakura benar-benar menghabisinya.


" Shit... Basah semua kasur gue " umpat Sakura.


Sakura pun segera membereskan tempat tidurnya yang basah karena ulah kakaknya. Ia pun segera memanggil ARTnya untuk menjemur kasurnya yang basah. Setelah itu, ia pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah berkutat dengan benda yang berbusa dan perlengkapan kecantikannya. Sakura segera menuju ke meja rias untuk memakai skincare rutinnya.


Tok tok tok


" Siapa? " tanya Sakura.


" Ini mama " jawab Mama Sakura.


" Masuk ma " pinta Sakura. Mama Sakura pun memasuki kamar putrinya.


" Ada apa ma? " tanya Sakura singkat.


" Ih, belum apa-apa udah cuek. Masih pagi lho ini " seru mama Sakura.


" To the poin aja" kata Sakura.


" Ampun, nih anak ya! Gini nanti kamu ke butik gih fitting baju " suruh mama Sakura.


" Ngapain? " Tanya Sakura yang masih belum paham.


" Ampun dah nih anak! Ya fitting baju tunangan lah " ujar mama Sakura.


" Oh " jawab Sakura singkat.


" Kamu tuh ya, Mama ngomong panjang lebar malah jawab oh doang! Keterlaluan kamu yah " sembur mama Sakura.


" Bodo amat " jawab Sakura cuek.


" Ya Allah, sabar-sabar. Ya udah nanti kamu ke sana " pesan mama Sakura.


" Iya " jawab Sakura singkat. Mama Sakura pun keluar dari kamar Sakura.


****


" Vincent, adek kamu udah pergi? " tanya mama Sakura pada Vincent yang kebetulan sedang lewat di ruang keluarga.


" Pergi? Pergi kemana?, orang mobilnya aja masih di garasi kok " jawab Vincent kebingungan.


" Ya ampun! Tuh anak bener-bener ya. Mama suruh ke butik malah nggak berangkat " gerutu mama Sakura. Sambil beranjak menuju kamar Sakura. Namun, sebelum pergi tangan mama Sakura dicekal Vincent.


" Mama serius sama perjodohan ini? " tanya Vincent serius.


" Kamu kenapa sih. Iya, papa sama mama yakin sama perjodohan ini. Udah lepas tangan mama, mama mau kekamar Sakura " ujar mama Vincent. Vincent pun menghela napas dan melepaskan cekalannya.


" Sakura " panggil mama Sakura saat sampai dikamar Sakura.


" Apa ma? " tanya Sakura.


" Sakura! Kenapa kanu belun ke batik sih? " tanya mama Sakura.


" Alamatnya? " tanya Sakura.


" Oh iya, mama lupa belum kasih tau alamatnya " kata mama Sakura sambil menepuk jidatnya ia pun bergagas untuk mencari bolpoin dan selembar kertas.


" Bentar ya, mama catet dulu " kata mama Sakura sambil menulis di se lembar kertas.


" Iya " jawab Sakura singkat.


" Dia siapa? " tanya Sakura belum paham.


" Itu, Emre calon tunangan kamu " Kata mama Sakura.


" Oh... Jadi dia namanya Emre " batin Sakura.


" Kok bengong sih, udah sana pergi kasihan dia udah nungguin kamu " pinta mama Sakura.


" Iya " jawab Sakura.


" Sakura pergi dulu ma " pamit Sakura.


" Iya, hati-hati ya sayang " pesan mama Sakura.


*****


Sakura sudah sampai di butik yang ia cari. EIS boutique nama butik yang Sakura tuju.


" Butik siapa nih? Kok gue nggak tau yah pemiliknya? " batin Sakura bertanya-tanya.


Sakura pun segera berjalan memasuki butik tersebut.


Tring...


Suara dentingan bel saat Sakura membuka pintu pun terdengar. Semua orang yang berada di dalam butik tersebut pun segera menoleh ke arah Sakura yang sedang memasuki butik tersebut. Semua orang pun terpesona dengan kecantikan dan keanggunan yang terpancar dari Sakura. Hingga salah satu seorang pegawai datang menghampiri Sakura.


" Ada yang bisa saya bantu? " tanya pegawai tersebut dengan sopan.


" Oh iya, sebentar? " pinta Sakura. Sakura mencari secarik kertas dari mamanya.


" Ini, saya mencari Emre Iskander. Apakah beliau ada disini? " tanya Sakura setelah membaca nama yang tertera pada kertas tersebut.


" Sebentar saya panggilkan, silahkan duduk " jawab pegawai tersebut.


" Terima kasih " jawab Sakura. Sakura pun langsung duduk di sofa yang tersedia di butik tersebut.


" Kok nama butiknya kaya nggak asing yah? Apa gue emang udah pernah denger nama butik ini ya, sebelumnya? Tapi dimana? " batin Sakura.


****


" Maaf bos, ada tamu " kata pegawai tersebut.


" Siapa? " tanya pria tersebut.


" Pelanggan baru kali, bos. Cewek cakep banget " imbuh pegawai tersebut.


Emre pun mengernyitkan dahinya. Lalu, ia pun teringat siapa yang dimaksud pegawainya.


" Apa mungkin dia " batin Emre bertanya-tanya.


" Ya sudah kamu boleh keluar " kata Emre.


Pegawai tersebut pun segera keluar dari ruangannya bosnya. Emre pun segera beranjak dari meja kerjanya. Dia pun segera keluar dari ruangannya untuk menemui wanita yang selalu dibicarakan orang tuanya.


Flasback


" Anaknya cantik lho nak, Mami udah liat fotonya " kata maminya.


" Mih, kenapa sih mami bicarain dia terus. Emang anak mami ini nggak laku apa sampai mau dijodoh-jodohin segala " ujar Emre kesal.


" Eh, nggak boleh gitu. Nanti kalo kamu ketemu dia pasti langsung suka kayak mami " kata maminya.


" Nanti dia ke butikmu. Jadi, luangkan waktumu sejenak untuk kenalan sama dia " imbuh maminya.


Flasback off


Setelah keluar dia bertanya kepada pegawainya yang tadi. Pegawai tersebut pun langsung menunjuk pada seseorang wanita yang duduk di sebuah sofa sambil menundukkan kepalanya.


" Maaf, membuatmu menunggu " kata Emre pada wanita yang masih menundukkan kepalanya.


Sakura pun mendongakkan kepalanya karena merasa ada yang mengajaknya berbicara.


" Oh iya, tidak apa apa sir " kata Sakura kaku.


" Emre Iskander " kata pria tersebut sambil mengajaknya berjabat tangan sebagai tanda salam perkenalan.


" Adeeva Afsheen Rawnie " jawab Sakura aka Adeeva. Sambil menyambut salaman dari pria tersebut.


" Oh... Kamu Adeeva? " tanya Emre.


" Yes, sir " jawab Sakura singkat.


" Kamu ke sini disuruh mama kamu " tanya Emre basa-basi.


" Iya " jawab Sakura singkat.


" Singkat banget jawabnya " batin Emre.


" Ya udah langsung ke intinya saja. Mungkin kamu sudah tahu kalo kamu kesini diminta untuk mencoba gaunnya. Dan aku udah nyiapin gaun itu untuk kamu " ujar Emre. Sakura pun hanya diam sambil menyimak pembicaraan tersebut.


" Ayo ke ruanganku, gaunnya ada disana " ajak Emre. Sakura pun segera mengikuti langkah Emre menuju ruangannya.


" Ini gaun kamu " kata Emre...