
" Boleh mbak. Mari saya antar " kata ibu tersebut.
****
" Oh, iya bu " jawab Sakura, ia pun segera beranjak dari tempat duduknya berjalan mengikuti ibu tersebut untuk menemui calon anak angkatnya.
" Le... " panggil ibu tersebut kepada seorang anak yang sedang duduk terdiam dan merenung sendirian di kamar.
" Le... Ono mbak sing pengen ketemu karo kowe " kata ibu tersebut sambil duduk disamping anak itu.
( Nak... Ada mbak yang pengen ketemu sama kamu ).
" Sopo budhe? " tanya anak tersebut dengan polosnya.
( Siapa budhe )
" Eemmm.... Anu, mbak e kuwi sing nemokne ibuk mu " jelas ibu tersebut.
( Eemmm.... Itu, mbaknya itu yang nemuin ibumu )
Sakura pun segera mendekatkan diri ke anak tersebut. Sakura ingin memperkenalkan diri sekaligus ingin mengenal lebih jauh tentang anak itu.
" Hai... Nama kamu siapa? " tanya Sakura.
" Arya " jawab anak tersebut.
" Oh... Arya. Aryakamu manis banget sayang... " kata Sakura dengan lembut membuat anak itu terasa sedikit nyaman. Saat akan melanjutkan pembicaraannya suami ibu tersebut datang menghampiri mereka.
" Bu... Enek tamu " kata bapak tersebut.
( Bu... Ada tamu )
" Oh iyo pak, mbak tak tinggal sek yo " kata ibu tersebut.
(Oh iya pak, mbak aku tinggal dulu ya)
" Iya bu... " kata Sakura.
" Karo mbak e sek yo le... Budhe tak metu sek, soale enek tamu " kata ibu tersebut.
( Sana mbaknya dulu ya nak... Budhe mau keluar dulu, soalnya ada tamu )
" Iyo budhe " jawab anak tersebut. Ibu tersebut pun segera pergi meninggalkan mereka.
( Iya budhe )
Setelah ibu tersebut pergi untuk menemui tamu, Sakura pun segera dudul di samping anak tersebut.
" Nama lengkap Arya siapa? " tanya Sakura.
" Arya Putra Daniswara mbak " jawab anak tersebut sembari tertunduk lesu.
" Lho... Kok nunduk sayang? " tanya Sakura. Tiba-tiba anak tersebut pun memeluk Sakura dengan erat dan langsung menumpahkan air matanya. Dan bercerita kepada Sakura sambil menangis.
" Hiks hiks... Arya saiki wes ora nduwe wong tuo mbak... Hiks hiks, Arya pengen banget ketemu karo ibu... Hiks hiks.... Tapi kok saiki ibu ninggali Arya.... Arya ora nduwe sopo-sopo mbak... Arya sayang karo ibu.... " Isak anak tersebut yang sudah sedari tadi dipendamnya.
( Hiks hiks... Arya sekarang udah nggak punya orang tua mbak... Hiks hiks, Arya pengen banget ketemu sama ibu... Hiks hiks... Tapi kok sekarang ibu ninggalin Arya... Arya nggak punya siapa-siapa mbak... Arya sayang sama ibu.... )
" Iya... Sabar ya sayang... Ibu kamu pasti nggak mau ngeliat Arya nangis kayak gini " kata Sakura sambil menangkup wajah Arya dan menghapus air matanya.
" Hiks... Arya ra nduwe sopo-sopo mbak, hiks ibu karo bapak wes ninggali Arya dewe an neng kene hiks hiks... " isak Arya semakin kencang dipelukan Sakura.
( Hiks.... Arya nggak punya siapa-siapa mbak, hiks ibu sama bapak udah ninggalin Arya sendirian disini hiks hiks... )
" kata siapa Arya sendirian, Arya nggak sendirian disini. Kan disini ada Budhe, Pakdhe, saudara sepupunya Arya dan adik Arya " kata Sakura.
" Udah.... Sekarang Arya jangan nangis ya, nanti nggak jadi ganteng lagi lho " kata Sakura sambil menghibur Arya. Dan Arya pun akhirnya pun mulai berhenti menangis.
" Arya udah makan? " tanya Sakura. Arya pun menggelengkan kepalanya.
" Mbak ambilin ya? " kata Sakura. Arya pun menganggukan kepalanya tanpa bersuara.
" Ya udah Arya, tunggu disini dulu ya! " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Arya.
Sakura pun segera keluar dari kamar Arya untuk mencari budhenya Arya. Sakura pun segera mencarinya ke depan karena tadi ada tamu yang datang untuk melayat ke kediamannya orang tuanya Arya.
" Bu... Maaf mengganggu " kata Sakura.
" Oh... Iya mbak, ada apa? " tanya budhenya Arya.
" Dapurnya ada dimana ya bu? Arya mau makan katanya " kata Sakura.
" Oh... Gitu, mbak kalo jalan dari sini belok kanan nah disana dapurnya " kata budhenya Arya.
" Oh... Makasih ya bu " kata Sakura. Ia pun segera berjalan mengikuti instruksi ibu tadi. Saat sampai dapur,ternyata banyak sekali orang yang sedang masak di dapur. Salah seorang dari mereka bertanya pada Sakura.
" Wonten nopo mbak? " tanya ibu tersebut.
( Ada apa mbak? )
" Emm... Ini bu saya mau ngambilin Arya makanan " kata Sakura.
" Oalah... Kangge Arya, niki segone wonten mriki mbak, monggo ndang mundhut " jawab ibu yang sedang membuat minuman teh.
( Oh... Untuk Arya, ini nasinya ada disini mbak, silahkan ambil )
" Oh... Iya bu " jawab Sakura.
" Panjenengan tiyang pundi mbak? " tanya ibu tadi.
( Kamu orang mana mbak? )
" Dari Solo bu... " Jawab Sakura.
" Kok logate koyo mboten kados tiyang Jawi? " kata ibu tersebut.
( Kok logatnya kaya bukan orang jawa)
" Iya bu, baru dua tahun di Jawa " jawab Sakura.
" Oalah... Lha jenengan niku sak derenge teng mriki niku, panjengan nderek merantau? " tanya ibu itu lagi.
( Oh... Jadi kamu sebelum disini itu, kamu ikut merantau)
" Iya bu... " jawab Sakura.
" Merantau teng pundi? " tanya ibu itu lagi.
( Merantau dimana? )
" Di Jakarta bu... " jawab Sakura.
" Oh... Teng Jakarta, niki mbak wedange " kata ibu itu. Saat melihat Sakura sudah selesai mengambil makan untuk Arya.
( Oh... Di Jakarta, ini mbak minumnya ^Teh panas^ )
" Oh... Iya bu... Makasih " kata Sakura.
" Nggih mbak sami-sami " jawab ibu tersebut.
( Iya mbak sama-sama ).
Sakura pun segera beranjak pergi dari dapur untuk memberikan makanannya pada Arya, mungkin sekarang Arya sudah menunggunya di kamar. Saat sampai di kamar Sakura pun segera memberikan makanan tersebut pada Arya.
" Arya, ini makannya. Di makan ya sayang " kata Sakura. Arya pun hanya menganggukkan kepalanya. Arya pun makan makanan tersebut dengan sangat lahap.
" Pelan-pelan makannya " kata Sakura saat melihat Arya makan begitu cepat. Dan dalam sekejap makanan itu sudah habis dilahapnya.
" Udah makannya. Ini minum dulu " kata Sakura. Arya pun segera meminum teh yang diberikan Sakura.
" Iya mbak " jawab Arya.
Sakura pun tersenyum melihat Arya, Sakura pun mengusap-usap kepala Arya dengan lembut. Sakura pun segera keluar dari kamar Arya dan pergi ke dapur untuk mengembalikan piring kotornya Arya untuk dicuci.
" Bu, ini piring kotornya taruh dimana ya? " tanya Sakura pada salah satu ibu yang ada disana.
" Oh... Itu mbak langsung aja ditaruh di tempat cucian " jawab ibu tersebut.
" Oh... Gitu, makasih bu " kata Sakura sopan.
" Oh iya lupa, maaf bu. Tempat cuciannya dimana ya? " tanya Sakura lagi.
" Itu lho mbak, mbak tinggal lurus aja nanti juga ketemu " jawab ibu tersebut.
" Oh... Makasih bu " kata Sakura. Sakura pun segera ke belakang untuk mengembalikan piring kotornya.
" Bu... Maaf ini ada piring kotornya lagi " kata Sakura sopan.
" Oh.... Nggih mbak pundi? Mben kulo mawon sing isah-isah " kata ibu tersebut.
( Oh... Iya mana mbak? Biar saya saja yang nyuci )
" Ini bu, makasih " kata Sakura sambil memberikan piring kotornya kepada ibu tersebut untuk dicuci. Setelah memberikan piring kotor tersebut. Sakura segera pergi dari tempat cuci piringnya. Saat akan kembali ke kamar Bagas, Sakura bertemu budhenya Bagas.
" Bu... " panggil Sakura.
" Iya mbak ada apa? " tanya budhenya Bagas.
" Adiknya Arya ada dimana ya? " tanya Sakura.
" Oh... Adiknya masih dirumah sakit mbak, kemarin mau dibawa pulang sekalian tapi belum boleh sama dokternya " kata budhenya Arya.
" Oh.... Gitu, terus Arya sudah tau kalo punya adik? " tanya Sakura lagi.
" Belum mbak, kita belum ngasih tau " jawab budhenya Arya.
" Oh... Pantas saja, tadi saya bilang Arya punya adek tapi dia kayak belum tahu gitu kalo dia punya adik " kata Sakura.
" Kalau begitu, saya boleh ngajak Arya ke rumah sakit? " tanya Sakura lagi.
" Mbak, mau ke rumah sakit? " tanya budhenya Arya.
" Iya bu... " jawab Sakura.
" Oh... Nggak papa kalo begitu mbak, biar Arya tau kalo dia punya adik " kata ibu tersebut.
" Ya udah, karena ibu sudah membolehkan saya mengajak Arya ke rumah sakit. Jadi, saya mau minta nomor hp ibu buat ngasih tau informasi nanti " kata Sakura.
" Oh... Iya mbak, bentar tak ambil hp dulu " kata budhe Arya. Budhenya Arya pun segera mengambil hpnya. Ia pun segera memberikan nomor hpnya kepada Sakura. Sakura pun segera mencatat nomor budhenya Arya.
" Saya coba telpon dulu ya bu " kata Sakura. Ia pun segera mencoba menelpon nomor tersebut.
Tingnongning...
" Oh... Ini mbak udah masuk " kata ibu tersebut.
" Oh... Ok, kalo begitu saya ke depan dulu ya bu " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Budhenya Arya.
****
Sakura pun pergi untuk menemui Bagas. Ia pun segera meminta Bagas untuk memesankan taksi online. Namun, saat akan menghampiri Bagas. Ia melihat Bagas sedang berbicara dengan pakdhenya Arya untuk mempersiapkan berkas-berkas untuk mengadopsi Arya. Sakura pun segera mendekat ke arah Bagas karena ia sepertinya sudah menyelesaikan pembicaraannya.
" Gas, tolong pesankan taksi online ya " kata Sakura.
" Taksi? Sudah saya pesankan mbak " jawab Bagas.
" Oh... Udah kamu pesenin, tumben. Padahal saya belum meminta kamu untuk memesannya " kata Sakura.
" Tadi, saya mau mengajak mbak untuk menemui pengacara kita. Jadi, saya persiapkan saja supaya cepat selesai " kata Bagas.
" Oh... Terima kasih sudah membantu saya " kata Sakura.
" Sama-sama mbak " jawab Bagas.
" Tapi kayaknya kita nggak jadi ketemu pengacara kita deh Gas " kata Sakura.
" Untung aja mbak pengacara kita agak terlambat datangnya, jadi bisa ditunda " kata Bagas.
" Ya udah kamu urus dulu Gas, via telpon bisa nggak? " tanya Sakura.
" Bisa mbak! mungkin nanti berkasnya akan saya urus via email " kata Bagas.
" Habis ini ada acara lagi? " tanya Bagas.
" Ada Gas, nanti kita ke rumah sakit dulu ya " kata Sakura.
" Untuk? " tanya Bagas.
" Kita mau menjenguk adiknya Arya karena dia belum diperbolehkan pulang " kata Sakura.
" Oh... Gitu " jawab Bagas singkat.
" Iya, Ya sudah kita temui Bagas saja dulu " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Bagas. Mereka pun segera berjalan untuk menemui Arya. Sesampainya disana, Sakura melihat Arya sedang berbicara dengan teman sebayanya.
" Arya... " panggil Sakura.
" Iya mbak " jawab Arya.
" Arya.... Kita jalan-jalan yuk " ajak Sakura.
" Jalan-jalan kemana mbak? " tanya Arya.
" Emmm.... Kasih tau nggak ya... " gurau Sakura.
" Pokoknya Arya ikut aja deh... Nanti juga tau " sambung Sakura.
" Kita pergi naik apa? " tanya Arya lagi.
" Kita pergi naik mobil, sama om itu " tunjuk Sakura ke arah Bagas.
" Beneran mbak? " tanya Bagas.
" Iya sayang... " kata Sakura.
" Hai ganteng nama kamu siapa? " tanya Sakura pada anak kecil di sebelah Bagas.
" Wahyu mbak... " jawab anak tersebut.
" Wahyu maaf ya, Arya mbak ajak pergi dulu " kata Sakura.
" Iya mbak " jawabnya
" Arya, Kamu ganti baju dulu ya sayang. Mbak tunggu di luar sama omnya " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Arya.
NEXT...
Jangan lupa like, comen dan Votenya ya
Terima Kasih
Bye....