
" Berat mom " kata Arya.
****
" Berat ya? " tanya Sakura lagi.
" Om Bagas mana ya mom? Katanya mau bantuin Arya " tanya Arya lagi.
" Iya ya, om Bagas kok lama ya. Padahal kan cuma mom suruh bayar satu barang aja " kata Sakura pada Arya.
" Ya udah minta tolong sama mbaknya aja ya " kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya.
" Mbak.... " panggil Sakura.
" Iya mbak " kata pegawai tersebut.
" Bisa bantuin bawa ke kasir nggak " tanya Sakura.
" Bisa mbak " kata pegawai tersebut.
" Kasih ke mbaknya sayang " kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya sambil menyerahkan belanjanya.
" Adik bobo ya mom " tanya Arya.
" Iya sayang " jawab Sakura.
" Ayo kita ke kasir, barangnya udah dibawa ke sana lho " kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya. Mereka pun segera berjalan menuju ke kasir. Belum sampai kasir Sakura melihat Bagas sedang diganggu oleh salah satu pegawai yang centil di toko tersebut.
" Mom itu om Bagas " tunjuk Arya.
" Iya sayang " jawab Sakura. Dari pemandangan Sakura, Bagas sudah tidak nyaman lagi dengan kelakuan salah satu pegawai tersebut. Ia pun berinisiatif membantu Bagas. Menurut Sakura itu sudah tidak dibatas kewajaran kelakuan si pegawai tersebut.
" Sayang, mom mau minta tolong boleh? " tanya Sakura.
" Apa mom? " tanya Arya lagi.
" Kamu bisa nggak panggil om Bagas papa? " tanya Sakura.
" Kenapa mom? Kenapa panggil om Bagas papa? " tanya Arya lagi.
" Karena mom mau gangguin om Bagas pacaran " alibi Sakura.
" Oh... Gitu " jawab Arya dengan polosnya. Karena mendapat persetujuan dari Arya, Sakura pun segera memberikan arahan kepada Arya. Setelah siap, Sakura pun menyuruh Arya berlari ke arah Bagas sambil memeluknya.
" Papa.... " panggil Arya yang dapat mengalihkan perhatian Bagas dan si pegawai tersebut.
" Eh... Iya " jawab Bagas kebingungan karena Arya berlari sambil memanggilnya papa dan memeluknya.
" Papa kok lama? " tanya Arya. Setelah mendengar pernyataan Arya, pegawai tersebut pun langsung gugup karena merasa mengganggu suami orang.
" Eh... Iya tadi.. " belum sempat Bagas melanjutkan jawabannya suara Sakura pun mengintrupsi mereka.
" Udah dibayar belum gendongnya " tanya Sakura pada Bagas.
" Udah ini " Jawab Bagas sambil menunjukkan barangnya.
" Kamu buka gih, gantian gendongnya " kata Sakura.
" Emmm... Iya " jawab Bagas yang segera mengambil alih gendongan adiknya Arya yang sebelumnya digendong oleh Sakura.
" Kalian suami-istri " tanya si pegawai tersebut.
" Kita... " belum sempat Sakura menjawab, Bagas sudah memotong pembicaraannya.
" Ini istri saya " kata Bagas. Jawaban Bagas pun membuat pegawai tersebut dicemooh oleh rekan kerjanya.
" Hemm... kapok kowe " kata salah satu pegawai disana yang terdengar oleh Sakura.
( Hemm... Mampus lo )
" Kok kaya bukan suami istri ya! " kata pegawai tersebut dengan nada mencibir.
" Mbaknya kayak masih kecil gitu " sambungnya lagi. Sakura yang mendengarnya pun hanya bisa bersabar.
" Dia memang istri saya kalo nggak, nggak mungkin anak saya dua " kata Bagas dengan nada kesal melihat kelakuan si pegawai tersebut.
" Kayaknya sih mbaknya dulu hamil di luar nikah ya waktu masih SMP " kata pegawai tersebut sambil menghina Sakura. Karena merasa sudah keterlauan Sakura pun segera membalas perkataan si pegawai kurang ajar tersebut.
" Maaf ya mbak? Urusannya sama anda apa ya? " tanya Sakura pada pegawai tersebut.
" Saya sih cuma memastikan aja, karena mbaknya kan terlalu muda buat jadi ibu " cibir pegawai tersebut.
" Mbak, bisa langsung ditotal nggak belanjaan saya " kata Sakura pada petugas kasir tersebut.
" Bisa mbak " jawab petugas tersebut.
" Kalo istri saya memang ibu muda, apa urusannya dengan anda? " kata Bagas tegas.
" Mom... " panggil Arya sambil memeluknya ketakutan.
" Iya sayang... Jangan takut, Arya tutup telinga kuat-kuat dan pejamin mata Arya " kata Sakura.
" Iya mom " jawab Arya patuh.
" Berarti bener dong kalo anak mbak yang pertama itu anak haram " kata pegawai tersebut tanpa disaring. Sakura yang mendengarnya pun langsung murka.
Pllakkk...
Suara tamparan Sakura pada pegawai tersebut pun menggema di toko tersebut. Bahkan, aksi Sakura pun sudah menjadi tontonan banyak orang.
" Jaga ucapanmu " hardik Sakura.
" Asal kamu tau saya bisa menyuruh manajer kamu untuk memecatmu dan jangan harap kamu akan mendapatkan pekerjaan lagi " kata Sakura murka.
" Idih... Sok banget, memangnya anda bisa memecat saya " kata pegawai tersebut menantang Sakura.
" Tolong panggil manajer toko ini sekarang juga " suruh Sakura pada salah satu pegawai disana.
" Baik mbak " jawab pegawai tersebut.
" Kita lihat saja nanti " kata Sakura sambil merendam emosinya.
" Kok nemen yo cah kuwi " kata salah satu pegawai disana.
( Kok parah ya orang itu )
" Pancene wes edan kok " kata pegawai tersebut.
( Memang udah gila kok )
" Pecat ae tek gak kakean polah " kata salah satu pegawai disana.
( Pecat aja biar nggak banyak tingkah)
" Ada apa ini " terdengar suara yang mengintrupsi mereka.
" Apakah anda manajer disini? " tanya Sakura pada orang tersebut tanpa melihat wajah orang tersebut karena ia masih menatap tajam si pegawai kurang ajar itu.
" Iya benar saya manajer disini " jawabnya.
" Saya minta anda pecat pegawai ini sekarang juga " kata Sakura tanpa memandang si manajer tersebut.
" Bu Sakura, pak Bagas " panggilnya. Saat tahu manajernya ternyata mengenal Sakura. Pegawai tersebut pun langsung pucat pasi. Bahkan terdengar suara pegawai yang menghinanya.
" Mampus " kata pegawai tersebut.
" Iya saya Sakura, apakah anda mengenal saya " tanya Sakura.
" Iya bu, dulu saya office boy dikantor ibu " kata manajer tersebut.
" Bapak kenal ibu ini " tanya si pegawai centil tadi.
" Iya, dulu dia atasan saya waktu di Jakarta " jawab manajer tersebut.
" Ada apa bu? " tanya manajer tersebut.
" Saya mau anda pecat pegawai ini dan berikan CV yang buruk untuknya. Dan sisanya saya yang atur " kata Sakura tegas.
" Baik bu " jawab manajer tersebut.
" Dini, kamu saya pecat " kata manajer tersebut dengan tegas.
" Pak kok bapak pecat saya, memangnya saya salah apa pak " elak si Dini.
" Maaf Dini, saya hanya menjalankan tugas saya " kata manajer tersebut.
" Pak nggak bisa gitu dong " kata si Dini.
" Ekhm dan dari saya lagi, tolong kamu siapkan pengacara untuk membela kamu. Karena saya akan membawa ini ke meja hijau " kata Sakura.
" Hah... Mbak mbak tolong jangan penjarain saya mbak " mohon Dini dengan air mata yang mulai mengalir deras. Namun Sakura tidak menghiraukannya.
" Mbak, sudah belanjanya saya " tanya Sakura pada petugas kasir.
" Sudah mbak " jawab petugas tersebut.
" Ini kartunya " kata Sakura sambil menulikan telinganya dari suara Dini.
" Silahkan mbak passwordnya" kata petugas tersebut. Sakura pun segera menekan nomor password kartu kreditnya.
" Cepat ya mbak " kata Sakura.
" Iya mbak, ini kartunya dan ini belanjaan anda " kata petugas kasir sambil memberikan belanjaan Sakura.
" Oh... Iya, terima kasih " kata Sakura.
" Sama-sama mbak " jawab petugas tersebut.
" Ayo kita pergi " kata Sakura.
" Iya " jawab Bagas singkat.
" Ayo sayang kita pergi " ajak Sakura pada Arya.
" Iya mom, Arya udah boleh buka telinga sama mata belum mom " tanya Arya dengan polosnya.
" Boleh kok sayang, ayo kita pergi " ajak Sakura.
" Kita pergi dulu ya bro " kata Bagas.
" Iya pak " jawab manajer tersebut.
Sakura pun sudah meninggalkan toko tersebut terlebih dahulu tanpa mau menoleh ataupun mendengarkan ucapan si pegawai centil tersebut. Bagas pun ia tinggal di toko tersebut yang sedang menggendong adiknya Arya.
" Mbak " panggil Bagas saat sudah didekat Sakura.
" Kita beli stroler dulu yuk " ajak Sakura.
" Iya mbak " jawab Bagas.
" Stoler itu apa mom? " tanya Arya.
" Stroler itu kereta bayi sayang " jawab Sakura.
" Mom mau beliin adek kereta? " tanya Arya.
" Iya sayang " jawab Sakura.
Mereka pun segera membeli perlengkapan bayi di mall tersebut. Setelah perlengkapan bayi dirasa sudah cukup, Sakura pun segera meminta Bagas untuk mencari taksi untuk pulang ke rumah bibi terlebih dahulu.Setelah itu baru mereka kerumah budhenya Arya.
Bahkan tadi, adiknya Arya sudah rewel karena buang air. Sakura pun dengan telaten mengganti popok bayi berkat kursus kilat via youtube. Akhirnya mereka pun sampai di rumah bibi jam empat sore. Sakura bahkan belum memberitahukan bi Inem mengenai kedatangan Arya dan adiknya.
****
" Wee.. la dalah, ini anak siapa non? " tanya bi Inem saat melihat Sakura turun dari mobil sambil menggendong bayi.
" Panjang bi ceritanya " jawab Sakura.
" Bibi tolong bantuin Bagas bawa belanjaan ya bi " kata Sakura.
" Siap non " jawab bibi.
" Gas, tolong kamu gendong Arya. Dia ketiduran tuh " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Bagas.
" Bawa ke kamar aku Gas " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Bagas. Sambil membawa Arya ke kamar Sakura. Dan Sakura pun mengikuti Bagas sambil menggendong adiknya Arya.
" Tidurin gih " suruh Sakura.
" Iya mbak " jawab Arya.
" Bukain gendongannya " kata Sakura.
" Iya " jawab Bagas. Setelah gendongannya terlepas Sakura pun segera menidurkan adiknya Arya disamping Arya.
" Udah di bayar belum taksinya? " tanya Sakura.
" Belum mbak " jawab Bagas.
" Ya udah nih bayarin, sekalian uang tipnya " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Bagas. Bagas pun segera keluar dari kamar Sakura untuk membayar taksi.
" Ini anak siapa mbak? " tanya Sari pada yang baru saja masuk ke kamar Sakura.
" Ini, anak ibu yang kemarin " jawab Sakura.
" Kok bisa sama mbak? " tanya Sari kebingungan.
" Iya mbak adopsi " jawab Sakura.
" Kok bisa " tanya Sari lagi.
" Iya, abis tadi mereka mau dititipkan dipanti. Daripada disana mending mbak adopsi aja " kata Sakura panjang lebar.
" Oh... Gitu " jawab Sari singkat.
" Sar, tolong panggil bibi dong " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Sari. Sari pun segera keluar dari kamar untuk memanggil ibunya. Tak berapa lama, bi Inem pun datang.
" Ada apa non? " tanya bi Inem.
" Ini bi, bibi bisa nggak mandiin bayinya? Sakura takut mandiinnya " kata Sakura.
" Oh... Bisa non, tak siapkan dulu airnya " kata bi Inem.
" Iya bi... Bak mandi, sabun dan shampo bayi udah aku beliin juga kok bibi ambil aja disana " kata Sakura.
" Beres non " kata bibi. Bi Inem pun segera pergi menyiapkan air untuk adiknya Arya mandi.
" Sar, bantuin gue bawa barang-barang ke kamar " kata Sakura.
" Iya mbak " jawab Sari. Sakura dan Sari pun segera membawa barang belanjaan tadi ke kamar.
" Udah molor aja nih anak " kata Sakura saat melihat Bagas sudah tertidur lelap. Sedangkan Sari hanya menggelengkan kepalanya.
" Mom...