There is Not True Love. Really?

There is Not True Love. Really?
TIGA BELAS


" Hai.... " Sapa seseorang.


*****


" Grey " kata Sakura terkejut.


" Hai... Long time no see " kata Grey.


" Apa kamu disini sendiri? " tanya Grey lagi.


" Tidak " jawab Sakura.


" Adeeva " panggil seseorang.


" Emre... " kata Sakura. Sakura terkejut dengan kedatangan Emre yang tiba-tiba. Emre pun segera menghampiri Sakura.


" Kamu ngapain disini? " tanya Emre.


" Sedang menunggu temanku " jawab Sakura.


" Aku pergi ya " pamit Grey. Sakura hanya menganggukkan kepalanya.


" Itu siapa? " tanya Emre. Ah... Ternyata dia sudah terlihat sedikit tidak suka dengan kehadiran pria tersebut.


" Dia hanya teman saya " jawab Sakura kaku.


" Oh... Aku tadi mau ke rumahmu tetapi ternyata kamu ada disini " kata Emre.


" Nih, gaunnya kamu tadi nggak membawanya " sambung Emre. Sambil memberikan paperbag yang berisi gaun Sakura.


" Terima kasih " jawab Sakura.


" Aku pergi dulu yah, ada urusan " pamit Emre. Sakura hanya menganggukkan kepalanya.


" Hampir aja dia kerumah... Oh iya lupa. Aku harus telpon papa sekarang juga " batin Sakura.


" Halo, Assalamualaikum " salam Sakura.


"...."


" Pah, Sakura boleh nggak minta tolong! " pinta Sakura.


"...."


" Pah, Sakura mau menerima perjodohan tersebut. Dengan syarat, tunangannya diadakan di Solo " kata Sakura.


"...."


" Dan satu lagi, aku nggak mau tentang siapa aku. Pokoknya papa harus bener-bener tutup identitas asli Sakura " pinta Sakura.


"...."


" Maaf, kalo mendadak. Tapi itu yang Sakura inginkan. Dan jika papa dan mama dia tanya apa pekerjaan papa, papa hanya menjawab kalo papa merantau di Jakarta " kata Sakura panjang lebar.


".... "


" Kalo papa nggak mau, Sakura nggak mau menerima perjodohan itu! Assalamualaikum " tutup Sakura. Sakura menutup telponnya secara sepihak.


" Lo kenapa " tanya Vita yang baru datang.


" Nggak papa " jawab Sakura.


" Itu apa? " tanya Vita sambil menunjuk paperbag yang tadi diberikan Emre.


" Bukan apa-apa " kata Sakura sambil menyimpan paperbag tersebut. Sebelum Vita mengambilnya. Vita pun memicingkan matanya.


" Idih... Cuma mau liat aja nggak boleh! Dasar pelit " kata Vita.


" Bodo amat " jawab Sakura.


" Ekhem " suara deheman membuat Sakura dan Vita menoleh ke sumber suara.


" Kenapa? " tanya Vincent yang baru datang.


" Enggak papa " jawab Sakura.


" Lo ngapain nyuruh gue kesini? " tanya Vincent sambil duduk di kursi yang tersedia di sana.


" Terus Bagas mana? " imbuhnya.


" Lagi nelpon orang kantor " jawab Sakura.


" Oh.... To the point aja ya, lo ngapain nyuruh gue kesini? " tanya Vincent.


" Gue cuma mau minta tolong sama lo. Lo bisa nggak ke Jerman minggu ini? " tanya Sakura.


" Kapan? " tanya Vincent.


" Kalo bisa besok " jawab Vita.


" Mendadak banget " seru Vincent.


" Disana lagi nggak ada yang handle. Abang lo disuruh ke London sama bokap lo " kata Vita.


" Kenapa nggak kalian aja! " kata Vincent.


" Kalo pun bisa, kita nggak bakalan nyuruh elo kesana " jawab Sakura.


Vincent pun hanya bisa menghela napasnya.


" Ok gue bakalan ke sana " kata Vincent final.


" Nah, gitu dong... " seru Vita.


" Iya Gas " jawab Vincent sambil menyambut salamannya Bagas.


" Udah lama mas? " tanya Bagas basa-basi.


" Oh.... tidak, baru saja saya datang " jawab Vincent.


" Duduk dulu Gas " suruh Vincent.


" Iya mas " jawab Bagas.


" Kak, lo nggak pesen? " tanya Vita.


" Nggak deh gue habis makan siang sama klien " jawab Vincent.


Makanan yang mereka pesan pun sudah diantarkan oleh pelayan, mereka pun segera menghabiskan makanan tersebut. Setelah menyantap hidangan tersebut. Mereka pun masih mengobrol seputar bisnis mereka. Jam makan siang pun sudah mulai habis, Sakura segera menuju kasir untuk membayar pesanan mereka. Setelah selesai membayar, Sakura dan yang lain menuju parkiran untuk ke kantor mereka. Setelah sampai dikantor Sakura segera melanjutkan pekerjaannya yang terhenti.


" Aduhh... Masih banyak lagi " ujar Sakura.


Tok tok tok


" Masuk " jawab Sakura dari dalam.


" Sakura... " panggil orang tersebut.


" Papah " kata Sakura.


" Duduk pah " imbuh Sakura.


" Baik " Kata papa Sakura.


" Ehm... Sakura sesuai permintaan kamu, pertunangan tersebut akan diadakan di Solo. Jadi, pertunangan kamu diundur karena kamu tiba-tiba mengubah itu semua. Jadi, papa hargai keputusan kamu " kata papa Sakura langsung ke topik pembicaraan.


" Makasih pah " kata Sakura.


" Sama-sama sayang " jawab papa Sakura sambil tersenyum dan memeluk Sakura.


Akhirnya Sakura dan papanya pun melanjutkan pembicaraan tentang bisnis keluarga mereka. Dan papa Sakura pun membantu Sakura menandatangi berkas-berkas yang sudah di periksa oleh Sakura.


*****


Hari yang ditunggu pun tiba, dimana hari pertunangan mereka pun dimulai. Semua konsep pun dipilih oleh Sakura. Awalnya orang tua Sakura amat tidak setuju dengan acara yang digelar dengan sederhana. Padahal, orang tua Sakura sudah ingin mempersiapkan secara besar-besaran dan mewah. Namun, setelah melewati berbagai macam perdebatan. Orang tua Sakura pun hanya bisa menerima usulan Sakura. Bahkan Sakura mengancam akan mengacaukan semuanya bila apa yang dia inginkan tidak disetujui.


" Non Sakura udah siap " tanya bibi.


" Bentar bi " kata Sakura.


" Ayo non, udah ditunggu " kata bibi dengan logatnya yang medok.


" Iya bi... " jawab Sakura. Sakura pun segera diantar bibi menemui seseorang yang katanya adalah calon tunangannya.


Sakura pun duduk disamping mamanya. Sakura terlihat sangat anggun dan mempesona dengan makeup natural dan dengan gaun minimalis dan elegan. Emre yang sedari tadi terpana dengan penampilan Sakura malam ini. Ia hanya bisa tersenyum simpul.


" Baik, kalo begitu acara bisa kita mulai yah " Kata papa Sakura.


" Sebelumnya saya ingin bertanya kepada keluarga bapak Iskander mengenai kedatangannya malam ini " sambung papa Sakura.


" Maksud kedatangan kami hari ini ada hal yang ingin disampaikan oleh anak kami " jawab papa Emre. Ia pun mengisyaratkan kepada Emre untuk berbicara.


" Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada bapak Rawnie atas sambutannya, seperti yang papa saya sampaikan. Bahwa ada hal yang ingin saya utarakan kepada keluarga bapak Rawnie. Saya ingin melamar putri bapak yang bernama Adeeva Afsheen Rawnie untuk menjadi pendamping saya " kata Emre.


" Baik, kami menerima maksud dan tujuan anda dan keluarga anda. Namun, disini hanya putri kami yang berhak menjawabnya " kata papa Sakura.


" Udah Ra... Elo udah enggak bisa ngelak lagi " batin Sakura.


" Bagaimana nak? " tanya papa Sakura kepadanya.


" Saya menerima lamaran tersebut " ujar Sakura.


" Alhamdulillah " ucap mereka serempak.


" Kalo begitu, selanjutnya yaitu tukar cincin " ucap papa Sakura.


Sakura dan Emre pun saling tukar cincin. Setelah tukar cincin mereka pun segera menuju meja makan untuk makan bersama. Mereka pun segera menyantap hidangan tersebut. Terlihat, papa Sakura meminta Sakura untuk mengambilkan Emre nasi dan lauk pauknya.


" Adeeva, kamu layani dulu calon suami kamu " kata papa Sakura.


" Iya pah " jawab Sakura singkat. Sakura pun segera mengambil piringnya Emre.


" Mau lauk apa? " tanya sedikit datar.


" Ayam bakar sama sayur " jawab Emre. Sakura pun segera menuangkan lauk yang di pilih Emre ke piringnya.


" Ini " kata Sakura sambil memberikannya kepada Emre.


" Makasih " ucap Emre.


" Sama-sama " jawab Sakura. Orang tua mereka pun tersenyum melihat mereka.


" Aduh... Calon mantu idaman banget, nggak salah deh mami milihnya. Ya nggak pih " kata mami Emre.


" Iya mi " jawab papi Emran.


Sakura pun hanya tersenyum simpul. Ia pun segera makan dengan nasi dan lauk yang ia inginkan. Saat pertunangan Sakura dan Emre berlangsung tidak ada pihak keluarga yang datang karena Sakura tidak mengizinkan mereka mendatanginya, bahkan kedua kakak Sakura dan juga sepupunya Vita pun tidak diperbolehkan datang oleh Sakura walaupun mereka datang sebagai perwakilan keluarga besarnya.


Sebagai gantinya Vincent kakak Sakura yang tetap berada di Jerman, dan kakak Sakura yang satunya tetap berada di London, dan Vita pun menggantikan posisi Sakura di Jakarta sebagai imbalannya. Mereka pun hanya bisa menerimanya, apalagi jika si bos besar sudah bertitah. Siapa lagi kalo bukan papa Sakura.


" Aduh... Kalo liat kalian berdua mami....


NEXT...


Maaf ya kalo ceritanya gaje banget 🙏